My Facebook

not shown

Arti Sebuah Cerita

Pernah dengarkan cerita-cerita hikayat rakyat yang berbentuk legenda dan mitos? Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa punya banyak sekali cerita hikayat, soalnya masing-masing daerah punya cerita sendiri-sendiri.

Arsitek Mimpi

Tahun 2009 gue pulang ke rumah orang tua gue untuk beristirahat, sekalian menyembuhkan keadaan gue setelah cukup lama keluar masuk rumah sakit.

Resep Masakan dan Kue

Kumpulan resep-resep favorit gue yang sudah dimodifikasi dan diracik dari dapur sendiri, bisa dilihat di halaman Hobi. Silahkan mencoba!

Mengenai Penyesatan

Ada banyak sekali aliran keyakinan dan sekte di dunia, dan beberapa diantaranya yang menggemparkan dunia dibahas di blog ini. Tulisan terdiri dari tiga bagian, bagian pertama dan kedua membahas aliran sesat yang berujung maut. Tulisan ketiga membahas aliran yang dianggap sesat dan sedang berkembang dewasa ini.

Ada Yang Sama?

Terkadang kita menemukan dua hal yang persis sama pada suatu kesempatan, baik itu nama, wajah, tanggal lahir dll. Akhir-akhir ini gue menemukan beberapa hal yang kebetulan menyamai diri gue yang gue bahas disini.

Sabtu, 31 Desember 2011

Selamat Tahun Baru 2012

Selamat tinggal tahun 2011...selamat datang tahun 2012. Here's a gift from me for all of u:



Holiday Calendar


It's a new year, and it's sunday... have a great weekend!

Selasa, 29 November 2011

Latah

Jujur aja, gue sebenarnya termasuk orang yang suka latah, suka ngikutin apa yang gue lihat dan gue denger tanpa disengaja. Karena suka latah, makanya gue suka mengulang apapun yang terdeteksi sama indera gue. Salah satu karakter yang bisa membuat latah jadi lucu adalah Kapten Haddock, sahabat Tintin di Seri Petualangan Tintin. Kalau dari saduran Tintin jadul yang gue baca semasa SD (penerbitnya masih Indira), Kapten Haddock sering latah dan kalau sudah marah, penghuni lautan diabsen. Gue ga tauk apa saduran sekarang masih sama lucunya, tapi majalah komik yang dibuat oleh Herge adalah majalah komik favorit gue waktu masih kecil. Semua karakter di komik tersebut khas dan lucu mulai dari Prof Calculus sampai Bianca Castafiore. Karena tingkah kapten Haddock yang lucu dan latah, dia jadi pas banget untuk menyeimbangkan karakter Tintin yang serius dalam menangani kasus. Setahu saya Herge berwasiat untuk tidak melanjutkan Seri Petualangan Tintin setelah dia meninggal dunia, makanya Tintin berhenti cuma sampai beberapa buku. Yang terakhir masuk ke Indonesia Blue Lotus kalau ga salah, soalnya itu yang terakhir gue baca.

Lalu kenapa Hollywood jadi latah buat film The Adventures of Tintin? Ga tauk lah ya...tapi animasinya bagus kok, tengok aja trailernya:


Walaupun sudah baca buku seri Petualangan Tintin Rahasia kapal Nabi Nuh eh, Unicorn sampai habis, tapi pastinya nonton filmnya lebih asyik lagi. Apalagi animasinya 3D! Ditambah lagi, sutradaranya adalah Steven Spielberg. Jadi gimana, tertarik nonton film the Adventures of Tintin (and the gang!) Secret of the Uni corn? Coba bandingkan dengan tiga film animasi terakhir seperti Rio, Mars Needs Moms dan Cars 2, kayaknya the Adventures of Tintin memang sudah lebih canggih. Ok Captain H., hopefully he'll be funny in this movie, sayang ga ada Prof. Calculus dalam film ini karena pastinya lebih lucu lagi jadinya. H.. H... H.... Get the point why?    

Latah angka 11 juga kayaknya sedang hangat dibicarakan, sampai ada filmnya segala!

Kamis, 27 Oktober 2011

Mencari-cari Inspirasi

Ignorance is bliss.

