Arti Sebuah Cerita

Pernah dengarkan cerita-cerita hikayat rakyat yang berbentuk legenda dan mitos? Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa punya banyak sekali cerita hikayat, soalnya masing-masing daerah punya cerita sendiri-sendiri.

Arsitek Mimpi

Tahun 2009 gue pulang ke rumah orang tua gue untuk beristirahat, sekalian menyembuhkan keadaan gue setelah cukup lama keluar masuk rumah sakit.

The War As We Know It

Agak prihatin juga kalau melihat berita internasional yang melulu mengenai perang. Tidak banyak generasi kita tahu mengenai perang, karena Indonesia sendiri sudah merdeka hampir 66 tahun yang lalu.

TKW Kita Yang Selalu Didera Masalah

Kasihan sekali TKW kita selalu menjadi korban tanpa ada yang bisa bangkit untuk menolong mereka. Sulit mungkin kalau mengharapkan TKW kita bisa bangkit dari keterpurukannya ketika masalah yang di hadapi sebenarnya sistemik.

Siapakah Seorang Teroris?

Saya orang awam sebenarnya kalau bicara mengenai teroris. Tapi, setelah mengalami banyaknya kejadian yang berhubungan dengan terorisme, sedikit banyak saya mulai paham apa dan bagaimana terorisme bisa berkembang seperti sekarang ini.

Jumat, 06 April 2012

A Thousand Words

Akhirnya gue menemukan sisa-sisa foto, dari kamera gue yang dicuri maling, di tumpukan file-file PC lawas gue. Gue pikir foto-fotonya udah lenyap beserta kameranya, tapi ternyata gue nyimpan backupnya. Dulu, nih foto gue pajang di blog gue yang lama, yang udah dihapus sama blogger. So, sekarang gue pajang aja disini ya. Ada foto Fauna dan Flora yang gue temukan di halaman rumah (maklum waktu itu masih norak banget sama kamera digital jadi apa aja di foto). Slideshownya bisa dilihat disini dan disini.

Terus waktu gue jalan ke jogja pas Merapi lagi hot-hotnya, gue ambil beberapa foto di Kaliadem (yang sekarang udah benar-benar ketimbun sama lahar dingin Merapi). Hasilnya ga bagus-bagus amat sih, tapi lumayan buat mengenang keganasan Merapi, soalnya tuh lokasi udah ga ada lagi. Ya udah ga apa-apa, kan masih bisa menikmati keindahan Merapi beserta Kaliademnya yang diabadikan lewat foto disini. Seperti mimpi aja bisa jalan di bulan!

Ketika di Jogja, gue juga sempet jalan-jalan ke Taman Sari yang baru saja dipugar. Taman Sari adalah tempat pemandian para Raja jaman dahulu. Lokasinya dibelakang pasar Ngasem dan jadi tempat wisata yang harus disinggahi kalau ke Jogja. Kalau mau lihat foto-fotonya silahkan aja disini.

Sebenarnya gue pingin banget memfoto langit Jakarta, tapi sekarang langitnya selalu berkabut (aneh juga karena ga mendung) dengan matahari yang terlalu cerah dan menyilaukan. Langit biru cerahnya jadi tidak kelihatan jelas. Gue juga ingin banget sebenarnya memfoto LuSi, musibah yang ga kunjung berakhir. Entah bencana tersebut disebabkan oleh alam (gempa di Jogja) atau karena goyangan inul pada alat pengebor Lapindo (hihihi jangan-jangan benar karena goyangan ngebornya inul ya, tapi, kalau kita taruh keyakinan kita sama Tuhan YME, hal-hal kayak gini tidak ada hubungannya sama sekali).

Lagian kameranya sekarang kan sudah lenyap bersama maling yang menyatroni rumah gue beberapa tahun yang lalu. Harus stop deh kegiatan foto-memotonya. Nantilah nabung dulu buat beli yang baru, siapa tauk nanti keluar kamera 3D ....wow kayak apa ya bisa moto 3D??? Untuk bulan ini buat text 3D aja dulu seperti PR gue yang kedua lalu disini...



Get Ready for next beat...

Jumat, 23 Maret 2012

No Comment on BBM-BLT

Mau lidah nggak kering, pergi kekantin di siang bolong
     beli minuman jus yang putih, atau  yang kuning.
Ketika badan semakin ceking,  perutpun bunyi keroncong
     tinggal pilih mau dikasih, atau jadi maling.


Pantun diatas bukan punya gue tapi dari temen gue (yang milih dua-duanya). Kalau gue sendiri, no komen lah soal kenaikan BBM dan BLT-nya yang super aneh. Tapi serangan kedua nantinya pasti akan berasa dan ngaruh banget buat semuanya. Soalnya, di Indonesia BBM nyambungnya ke inflasi (beda sama negara lain dimana ada kenaikan BBM tapi inflasi masih bisa ditekan rendah). Listrik pastinya yang akan cukup berdampak, dan transport kayaknya harus ganti dengan yang lebih murah. Hmmmm...  apa mungkin ini cuma april mop ya?

Tapi, apapun yang terjadi please have a faith, don't go with the flow, instead, go by the rule. Kalau kita mengikuti aturan, kita pasti akan dipaksa untuk memutar otak kita dan menggunakan sumber daya secara efisien sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.  Hal tersebut pastinya akan jauh lebih baik dari pada pertentangan dan pertikaian seperti sekarang ini, yang bisa membuat kita terjebak kedalam sebuah proses yang berbahaya yang bisa menghancurkan fondasi kita dalam berbangsa dan beragama. (Aksi-reaksi sangat rentan untuk dimanipulasi menggunakan proses dialektik misalnya).

Lagipula, ketika kita berbicara mengenai ekonomi, kita bicara soal distribusi kelangkaan, bukan distribusi uang. Bagaimana akses kita terhadap produk sehingga kelangkaan dapat teratasi, dan bukannya akses kita kepada uang yang hanya merupakan alat dalam sistem ekonomi. Kemajuan teknologi memang dapat memacu produksi sehingga dapat mengatasi kelangkaan, mempercepat distribusi sehingga sampai ketujuan, menciptakan mirage bahwa produk semakin mudah didapat. Ketika barang mudah didapat, uang pun akan menjadi mudah didapat pula. Tapi, coba jangan senang dulu, kalau memang teknologi memegang peran penting dalam perekonomian serba mudah yang kita jalani sekarang, itu artinya teknologi adalah modal yang mutlak dibutuhkan dan dimiliki (teknologi yang gue maksud bukan BB, Smart Phone, etc yang mudah didapat dengan uang). Semakin cepat roda perekonomian diputar, semakin besar pula kebutuhan akan modal-modal yang mendasarinya. Yang artinya pula, teknologi adalah kelangkaan yang kalau tidak segera ditanggulangi akan mengancam kehidupan bersama. Mungkin inilah kenapa kita terkena dampak inflasi sekarang? Selain untuk melonggarkan tekanan beratnya beban bunga utang dan menciptakan ruang untuk membuat utang baru (another fast fresh flow of money with the cost of our future)?
 
Ibaratnya sepeda melaju dijalanan menurun, tanpa butuh tenaga dan usahapun jalannya bisa melaju kencang, ngerem pun sulit. Bablasssss! Jadi, kapan perampokan ini akan berakhir, setelah negara dirampok dengan penjualan aset-aset negara seperti BUMN, sekarang rakyatnya juga harus dirampok dengan inflasi akibat pengurangan subsidi. Dan sepertinya hasil rampokan tersebut tidak hanya diperuntukan sebagai uang "cepat" untuk dibagi-bagi ke rakyat deh... Kalau ada bagian yang ternyata hilang, kemana kira-kira larinya ya?




Kit: There's no such thing as an easy money, Squeaky.
 (After gotten inside in an abandoned Russian ship caught in the middle of the eye of Liah typhoon).
Virus (1999)
         

Rabu, 14 Maret 2012

Para Srikandi Diujung Tanduk

Perempuan, dari bahasanya saja kata tersebut sudah memberikan persepsi elegan jika dibandingkan dengan lawan katanya. Adalah hal yang bijak untuk menganggap wanita sebagai sosok yang elegan karena perempuan memang selalu tertarik memperindah dirinya baik dalam hal perilaku, tata krama, perkataan dan ...(gue ga tauk apa ini yg terpenting sekarang)penampilan. Bahkan ketika sosok yang elegan tersebut berada dalam posisi yang terburuk, lingkungan masih melihat sosok perempuan tersebut sebagai sosok yang elegan. Seperti ketika seorang perempuan menjadi terpidana, lingkungan (dan perempuan) masih mendambakan sosok penampilan, tata krama dan perkataan yang anggun seberat apapun dakwaan atas tindakan yang dilakukannya. Contohnya saja perempuan pelaku pembunuhan yang digambarkan seperti sosok Uma Thurman dalam Kill Bill oleh media masa, bagaimanapun Thurman adalah sosok yang elegan dengan rambut pirangnya walaupun dia memegang senjata. Persepsi kita masih terus dibawa untuk mengharapkan sosok perempuan sebagai sosok yang elegan.

