Ada kesalahan di dalam gadget ini

My Facebook

not shown

Arti Sebuah Cerita

Pernah dengarkan cerita-cerita hikayat rakyat yang berbentuk legenda dan mitos? Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa punya banyak sekali cerita hikayat, soalnya masing-masing daerah punya cerita sendiri-sendiri.

Arsitek Mimpi

Tahun 2009 gue pulang ke rumah orang tua gue untuk beristirahat, sekalian menyembuhkan keadaan gue setelah cukup lama keluar masuk rumah sakit.

Resep Masakan dan Kue

Kumpulan resep-resep favorit gue yang sudah dimodifikasi dan diracik dari dapur sendiri, bisa dilihat di halaman Hobi. Silahkan mencoba!

Mengenai Penyesatan

Ada banyak sekali aliran keyakinan dan sekte di dunia, dan beberapa diantaranya yang menggemparkan dunia dibahas di blog ini. Tulisan terdiri dari tiga bagian, bagian pertama dan kedua membahas aliran sesat yang berujung maut. Tulisan ketiga membahas aliran yang dianggap sesat dan sedang berkembang dewasa ini.

Ada Yang Sama?

Terkadang kita menemukan dua hal yang persis sama pada suatu kesempatan, baik itu nama, wajah, tanggal lahir dll. Akhir-akhir ini gue menemukan beberapa hal yang kebetulan menyamai diri gue yang gue bahas disini.

Jumat, 27 Mei 2011

Film Animasi Bukan Cuma Untuk Anak

Pada film animasi, ga ada yang terlalu artificial untuk menjadi lebih hidup. Gambar-gambar 2D dan 3D yang identikal dan berurutan membentuk ilusi akan sesuatu yang nyata dan hidup padahal tidak. Ilusi tersebut kemudian yang membawa kita sedih dan gembira sesuai kehendak sang sutradara. Makanya, film-film animasi digemari bukan hanya oleh anak kecil saja tapi juga orang dewasa. Baik itu yang dari Jepang seperti Naruto atau dari Hollywood seperti Despicable Me. Mulai dari animasi serial sampai animasi layar lebar.

Permainan ilusi melihat apa yang kita lihat dan mendengar apa yang kita dengar sebenarnya merupakan hasil akhir dari sebuah industri yang serius, penuh dengan kreativitas dan deadline. Ketika kita melihat Mickey Mouse berdiri di sebuah podium menggunakan topi dan mengayunkan tongkat ajaibnya, sebenarnya ada orang-orang sungguhan yang bekerja siang dan malam untuk membuatnya menjadi demikian. Mereka adalah orang-orang dibelakang layar, sebuah industri animasi dimana mereka sangat tergantung pada popularitas karakter yang mereka bangun untuk menyenangkan kalian. Oleh karenanya, semua image dan alur cerita dibuat dengan tidak sembarangan, pengisian suara pun harus sesuai script yang ditentukan karena kalau tidak synchron akan ketahuan bohongnya nanti. Bahkan suara sebuah karakter harus sesuai dengan stereotype karakter yang direpresentasikan. Akan jelek dilihat para pemirsa ketika cerita mengenai seorang putri disuarakan oleh seorang laki-laki bersuara parau. Bahkan setiap nama-nama, baik karakter utama atau karakter yang mengelilinginya secara khusus dipilih sehingga dapat benar-benar merepresentasikan keinginan sang sutradara.

Tidak heran kalau industri yang serius ini juga terkadang membicarakan hal yang serius pula. Seperti misalnya Avatar atau Naruto. Film serial ini selain berisi petualangan menarik juga mengetengahkan pemikiran-pemikiran dan filosofi yang cukup berat bahkan berbahaya kalau untuk diterima seorang anak kecil. Ada hal seperti karma (bahwa sesuatu yang buruk yang terjadi pada seseorang adalah akibat dan hasil dari perbuatan orang tersebut), meditasi, chakra, aura dan hal spiritualisme lainnya yang merupakan ajaran alternatif diluar ajaran agama Islam dan Kristen. Mungkin hal inilah yang menyebabkan animasi sekarang banyak ditonton oleh orang dewasa, karena mempersembahkan kompleksitas pemikiran-pemikiran dan bahkan pembangkitan spiritualisme yang biasanya dibatasi dan dikungkung oleh ajaran agama. Tanpa ajaran agama dunia memang tidak berbatas, seperti juga ketidakberbatasan artifisial dalam animasi.