Minggu-minggu kemarin gue disibukkan dengan penggantian atap rumah gue (atap rumah gue sampai condong gara-gara tiangnya hampir rubuh). Atap kayu gue memang sudah lama berdiri, bagian-bagian kayunya ada yang tidak nyambung dengan benar antara satu dengan yang lainnya, dan seperti kata tukang gue, atapnya boros alias banyak makan kayu yang seharusnya tidak perlu. Tapi bukan karena hal tersebut gue terpaksa ganti atap, soalnya atap rumah gue yang lama memang sudah kokoh konstruksinya. Tapi karena rayap, rayap yang menggerogoti kayu-kayu atap rumah tanpa terkendali. Atap di dalam sebuah bangunan adalah tempat berlindung, kalau tidak ada atap maka tidak ada perlindungan. Sebegitu pentingnya atap rumah, sehingga apabila rusak, maka tiang-tiang dan pondasi yang kokoh berdiri tidak akan ada artinya tanpa sebuah atap. Ya sudahlah, apa boleh buat gue harus mengganti atap. Banyak yang kasih rekomendasi untuk ganti dengan galvanum atau zincalum saja, itu loh baja ringan yang dilapisi dengan Aluminium dan Zinc. Tapi gue tolak soalnya gue lebih prefer kayu yang memang sudah beratus-ratus tahun dipakai sama nenek moyang kita untuk atap rumah.
Terus, pas lagi nyari info rayap, eh, kok nemu situs http://www.arpakhsad.co.cc yang ada tulisan mengenai Indonesia dan perjuangan pahlawan Indonesia yang dianalogikan seperti rayap. Berhubung gue lagi ada kasus sama rayap jadi sensi juga ngebacanya. Tapi karyanya yang berbentuk dailog bagus juga, apalagi bisa menjadi inspirasi untuk tulisan-tulisan yang lainnya. Kebetulan gue lagi nyari inspirasi buat cerpen yang gue mau taruh di blog gue. Gue juga punya karya sendiri berbentuk dialog tapi gue taruh di situs gue yang lain (maaf gue belum siap sharing situs gue yang lain disini).           
Kalau mau cari inspirasi buat ngeblog, gue bisa cari inspirasi dengan baca majalah atau mungkin dengan blogwalking. Majalah wanita terkadang berisi cerpen dan cerber yang cukup menarik. Atau kalau di lingkungan tempat gue tinggal ada majalah yang rutin dibagikan secara gratis khusus untuk seputar kawasan rumah gue. Namanya Media Kawasan (MK), dan isinya banyak hal yang unik dan terkadang berisi cerpen atau legenda yang ga bisa dilewatkan begitu saja. Contoh saja ya yang gue ambil dari MK edisi Juli 2011, cerita legenda dari jerman, Kebijaksanaan Ular Putih yang bercerita mengenai seorang pelayan raja yang dapat berbicara dengan hewan. Berhubung gue ga dapet versi online majalahnya, jadi kalau mau selengkapnya baca aja disini. Gue juga cari-cari majalah lain yang online tapi ga ada, cuma nemu daftar majalah baru yang beredar dipasaran, mau ngintip disini? Cuma jangan yang Finance ga nemu cerita dimajalah kayak gitu.       
Cara lain adalah dengan blogwalking, loh kok? Ya, soalnya blogwalking walaupun bertujuan meningkatkan trafik untuk para blogger, tapi ada manfaat lain yang gue dapat dari melakukan blogwalking tersebut, yaitu gue bisa baca-baca dan dapat inspirasi untuk cerita atau tulisan selanjutnya di blog gue. Daftar blog yang bisa jadi inspirasi banyak. Mungkin bisa berbentuk puisi seperti di blog yang satu ini. Daftar nya panjang... nyampe ke Deadland. Buat seperti cerita lucu si Chichin yang menohok di http://ningeis.multiply.com/journal/item/4 . Cerita yang agak vulgar kayak disini. Atau lihat kumpulan cerita-cerita disini.  Kalau ga pake cerita, pakai komik atau karikatur, lucu juga, kayak disalah satu situs ini. Malaysia memang mempunyai persamaan budaya dengan Indonesia, tapi cuma itu tok yang sama. Kalau mau disamakan seperti Malaysia, Indonesia bisa-bisa harus kehilangan sebagian wilayah dan penduduknya. Oh ya, busuk artinya bau kalo pakai bahasa negeri jiran, makanya lambang di situsnya kotoran alias tahi. Atau mungkin gue mau nyadur cerita serius aja ya kayak di http://bonar13.web.id/2010/07/the-ambitious-violet-story-kahlil-gibran/ . A must read story! Cerita mengenai jealousy dan pengkhianatan (dalam hal ini terhadap diri sendiri dan bunga-bunga yang lainnya) memang selalu menarik apalagi cerita tersebut adalah karya dari Kahlil Gibran. Gue rasa ada alasan kenapa perumpamaan yang digunakan di cerita tersebut adalah sebuah bunga. Mungkin karena pada dasarnya bunga adalah sesuatu yang indah dan wangi sehingga seharusnya tidak perlu melakukan hal-hal yang ga wajar agar lebih indah dan menjadi bahan perhatian. (Gue rasa juga berlaku untuk perlakuan yang lain terhadap sebuah bunga, berikan  perhatian yang wajar saja dan tidak perlu mendapat perhatian yang berlebihan dan khusus agar lebih indah). Lagian menurut gue pribadi, buta karena ingin mencapai tujuan dan manfaat kehidupan sampai tidak memperhatikan langkah-langkah yang diambil untuk mencapainya dan tanpa melihat keadaan dan situasi yang terjadi sama halnya seperti menampikkan ajaranNya dan kuasaNya. Mungkin inilah kenapa diakhir cerita, kalimat terakhir berisi kata Tuhan, mungkin hanya untuk orang-orang yang mampu mendefinisikan sendiri jalan yang ditempuhnya sebagai jalan untuk sebuah kebaikan. Pengkhianatan berbuntut panjang, nah yang satu ini, gue dapet di Youtube (gue liatnya lucu aja, kok jatuhin teman pakai youtube!)




Ini menjatuhin tim maksudnya, temanya Lieon team mungkin. Jadi panjang ngomongnya, ...atau mungkin buat cerita syehraaamm saja ya horor friday night on early september ...
Atau kalau tidak cerita, maka membuat tulisan saja yang bermanfaat seperti yang ditulis pada blog mengenai diet seperti disini. Kalau mengenai komputer gue rasa sudah cukup buanyak, cek aja daftar blog yang gue ikutin!

Lalu bagaimana dengan inspirasi untuk atap sebuah rumah? Sama aja seperti mencari inspirasi buat blogging, jalan-jalan melihat-lihat rumah orang atau mungkin nyari di foto-foto dalam majalah dan internet. Googling kata villa dan wow! Contoh villa yang gue dapet dan ciamik punya (walaupun gue ga bisa ngikutin atapnya) namanya villa Isola (Bumi Siliwangi), sekarang terletak di kampus UPI bandung. Ternyata nih villa ada sejarahnya tapi baca aja di wikipedia. Villa-villa jaman dahulu memang mempunyai arsitektur yang bagus plus lokasinya disekitar Gerlong yang memang masih asri. Ciamik!

Ah tapi kalau ngeliat villa terlalu kebagusan kayaknya, lagian gue mau yang biasa aja, ga usah ganti model. Tinggal ambil dari blue print lama rumah gue, walaupun kemiringannya harus ditambah soalnya atap pada blue print tersebut diperuntukkan untuk rumah yang menggunakan asbes dan bukannya genteng. Ortu gue juga ngasih tauk kalau dulu tuh salah buat atap soalnya ngikutin blue printnya dan walhasil pada bocor semua. Rupanya blue printnya beda peruntukan, memang segala sesuatu tuh ga bisa diterima dan dituruti begitu saja. Begitu juga keinginan kita untuk membuat bangunan gedung dan tempat tinggal yang megah tanpa mengindahkan bahwa hanya dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun negeri ini sudah mengalami tiga gempa bumi dahsyat di tiga kota besarnya. Sesuatu untuk direnungkan.