Tapi, pernahkah terpikirkan kalau tuntutan yang demikian itu berat rasanya dipikul seorang perempuan, kalau kemudian kita dihadapkan pada kenyataan, bahwa lingkungan pulalah yang terkadang menuntut perempuan melakukan tindakan-tindakan yang tidak elegan untuk dilakukan oleh seorang perempuan. Lingkungan juga yang memberi dorongan dan kesempatan yaitu dengan tidak adanya perlindungan sehingga perempuan melakukan hal-hal yang tidak wajar untuk menyokong hidupnya. Perlindungan yang seharusnya ada ketika hukum dan aturan ditegakkan. Terkadang banyak "orang pintar" sadar dan mengerti bahwa yang pertama akan terkena imbas dengan tidak adanya perlindungan tersebut adalah perempuan dan anak-anak. Tapi banyak juga diantara yang pintar ini kemudian menuntut dan terkadang menekan perempuan dan anak-anak untuk bisa menjaga dirinya sendiri dengan cara mampu menerawang dan mengantisipasi suatu keadaan, mampu menolong dirinya sendiri secara mandiri, mampu membela dirinya sendiri ketika mendapat kesulitan, mampu mempunyai inisiatif dalam sebuah tindakan dan lain sebagainya. Ironinya, tuntutan tersebut yang awalnya terdorong karena tidak adanya perlindungan atas hukum dan aturan yang berlaku, kemudian malahan membawa mereka ke jurang yang lebih dalam lagi. Perempuan dan anak-anak, dituntut sebagai peramal, psikolog, pahlawan, pengacara dan inisiator dalam kehidupan yang mereka jalani, padahal ini bukan kapasitas mereka. Gue bukannya mengatakan bahwa kaum yang dianggap lemah ini tidak mampu, tapi tidak pada tempatnya menuntut wanita padahal tindakan-tindakan tersebut jika dilakukan gegabah karena adanya tekanan, justru akan melibatkan mereka kepada interaksi lebih dalam lagi ke sistem yang tanpa perlindungan ini. Andaikan mereka punya keahlian dan kepintaran sesuai tuntutan-tuntutan tersebut pun, mereka masih kaum yang lebih vulnerable dibandingkan dengan kaum pria didalam sistem yang sekarang ini. Kesetaraan adalah hal idealis dan tidak realistis karena secara tidak proporsional berusaha ditegakkan tanpa adanya usaha untuk menegakkan perlindungan dan payung atas hukum dan aturan yang berlaku. Gampang aja sih logikanya, hukum tidak ditegakkan, maka yang jahat akan berwarna abu-abu. Tidak mudah untuk tidak terjebak kedalam wilayah abu-abu ini. Sesuatu yang terlihat dan berperilaku benign pun dapat sangat berbahaya. Dalam sistem dengan banyak wilayah abu-abu ini, hanya satu yang harus bisa perempuan lakukan, lari. Terlalu banyak orang yang memanfaatkan jalan belakang sehingga situasi menjadi tidak aman, lagipula jaman sekarang gitu loh, perempuanpun bisa juga diserang dari belakang. Nah, ketika perempuan yang merupakan representasi kelompok masyarakat yang harusnya terlindungi terpojok sedemikian rupa tanpa bisa lari, ada satu pernyataan yang harusnya dijawab: is the situation become so bad that everyone now is in danger?      

Bukan hanya dari segi penegakan hukum kesetaraan gender adalah hal yang tidak realistis, tapi, di era globalisasi ini, perisai akan pengaruh global sudah sangat berkurang. Kita ga bisa menyalahkan faktor eksternal yang bisa sangat vulgar memaparkan perempuan dari sisi fisik maupun psikisnya, bahkan cenderung obsesif gue bilang (jujur aja gue ga tauk mana yang lebih sakit, perempuannya yang mengekspos dirinya dengan vulgarnya atau perilaku obsesif yang ditunjukkan oleh penyimaknya yang mau tahu masalah orang). Masalahnya, kemana perisai yang sudah berusaha kita bangun semenjak kemerdekaan kita. Jangankan perisai, filter yang kita punya aja sudah tidak mampu membendung budaya hedonis, materialistis dan kapitalis yang dibawa asing yang bahkan sudah merambah ke bidang sosial, politik, budaya bahkan agama sekalipun. Lintas sektoral lah pokoknya kalau kita bicara dunia gemerlap dan konsumerisme. Perempuan setelah dugem kecelakaan mobil, wah baru saja dua kecelakaan parah terjadi yang melibatkan dua perempuan setelah malamnya berpesta. Apa kemudian perempuan bisa disalahkan sepenuhnya atas kecelakaan tersebut? Gue bilang tidak. Ada hal-hal yang tidak dibenahi yang mengakibatkan kecelakaan tersebut terjadi dan hal tersebut bukan dari sisi lalinnya atau sisi perempuannya. Coba pikirkan sendiri hal-hal tersebut sebelum menyacat habis perempuan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa perempuan memiliki perspektif yang berbeda dengan laki-laki. Dari kecil hal tersebut sudah terbentuk secara perlahan. Naluri dan sensitifitas perempuan sangat peka dan kuat sehingga tidak mungkin dia mengabaikan perbedaan yang harfiah tersebut. Bahkan seorang tomboy ketika kecil akan beralih menjadi wanita dewasa yang menginginkan untuk merawat dan mempercantik penampilannya. Jarang sekali sampai dewasa masih tomboy, pasti jadinya perempuan juga. Makanya, sedih juga ketika melihat perempuan-perempuan tiba-tiba menghiasi halaman depan surat kabar dengan inisialnya ditulis besar-besar atau malah langsung namanya. MD, NN, AS, DA... . Seakan-akan para perempuan ini menodongkan senjata kearah gue sambil mengatakan "serahkan kredibilitas mu sebagai perempuan." Apa memang cuma gue yang merasa terancam akan hal ini? Apa persepsi gue mengenai perempuan sedang dirubah? Gejala apakah ini ketika adalah hal yang normal melibatkan perempuan dalam usaha tipu-menipu bahkan dengan izin dari suami atau orang terdekatnya sendiri? Benarkah sudah semurah ini harga perempuan dimata masyarakat?

Sebagai perempuan, ada banyak faktor intrinsik didalam diri perempuan itu sendiri yang sebenarnya merupakan hambatan untuk perempuan melakukan hal-hal yang terlarang. Misalnya saja faktor fisik, rasa takut, naluri keibuan, perasaan yang halus dan banyak hal lainnya. Walaupun begitu, banyak pula faktor intrinsik yang bisa mendorong perempuan untuk bertindak keluar jalur. Salah satunya adalah keinginan untuk dilihat lebih indah. Perempuan sering sulit melawan temptation akan hal-hal yang bersifat materi karena menghadirkan rasa yang menyenangkan. Perempuan juga membawa perasaan atau emosi tersebut ke hal-hal yang membutuhkan profesionalisme, sehingga mempengaruhi keputusan mereka untuk tetap lurus. Ketika merasa ada yang membutuhkannya, perasaan dia jadi senang sekali dan membiarkan dirinya dimanfaatkan walaupun sudah tidak pada tempatnya. Faktor lainnya adalah perempuan secara harfiah lebih suka ikut-ikutan karena memang mereka biasanya dipimpin sehingga lebih mudah mengikuti arus walaupun kemudian arahnya udah ga bener. Mereka gampang mempercayakan diri mereka terhadap figur yang mereka pikir mempunyai sosok pemimpin (cewek tuh biasanya nunjuk jari kedepan, sementara cowok nunjuk jari keatas, ya ga? kalau sekelompok cowok nunjuk jarinya kedepan...perlu dikasih gayung kali!). Makanya gue rasa perempuan lebih baik menahan diri untuk tidak terlibat dengan alasan apapun pada laki-laki yang bukan pasangannya atau keluarganya, walaupun tindakannya dirasa bermanfaat. Manfaat apa sih memangnya yang bisa didapat dari orang yang bukan haknya untuk menuntut hal yang manfaat tersebut? Perasaan insecure pada perempuan juga dapat membawa perempuan untuk menggunakan jalan yang menurut dia paling aman, yaitu yang menurut persepsinya adalah jalan yang tercepat dan termudah. Ketika kemudian ada masalah, perasaan insecure ini jugalah yang akan membuat dia cenderung mempertahankan dirinya dengan segala cara, termasuk dengan berbohong. Semakin ditekan, maka dia semakin mendapat justifikasi untuk melancarkan kebohongannya yang malah melilit dirinya lebih jauh lagi. Hal yang demikian banyak terjadi pada perempuan yang pada akhirnya bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
                   
Kalau sudah ga bener begini, ketika konsekuensi atas tindakannya harus bentrok dengan lingkungan dan dirinya sendiri yang masih menuntutnya untuk tampil elegan, apakah bentrokan tersebut tidak menjadi sebuah pelajaran yang buruk bagi masyarakat umumnya dan perempuan khususnya? Tidak heran kalau banyak perempuan kemudian melakukan hal yang ekstrem seperti memilih model rambut cepak, yang selain karena mode, mungkin sebagian juga melakukannya sebagai pernyataan kalau mereka ingin keluar dari tuntutan elegan tersebut, karena apa yang mereka kerjakan sebenarnya sudah tidak didasarkan pada tindakan-tindakan yang elegan lagi. Apabila kemudian respon masyarakat terhadap tindakan-tindakan yang tidak elegan ini hanya sebatas menghukum para perempuan dan anak-anak yang terlibat, tanpa membenahi masalah yang melatarbelakanginya, maka bisa jadi perempuan dan anak-anak akan semakin keras dan kebal, menganggap tindakan yang tidak elegan tersebut hal biasa dan menerima setiap konsekuensi yang menyertainya. Begitupun persepsi masyarakat, bisa saja mereka berubah pikiran dengan menganggap perempuan dengan sosok yang anggun tersebut adalah sebuah kebalikan didalamnya. 

Adalah ironi juga ketika seorang perempuan yang berusaha untuk memenuhi tuntutan masyarakat, dimana dia harus mengambil keputusan sendiri, justru kemudian malah membuatnya harus berhadapan dengan sisi masyarakat yang masih meragukan kemampuan perempuan dalam mengambil keputusan. Padahal banyak pula dari para peragu ini yang hanya bisa melihat kulit luarnya saja. Hal-hal yang demikian masih banyak terjadi dan terkadang masuk keranah pribadi dimana sangat sulit perempuan untuk menjelaskannya. Fitnahpun kemudian berkembang tidak terkendali tanpa ada yang peduli untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Gue masih banyak melihat kejadian dimana ketika seorang perempuan harus berhadapan dengan sosok figur yang dimata masyarakat adalah sosok yang baik dan mumpuni maka perempuannyalah yang kemudian dicecar ketika ada permasalahan. Padahal bisa saja kan sosok yang baik, agamis dan mumpuni tersebut melakukan tipu muslihat terhadap perempuan tersebut? Gue aja sering kok berhadapan dengan persepsi masyarakat yang seperti itu akan suatu hal atau kesempatan dan cukup sulit untuk menjelaskan kalau yang gue hadapi adalah sebuah tipuan dan jebakan yang harus gue hindari.