Kalau mau contoh lain dari animasi yang ga sesuai untuk anak, coba deh tonton animasi shinchan berikut ini, dari judulnya aja harusnya kita sudah mulai berpikir apakah animasi ini cocok untuk anak-anak. Kita kan ga mau kalau anak-anak tiba-tiba menyalahgunakan kekuasaan dan menyebabkan kerugian dikemudian hari, apalagi kalau sudah sampai memilih ideologi...bisa-bisa kekiri-kirian dan kekanan-kananan dan senggol-senggolan dan jadi politikus taman kanak-kanak gawat juga. Politik abusing power dan opresif ga seharusnya diajarkan ke anak kecil (ada loh ortu yang melihat kalau hal ini perlu diajarkan dengan membiarkan bahkan menyuruh anak-anak mereka meneror dan bertingkah jail kepada yang lain supaya mereka punya insting mencari kekuasaan). Sebagai anak-anak mereka sendirilah nantinya yang akan jadi korban atas mirage berupa kekuasaan yang sebenarnya tidak atau belum mereka punyai. Mereka pun terpaksa menghadapi konsekuensi yang dihasilkan dari  penyalahgunaan kekuasaan dan sikap opresif tersebut atau bahkan memaksa dirinya untuk mendapatkan kekuasaan yang tidak dimilikinya yang akan menempatkan dirinya dan orang lain dalam bahaya. Coba lihat wajah anak-anak ini ketika terompet berbunyi...mengerikan...

   

Kate Miller-Heidke "Are You Ready?" from Jeremy on Vimeo.



Karena menyinggung masalah Nazi, sekalian aja gue mau ngomongin sedikit off the topic. Bukan tidak mungkin sejarah pembantaian manusia dapat terulang, hanya saja mungkin motif, pelaku dan korbannya berbeda sama sekali. Makanya, penting untuk tidak memberikan kesempatan dalam menimpakan suatu kesalahan atau mengidentikkan sesuatu secara buta yang bersinggungan dengan SARA apalagi membiarkan sesuatu yang opresif. Ketika yang opresif mendapat lampu hijau, yaitu ketika yang akan dijadikan korban secara pandangan umum ditempatkan sebagai pelaku kejahatan dan si korban menerima hal tersebut karena simbiosis yang terjadi dengan latar belakang SARA tersebut dianggap masih menguntungkan, maka ketika si opresif ini cukup kuat untuk mengambil tindakan, si opresif dapat saja melakukan apa saja yang dikehendakinya dengan menyetir kepentingan umum. Bahkan salah satu cara yang dilakukan Nazi dalam melancarkan agendanya adalah dengan menggunakan media untuk mass distraction sehingga masa menjadi emosional dan gampang tersulut. Seperti shock therapy yang mengakibatkan masa menjadi short minded dan kehilangan objektivitasnya. (Bayangkan saja kalau hal ini dilakukan ketika ajaran agama tidak ada). Di zaman Nazi dulu, orang Yahudi sebenarnya sudah kuat secara finansial dan merekalah yang memutar roda perekonomian. Tapi uang bukanlah kekuasaan, lagipula, ada hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Dan nampaknya orang Yahudi di masa tersebut terlambat untuk menyadarinya dan harus menghadapi kekejaman tentara SS yang mengelabui mereka untuk bersih-bersih didalam ruangan m,andi yang sebenarnya adalah ruangan gas mematikan. (Topik ini juga membuat gue ingin tahu lebih banyak mengenai PKI dan wikipedia jadi sumber awal yang cukup lengkap mengenai partai yang sudah dinyatakan terlarang ini).

Jadi, jangan anggap enteng perilaku opresif pada anak-anak, baik ketika mereka menjadi pelaku ataupun korbannya. Sejarah membuktikan bahwa baik pelaku ataupun korbannya pada akhirnya akan menuai konsekuensi berat atas perilaku opresif tersebut.

