Ada kesalahan di dalam gadget ini

My Facebook

not shown

Sabtu, 26 Maret 2011

Alibi dan Keterangan Palsu

By that I mean, I think that it is true that politics and political heroes have to satisfy our need to be greater than mortal in some way, and that's led them into creating illusions, sound bites, focus groups that tell you what to do. Sydney Pollack  

Kalau misalnya anda disuruh menceritakan atau memberikan alibi dan keterangan palsu atau keterangan yang belum tentu kebenarannya (masuk ke fitnah mungkin ya), seharusnya ada kesadaran bahwa kepalsuannya tidak akan pernah ditujukan untuk kebaikan bagi orang yang diberi keterangan palsu tersebut. Melainkan, hanya untuk melancarkan rencana-rencana dari orang yang menyuruh anda. Dengan memberikan keterangan atau alibi palsu, anda memposisikan diri anda sebagai lawan dari pihak yang dibohongi, bukan sebagai orang yang bisa diajak berdialog. Karenanya orang yang diberi keterangan palsu dapat dilihat sebagai korban akibat tidak adanya kesempatan untuk membela diri maupun mendapat perlakuan positif. Keterangan dan alibi palsu adalah bukti tidak adanya komitmen untuk memberikan solusi nyata dalam suatu permasalahan. Pelaku alibi dan keterangan palsu tidak seharusnya mempunyai asumsi bahwa masalah akan selesai dengan keterangan palsu tersebut, tapi malah menjadi bagian dari masalah baru.

Ketika seseorang memberikan alibi atau keterangan palsu, pasti terbersit pertanyaan, maksud atau kesalahan apa yang telah dilakukan sampai dia harus memberikan alibi dan keterangan palsu. Alibi dan keterangan palsu bukanlah sesuatu yang gampang dilakukan, ada hukum dan aturan yang dilanggar, baik itu hukum dan aturan agama, masyarakat, ataupun negara. Lalu, akan ada pertanyaan lagi, apakah akan ada korban atas maksud atau kesalahan tersebut, bagaimana kemudian sebuah tanggung jawab atau hukum dapat dirubah dengan alibi dan keterangan palsu tersebut.

Kemudian, kalau keterangan palsu tersebut ternyata menggunakan kekuatan untuk melindungi kepalsuannya, berarti sama saja membawa seluruh kekuatan tersebut untuk melawan korban, atau lawan yang dibohongi dengan alibi dan keterangan palsu tersebut. Bukan hanya itu, pelaku alibi dan keterangan palsu yang kemudian mendapatkan keuntungan berupa fasilitas atau kemudahan, sama saja menguatkan posisi orang-orang yang bersebrangan dengan si korban. Apalagi kalau fasilitas yang didapatkan mobil, rumah, gedung mewah serta kenyamanan lainnya.

Lebih jauh lagi, seperti apa sebenarnya posisi dan hubungan korban dengan pencetus alibi dan keterangan palsu, serta kenapa dibutuhkan alibi dan keterangan palsu. Bisa saja untuk memfitnah keterkaitan atau ketidakterkaitan korban dengan si pencetus alibi dan keterangan palsu. Lalu, bagaimana kalau alibi dan keterangan palsu dipakai untuk memberatkan seseorang atau bahkan menghilangkan nyawa seseorang.

Alibi dan keterangan palsu untuk kedepannya juga dapat dipakai untuk memeras orang-orang yang diuntungkan dengan alibi palsu tersebut. Pemerasan yang dilakukan juga bukan hal yang enteng karena dapat merugikan orang lain atau orang banyak. Efeknya akan terus berganda dan mengikat.

Alibi dan keterangan palsu juga digunakan untuk menjerat korban yang dirugikan  atas alibi dan keterangan palsu untuk melakukan perbuatan yang sama. Memberikan contoh yang jelek yang bisa diikuti untuk menjadi bagian dari masalah.

Tapi satu hal yang pasti, orang yang mau terlibat dan diuntungkan dengan alibi dan keterangan palsu, memandang korban atau lawannya lebih lemah posisinya dan tidak berbahaya. Sehingga posisinya aman. Masalahnya, andaikan posisi si korban memang lebih lemah, tapi belum tentu akibat yang ditimbulkan kecil. Hal tersebut tergantung dari pihak-pihak lain yang dibawa atau diuntungkan oleh adanya alibi dan keterangan palsu tersebut.

Orang-orang yang melakukan alibi dan keterangan palsu sebenarnya hidup terkungkung dan in the mercy of others, karena rasa tidak aman dapat timbul kapan saja sehingga mereka selalu membutuhkan naungan. Naungan untuk mendapatkan keselamatan dan rezeki juga sebenarnya sudah menyekutukan Allah SWT. Lagipula, yakinkah kalau naungan tersebut akan menjaga pelaku alibi dan keterangan palsu, dan bukannya malah mengancam para alibi palsu tersebut? Selain juga sudah mengancam kehidupan korban dimana alibi dan keterangan palsu tersebut ditujukan.

Alibi dan keterangan palsu juga terkadang dibungkus dengan alasan agama dan keyakinan. Yang harus diingat, cuma sekte sesat yang menyakiti diri sendiri dan orang lain untuk mendapatkan hidayah.

Alibi dan keterangan palsu tidak akan terjadi kalau orang mau mendengarkan hati nurani. Akhirnya saya cuma mendapatkan kenyataan, bagaimana orang-orang yang penuh dengan kepalsuan sekarang ini terkunci tanpa bisa melakukan hal yang baik dan benar lagi. Semenjak akhir masa SMA saya sampai sekarang, banyak sekali saya menemukan kasus keterangan palsu yang kalau mau ditelusuri, maksud sebenarnya adalah bertujuan untuk membuat orang-orang yang terlibat menjadi munafik, karena mengetahui masalahnya belum selesai tapi tidak punya cukup inisiatif untuk menyelesaikan masalahnya. Buat jelasnya, mungkin harus baca contoh referensi dari wikipedia ini.

Ketika kemudian masalahnya berkembang dan melibatkan orang-orang dari latar belakang dan prinsip moral yang berbeda tapi kemudian seiya sekata dalam melakukan alibi dan keterangan palsu, maka alarm sudah seharusnya berbunyi, kenapa dua kubu, hitam dan putih misalnya bisa saling terkait. Satu-satunya muara yang bisa menyatukan keduanya pastinya hal yang bersifat duniawi, dimana hal yang bersifat duniawi punya tanggung jawab di dunia selain tanggung jawab di akhirat.

Siapapun korbannya, terdeteksinya keterkaitan tindakan antara dua kubu yang berbeda tersebut adalah alarm yang seharusnya tidak bisa diabaikan karena suatu saat bisa menjadi sebuah efek domino karena adanya tanggung jawab duniawi tersebut, terlepas dari motif sebenarnya mengapa dua kubu disatukan. Motif yang cukup kuat untuk menyatukan dua kubu yang berbeda biasanya hanya dua: yang bersifat uang dan kedudukan, dan yang bersifat agresi ditujukan ke kedua kubu tersebut. Makanya, ketika keduanya bermain akan ada bom waktu yang siap meledak kapan saja. Masalah yang ada didepan mata ini kemudian berlaku untuk semuanya.

Bicara soal efek domino, nonton yang ini aja ah biar relax...


0 comments:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites Gmail More