Ranah pribadi perempuan terkadang menjadi sasaran empuk para perompak yang sebenarnya tidak punya urusan dan tidak mau urusan atas perempuan tersebut. Para perompak ini tidak sadar kalau perempuan sudah cukup vulnerable didalam sistem yang ada sekarang. Kalau ada yang merasa bahwa perempuan adalah urusan mereka, maka tegakkan amanah, yang bisa mereka lakukan adalah tegakkan aturan main yang jelas dan apa hukumnya ketika mau berurusan dengan perempuan (terlebih dalam hal agama). Tidak bisa sembarang orang sok tahu yang merasa bisa "membantu" tanpa mengerti kedudukan dia sebagai apa, orang lainkah, atau kerabatkah. Jangan asal menuntut perempuan seenak perutnya seakan-akan perempuan tersebut adalah amanah bersama, hanya dua orang yang bisa punya amanah atas seorang perempuan: ayah dan suami. Bahkan ketika terjadi perbuatan yang melanggar, hanya pihak peradilan yang berhak menuntut perempuan tersebut, yang lain, ngaca dulu kali apa dia tidak melihat ketamakan didalam dirinya ketika dia berusaha mengambil jatah dari amanah orang lain untuk kepentingan pribadinya.

Ada banyak kasus dimana ketika seorang perempuan sedang bermasalah, maka banyak sekali "figuran" yang ikut main di air keruh. Sebagai anggota masyarakat malu juga gue melihat banyaknya publik figur(an) yang ikut nimbrung, padahal gue yakin mereka tidak punya kapasitas dan kualitas untuk bicara apalagi menyenggol-nyenggol kehidupan permpuan yang bersangkutan. Terkadang mereka cuma berkata satu dua patah kata atau melakukan satu hal saja, tapi kesimpulan yang dapat dibuat dari perbuatan dan perkataan mereka itu panjang sekali dan subyektif. Entah informasinya bersumber dari mana. Kayaknya spirit infotainment yang seperti ini harus dihilangkan deh. Alih-alih menyederhanakan dan menyelesaikan masalah, orang lain yang main keroyokan tersebut malah menambah masalah baru dengan mendegradasikan (kalau tidak bisa dibilang merendahkan) kekuasaan pemegang amanah yang sebenarnya, yaitu ayah atau suami dari yang bersangkutan. Akibatnya bisa ditebak, hilangnya perlindungan untuk perempuan yang bersangkutan karena perempuan tersebut terlempar ke luar dari lingkungan keluarga dan masuk ke dalam arena yaitu lingkungan luar yang belum tentu mampu menjaga dia.        

Apabila lingkungan masih mengharapkan perempuan sebagai sosok yang elegan, ayo benahi dulu sistemnya. Sementara itu, jangan berharap terlalu banyak dari individu seorang perempuan hanya karena kalian terus menerus disuguhi sosok-sosok perempuan yang ideal. Sosok yang ideal alias super biasanya hanya memuaskan nafsu atas uang, kekuasaan dan kemenangan duniawi saja, dengan disokong oleh kesempatan untuk mengekspos dirinya. Tapi yang ideal belum tentu didasarkan pada realitas yang terjadi di masyarakat. Sosok yang ideal pasti akan menjadi milik publik, milik umum, padahal masyarakat membutuhkan orang-orang yang punya keseharian sama dengan mereka tapi mempunyai keahlian yang berbeda. Ya, mereka cuma butuh keahlian yang bisa menyediakan solusi bagi permasalahan mereka dan bukan ambisi dan kreativitas yang malah bisa berbalik mencelakakan mereka. Lagipula, daripada sosok-sosok ideal, masyarakat pada umumnya dan perempuan lebih membutuhkan kepemimpinan yang bisa menjaga mereka untuk tidak terjebak pada realitas yang berkembang. Ok, mungkin beberapa perempuan memang mampu mewujudkan sosok yang ideal dan mereka berhak mempertontonkannya, tapi rasanya tidak fair kalau kemudian membiarkan perempuan lain yang terpaku pada sosok ideal tersebut berjibaku agar menjadi sosok yang ideal yang akhirnya malah mengarahkan dia ke hal-hal yang tidak diinginkan (Idol is a new kind of bribery). Pada kenyataannya, mimpi yang ideal tersebut terkadang sama saja dengan mimpi memenangkan lotere, untung-untungan dan untuk kemenangan sesaat. Dan sepertinya, nasib seorang perempuan jauh lebih berharga dari pada sebuah lotere yang ditunggu-tunggu untuk menang.

Jadi, hal yang terakhir yang ingin gue tegaskan disini, jangan meneror perempuan dengan tuntutan-tuntutan yang tidak berujung hanya karena ujung permasalahannya tidak mampu diperbaiki. Yang pantas untuk dikeroyok itu permasalahannya dan bukan si korbannya. Jangan menuntut perempuan untuk tegas ketika ternyata banyak yang main belakang dengan peraturan dan hukum sehingga ketegasannya tidak bisa mempunyai sasaran yang jelas. Jangan juga gampang menyalahkan perempuan ketika kepemimpinan masih pletat-pletot ga karuan. Jangan pula mengharapkan perempuan jadi malaikat, karena perempuan ya "cuma" perempuan. Apa gue terlalu banyak nuntut? Mungkin ya, tapi jika nasib para srikandi ini ada diujung tanduk, maka gue yakin nasib bangsa ini pastinya juga sedang berada diujung tanduk. Dan gue ga mau bangsa gue tergelincir ke jurang yang terdalam. If the shield is failing, the gun will point directly at us, and it already happen!

Oya, satu lagi yang merupakan serangan terberat untuk perempuan adalah bagaimana angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian neonatal/perinatal di Indonesia, apakah semakin meningkat atau tidak. Jika memang meningkat, maka perlu ada tindakan untuk mencegah hal yang bisa memperparah keadaan ini, itu kalau kita masih ingin punya masa depan.















    The magazine captures her image strangely... . Why is it an orange and not an apple?  

Jumat, 02 Maret 2012

Obat Tradisional Sebagai Pengobatan Alternatif

Obat tradisional merupakan warisan pengetahuan dan pengalaman dari nenek moyang kita selama berabad-abad lamanya. Gak heran kalau manfaatnya masih bisa dibuktikan sampai sekarang, dan kalau ada yang belum pernah memanfaatkan pengetahuan obat-obatan tradisional tersebut kayaknya ga ada ruginya deh untuk mencoba, sekalian juga ikut melestarikan salah satu warisan nusantara. Biasanya kalau cewek pasti pernah pakai salah satu resep tradisional, gue sendiri sudah dari kecil mencicipi bagaimana pahitnya jamu. Kalau yang orang Jawa pastinya kenal yang namanya dicekokin jamu...kebayangkan anak kecil susahnya makan jamu!

Baik ketika sehat maupun sakit, obat tradisional cukup manjur untuk semua situasi, terkadang cocok-cocokan juga karena sebagian orang merasa ada manfaatnya dan sebagian lagi tidak merasa perbaikan apa-apa. Hal tersebut tergantung pada ketepatan diagnosa penyakit dan deteksi gejala-gejala yang terjadi. Kecepatan penanganan dan kemauan kita untuk rutin mengkonsumsi obat tradisional (yang biasanya cukup merepotkan dalam pembuatannya) juga berpengaruh pada manjur atau tidaknya obat tradisional tersebut. Perhatikan juga efek samping obat yang digunakan, misalnya yang berhubungan dengan immunomodulator (penyakit ada beberapa gejala yang asalnya dari penyerangan antibodi kita sendiri vs gejala yang disebabkan oleh bakteri atau virus dari luar). Sewaktu gue dulu dapat benjolan di kaki kiri gue, agaknya gue telat mengantisipasi baik dengan obat dokter atau obat tradisional. Makanya ketika sekarang gue ngerasa ada benjolan lagi mulai nongol, cepat-cepat deh gue buka buku jamu gue. Ada satu resep yang berguna untuk mengatasi pembengkakan kelenjar seperti penyakit gondok yang buat gue lumayan tokcer. Pakai saja asam jawa 10 buah dan satu buah empu kunyit yang diblender serta tambahkan garam untuk ngompres hangat-hangat kelenjar yang bengkak, buat minumnya juga pakai kunyit asam. Kalau rutin pakai dua kali sehari selama sebulan mudah-mudahan kelenjar yang bengkak bisa hilang sama sekali. Beberapa hari aja sebenarnya udah kerasa khasiatnya kok, kalau dalam tiga hari pemakaian ternyata tidak terlihat hasilnya atau malah tambah parah, nah kayaknya harus konsultasi ke dokter tuh. Bagaimanapun obat tradisional adalah alternatif pengobatan jadi ga bisa dijadikan acuan yang utama.

Beberapa resep lain yang bisa diandalkan untuk penyakit yang umum adalah kecap dan jeruk nipis untuk batuk; daun jambu biji untuk diare; temulawak, meniran dan kumis kucing untuk kencing batu dan buat yang sakit maag bisa dicoba menggunakan satu sendok kecil peresan kunyit dan secuil kapur sirih.

Gue bahkan juga menggunakan obat tradisional untuk tanaman buah gue yang kena kutu daun. Setelah dua kali pemakaian, ternyata manjur juga pace matang yang dioleskan kebagian tanaman yang berpenyakit.

Daftar referensi gue untuk tanaman obat tradisional:
- http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/index.php
- Buku Pintar 1001 Tips, penerbit: Upaya Warga Negara (ini buku lama mungkin udah ga ada di pasaran, tapi kalau nemu buku ini banyak info menarik yang gue anggap bermanfaat)

Untuk yang sehat, jamu juga penting untuk detoksifikasi racun dari tubuh. Buat yang selalu didepan komputer, radiasi dari komputer dapat merusak secara perlahan sel-sel pada jaringan tubuh kita. Belum lagi polusi dan sumber radiasi lainnya. Jadi jangan tunggu lagi, sekarang saatnya untuk detox, believe me u all need it!
Berikut beberapa macam cara untuk detoks tubuh dari pengaruh radiasi dan radikal bebas (terutama perempuan dan anak-anak):

-godokan atau peresan jamu dari biji-bijian atau umbi-umbian seperti jintan hitam, ketumbar, pala, adas manis, kunyit, temulawak, bawang putih dll. Buat yang tahan jamu pahitan bisa dicoba dengan sambiloto, brotowali, meniran, daun jombang, daun murbei dan daun kumis kucing.