Balik ke industri animasi, pada akhirnya, industri besar tersebut ternyata bisa menyedot banyak perhatian dan mengeruk keuntungan yang besar, seperti Disney misalnya. Mickey Mouse pun sampai punya fans club sendiri, bahkan punya playground yang mendunia. Seiring perkembangan teknologi, imajinasi sutradara dalam menciptakan cerita apapun dan karakter apapun yang makin hidup juga semakin menjadi kenyataan. Apakah kemudian yang artificial akan menggantikan yang asli? Kita tunggu saja, to infinity and beyond...

Selasa, 10 Mei 2011

Pinky Piggy Nose!

Ketika salah satu syarat hidup adalah mengemis dengan hal ini:

{harusnya ada gambarnya tapi gue ga nemu gambar yang pas buat menggambarkan pelaku suap-suapan} 

untuk mendapatkan ini:


atau yang ini:

atau mungkin juga yang ini:


Lalu, bagaimana nanti kalau jadi seperti ini:



Ini benar-benar pinky piggy Nos..se..no...se...Nose!

Terkadang orang menghalalkan segala cara untuk survive, dengan imbalan tertentu mau melakukan apapun permintaannya. Jadi mirip kanibal atau zombie. Hidup seperti tidak ada hari esok. Untuk yang doyan disuapin dan dicekokin, nyanyi bareng-bareng ya "tangan ke sampink...tangan diatas...tangan kedepan...cuci tangannya..."   Kualitas hidup juga dilihat dari masa depannya, dan pastinya ga melulu cuma berisi uang dan identitas yang bisa masuk kedompet dan dibawa kemana-mana. Tapi memang, selama masyarakatnya bisa dibutakan dengan hal yang terlihat bagus, uang yang banyak dan identitas yang meyakinkan, akan banyak orang yang rela melakukan apa saja. Akhirnya, semua jadi saksi betapa bobroknya sistem ketika semua diterabas hanya untuk terlihat...bagus. Ini solusi jin iprit.

Hanya mengingatkan bahwa ada hal-hal yang lebih besar daripada hidup itu sendiri. Hal-hal yang patut kita perjuangkan. 

Selasa, 03 Mei 2011

Yang Harus Diketahui Konsumen Mengenai Iklan

You got something that you want me to sell
Sell your sin. Just cash in.
You got something that you want me to tell
You'll love me. Wait and see.
Jewel - Intuition



TV sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan keseharian di peradaban yang modern sekarang ini. Apalagi, TV sekarang sudah bisa dibawa kemana-mana dan bentuknya bukan sebuah kotak yang besar dan berat lagi. Makanya, apa yang ditampilkan oleh TV sangat berdampak bagi masyarakat secara umum. Termasuk juga iklan.

Sesuatu yang dipajang adalah sesuatu yang mungkin akan dijual. Oleh karenanya, menurut saya, cara yang paling sederhana dalam beriklan adalah dengan memajangnya. Beriklan yang lebih kompleks kemudian menggunakan sarana seperti media dan riset pemasaran. Mempersiapkan sesuatu untuk dikonsumsi khalayak ramai memang tidaklah mudah, harus kreatif, inovatif dan...manipulatif. Perencanaan dan rancangan dibuat khusus untuk menarik sebanyak-banyaknya perhatian dan tentu saja supaya mudah diingat. Pengkondisian dilakukan berdasarkan rancangan tersebut. Tapi, jangan lupa kalau iklan mempunyai target sasaran, yaitu anda sebagai konsumen dan juga masyarakat luas. Oleh karenanya, anda adalah target dari riset yang mereka lakukan dan target dari bujukan persuasif yang dihasilkan kemudian.

Ketika sesuatu ditawarkan atau ditampilkan, pernahkah anda berpikir kalau sebenarnya anda sedang ditawarkan sebuah konsep? Ya, sebuah konsep dimana konsep tersebut akan bermain dengan persepsi anda sebagai targetnya dan mengharapkan reaksi tertentu dari anda? Sudah barang tentu sesuatu yang ditawarkan, walaupun awalnya tidak menarik perhatian, tapi karena sudah dibungkus oleh apapun yang diketahui akan menarik untuk diperhatikan, maka akan menjadi perhatian juga. Inilah hasil dari riset yang dilakukan, yang bertujuan agar konsumen dapat dipengaruhi persepsinya atau bahkan dirubah persepsinya menjadi seperti yang diinginkan.