Yah pokoknya, repot dan capek memang kalau renovasi (atap lagi!), mana matahari lagi benar-benar panas minggu-minggu kemarin dengan banyaknya sunspot pada matahari (sekarang matahari mau menuju Solarmax). Saudara gue aja ada yang sakit parah dan kemudian meninggal setelah renovasi rumah. Hanya dibutuhkan setahun sampai tiga tahun berselang untuk semuanya kena dan sesuatu yang menyeluruh terjadi, seperti pergantian atap baru, setelah kejadian pertama kali pada gue. Nah, kalo nemu laron dirumah kita, berarti rumah kita sudah ada rayapnya. Laron adalah bentuk rayap dewasa yang terbang kearah cahaya dan biasanya tidak berumur panjang.  Satu rayap aja berhasil masuk kedalam rumah dan menetap, lalu muncul deh serangan rayap-rayap yang lainnya. Hancurlah atap kita. Lain kali tidak deh untuk para rayap.

Bicara soal renovasi, gue sempet renovasi kecil-kecilan rumah ortu gue beberapa tahun yang lalu supaya lebih fungsional dan sedikit terlihat lebih luas. Salah satu ide yang gue mau sharing disini dan mungkin aja bisa jadi sumber inspirasi untuk memperluas ruang adalah merubah pintu menjadi pintu terlarang alias ditutup dan berubah fungsi. Sebelumnya gue punya pintu kamar yang menghadap ke ruang tengah, kemudian gue rubah fungsinya sebagai tempat TV karena kamarnya akan dijadikan kamar tamu dimana pintunya menghadap ke taman belakang dengan mengambil sebagian jendelanya. Hasilnya lumayan, ruang tengah menjadi lebih lapang karena lemari sudah tidak dibutuhkan lagi untuk naruh TV antik gue yang usianya sudah 20 tahun lebih itu dan juga aksen batu alam dan kayu (diambil dari bekas pintu) yang dihadirkan membuat ruangan jadi tidak monoton. (Gambar di Flickr).  

Kembali lagi ke inspirasi blog, mendapat inspirasi dari cerita yang diomongin dua bayi kembar ini juga bisa kali ya...asal ngerti bahasanya aja!


Setelah cari inspirasi, mikirin nama karakter yang bakal gue pakai kali ya. Mungkin bait pertama bakal berbunyi kayak gini: Kenalkan gue Rubi, dan ini Coraline, dan yang disana Ara alias Sarah... Kita bertiga ditangkap oleh monster jahat dan berhasil melarikan diri hanya saja masih ada yang tertinggal, Rahma. Sudah dicari di hotel, RS dan kantor polisi, tapi mungkin dia masih terkunci di dalam rumah tua yang sebentar lagi akan diluluhlantakkan. Semoga belum terlambat .... blah blah blah...To be continued...

Kamis, 15 September 2011

Makna Terakhir

 once is happenstance. twice is coincidence. the third time it's enemy action. Unknown

Kegembiraan perayaan Idul Fitri kemarin agak sedikit terusik ketika salah satu sanak famili ibu gue meninggal dunia. Sepupu dari ibu gue sebenarnya yang memang sudah lama terbaring di RS, tapi kita datang melayat. Kejadian tersebut mengingatkan gue kalau semasa SMA dulu gue pernah mengalami kejadian yang serupa, hanya saja waktu itu gue sedang merayakan malam tahun baru 1995. Tengah malam gue ditelpon sama temen gue yang mengabarkan berita duka. Salah seorang teman sekelas meninggal dunia dalam usia yang masih terlalu muda. Sebuah kecelakaan didanau telah merenggut teman gue yang terkenal baik dan pendiam itu, seorang anak laki-laki berinisial MI yang duduk dua bangku dibelakang gue dan belum sempat gue kenal lebih jauh selain dari apa yang dikatakan orang (karena sama-sama pendiam gue ga pernah terlibat komunikasi sama dia, tapi hanya dengan melihat wajahnya yang peaceful gue tahu dia orang yang baik dan ramah). Jelas saja hal tersebut adalah berita yang sangat mengagetkan karena setahu gue dia sedang melakukan acara tafakur alam yang diadakan organisasi keagamaan yang dia ikuti. Gue ga tauk bagaimana kejadiannya sampai bisa merenggut nyawa seseorang, wallahualam, semua menganggap hal tersebut adalah kecelakaan murni dan harus ikhlas melepas kepergian teman saya itu. Hanya saja, dia masih terlalu muda. Memang bukan cuma sekali saya mendengar seseorang meninggal dalam usia muda karena kecelakaan, hampir tiga tahun setelahnya, tahun 97, saya juga mendengar anak kost yang baru pindah seminggu ke tempat kost gue, adiknya meninggal dalam kecelakaan motor. (Saya baru sadar kalau teman sekelas gue dan teman kost tersebut punya akhiran nama yang sama, "nu" tapi cuma kebetulan nampaknya).  

Musibah yang beruntun menimpa bumi kita ini juga seakan menyadarkan kita bahwa waktu kita terbatas. Ketika terjadi gempa bumi di Aceh yang menyebabkan tsunami dan menewaskan sebagian penduduk Aceh, saya berkunjung ke RS untuk menjenguk sepupu jauh saya yang menderita kanker. Dia masih duduk di bangku kuliah, baru beberapa semester dia jalani dan harus pasrah dengan vonis kanker yang dideritanya. Saya ingat kita cukup terpana melihat kejadian di Aceh tersebut melalui kotak kecil di sebuah kamar RS. Melihat banyaknya korban, baik anak kecil maupun dewasa, menyadarkan kita bahwa ajal bisa menjemput kapan saja, bahkan ketika dalam keadaan sehat sekalipun. Yang sakitpun belum tentu akan mati, masih ada perjuangan untuk mendapatkan kesembuhan. Walaupun untuk sepupu perempuan gue tersebut, perjuangannya harus berakhir selang beberapa tahun kemudian.