-meminum jus sayuran atau buah-buahan, yang terbaik adalah: tomat, pepaya, jambu biji, beet, wortel, selada air, rumput laut, jeruk, sirsak, manggis, apel, delima, nanas, bayam, pisang, pace dll.

-minyak sayur seperti minyak zaitun, minyak kelapa atau minyak grape seed juga baik untuk detox. Campurkan saja satu atau dua sdm minyak sayur dengan jus sayuran yang dibuat.

-mandi rempah, seperti godokan laos, jahe, sereh, secang atau bisa juga dengan mandi garam.

-mandi lumpur atau masker lumpur.

Bagaimanapun semua keputusan ada ditangan anda, gue cuma bisa kasih informasi alternatif disini. Semoga bermanfaat!

Minggu, 26 Februari 2012

My Links in The Internet

StumbleUpon: tempatnya gue taruh situs yang gue rasa dapat bermanfaat dikemudian hari.

Digg: tempatnya gue taruh berita-berita yang gue anggap menarik dan penting.

YouTube: selalu ada video menarik untuk di share di youtube!

Flickr: tempat gue naruh foto-foto jepretan gue.

Delicious: tempat gue taruh link blog yang menarik.

BlogCatalog: tempat gue promosi blog.

Blogger: tempatnya gue taruh tulisan-tulisan gue.

Sabtu, 31 Desember 2011

Selamat Tahun Baru 2012

Selamat tinggal tahun 2011...selamat datang tahun 2012. Here's a gift from me for all of u:



Holiday Calendar


It's a new year, and it's sunday... have a great weekend!

Selasa, 29 November 2011

Latah

Jujur aja, gue sebenarnya termasuk orang yang suka latah, suka ngikutin apa yang gue lihat dan gue denger tanpa disengaja. Karena suka latah, makanya gue suka mengulang apapun yang terdeteksi sama indera gue. Salah satu karakter yang bisa membuat latah jadi lucu adalah Kapten Haddock, sahabat Tintin di Seri Petualangan Tintin. Kalau dari saduran Tintin jadul yang gue baca semasa SD (penerbitnya masih Indira), Kapten Haddock sering latah dan kalau sudah marah, penghuni lautan diabsen. Gue ga tauk apa saduran sekarang masih sama lucunya, tapi majalah komik yang dibuat oleh Herge adalah majalah komik favorit gue waktu masih kecil. Semua karakter di komik tersebut khas dan lucu mulai dari Prof Calculus sampai Bianca Castafiore. Karena tingkah kapten Haddock yang lucu dan latah, dia jadi pas banget untuk menyeimbangkan karakter Tintin yang serius dalam menangani kasus. Setahu saya Herge berwasiat untuk tidak melanjutkan Seri Petualangan Tintin setelah dia meninggal dunia, makanya Tintin berhenti cuma sampai beberapa buku. Yang terakhir masuk ke Indonesia Blue Lotus kalau ga salah, soalnya itu yang terakhir gue baca.

Lalu kenapa Hollywood jadi latah buat film The Adventures of Tintin? Ga tauk lah ya...tapi animasinya bagus kok, tengok aja trailernya:


Walaupun sudah baca buku seri Petualangan Tintin Rahasia kapal Nabi Nuh eh, Unicorn sampai habis, tapi pastinya nonton filmnya lebih asyik lagi. Apalagi animasinya 3D! Ditambah lagi, sutradaranya adalah Steven Spielberg. Jadi gimana, tertarik nonton film the Adventures of Tintin (and the gang!) Secret of the Uni corn? Coba bandingkan dengan tiga film animasi terakhir seperti Rio, Mars Needs Moms dan Cars 2, kayaknya the Adventures of Tintin memang sudah lebih canggih. Ok Captain H., hopefully he'll be funny in this movie, sayang ga ada Prof. Calculus dalam film ini karena pastinya lebih lucu lagi jadinya. H.. H... H.... Get the point why?    

Latah angka 11 juga kayaknya sedang hangat dibicarakan, sampai ada filmnya segala!

Kamis, 27 Oktober 2011

Mencari-cari Inspirasi

Ignorance is bliss.

Minggu-minggu kemarin gue disibukkan dengan penggantian atap rumah gue (atap rumah gue sampai condong gara-gara tiangnya hampir rubuh). Atap kayu gue memang sudah lama berdiri, bagian-bagian kayunya ada yang tidak nyambung dengan benar antara satu dengan yang lainnya, dan seperti kata tukang gue, atapnya boros alias banyak makan kayu yang seharusnya tidak perlu. Tapi bukan karena hal tersebut gue terpaksa ganti atap, soalnya atap rumah gue yang lama memang sudah kokoh konstruksinya. Tapi karena rayap, rayap yang menggerogoti kayu-kayu atap rumah tanpa terkendali. Atap di dalam sebuah bangunan adalah tempat berlindung, kalau tidak ada atap maka tidak ada perlindungan. Sebegitu pentingnya atap rumah, sehingga apabila rusak, maka tiang-tiang dan pondasi yang kokoh berdiri tidak akan ada artinya tanpa sebuah atap. Ya sudahlah, apa boleh buat gue harus mengganti atap. Banyak yang kasih rekomendasi untuk ganti dengan galvanum atau zincalum saja, itu loh baja ringan yang dilapisi dengan Aluminium dan Zinc. Tapi gue tolak soalnya gue lebih prefer kayu yang memang sudah beratus-ratus tahun dipakai sama nenek moyang kita untuk atap rumah.
Terus, pas lagi nyari info rayap, eh, kok nemu situs http://www.arpakhsad.co.cc yang ada tulisan mengenai Indonesia dan perjuangan pahlawan Indonesia yang dianalogikan seperti rayap. Berhubung gue lagi ada kasus sama rayap jadi sensi juga ngebacanya. Tapi karyanya yang berbentuk dailog bagus juga, apalagi bisa menjadi inspirasi untuk tulisan-tulisan yang lainnya. Kebetulan gue lagi nyari inspirasi buat cerpen yang gue mau taruh di blog gue. Gue juga punya karya sendiri berbentuk dialog tapi gue taruh di situs gue yang lain (maaf gue belum siap sharing situs gue yang lain disini).           
Kalau mau cari inspirasi buat ngeblog, gue bisa cari inspirasi dengan baca majalah atau mungkin dengan blogwalking. Majalah wanita terkadang berisi cerpen dan cerber yang cukup menarik. Atau kalau di lingkungan tempat gue tinggal ada majalah yang rutin dibagikan secara gratis khusus untuk seputar kawasan rumah gue. Namanya Media Kawasan (MK), dan isinya banyak hal yang unik dan terkadang berisi cerpen atau legenda yang ga bisa dilewatkan begitu saja. Contoh saja ya yang gue ambil dari MK edisi Juli 2011, cerita legenda dari jerman, Kebijaksanaan Ular Putih yang bercerita mengenai seorang pelayan raja yang dapat berbicara dengan hewan. Berhubung gue ga dapet versi online majalahnya, jadi kalau mau selengkapnya baca aja disini. Gue juga cari-cari majalah lain yang online tapi ga ada, cuma nemu daftar majalah baru yang beredar dipasaran, mau ngintip disini? Cuma jangan yang Finance ga nemu cerita dimajalah kayak gitu.       
Cara lain adalah dengan blogwalking, loh kok? Ya, soalnya blogwalking walaupun bertujuan meningkatkan trafik untuk para blogger, tapi ada manfaat lain yang gue dapat dari melakukan blogwalking tersebut, yaitu gue bisa baca-baca dan dapat inspirasi untuk cerita atau tulisan selanjutnya di blog gue. Daftar blog yang bisa jadi inspirasi banyak. Mungkin bisa berbentuk puisi seperti di blog yang satu ini. Daftar nya panjang... nyampe ke Deadland. Buat seperti cerita lucu si Chichin yang menohok di http://ningeis.multiply.com/journal/item/4 . Cerita yang agak vulgar kayak disini. Atau lihat kumpulan cerita-cerita disini.  Kalau ga pake cerita, pakai komik atau karikatur, lucu juga, kayak disalah satu situs ini. Malaysia memang mempunyai persamaan budaya dengan Indonesia, tapi cuma itu tok yang sama. Kalau mau disamakan seperti Malaysia, Indonesia bisa-bisa harus kehilangan sebagian wilayah dan penduduknya. Oh ya, busuk artinya bau kalo pakai bahasa negeri jiran, makanya lambang di situsnya kotoran alias tahi. Atau mungkin gue mau nyadur cerita serius aja ya kayak di http://bonar13.web.id/2010/07/the-ambitious-violet-story-kahlil-gibran/ . A must read story! Cerita mengenai jealousy dan pengkhianatan (dalam hal ini terhadap diri sendiri dan bunga-bunga yang lainnya) memang selalu menarik apalagi cerita tersebut adalah karya dari Kahlil Gibran. Gue rasa ada alasan kenapa perumpamaan yang digunakan di cerita tersebut adalah sebuah bunga. Mungkin karena pada dasarnya bunga adalah sesuatu yang indah dan wangi sehingga seharusnya tidak perlu melakukan hal-hal yang ga wajar agar lebih indah dan menjadi bahan perhatian. (Gue rasa juga berlaku untuk perlakuan yang lain terhadap sebuah bunga, berikan  perhatian yang wajar saja dan tidak perlu mendapat perhatian yang berlebihan dan khusus agar lebih indah). Lagian menurut gue pribadi, buta karena ingin mencapai tujuan dan manfaat kehidupan sampai tidak memperhatikan langkah-langkah yang diambil untuk mencapainya dan tanpa melihat keadaan dan situasi yang terjadi sama halnya seperti menampikkan ajaranNya dan kuasaNya. Mungkin inilah kenapa diakhir cerita, kalimat terakhir berisi kata Tuhan, mungkin hanya untuk orang-orang yang mampu mendefinisikan sendiri jalan yang ditempuhnya sebagai jalan untuk sebuah kebaikan. Pengkhianatan berbuntut panjang, nah yang satu ini, gue dapet di Youtube (gue liatnya lucu aja, kok jatuhin teman pakai youtube!)