Pernah dengar iklan How Low Can You Go? Secara umum, being low bukan kualitas yang diinginkan, sehingga tidak mempunyai daya tarik dan tidak diperhatikan. Tapi setelah melihat iklan tersebut bukankah persepsi kita sudah dirubah? Sekelompok orang tertentu melihat kondisi being low sebagai magnet untuk mereka dan menjadikannya bahan perhatian yang baru. Pada akhirnya, pengikutnya pun bertambah dan menaikkan pangsa mereka.

Terkadang, iklan bahkan bersinggungan dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat dan seakan menguji batasan nilai yang dimiliki. Dengan kreativitas, mengetengahkan sesuatu yang baru supaya nilai tersebut diterima oleh masyarakat. Atau bisa juga mengagungkan suatu nilai untuk mengurangi nilai yang lain yang kurang diinginkan. Misalnya saja, iklan makanan cepat saji yang berusaha mengubah nilai yang ada di masyarakat sehingga anak-anak lebih baik mendapatkan makanan yang menyenangkan (Happy) daripada yang sehat (Healthy). Mengajari untuk mengutamakan mainan dulu baru kemudian makanan?          

Beberapa iklan bahkan menghendaki masyarakat menjadi irrasional, tidak mempedulikan konteks, tujuan dan latar belakang sesuatu hal. Longgar dan tersesat. Setidaknya, mereka tidak mempertanyakan sesuatu hal tersebut. Seperti, mengapa diskon besar-besaran dilakukan tengah malam pada waktu jam tidur dan harus pula berdesak-desakan. Selama ada tulisan 80% off dicetak besar dan bertinta merah, nothing else matter.
 
Ada banyak metode pendekatan yang dilakukan oleh bagian pemasaran dalam beriklan. Mulai dari menggunakan emosional atau perasaan, tantangan dan petualangan, cita rasa, penalaran, sampai atraksi fisikal yang memikat. Sedangkan untuk mempengaruhi (memprovokasi) indera dapat digunakan warna atau theme dan slogan tertentu baik tersamar atau tidak. Konsumen tentu tidak mau dibingungkan ketika themenya adalah keceriaan tapi kok yang dipakai baju-baju hitam. Salah satu contoh iklan yang memprovokasi indera secara tersamar adalah menggunakan sebutan atau nama yang sering didengar, misalnya seperti Mario dan Maria pada iklan cat, agar konsumen teringat akan produk tersebut setiap mendengar nama atau sebutan tersebut.
   
Lalu, bagaimana dengan cara mendikte yang cukup mencolok. Salah satu cara sederhana seperti mengulang iklan pendek berkali-kali dalam satu slot, terkadang bisa sangat menjengkelkan. Gue heran apakah bukan merupakan pelanggaran terhadap kebebasan ketika sebuah alat kreativitas dapat didikte seperti ini. Seperti menggunakan kata magik, dan memanggil jin di botol untuk melakukan semua kreativitas selebihnya yang diperlukan.

Iklan juga menggunakan pendekatan berganda seperti emosional dan penalaran. Coba lihat contoh iklan dibawah ini:



Pertama, emosi atau perasaan kita dibuka dan dimainkan dengan mempersembahkan sebuah cerita, ada perpisahan, hubungan sepihak (yang cukup dipaksakan), dan penderitaan (diluar dan dibiarkan hujan). Lalu kemudian penalaran digunakan untuk menutup paksa emosi dan perasaan tersebut, bahwa cukup gila kalau lampu dikasihani. Hasilnya? Iklan yang berkesan.

Pesan-pesan subliminal juga terkadang dipakai dalam iklan. Hanya dengan tingkat kesadaran yang tinggi dan sensitifitas, kita dapat mengetahui yang tersirat dalam sebuah iklan. Apakah disengaja atau tidak, indera bawah sadar kita dapat terpengaruh oleh hal tersebut, terutama yang berbau negatif. Tinggal kemauan kita untuk membawanya ke alam kesadaran supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, atau, pindah channel ketika ada anak kecil disekitar kita karena mereka belum cukup dewasa untuk menolaknya secara sadar. Contoh subliminal gue rasa banyak juga di dalam negeri, salah satunya iklan makanan ringan wafer coklat untuk anak-anak yang kalau kita dengarkan nyanyiannya cukup menyeramkan. Lebih jauh mengenai subliminal message dapat dilihat disini.