Ya, ajal memang bisa menjemput kapan saja, sebuah makna yang terlihat murni. Tapi, kematian adalah juga sebuah kejadian yang merupakan konsekuensi dari kejadian berantai sebelumnya, baik itu secara langsung ataupun tidak langsung. Makanya ketika terjadi sebuah tindakan kriminal yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, seorang penyidik akan melacak kejadian-kejadian yang terjadi sebelum perkiraan waktu kematian dari si korban. Karena, dari kejadian-kejadian tersebut terdapat petunjuk mengenai penyebab, motif dan mungkin pelaku kejahatan. Ketidakmampuan mengidentifikasi motif akan menghasilkan tuntutan yang salah, gagal mengidentifikasi pelaku kejahatan, kejahatan dapat berulang. Yang kayak begini ga bisa dibebankan ke korban untuk mengambil hikmah sebuah kejadian. Apalagi bawa-bawa ilmu karma segala. (gue kirim komen mengenai karma disalah satu halaman situs ini). Apalagi kalau pelaku yang diminta pertanggung jawaban ternyata salah tangkap dan mengangap masalah selesai, semakin runyam saja nanti permasalahannya. Ada alasan kenapa aturan perlu ditegakkan, salah satunya karena yang terlihat baik belum tentu benar. Positif thinking mungkin bagus untuk kesehatan, tapi bukan untuk kemaslahatan.         

Tapi kalau masalah menyerempet ajal, pengalaman pribadi adalah pengalaman yang paling berharga. Gue udah pernah cerita ketika tahun 2004 gue hampir menjadi korban teror bom kedubes Australia, dan kemudian yang terakhir ini, pertengahan tahun 2008, ketika gue terkena infeksi di kelenjar getah bening gue dan sempat drop beberapa kali karena darah gue sudah keracunan. Beberapa kali keluar masuk RS juga memperlihatkan ke gue banyak pasien sekamar yang keadaannya lebih parah dari gue atau memang sudah menjadi frequent visitor ke RS. Satu yang gue inget adalah seorang ibu muda yang sebenarnya tampak sehat, tapi tidak bisa beranjak dari tempat tidur karena sesuatu menyerang tulang punggung bagian belakangnya, nampaknya dia sudah dalam hitungan bulan di RS. Dia salah satu karyawan perusahaan penerbit nasional yang terkenal. Tapi dia masih bisa bersyukur biaya RS bisa ditanggung perusahaan, soalnya kalau tidak, kebayang mahalnya biaya RS sekarang, belum lagi dia mempunyai anak yang masih kecil.

Sebenarnya kematian dapat terjadi karena natural atau unnatural cause. Ada garis tersamar yang membatasi antara natural dan unnatural cause tersebut. Perlu ketajaman berpikir untuk melihat garis tersebut dan menentukan apa yang menjadi penyebab dan apakah perlu dilakukan suatu tindakan. Tindakan atas sebuah permasalahan yang menyangkut nasib seseorang atau orang banyak, tentu tidak bisa dilakukan sembarangan dan oleh sembarang orang. Hanya orang-orang yang mempunyai otoritas atau pemegang amanah yang dapat melakukan tindakan tersebut. Tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh orang-orang suruhan dengan alasan mendapat izin dari otoritas atau pengemban amanah (atau lebih buruk, dengan kongkalingkong dibawah tangan) dan dengan sebuah pembenaran atas rasionalisasi yang sudah ditanamkan di benak mereka. Kenapa? Coba bayangkan kalau orang-orang yang posisinya lemah diberikan power yang berlebih dan cuma berbekal rasionalisasi.  Alasan yang sederhana sebenarnya, tindakan mereka tidak bisa dipertanggung jawabkan, amanah tidak bisa dipindah-tangankan. This is when the corrupt mind goes along the way. Padahal, mereka seharusnya bisa (dan mampu) mengurai masalah dan menjadi alarm atas adanya permasalahan dan bukan menjadi bagian atas masalah tersebut kalau memang mereka tidak ingin diam. Diam tapi berada di jalan yang benar mungkin jauh lebih baik daripada aksi mengatasnamakan kebaikan. Rasio terkadang menyesatkan, yang salah bisa menjadi hal yang baik.

Ketika terjadi bencana alam tanah longsor misalnya, banyak dari kita menyalahkan hal tersebut pada curah hujan yang tinggi. Ada lagi yang menyalahkan penduduk sekitar (yang menjadi korban) yang ternyata selesai berpesta pora sehingga mendatangkan bencana. Akibat perkataan yang "baik" tersebut masalah tidak pernah selesai, karena tindakan apriori dilakukan dengan persepsi yang salah. Ditambah lagi kalau masalah tersebut kemudian ditempelin oleh orang-orang yang bisa melancarkan fitnahan atau memperkuat fitnahan tersebut. Orang-orang yang tidak berkepentingan selain kepentingannya sendiri. Percayalah, mereka tidak akan capek-capek mengecek aturan yang seharusnya berlaku (apalagi masalahnya), just bump and go.

Bencana pun akhirnya terus berulang, bahkan berpotensi menjadi bencana yang lebih besar lagi. Disini mulai terlihat dampak aksi yang dilakukan. Untuk sebuah kepentingan, manusia dengan gampangnya dimanipulasi dan dimanfaatkan untuk menjadi bagian dari masalah. Pada akhirnya hal tersebut akan merugikan manusia-manusianya sendiri yang sudah diuntungkan, karena adanya pengabaian akar masalah berbuntut panjang. Setelah ditilik, ternyata akar masalah dari tanah longsor tersebut adalah adanya penebangan liar yang menyebabkan gundulnya hutan di bukit-bukit yang mengelilingi pemukiman penduduk. Ketika penduduk yang bersangkutan tidak diberi tahu akan aksi apa yang telah dilakukan di balik hutan rimba tersebut, karena, para penggundul hutan tersebut berhasil membungkam masalah dengan berbagai macam alasan, penduduk tersebut akan menjadi outsider dari masalah yang terjadi. Pure innocence victims create a perfect crime. Banyak nyawa tak berdosa pun melayang akibatnya, tapi masih saja mereka meminta korban. Demi keamanan katanya. Lalu, siapa yang akan menghukum kejahatan? Mungkin saja oleh orang yang menginginkan kejahatan ini dilakukan.