Ini menjatuhin tim maksudnya, temanya Lieon team mungkin. Jadi panjang ngomongnya, ...atau mungkin buat cerita syehraaamm saja ya horor friday night on early september ...
Atau kalau tidak cerita, maka membuat tulisan saja yang bermanfaat seperti yang ditulis pada blog mengenai diet seperti disini. Kalau mengenai komputer gue rasa sudah cukup buanyak, cek aja daftar blog yang gue ikutin!

Lalu bagaimana dengan inspirasi untuk atap sebuah rumah? Sama aja seperti mencari inspirasi buat blogging, jalan-jalan melihat-lihat rumah orang atau mungkin nyari di foto-foto dalam majalah dan internet. Googling kata villa dan wow! Contoh villa yang gue dapet dan ciamik punya (walaupun gue ga bisa ngikutin atapnya) namanya villa Isola (Bumi Siliwangi), sekarang terletak di kampus UPI bandung. Ternyata nih villa ada sejarahnya tapi baca aja di wikipedia. Villa-villa jaman dahulu memang mempunyai arsitektur yang bagus plus lokasinya disekitar Gerlong yang memang masih asri. Ciamik!

Ah tapi kalau ngeliat villa terlalu kebagusan kayaknya, lagian gue mau yang biasa aja, ga usah ganti model. Tinggal ambil dari blue print lama rumah gue, walaupun kemiringannya harus ditambah soalnya atap pada blue print tersebut diperuntukkan untuk rumah yang menggunakan asbes dan bukannya genteng. Ortu gue juga ngasih tauk kalau dulu tuh salah buat atap soalnya ngikutin blue printnya dan walhasil pada bocor semua. Rupanya blue printnya beda peruntukan, memang segala sesuatu tuh ga bisa diterima dan dituruti begitu saja. Begitu juga keinginan kita untuk membuat bangunan gedung dan tempat tinggal yang megah tanpa mengindahkan bahwa hanya dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun negeri ini sudah mengalami tiga gempa bumi dahsyat di tiga kota besarnya. Sesuatu untuk direnungkan.

Yah pokoknya, repot dan capek memang kalau renovasi (atap lagi!), mana matahari lagi benar-benar panas minggu-minggu kemarin dengan banyaknya sunspot pada matahari (sekarang matahari mau menuju Solarmax). Saudara gue aja ada yang sakit parah dan kemudian meninggal setelah renovasi rumah. Hanya dibutuhkan setahun sampai tiga tahun berselang untuk semuanya kena dan sesuatu yang menyeluruh terjadi, seperti pergantian atap baru, setelah kejadian pertama kali pada gue. Nah, kalo nemu laron dirumah kita, berarti rumah kita sudah ada rayapnya. Laron adalah bentuk rayap dewasa yang terbang kearah cahaya dan biasanya tidak berumur panjang.  Satu rayap aja berhasil masuk kedalam rumah dan menetap, lalu muncul deh serangan rayap-rayap yang lainnya. Hancurlah atap kita. Lain kali tidak deh untuk para rayap.

Bicara soal renovasi, gue sempet renovasi kecil-kecilan rumah ortu gue beberapa tahun yang lalu supaya lebih fungsional dan sedikit terlihat lebih luas. Salah satu ide yang gue mau sharing disini dan mungkin aja bisa jadi sumber inspirasi untuk memperluas ruang adalah merubah pintu menjadi pintu terlarang alias ditutup dan berubah fungsi. Sebelumnya gue punya pintu kamar yang menghadap ke ruang tengah, kemudian gue rubah fungsinya sebagai tempat TV karena kamarnya akan dijadikan kamar tamu dimana pintunya menghadap ke taman belakang dengan mengambil sebagian jendelanya. Hasilnya lumayan, ruang tengah menjadi lebih lapang karena lemari sudah tidak dibutuhkan lagi untuk naruh TV antik gue yang usianya sudah 20 tahun lebih itu dan juga aksen batu alam dan kayu (diambil dari bekas pintu) yang dihadirkan membuat ruangan jadi tidak monoton. (Gambar di Flickr).  

Kembali lagi ke inspirasi blog, mendapat inspirasi dari cerita yang diomongin dua bayi kembar ini juga bisa kali ya...asal ngerti bahasanya aja!


Setelah cari inspirasi, mikirin nama karakter yang bakal gue pakai kali ya. Mungkin bait pertama bakal berbunyi kayak gini: Kenalkan gue Rubi, dan ini Coraline, dan yang disana Ara alias Sarah... Kita bertiga ditangkap oleh monster jahat dan berhasil melarikan diri hanya saja masih ada yang tertinggal, Rahma. Sudah dicari di hotel, RS dan kantor polisi, tapi mungkin dia masih terkunci di dalam rumah tua yang sebentar lagi akan diluluhlantakkan. Semoga belum terlambat .... blah blah blah...To be continued...

Kamis, 15 September 2011

Makna Terakhir

 once is happenstance. twice is coincidence. the third time it's enemy action. Unknown

Kegembiraan perayaan Idul Fitri kemarin agak sedikit terusik ketika salah satu sanak famili ibu gue meninggal dunia. Sepupu dari ibu gue sebenarnya yang memang sudah lama terbaring di RS, tapi kita datang melayat. Kejadian tersebut mengingatkan gue kalau semasa SMA dulu gue pernah mengalami kejadian yang serupa, hanya saja waktu itu gue sedang merayakan malam tahun baru 1995. Tengah malam gue ditelpon sama temen gue yang mengabarkan berita duka. Salah seorang teman sekelas meninggal dunia dalam usia yang masih terlalu muda. Sebuah kecelakaan didanau telah merenggut teman gue yang terkenal baik dan pendiam itu, seorang anak laki-laki berinisial MI yang duduk dua bangku dibelakang gue dan belum sempat gue kenal lebih jauh selain dari apa yang dikatakan orang (karena sama-sama pendiam gue ga pernah terlibat komunikasi sama dia, tapi hanya dengan melihat wajahnya yang peaceful gue tahu dia orang yang baik dan ramah). Jelas saja hal tersebut adalah berita yang sangat mengagetkan karena setahu gue dia sedang melakukan acara tafakur alam yang diadakan organisasi keagamaan yang dia ikuti. Gue ga tauk bagaimana kejadiannya sampai bisa merenggut nyawa seseorang, wallahualam, semua menganggap hal tersebut adalah kecelakaan murni dan harus ikhlas melepas kepergian teman saya itu. Hanya saja, dia masih terlalu muda. Memang bukan cuma sekali saya mendengar seseorang meninggal dalam usia muda karena kecelakaan, hampir tiga tahun setelahnya, tahun 97, saya juga mendengar anak kost yang baru pindah seminggu ke tempat kost gue, adiknya meninggal dalam kecelakaan motor. (Saya baru sadar kalau teman sekelas gue dan teman kost tersebut punya akhiran nama yang sama, "nu" tapi cuma kebetulan nampaknya).  

Musibah yang beruntun menimpa bumi kita ini juga seakan menyadarkan kita bahwa waktu kita terbatas. Ketika terjadi gempa bumi di Aceh yang menyebabkan tsunami dan menewaskan sebagian penduduk Aceh, saya berkunjung ke RS untuk menjenguk sepupu jauh saya yang menderita kanker. Dia masih duduk di bangku kuliah, baru beberapa semester dia jalani dan harus pasrah dengan vonis kanker yang dideritanya. Saya ingat kita cukup terpana melihat kejadian di Aceh tersebut melalui kotak kecil di sebuah kamar RS. Melihat banyaknya korban, baik anak kecil maupun dewasa, menyadarkan kita bahwa ajal bisa menjemput kapan saja, bahkan ketika dalam keadaan sehat sekalipun. Yang sakitpun belum tentu akan mati, masih ada perjuangan untuk mendapatkan kesembuhan. Walaupun untuk sepupu perempuan gue tersebut, perjuangannya harus berakhir selang beberapa tahun kemudian.

Ya, ajal memang bisa menjemput kapan saja, sebuah makna yang terlihat murni. Tapi, kematian adalah juga sebuah kejadian yang merupakan konsekuensi dari kejadian berantai sebelumnya, baik itu secara langsung ataupun tidak langsung. Makanya ketika terjadi sebuah tindakan kriminal yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, seorang penyidik akan melacak kejadian-kejadian yang terjadi sebelum perkiraan waktu kematian dari si korban. Karena, dari kejadian-kejadian tersebut terdapat petunjuk mengenai penyebab, motif dan mungkin pelaku kejahatan. Ketidakmampuan mengidentifikasi motif akan menghasilkan tuntutan yang salah, gagal mengidentifikasi pelaku kejahatan, kejahatan dapat berulang. Yang kayak begini ga bisa dibebankan ke korban untuk mengambil hikmah sebuah kejadian. Apalagi bawa-bawa ilmu karma segala. (gue kirim komen mengenai karma disalah satu halaman situs ini). Apalagi kalau pelaku yang diminta pertanggung jawaban ternyata salah tangkap dan mengangap masalah selesai, semakin runyam saja nanti permasalahannya. Ada alasan kenapa aturan perlu ditegakkan, salah satunya karena yang terlihat baik belum tentu benar. Positif thinking mungkin bagus untuk kesehatan, tapi bukan untuk kemaslahatan.         