Lalu, sampai seberapa jauh produsen bisa mendikte dan mempengaruhi target konsumennya lewat iklan? Semuanya tergantung target konsumennya, karena mereka yang memegang batasan nilai-nilai umum dan khusus yang dimiliki, sampai dimana mereka merasa batasan tersebut dilanggar. Kalau kemudian diketahui dapat membahayakan, harusnya tidak diikuti, bagaimanapun yang kemudian berperan adalah masyarakat yang ditargetkan, bukan bagian pemasaran yang memanipulasi iklan. Tidak mungkin mengharapkan peringatan atau pengajaran dari objek yang menjadi tontonan. Begitu pula sebaliknya. Karena, seharusnya sudah kita pelajari nilai-nilai umum tersebut di bangku sekolah dan lingkungan, dan nilai-nilai khusus di lingkungan rumah.

Makanya, hanya iklan rokok saja yang memberikan peringatan kesehatan, yang lainnya...terserah anda.

I'm just a simple girl
In a high tech digital world
I really try to understand
All the powers that rule this land
They say Miss J's big butt is boss
Kate Moss can't find a job
In a world of post modern fad
What was good now is bad

 Jewel - Intuition!


Jewel lyrics are property and copyright of their owners.
"Intuition" lyrics provided for educational purposes and personal use only.

Minggu, 01 Mei 2011

MayDay! Let's Learn English!

Di jaman dimana informasi mengalir sangat cepat dan dinamis, penguasaan bahasa asing sangat dibutuhkan. Adanya banyak cara untuk mendapatkan informasi bukan berarti miskomunikasi tidak dapat terjadi, malah dapat menyebabkan efek multiplier dari miskomunikasi tersebut. Bahasa inggris adalah bahasa yang paling banyak dipergunakan di dunia, oleh karenanya pemahaman bahasa inggris sangat penting supaya terhindar dari kesalahpahaman. Penggunaan alat-alat translasi bahasa seperti Google translate juga tidak dapat mengurangi kesalahpahaman yang terjadi apabila keterampilan bahasa inggris kita lemah. Akibat terburuk dari kurangnya pemahaman bahasa asing adalah terisolasi yang pada akhirnya menimbulkan hal yang tidak dikehendaki. Dengan bahasa inggris, kita memperkaya sumber informasi yang kita bisa dapatkan sehingga dapat mengambil keputusan dengan benar.

Contoh lucunya bisa ditonton disini, ini orang kok malah ribut mengenai apa yang dipikirin orang lain...padahal situasinya sudah gawat:



No not thinking...don't mind what I'm thinking...we are sinking!
Heh, terkadang orang benar-benar tidak melihat situasi dan kondisi. Gue rasa nih orang aslinya pemandu acara radio tengah malam yang isinya romantika dan roman picisan!

Sebagai tambahan, belajar literatur berbahasa inggris juga dapat melatih pemahaman berbahasa Inggris. Sekalian juga menambah pemahaman kita mengenai kebudayaan asing. Berikut beberapa literatur dan kursus gratis yang tersedia di Internet:


  • Sparksnotes : Sparksnotes menyediakan contoh analisa literatur selain literaturnya sendiri. Bahkan tersedia video untuk membantu pemahaman literatur tersebut. Memang, menonton cerita sebelum menganalisanya membuat prosesnya menjadi lebih mudah. Saya menonton animasi Dante's Inferno, baru kemudian membaca ceritanya. Walaupun ada perbedaan cerita tapi tetap saja membantu.
  • Bibliomania : Bibliomania menyediakan berbagai macam literatur dan cukup lengkap. Sama seperti Sparksnotes ada contoh analisa dan kesimpulannya.
  • U Moodle: English OpenCourse Ware : Walaupun kursus yang disediakan tidak up-to-date tapi terdapat petunjuk dan latihan yang dapat diikuti dalam mempelajari literatur. Kursus gratis yang diadakan oleh Universitas Utah ini cukup membantu dan tidak perlu registrasi untuk mengikutinya.


Info ini saya berikan terutama untuk yang mau test SAT dan GRE, biar nilai verbalnya ga seperti gue, jeblok. :)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites Gmail More