Lalu, kenapa kematian menjadi momok yang menakutkan padahal tidak ada manusia yang dapat menghindarinya. Terkadang orang bahkan mencari resep mujarab atau mantra ajaib untuk dapat hidup lama. Meyakini reinkarnasi atau kelahiran kembali setelah kematian.

Bahkan menginginkankan dunia baru, sebuah utopia yang penuh kedamaian padahal mungkin kita tidak ada didalamnya (mungkin malah menuju Rest in Peace atau RIP). Berikan saja hi-five ke dimensi kelima dan bye  ke dunia kita kalau kita selalu berharap lebih. L;ima, pintar sekali, angka yang tinggi untuk sebuah dimensi baru. Sesuatu yang terdengar indah dan fancy juga belum tentu mengarahkan ke hal yang lebih baik, sesuatu yang baru memang sangat menarik.
Coba saja baca artikel ini, mungkin saja kita bisa jadi muda terus dengan cara yang disebutkan di artikel ini. Heran ada yang mengkomentari penemuan tersebut dengan "astute idea"....hiiy syeram.. .

Tapi tetap saja, ada orang yang bersusah payah mewujudkan keinginan untuk bunuh diri sampai memanjat tiang sutet segala. Gue rasa orang-orang yang ingin bunuh diri adalah orang yang mudah menyerah pada keadaan, hal yang sama dengan orang yang "mampu" melihat tindakan bunuh diri sebagai sebuah pilihan (walaupun bukan untuk dirinya sendiri). Bunuh diri adalah juga sebuah ide, sama seperti reinkarnasi, immortality dan hal lainnya yang menyangkut pembangkangan terhadap takdir manusia. Ide-ide tersebut memang dapat mempengaruhi jalan pemikiran seseorang, tapi tetap saja, ide adalah bukan solusi. Ketika orang berfikir bahwa penanaman ide adalah sebuah solusi, mereka cenderung tidak melihat kondisi nyata yang terjadi dilapangan atau bahkan perbuatan apa yang sebenarnya telah mereka lakukan. Terbawa terus oleh ide-ide yang berkembang tidak terkendali. Makanya terkadang kita melihat bagaimana sekelompok orang yang terlibat dalam sebuah aliran sesat dapat melakukan bunuh diri masal. Mulai dari menggalang dana, penyesatan dan menjaga kerahasiaannya, melakukan ritual-ritual tidak berdasar sampai meminta pengorbanan alias tumbal dimana setelah semua ritual dijalankan bunuh d;iri masal pun dilakukan. Mereka tidak melihat perbuatannya adalah hal yang salah alias tidak sesuai dengan ajaran agama mereka, keyakinan mereka tinggi sekali akan ide-ide yang mereka miliki. Kira-kira apa ya makna kehidupan bagi mereka yang sudah membengkokkan takdir, apakah mereka sadar bahwa karena ide-ide yang membuka kemungkinan seluas-luasnya tersebutlah yang membuat mereka sekarat? (Off the record, ide yang paling ridiculous yang pernah gue denger yaitu pengalaman seseorang dapat dibuat dan ditanamkan, seperti pohon yang berada di sebuah observatorium...seperti banyaknya permainan yang dapat dinaiki pada sebuah taman bermain...OMG! Pengalaman seseorang adalah juga menyangkut takdir seseorang, apakah wajar mereka bereksperimen dengan arahan dan pergerakan yang tidak jelas sumbernya bahkan tidak ada atau bertentangan dengan ajaran-Nya? Apa mereka merasa takdir seseorang belum cukup "sempurna" sehingga harus campur tangan?).

Ya, mengerikan bukan kalau kehidupan seseorang dibuat artifisial. Setiap perbuatan dan perkataan yang dilakukan kepada seseorang tersebut dikendalikan untuk tujuan yang lebih baik dan dengan alasan yang masuk akal. Untuk mendapat kesempurnaan dari makna kehidupan. Walaupun berasal dari sesuatu yang artifisial, tapi yang pentingkan hasilnya. Benarkah? Seperti menggunakan hujan buatan yang memang ditujukan untuk hal yang lebih baik, tapi sebenarnya kita sudah mengganggu keseimbangan alam. Hujan di tempat yang diinginkan, tapi tidak hujan di tempat lainnya. Titipan Tuhan bukan untuk dititipkan kepada pengendali lain yang akhirnya membuat orang hilang kendali, bahkan atas nasibnya sendiri. Tapi itulah yang dilakukan manusia yang takut jika tidak mempunyai kepastian atas kehidupannya. Belum lagi sistem karma yang dianut oleh orang-orang ini sehingga mereka berhak mengadili orang diluar ketentuan yang berlaku. Mungkin mereka harus mempertimbangkan ilmu mereka yang belum cukup dan kenyataan kalau "niat" adalah hal yang sangat sulit diukur karena memang hanya Tuhan yang tauk (menimbang atau mengukur tingkat spiritualisme seseorang, bagaimana caranya?). Tapi, ibaratnya taman bermain dengan lampu-lampunya yang menarik, banyak sekali para pengunjung yang dengan senang hati mencicipi pengalaman artifisial tersebut.     