Tapi kalau masalah menyerempet ajal, pengalaman pribadi adalah pengalaman yang paling berharga. Gue udah pernah cerita ketika tahun 2004 gue hampir menjadi korban teror bom kedubes Australia, dan kemudian yang terakhir ini, pertengahan tahun 2008, ketika gue terkena infeksi di kelenjar getah bening gue dan sempat drop beberapa kali karena darah gue sudah keracunan. Beberapa kali keluar masuk RS juga memperlihatkan ke gue banyak pasien sekamar yang keadaannya lebih parah dari gue atau memang sudah menjadi frequent visitor ke RS. Satu yang gue inget adalah seorang ibu muda yang sebenarnya tampak sehat, tapi tidak bisa beranjak dari tempat tidur karena sesuatu menyerang tulang punggung bagian belakangnya, nampaknya dia sudah dalam hitungan bulan di RS. Dia salah satu karyawan perusahaan penerbit nasional yang terkenal. Tapi dia masih bisa bersyukur biaya RS bisa ditanggung perusahaan, soalnya kalau tidak, kebayang mahalnya biaya RS sekarang, belum lagi dia mempunyai anak yang masih kecil.

Sebenarnya kematian dapat terjadi karena natural atau unnatural cause. Ada garis tersamar yang membatasi antara natural dan unnatural cause tersebut. Perlu ketajaman berpikir untuk melihat garis tersebut dan menentukan apa yang menjadi penyebab dan apakah perlu dilakukan suatu tindakan. Tindakan atas sebuah permasalahan yang menyangkut nasib seseorang atau orang banyak, tentu tidak bisa dilakukan sembarangan dan oleh sembarang orang. Hanya orang-orang yang mempunyai otoritas atau pemegang amanah yang dapat melakukan tindakan tersebut. Tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh orang-orang suruhan dengan alasan mendapat izin dari otoritas atau pengemban amanah (atau lebih buruk, dengan kongkalingkong dibawah tangan) dan dengan sebuah pembenaran atas rasionalisasi yang sudah ditanamkan di benak mereka. Kenapa? Coba bayangkan kalau orang-orang yang posisinya lemah diberikan power yang berlebih dan cuma berbekal rasionalisasi.  Alasan yang sederhana sebenarnya, tindakan mereka tidak bisa dipertanggung jawabkan, amanah tidak bisa dipindah-tangankan. This is when the corrupt mind goes along the way. Padahal, mereka seharusnya bisa (dan mampu) mengurai masalah dan menjadi alarm atas adanya permasalahan dan bukan menjadi bagian atas masalah tersebut kalau memang mereka tidak ingin diam. Diam tapi berada di jalan yang benar mungkin jauh lebih baik daripada aksi mengatasnamakan kebaikan. Rasio terkadang menyesatkan, yang salah bisa menjadi hal yang baik.

Ketika terjadi bencana alam tanah longsor misalnya, banyak dari kita menyalahkan hal tersebut pada curah hujan yang tinggi. Ada lagi yang menyalahkan penduduk sekitar (yang menjadi korban) yang ternyata selesai berpesta pora sehingga mendatangkan bencana. Akibat perkataan yang "baik" tersebut masalah tidak pernah selesai, karena tindakan apriori dilakukan dengan persepsi yang salah. Ditambah lagi kalau masalah tersebut kemudian ditempelin oleh orang-orang yang bisa melancarkan fitnahan atau memperkuat fitnahan tersebut. Orang-orang yang tidak berkepentingan selain kepentingannya sendiri. Percayalah, mereka tidak akan capek-capek mengecek aturan yang seharusnya berlaku (apalagi masalahnya), just bump and go.

Bencana pun akhirnya terus berulang, bahkan berpotensi menjadi bencana yang lebih besar lagi. Disini mulai terlihat dampak aksi yang dilakukan. Untuk sebuah kepentingan, manusia dengan gampangnya dimanipulasi dan dimanfaatkan untuk menjadi bagian dari masalah. Pada akhirnya hal tersebut akan merugikan manusia-manusianya sendiri yang sudah diuntungkan, karena adanya pengabaian akar masalah berbuntut panjang. Setelah ditilik, ternyata akar masalah dari tanah longsor tersebut adalah adanya penebangan liar yang menyebabkan gundulnya hutan di bukit-bukit yang mengelilingi pemukiman penduduk. Ketika penduduk yang bersangkutan tidak diberi tahu akan aksi apa yang telah dilakukan di balik hutan rimba tersebut, karena, para penggundul hutan tersebut berhasil membungkam masalah dengan berbagai macam alasan, penduduk tersebut akan menjadi outsider dari masalah yang terjadi. Pure innocence victims create a perfect crime. Banyak nyawa tak berdosa pun melayang akibatnya, tapi masih saja mereka meminta korban. Demi keamanan katanya. Lalu, siapa yang akan menghukum kejahatan? Mungkin saja oleh orang yang menginginkan kejahatan ini dilakukan.

Lalu, kenapa kematian menjadi momok yang menakutkan padahal tidak ada manusia yang dapat menghindarinya. Terkadang orang bahkan mencari resep mujarab atau mantra ajaib untuk dapat hidup lama. Meyakini reinkarnasi atau kelahiran kembali setelah kematian.

Bahkan menginginkankan dunia baru, sebuah utopia yang penuh kedamaian padahal mungkin kita tidak ada didalamnya (mungkin malah menuju Rest in Peace atau RIP). Berikan saja hi-five ke dimensi kelima dan bye  ke dunia kita kalau kita selalu berharap lebih. L;ima, pintar sekali, angka yang tinggi untuk sebuah dimensi baru. Sesuatu yang terdengar indah dan fancy juga belum tentu mengarahkan ke hal yang lebih baik, sesuatu yang baru memang sangat menarik.
Coba saja baca artikel ini, mungkin saja kita bisa jadi muda terus dengan cara yang disebutkan di artikel ini. Heran ada yang mengkomentari penemuan tersebut dengan "astute idea"....hiiy syeram.. .

Tapi tetap saja, ada orang yang bersusah payah mewujudkan keinginan untuk bunuh diri sampai memanjat tiang sutet segala. Gue rasa orang-orang yang ingin bunuh diri adalah orang yang mudah menyerah pada keadaan, hal yang sama dengan orang yang "mampu" melihat tindakan bunuh diri sebagai sebuah pilihan (walaupun bukan untuk dirinya sendiri). Bunuh diri adalah juga sebuah ide, sama seperti reinkarnasi, immortality dan hal lainnya yang menyangkut pembangkangan terhadap takdir manusia. Ide-ide tersebut memang dapat mempengaruhi jalan pemikiran seseorang, tapi tetap saja, ide adalah bukan solusi. Ketika orang berfikir bahwa penanaman ide adalah sebuah solusi, mereka cenderung tidak melihat kondisi nyata yang terjadi dilapangan atau bahkan perbuatan apa yang sebenarnya telah mereka lakukan. Terbawa terus oleh ide-ide yang berkembang tidak terkendali. Makanya terkadang kita melihat bagaimana sekelompok orang yang terlibat dalam sebuah aliran sesat dapat melakukan bunuh diri masal. Mulai dari menggalang dana, penyesatan dan menjaga kerahasiaannya, melakukan ritual-ritual tidak berdasar sampai meminta pengorbanan alias tumbal dimana setelah semua ritual dijalankan bunuh d;iri masal pun dilakukan. Mereka tidak melihat perbuatannya adalah hal yang salah alias tidak sesuai dengan ajaran agama mereka, keyakinan mereka tinggi sekali akan ide-ide yang mereka miliki. Kira-kira apa ya makna kehidupan bagi mereka yang sudah membengkokkan takdir, apakah mereka sadar bahwa karena ide-ide yang membuka kemungkinan seluas-luasnya tersebutlah yang membuat mereka sekarat? (Off the record, ide yang paling ridiculous yang pernah gue denger yaitu pengalaman seseorang dapat dibuat dan ditanamkan, seperti pohon yang berada di sebuah observatorium...seperti banyaknya permainan yang dapat dinaiki pada sebuah taman bermain...OMG! Pengalaman seseorang adalah juga menyangkut takdir seseorang, apakah wajar mereka bereksperimen dengan arahan dan pergerakan yang tidak jelas sumbernya bahkan tidak ada atau bertentangan dengan ajaran-Nya? Apa mereka merasa takdir seseorang belum cukup "sempurna" sehingga harus campur tangan?).

Ya, mengerikan bukan kalau kehidupan seseorang dibuat artifisial. Setiap perbuatan dan perkataan yang dilakukan kepada seseorang tersebut dikendalikan untuk tujuan yang lebih baik dan dengan alasan yang masuk akal. Untuk mendapat kesempurnaan dari makna kehidupan. Walaupun berasal dari sesuatu yang artifisial, tapi yang pentingkan hasilnya. Benarkah? Seperti menggunakan hujan buatan yang memang ditujukan untuk hal yang lebih baik, tapi sebenarnya kita sudah mengganggu keseimbangan alam. Hujan di tempat yang diinginkan, tapi tidak hujan di tempat lainnya. Titipan Tuhan bukan untuk dititipkan kepada pengendali lain yang akhirnya membuat orang hilang kendali, bahkan atas nasibnya sendiri. Tapi itulah yang dilakukan manusia yang takut jika tidak mempunyai kepastian atas kehidupannya. Belum lagi sistem karma yang dianut oleh orang-orang ini sehingga mereka berhak mengadili orang diluar ketentuan yang berlaku. Mungkin mereka harus mempertimbangkan ilmu mereka yang belum cukup dan kenyataan kalau "niat" adalah hal yang sangat sulit diukur karena memang hanya Tuhan dan yang bersangkutan yang tauk (menimbang atau mengukur tingkat spiritualisme seseorang, bagaimana caranya?). Tapi, ibaratnya taman bermain dengan lampu-lampunya yang menarik, banyak sekali para pengunjung yang dengan senang hati mencicipi pengalaman artifisial tersebut.     