Terkadang perjuangan menjadi bagian dari kehidupan baik kita inginkan atau tidak, dan terkadang perjuangan tersebut dapat merenggut nyawa. Masih ingatkan waktu reformasi dulu ketika beberapa nyawa para demonstran melayang, padahal ada beberapa dari pendemo yang tidak terlalu serius dalam berdemo juga merasakan timah panas. Atau, masih ingatkan kejadian beberapa tahun lalu di Iran ketika kita melihat seorang perempuan muda merenggang nyawa dijalanan ketika sedang terjadi demo, namanya Nada. Ya, perjuangan memang mengandung resiko dan kita sudah harus menyadarinya sebelum berbuat sesuatu dalam sebuah pencapaian. Sebenarnya, kehidupan adalah juga sebuah perjuangan yang tergantung dari nilai-nilai yang dimiliki seorang individu. Perjuangan yang berlandaskan agama pastilah harus didasarkan atas nilai dan ajaran yang terdapat di dalam agama tersebut. Perjuangan yang berlandaskan kebangsaan harus didasarkan atas nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila dan UUD. Kalau gagal mengerti apa nilai-nilai yang diperjuangkannya, atau hanya melihatnya setengah-setengah, perjuangan tersebut akan seperti pepesan kosong, ga ada manfaat yang dapat diberikan, atau kalau memang bisa dicari-cari manfaatnya, maka ruginya pasti lebih banyak. Kalau sudah merugi begini, pasti solusinya tambal sulam karena manusia takut untuk menghadapi konsekuensi kerugian yang akan diderita. Padahal, solusi tambal sulam akan membuat kerugian yang jauh lebih besar lagi, seperti menciptakan lubang hitam yang akan menarik semua orang kedalam lubang tersebut.  The show goes on, awalnya sebuah titik hitam, terus berkembang menjadi lubang hitam. Lalu, dimana letak perjuangannya untuk mereka yang membutuhkan lubang hitam ini dan menjadi tawanan kalah perang?    

Tapi, entah kenapa mati dalam usia muda semakin menjadi trend akhir-akhir ini dan banyak yang meninggal secara mendadak, baik karena penyebab yang natural maupun yang tidak natural. Pertanda apakah gerangan? Kalau mau pakai logika dan pengalaman di negara maju, maka semakin maju peradaban, rata-rata usia kematian seharusnya semakin panjang, benarkah?

Pada akhirnya, setiap orang pasti akan mati. Walaupun demikian, setiap orang mungkin berbeda-beda memaknai hari terakhirnya didunia ini. Hal tersebut tergantung sikap mereka terhadap arti kehidupan yang mereka jalani semasa hidup. Untuk yang senang memprediksikan takdir dan kehidupan, ada banyak situs web di Internet seperti Death Date bermunculan akhir-akhir ini yang bisa menghitung tanggal kematian. Tinggal isi form dan tekan tombol... muncullah tanggal kematian kita. Tapi perlu gue ingatkan, meyakini prediksi ini adalah salah satu bentuk menyekutukan Tuhan atau syirik yang merupakan salah satu dosa besar.

So lastly, what's the point of Life?

The Last Dinosaurs

Senin, 29 Agustus 2011

Selasa, 16 Agustus 2011

Makanan Yang Cocok Untuk 'Just in Case'


Banyaknya musibah dan permasalahan yang terjadi di bumi kita akhir-akhir ini membuat kita berpikir bahwa sewaktu-waktu dapat saja giliran kita yang mendapat musibah. Kita ga pernah mengharapkan musibah datang atau memperkirakan kapan musibah datang, tapi mungkin kita bisa mempersiapkan mental dan fisik kita agar dapat melewati musibah dan bencana yang datang. Bukan dengan campur tangan menghindar atau menutup pintu untuk semua kemungkinan datangnya masalah dan bahaya, tapi mempersiapkan hal-hal untuk menghadapi masalah dan bahaya yang dapat sewaktu-waktu datang dimanapun dan kapanpun dan dengan siapapun kita berada.

Jangan sesumbar kita akan baik-baik saja karena berdasarkan pemikiran sudah berhasil mengidentifikasi dan menghilangkan sumber masalah. Padahal, ilmu yang kita miliki belum tentu cukup untuk memilah dan menilai sesuatu sebagai baik dan buruk, mana yang dapat mendatangkan masalah dan mana yang tidak. Ingat bahwa manusia adalah mahluk yang lemah, tapi setidaknya kita diberi satu karunia melebihi mahluk yang lain, yaitu akal pikiran. Pergunakanlah dengan bijak tanpa menjadi sombong dan berpikir bahwa kita dapat terhindar dari masalah dengan menuruti logika dan reasoning. Tawakal bukan berarti pasrah, dan ikhtiar bukan berarti intervensi berlebihan yang berbasis nalar dan logika. Sedia payung sebelum hujan, bukan pawang atau teknologi pengendali hujan.

Menyimpan makanan untuk cadangan apabila datang sesuatu hal yang tidak dikehendaki, saya rasa merupakan kebiasaan yang cukup bagus. Bukan intervensi berdasarkan kehebatan penilaian dan prediksi kita, tapi hanya sebuah tindakan persiapan "Just in Case" karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Kalau memang bisa berguna dikemudian hari mengapa tidak?

Berikut menurut gue beberapa makanan (dan minuman) yang bisa disimpan dan sangat berguna kalau supply makanan, gas dan listrik tiba-tiba macet atau terganggu-karena suatu sebab- beserta alasannya:

1. Bihun. Kenapa bihun dan tidak beras, mi atau sumber karbohidrat lainnya? Bihun sangat mudah dalam penyajian, tidak memerlukan banyak air dan sangat mudah menyerap air, serta sudah banyak macamnya (jagung dan beras).
2. Gula dan Garam. Siapa yang bisa tahan makanan hambar? Garam dan gula mempunyai jangka waktu lama untuk penyimpanan asal dilakukan pengemasan yang tepat. Gunakan beberapa butir beras untuk penyimpanan agar garam tidak mudah berair.
3. Air minum galon. Selalu sedia air minum untuk dikonsumsi, air minum adalah hal yang sangat vital.
4. Susu dan produk olahannya. Susu dalam karton atau kaleng harus selalu tersedia, apalagi kalau yang punya balita. Susu adalah sumber protein hewani yang tinggi yang dapat disimpan lama. Selain susu, ada produk olahannya yaitu butter kalengan dan keju kemasan yang dapat disimpan cukup lama.
5. Kecap. Beberapa orang hanya dengan memakan nasi dan kecap saja sudah merasa cukup enak dan kenyang. Kecap terbuat dari kacang kedelai dan merupakan sumber protein nabati yang baik.
6. Makanan dalam kaleng. Gue biasa menyimpan sarden dan kornet di lemari, soalnya kalau lagi malas belanja tinggal mengolah makanan siap saji tersebut. Makanan kalengan banyak yang dapat dikonsumsi secara langsung, untuk keadaan darurat, tentunya sangat bermanfaat.
7. Kurma atau kismis. Kurma atau kismis yang sudah dikemas dengan benar dapat disimpan lama. Selain mendapatkan manfaat buah-buahan, kurma dapat diolah oleh tubuh menjadi sumber energi.
8. Dark Coklat. Kadar cafein dalam coklat bisa membuat tubuh tidak cepat lelah. Coklat juga berfungsi sebagai anti-stress dan sumber energi yang baik.
9. Oatmeal. Oatmeal sangat mudah dalam penyajian dan sekarang sudah banyak dalam kemasan praktis berupa sachet dalam berbagai rasa.
10. Biskuit. Selain dapat sebagai cemilan, biskuit dapat membantu menahan lapar dan bisa langsung dikonsumsi. Dari pengalaman gue, biskuit adalah yang paling cepat menghilang dari lemari penyimpanan, soalnya gue selalu tergoda untuk mengintip dan mencicipi biskuit-biskuit tersebut ;) .

Dan untuk yang punya PRT, perlu diajarin biar ga memakai barang persediaan. Soalnya gue pernah kejadian dengan pembantu gue, mba Jas (namanya Jasini, udah dari SD ngikut gue, orangnya kecil tapi mau disuruh apapun, top deh pokoknya). Pas akhir bulan gue cek persediaan, kok kurangnya banyak, ternyata mba Jas ngirain persediaannya bisa dipakai untuk masak harian...yah, ngisi lagi deh.        

Sebenarnya penyimpanan makanan-makanan diatas bukan hanya untuk kepentingan darurat saja, tapi dapat pula untuk dipakai apabila ada tamu yang mendadak datang menginap sehingga membutuhkan makanan ekstra. Atau untuk para ibu ketika uang belanja sudah menipis dan harus memutar otak agar makanan masih bisa tersedia di meja.  

Pada akhirnya kita hanya bisa berdoa apabila ternyata musibah kemudian datang, semoga kita diberi ketabahan dan syukur-syukur bisa selamat dan dapat membantu yang lainnya dengan persiapan yang kita miliki.

Sekalian 17 agustusan gue ingin mengucapkan: Merdeka!
Eh iya, tahun ini ga ada lomba makan kerupuk kayaknya...sepi lomba deh...tapi, semoga tetap semangat!

Berkibarlah terus Sang Merah Putih!




Senin, 11 Juli 2011

Arsitek Mimpi

...simple little idea that will change everything, that her world wasn't real. That the death is the only escape. Inception (2010)

Tahun 2009 gue pulang ke rumah orang tua gue untuk beristirahat, sekalian menyembuhkan keadaan gue setelah cukup lama keluar masuk rumah sakit. Hampir setahun gue terkena infeksi kelenjar getah bening, beberapa kelenjar getah bening ditubuh gue membengkak, alirannya tersumbat dan terkadang membuat respon imunitas gue menjadi terlalu aktif. Setelah cukup sehat, gue menyempatkan diri untuk pulang kampung. Walaupun masih berada didaerah perkotaan, tapi tetap saja bukan Jakarta, bukan sebuah kota metropolitan yang bisa menguras energi hanya dengan berada ditengah hiruk pikuknya saja. Bahkan ketika pertama kali datang masih ada suara tokek, jangkrik dan bunyi-bunyian malam lainnya.

Mungkin karena irama malam yang lebih asri itulah mimpi menjadi lebih berbeda. Pernah suatu malam gue bermimpi dengan gambaran-gambaran yang terlalu rumit untuk kapasitas subconscious otak gue. Bahkan ketika gue explore lebih jauh, mimpinya berhasil memberikan detail yang akurat. Mungkin tidak seperti yang kita lihat di film Inception karena gue yakin hal yang canggih tersebut merupakan buatan komputer. Tapi, setidaknya lebih detail dari biasanya.

Biasanya mimpi terdiri dari gambar-gambar yang tidak jelas, bahkan cenderung tidak masuk akal. Kita tidak memiliki kesadaran yang cukup didalam tidur untuk menggambarkan detail seperti yang mungkin dilakukan ketika dalam keadaan sadar. Kesadaran adalah hal yang jarang ditemukan didalam tidur walaupun bukan tidak mungkin kita tersadar dalam tidur. Hipnotis misalnya, selalu dilakukan dengan membuat si korban tertidur, tapi tetap ada kesadaran alam bawah sadar walaupun tidak bisa berpikir lebih jauh untuk mencegah hal-hal yang buruk.

Pernah gue tersadar kalau gue berada di alam mimpi yang sepertinya bukan hasil rekaan subconscious gue, dan ternyata gue cukup sadar untuk menolak mimpi tersebut. Ketika gue memaksa bangun dari mimpi tersebut dan ternyata berhasil, gue tidak senantiasa terbangun dari tidur. Gue berada dalam keadaan tersadar tapi tidak mengetahui dialam mana gue berada. Bukan perasaan yang enak karena lebih mirip helpless dan tersesat. Butuh kekuatan luar biasa untuk kemudian dapat berhasil bangun dari tidur. Mungkin inilah yang di film Niception dikatakan berada dalam kondisi Limbo, makanya adanya sedatif bisa memperparah keadaan Limbo tersebut. Kita bisa tersesat dalam pikiran kita tanpa bisa terbangun.

Loh, kalau gitu kenapa mimpinya saja tidak diteruskan daripada memaksa bangun? Masalahnya, terkadang mimpi bisa dipakai untuk memprogram kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak kita, seperti hipnotis. Bedanya, kalau hipnotis kita melakukan sesuatu tersebut secara tidak sadar, sedangkan kalau lewat mimpi, bisa saja mimpi-mimpi tersebut menjadi pikiran kolektif kita yang akan mempengaruhi segala keputusan yang kita ambil. Hasilnya jelas lebih buruk karena akan menjadi tindakan yang sah, tindakan yang diambil dengan sebuah kesadaran. Nightmare yang menjadi nyata.