Terkadang perjuangan menjadi bagian dari kehidupan baik kita inginkan atau tidak, dan terkadang perjuangan tersebut dapat merenggut nyawa. Masih ingatkan waktu reformasi dulu ketika beberapa nyawa para demonstran melayang, padahal ada beberapa dari pendemo yang tidak terlalu serius dalam berdemo juga merasakan timah panas. Atau, masih ingatkan kejadian beberapa tahun lalu di Iran ketika kita melihat seorang perempuan muda merenggang nyawa dijalanan ketika sedang terjadi demo, namanya Nada. Ya, perjuangan memang mengandung resiko dan kita sudah harus menyadarinya sebelum berbuat sesuatu dalam sebuah pencapaian. Sebenarnya, kehidupan adalah juga sebuah perjuangan yang tergantung dari nilai-nilai yang dimiliki seorang individu. Perjuangan yang berlandaskan agama pastilah harus didasarkan atas nilai dan ajaran yang terdapat di dalam agama tersebut. Perjuangan yang berlandaskan kebangsaan harus didasarkan atas nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila dan UUD. Kalau gagal mengerti apa nilai-nilai yang diperjuangkannya, atau hanya melihatnya setengah-setengah, perjuangan tersebut akan seperti pepesan kosong, ga ada manfaat yang dapat diberikan, atau kalau memang bisa dicari-cari manfaatnya, maka ruginya pasti lebih banyak. Kalau sudah merugi begini, pasti solusinya tambal sulam karena manusia takut untuk menghadapi konsekuensi kerugian yang akan diderita. Padahal, solusi tambal sulam akan membuat kerugian yang jauh lebih besar lagi, seperti menciptakan lubang hitam yang akan menarik semua orang kedalam lubang tersebut.  The show goes on, awalnya sebuah titik hitam, terus berkembang menjadi lubang hitam. Lalu, dimana letak perjuangannya untuk mereka yang membutuhkan lubang hitam ini dan menjadi tawanan kalah perang?    

Tapi, entah kenapa mati dalam usia muda semakin menjadi trend akhir-akhir ini dan banyak yang meninggal secara mendadak, baik karena penyebab yang natural maupun yang tidak natural. Pertanda apakah gerangan? Kalau mau pakai logika dan pengalaman di negara maju, maka semakin maju peradaban, rata-rata usia kematian seharusnya semakin panjang, benarkah?

Pada akhirnya, setiap orang pasti akan mati. Walaupun demikian, setiap orang mungkin berbeda-beda memaknai hari terakhirnya didunia ini. Hal tersebut tergantung sikap mereka terhadap arti kehidupan yang mereka jalani semasa hidup. Untuk yang senang memprediksikan takdir dan kehidupan, ada banyak situs web di Internet seperti Death Date bermunculan akhir-akhir ini yang bisa menghitung tanggal kematian. Tinggal isi form dan tekan tombol... muncullah tanggal kematian kita. Tapi perlu gue ingatkan, meyakini prediksi ini adalah salah satu bentuk menyekutukan Tuhan atau syirik yang merupakan salah satu dosa besar.

So lastly, what's the point of Life?

The Last Dinosaurs

Senin, 29 Agustus 2011

Selasa, 16 Agustus 2011

Makanan Yang Cocok Untuk 'Just in Case'


Banyaknya musibah dan permasalahan yang terjadi di bumi kita akhir-akhir ini membuat kita berpikir bahwa sewaktu-waktu dapat saja giliran kita yang mendapat musibah. Kita ga pernah mengharapkan musibah datang atau memperkirakan kapan musibah datang, tapi mungkin kita bisa mempersiapkan mental dan fisik kita agar dapat melewati musibah dan bencana yang datang. Bukan dengan campur tangan menghindar atau menutup pintu untuk semua kemungkinan datangnya masalah dan bahaya, tapi mempersiapkan hal-hal untuk menghadapi masalah dan bahaya yang dapat sewaktu-waktu datang dimanapun dan kapanpun dan dengan siapapun kita berada.

Jangan sesumbar kita akan baik-baik saja karena berdasarkan pemikiran sudah berhasil mengidentifikasi dan menghilangkan sumber masalah. Padahal, ilmu yang kita miliki belum tentu cukup untuk memilah dan menilai sesuatu sebagai baik dan buruk, mana yang dapat mendatangkan masalah dan mana yang tidak. Ingat bahwa manusia adalah mahluk yang lemah, tapi setidaknya kita diberi satu karunia melebihi mahluk yang lain, yaitu akal pikiran. Pergunakanlah dengan bijak tanpa menjadi sombong dan berpikir bahwa kita dapat terhindar dari masalah dengan menuruti logika dan reasoning. Tawakal bukan berarti pasrah, dan ikhtiar bukan berarti intervensi berlebihan yang berbasis nalar dan logika. Sedia payung sebelum hujan, bukan pawang atau teknologi pengendali hujan.

Menyimpan makanan untuk cadangan apabila datang sesuatu hal yang tidak dikehendaki, saya rasa merupakan kebiasaan yang cukup bagus. Bukan intervensi berdasarkan kehebatan penilaian dan prediksi kita, tapi hanya sebuah tindakan persiapan "Just in Case" karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kalau memang bisa berguna dikemudian hari mengapa tidak?

Berikut menurut gue beberapa makanan (dan minuman) yang bisa disimpan dan sangat berguna kalau supply makanan, gas dan listrik tiba-tiba macet atau terganggu-karena suatu sebab- beserta alasannya:

1. Bihun. Kenapa bihun dan tidak beras, mi atau sumber karbohidrat lainnya? Bihun sangat mudah dalam penyajian, tidak memerlukan banyak air dan sangat mudah menyerap air, serta sudah banyak macamnya (jagung dan beras).
2. Gula dan Garam. Siapa yang bisa tahan makanan hambar? Garam dan gula mempunyai jangka waktu lama untuk penyimpanan asal dilakukan pengemasan yang tepat. Gunakan beberapa butir beras untuk penyimpanan agar garam tidak mudah berair.
3. Air minum galon. Selalu sedia air minum untuk dikonsumsi, air minum adalah hal yang sangat vital.
4. Susu dan produk olahannya. Susu dalam karton atau kaleng harus selalu tersedia, apalagi kalau yang punya balita. Susu adalah sumber protein hewani yang tinggi yang dapat disimpan lama. Selain susu, ada produk olahannya yaitu butter kalengan dan keju kemasan yang dapat disimpan cukup lama.
5. Kecap. Beberapa orang hanya dengan memakan nasi dan kecap saja sudah merasa cukup enak dan kenyang. Kecap terbuat dari kacang kedelai dan merupakan sumber protein nabati yang baik.
6. Makanan dalam kaleng. Gue biasa menyimpan sarden dan kornet di lemari, soalnya kalau lagi malas belanja tinggal mengolah makanan siap saji tersebut. Makanan kalengan banyak yang dapat dikonsumsi secara langsung, untuk keadaan darurat, tentunya sangat bermanfaat.
7. Kurma atau kismis. Kurma atau kismis yang sudah dikemas dengan benar dapat disimpan lama. Selain mendapatkan manfaat buah-buahan, kurma dapat diolah oleh tubuh menjadi sumber energi.
8. Dark Coklat. Kadar cafein dalam coklat bisa membuat tubuh tidak cepat lelah. Coklat juga berfungsi sebagai anti-stress dan sumber energi yang baik.
9. Oatmeal. Oatmeal sangat mudah dalam penyajian dan sekarang sudah banyak dalam kemasan praktis berupa sachet dalam berbagai rasa.
10. Biskuit. Selain dapat sebagai cemilan, biskuit dapat membantu menahan lapar dan bisa langsung dikonsumsi. Dari pengalaman gue, biskuit adalah yang paling cepat menghilang dari lemari penyimpanan, soalnya gue selalu tergoda untuk mengintip dan mencicipi biskuit-biskuit tersebut ;) .

Dan untuk yang punya PRT, perlu diajarin biar ga memakai barang persediaan. Soalnya gue pernah kejadian dengan pembantu gue, mba Jas (namanya Jasini, udah dari SD ngikut gue, orangnya kecil tapi mau disuruh apapun, top deh pokoknya). Pas akhir bulan gue cek persediaan, kok kurangnya banyak, ternyata mba Jas ngirain persediaannya bisa dipakai untuk masak harian...yah, ngisi lagi deh.        

Sebenarnya penyimpanan makanan-makanan diatas bukan hanya untuk kepentingan darurat saja, tapi dapat pula untuk dipakai apabila ada tamu yang mendadak datang menginap sehingga membutuhkan makanan ekstra. Atau untuk para ibu ketika uang belanja sudah menipis dan harus memutar otak agar makanan masih bisa tersedia di meja.  

Pada akhirnya kita hanya bisa berdoa apabila ternyata musibah kemudian datang, semoga kita diberi ketabahan dan syukur-syukur bisa selamat dan dapat membantu yang lainnya dengan persiapan yang kita miliki.

Sekalian 17 agustusan gue ingin mengucapkan: Merdeka!
Eh iya, tahun ini ga ada lomba makan kerupuk kayaknya...sepi lomba deh...tapi, semoga tetap semangat!

Berkibarlah terus Sang Merah Putih!




Sabtu, 30 Juli 2011

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa


 Marhaban ya Ramadhan!
Selamat berpuasa di bulan yang penuh berkah, 
semoga amal ibadah kita bisa diterima dan menjadi bekal untuk di akhirat nanti.

PS: check youTube channel gue untuk special Ramadhan.   

Senin, 11 Juli 2011

Arsitek Mimpi

...simple little idea that will change everything, that her world wasn't real. That the death is the only escape. Inception (2010)

Tahun 2009 gue pulang ke rumah orang tua gue untuk beristirahat, sekalian menyembuhkan keadaan gue setelah cukup lama keluar masuk rumah sakit. Hampir setahun gue terkena infeksi kelenjar getah bening, beberapa kelenjar getah bening ditubuh gue membengkak, alirannya tersumbat dan terkadang membuat respon imunitas gue menjadi terlalu aktif. Setelah cukup sehat, gue menyempatkan diri untuk pulang kampung. Walaupun masih berada didaerah perkotaan, tapi tetap saja bukan Jakarta, bukan sebuah kota metropolitan yang bisa menguras energi hanya dengan berada ditengah hiruk pikuknya saja. Bahkan ketika pertama kali datang masih ada suara tokek, jangkrik dan bunyi-bunyian malam lainnya.

Mungkin karena irama malam yang lebih asri itulah mimpi menjadi lebih berbeda. Pernah suatu malam gue bermimpi dengan gambaran-gambaran yang terlalu rumit untuk kapasitas subconscious otak gue. Bahkan ketika gue explore lebih jauh, mimpinya berhasil memberikan detail yang akurat. Mungkin tidak seperti yang kita lihat di film Inception karena gue yakin hal yang canggih tersebut merupakan buatan komputer. Tapi, setidaknya lebih detail dari biasanya.

Biasanya mimpi terdiri dari gambar-gambar yang tidak jelas, bahkan cenderung tidak masuk akal. Kita tidak memiliki kesadaran yang cukup didalam tidur untuk menggambarkan detail seperti yang mungkin dilakukan ketika dalam keadaan sadar. Kesadaran adalah hal yang jarang ditemukan didalam tidur walaupun bukan tidak mungkin kita tersadar dalam tidur. Hipnotis misalnya, selalu dilakukan dengan membuat si korban tertidur, tapi tetap ada kesadaran alam bawah sadar walaupun tidak bisa berpikir lebih jauh untuk mencegah hal-hal yang buruk.

Pernah gue tersadar kalau gue berada di alam mimpi yang sepertinya bukan hasil rekaan subconscious gue, dan ternyata gue cukup sadar untuk menolak mimpi tersebut. Ketika gue memaksa bangun dari mimpi tersebut dan ternyata berhasil, gue tidak senantiasa terbangun dari tidur. Gue berada dalam keadaan tersadar tapi tidak mengetahui dialam mana gue berada. Bukan perasaan yang enak karena lebih mirip helpless dan tersesat. Butuh kekuatan luar biasa untuk kemudian dapat berhasil bangun dari tidur. Mungkin inilah yang di film Niception dikatakan berada dalam kondisi Limbo, makanya adanya sedatif bisa memperparah keadaan Limbo tersebut. Kita bisa tersesat dalam pikiran kita tanpa bisa terbangun.

Loh, kalau gitu kenapa mimpinya saja tidak diteruskan daripada memaksa bangun? Masalahnya, terkadang mimpi bisa dipakai untuk memprogram kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak kita, seperti hipnotis. Bedanya, kalau hipnotis kita melakukan sesuatu tersebut secara tidak sadar, sedangkan kalau lewat mimpi, bisa saja mimpi-mimpi tersebut menjadi pikiran kolektif kita yang akan mempengaruhi segala keputusan yang kita ambil. Hasilnya jelas lebih buruk karena akan menjadi tindakan yang sah, tindakan yang diambil dengan sebuah kesadaran. Nightmare yang menjadi nyata.

Manusia memang paling vulnerable ketika dalam keadaan tertidur. Hipnotis, sirep, dan mungkin banyak ilmu lainnya yang saya tidak tahu, menggunakan tidur sebagai alatnya. Cara berpikir kita mungkin juga menentukan keampuhan ilmu-ilmu tersebut. Semakin tinggi tingkat kesadaran kita, semakin sulit ilmu-ilmu tersebut melakukan penetrasi walaupun memang terkadang sudah tidak dapat dihindari lagi. Terutama jangan perlakukan ibadah sebagai alat meditasi, karena akan menciptakan keringanan dan kekosongan pemikiran. Pedulikan tafsir dan maknanya, serta hindarkan maksud lain dalam menjalankan ibadah, seperti misalnya keampuhannya untuk menyembuhkan penyakit atau supaya mudah berhadapan dengan orang lain.

Adanya gangguan dalam kehidupan juga membuat kita lebih vulnerable dan lebih mudah goyah karena energi kita terkuras untuk mengatasi gangguan tersebut. Pertentangan, pertikaian, permusuhan dan lainnya membuat pemikiran kita mudah menyerah terhadap ilmu-ilmu seperti sihir dan sirep. Apalagi ketika pemikiran kita mengenal keadaan damai sebagai keadaan yang ideal, sebuah mimpi yang harus dikejar dan didapat. Yang kemudian membuat kita menghindar dari substansi masalah dan memilih cara yang tercepat.

Makanya, jangan terjun ke alam mimpi...entar ada yang ngomong gini lagi: "bisa, bisa aja lu ngomong, mimpi kali lu!"

Langit malam nan pekat pun bisa terlihat putih
Setelah tiga bintang jatuh menjadi tiga titik dilangit...
Sebuah pertanda kelanjutan rencana untuk sebuah malam
Good night and nice dream!


Rabu, 29 Juni 2011

The War As We Know It

Agak prihatin juga kalau melihat berita internasional yang melulu mengenai perang. Tidak banyak generasi kita tahu mengenai perang, karena Indonesia sendiri sudah merdeka hampir 66 tahun yang lalu (bentar lagi 66, angka yang unik). Yang mengalami pun sudah tidak ingat lagi bagaimana garangnya perang. Bahkan lukapun sepertinya sudah terhapus oleh waktu karena musuh sudah menjadi kawan sekarang.

Perang yang harusnya kita ketahui tidak melulu perang secara fisik, seperti tertera dalam buku sejarah. Perang yang merupakan bentuk perlawanan terkadang juga menyentuh hal yang sifatnya pemikiran dan ideologi. Andaikan dalam keadaan damai pun, kewaspadaan perlu tetap terjaga dari masuknya pengaruh asing. Intervensi ekonomi, sosial, politik dan budaya membuka kesempatan untuk berkembang. Tapi, haruskah sepenuhnya terbuka tanpa adanya posisi bertahan? Seharusnya, ada filter untuk meredam pengaruh asing yang masuk lewat pintu globalisasi. Namun, mudahnya masyarakat kita dibutakan dan tergiur oleh hal-hal yang baru dan menarik, membuat hal tersebut semakin sulit dibendung.

Setidaknya, sudah ada sebuah landasan ideologi yaitu Pancasila dan juga aturan dasar perundang-undangan yaitu UUD yang seharusnya bisa membendung aliran liberalisme yang masuk. Agama, norma dan etika juga mungkin salah satu yang bisa membantu melakukan kroscek terhadap paham liberalisme yang kebablasan.

Balik ke berita internasional, sekarang timur tengah sedang bergejolak, gejolak dari dalam maupun dari luar. Sebuah cermin  untuk tempat berkaca, apakah kita memang sudah cukup aman dari kemungkinan peperangan? Peperangan sangat identik dengan kekerasan. Kekerasan yang terjadi selama perang bukan hanya dialami tentara yang ada di medan perang, tapi juga para penduduk sipil. Akan banyak korban tidak berdosa akibat perang, walaupun terkadang perang memang tidak bisa dihindarkan.


Perang yang selama ini kita ketahui ada beberapa macam jenisnya. Berikut beberapa jenis perang tersebut:
  1. Perang Dunia : adalah perang yang melibatkan negara-negara adidaya dan berpenduduk banyak. Selama ini sudah terjadi dua perang dunia yaitu PD1 (1914-1918) dan PD2(1939-1945). Setelah dijatuhkannya bom nuklir di Jepang oleh Amerika Serikat, perang seakan-akan terhenti dan digantikan oleh Perang Dingin.     
  2. Perang Dingin : adalah perang yang terjadi paska PD2 antara Negara berpaham komunis dan negara-negara barat. Kata Perang Dingin sendiri berasal dari sebuah essay yang dibuat oleh George Orwell dimana di essay tersebut dia memperingatkan bahwa dunia yang ada dalam bayangan perang nuklir akan berada dalam "kedamaian yang tidak damai" yaitu suatu Perang Dingin yang permanen. Nuklir memang menakutkan, setelah Einstein (yang lahir di Jerman tapi pindah ke AS pada zaman kekuasaan Nazi) menemukan reaksi berantai dari suatu atom nuklir dan kemudian Amerika Serikat menggunakannya sebagai senjata dan menjatuhkannya di Jepang, momok dan trauma akan senjata nuklir tersebut ternyata cukup membuat negara-negara didunia berpikir panjang sebelum melancarkan sebuah agresi.     
  3. Perang Melawan Penjajahan : adalah perang melawan negara imperialis yang ingin menguasai suatu daerah. Indonesia melawan penjajahan negara-negara barat selama ratusan tahun dan kemudian Jepang selama 3,5 tahun. Tidak bijak mengatakan bahwa Indonesia kemudian diuntungkan dengan dijatuhkannya bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki. Tapi, memang setelah Jepang mengalami kejatuhan, Indonesia berhasil mendeklarasikan kemerdekaannya hanya dalam hitungan hari setelah bom atom tersebut dijatuhkan. Oleh karenanya, penting untuk menjaga amanah kemerdekaan dengan sebaik-baiknya kalau tidak ingin dijajah lagi.
  4. Perang antar Negara Tetangga atau Blok : adalah perang yang melibatkan negara-negara bertetangga, contohnya seperti perang Iran dan Irak.  
  5. Perang Saudara : adalah perang yang paling sering terjadi yang melibatkan beberapa kelompok orang dalam suatu negara, bahasa kerennya civil war (terkadang juga disebut intestine war atau domestic war). Perang Libya sekarang bisa termasuk perang saudara dimana NATO terlibat didalamnya.   
  6. Perang Melawan Terorisme : adalah perang yang terjadi setelah serangan 911 di AS. Perang Melawan Terorisme dilontarkan oleh presiden AS waktu itu, George W. Bush. Perang ini utamanya berfokus pada militan islam dan Al-Qaeda yang dianggap bertanggung jawab atas teror yang terjadi di AS. Kontroversi terhadap Perang Melawan Terorisme mengemuka karena tidak jelasnya siapa yang harus dilawan dan melawan. Kontroversi yang juga mewarnai kehidupan George W. Bush (sudah lihat filmnya W. belum? ). Sudah banyak korban baik di pihak AS maupun muslim dalam perang ini, apakah masih harus ada lagi W. yang lainnya? 

Jadi, adakah yang bisa kita pelajari selama tiga setengah abad plus tiga setengah tahun penjajahan dan peperangan dinegeri ini? Apakah kita sudah cukup bersyukur atas kemerdekaan yang kita miliki dengan mengemban amanah sebaik-baiknya dan tidak membiarkan orang asing menentukan jalan hidup kita? Perang memang memakan sumberdaya, energi, jiwa dan raga. Tidak ada yang menginginkan perang, tidak ada yang ingin terpecah-belah. Pastikan NKRI harga mati.




 *Sigh* Is not there a thing not based on script???

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More