Manusia memang paling vulnerable ketika dalam keadaan tertidur. Hipnotis, sirep, dan mungkin banyak ilmu lainnya yang saya tidak tahu, menggunakan tidur sebagai alatnya. Cara berpikir kita mungkin juga menentukan keampuhan ilmu-ilmu tersebut. Semakin tinggi tingkat kesadaran kita, semakin sulit ilmu-ilmu tersebut melakukan penetrasi walaupun memang terkadang sudah tidak dapat dihindari lagi. Terutama jangan perlakukan ibadah sebagai alat meditasi, karena akan menciptakan keringanan dan kekosongan pemikiran. Pedulikan tafsir dan maknanya, serta hindarkan maksud lain dalam menjalankan ibadah, seperti misalnya keampuhannya untuk menyembuhkan penyakit atau supaya mudah berhadapan dengan orang lain.

Adanya gangguan dalam kehidupan juga membuat kita lebih vulnerable dan lebih mudah goyah karena energi kita terkuras untuk mengatasi gangguan tersebut. Pertentangan, pertikaian, permusuhan dan lainnya membuat pemikiran kita mudah menyerah terhadap ilmu-ilmu seperti sihir dan sirep. Apalagi ketika pemikiran kita mengenal keadaan damai sebagai keadaan yang ideal, sebuah mimpi yang harus dikejar dan didapat. Yang kemudian membuat kita menghindar dari substansi masalah dan memilih cara yang tercepat.

Makanya, jangan terjun ke alam mimpi...entar ada yang ngomong gini lagi: "bisa, bisa aja lu ngomong, mimpi kali lu!"

Langit malam nan pekat pun bisa terlihat putih
Setelah tiga bintang jatuh menjadi tiga titik dilangit...
Sebuah pertanda kelanjutan rencana untuk sebuah malam
Good night and nice dream!


Rabu, 29 Juni 2011

The War As We Know It

Agak prihatin juga kalau melihat berita internasional yang melulu mengenai perang. Tidak banyak generasi kita tahu mengenai perang, karena Indonesia sendiri sudah merdeka hampir 66 tahun yang lalu (bentar lagi 66, angka yang unik). Yang mengalami pun sudah tidak ingat lagi bagaimana garangnya perang. Bahkan lukapun sepertinya sudah terhapus oleh waktu karena musuh sudah menjadi kawan sekarang.

Perang yang harusnya kita ketahui tidak melulu perang secara fisik, seperti tertera dalam buku sejarah. Perang yang merupakan bentuk perlawanan terkadang juga menyentuh hal yang sifatnya pemikiran dan ideologi. Andaikan dalam keadaan damai pun, kewaspadaan perlu tetap terjaga dari masuknya pengaruh asing. Intervensi ekonomi, sosial, politik dan budaya membuka kesempatan untuk berkembang. Tapi, haruskah sepenuhnya terbuka tanpa adanya posisi bertahan? Seharusnya, ada filter untuk meredam pengaruh asing yang masuk lewat pintu globalisasi. Namun, mudahnya masyarakat kita dibutakan dan tergiur oleh hal-hal yang baru dan menarik, membuat hal tersebut semakin sulit dibendung.

Setidaknya, sudah ada sebuah landasan ideologi yaitu Pancasila dan juga aturan dasar perundang-undangan yaitu UUD yang seharusnya bisa membendung aliran liberalisme yang masuk. Agama, norma dan etika juga mungkin salah satu yang bisa membantu melakukan kroscek terhadap paham liberalisme yang kebablasan.

Balik ke berita internasional, sekarang timur tengah sedang bergejolak, gejolak dari dalam maupun dari luar. Sebuah cermin  untuk tempat berkaca, apakah kita memang sudah cukup aman dari kemungkinan peperangan? Peperangan sangat identik dengan kekerasan. Kekerasan yang terjadi selama perang bukan hanya dialami tentara yang ada di medan perang, tapi juga para penduduk sipil. Akan banyak korban tidak berdosa akibat perang, walaupun terkadang perang memang tidak bisa dihindarkan.


Perang yang selama ini kita ketahui ada beberapa macam jenisnya. Berikut beberapa jenis perang tersebut:
  1. Perang Dunia : adalah perang yang melibatkan negara-negara adidaya dan berpenduduk banyak. Selama ini sudah terjadi dua perang dunia yaitu PD1 (1914-1918) dan PD2(1939-1945). Setelah dijatuhkannya bom nuklir di Jepang oleh Amerika Serikat, perang seakan-akan terhenti dan digantikan oleh Perang Dingin.     
  2. Perang Dingin : adalah perang yang terjadi paska PD2 antara Negara berpaham komunis dan negara-negara barat. Kata Perang Dingin sendiri berasal dari sebuah essay yang dibuat oleh George Orwell dimana di essay tersebut dia memperingatkan bahwa dunia yang ada dalam bayangan perang nuklir akan berada dalam "kedamaian yang tidak damai" yaitu suatu Perang Dingin yang permanen. Nuklir memang menakutkan, setelah Einstein (yang lahir di Jerman tapi pindah ke AS pada zaman kekuasaan Nazi) menemukan reaksi berantai dari suatu atom nuklir dan kemudian Amerika Serikat menggunakannya sebagai senjata dan menjatuhkannya di Jepang, momok dan trauma akan senjata nuklir tersebut ternyata cukup membuat negara-negara didunia berpikir panjang sebelum melancarkan sebuah agresi.     
  3. Perang Melawan Penjajahan : adalah perang melawan negara imperialis yang ingin menguasai suatu daerah. Indonesia melawan penjajahan negara-negara barat selama ratusan tahun dan kemudian Jepang selama 3,5 tahun. Tidak bijak mengatakan bahwa Indonesia kemudian diuntungkan dengan dijatuhkannya bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki. Tapi, memang setelah Jepang mengalami kejatuhan, Indonesia berhasil mendeklarasikan kemerdekaannya hanya dalam hitungan hari setelah bom atom tersebut dijatuhkan. Oleh karenanya, penting untuk menjaga amanah kemerdekaan dengan sebaik-baiknya kalau tidak ingin dijajah lagi.
  4. Perang antar Negara Tetangga atau Blok : adalah perang yang melibatkan negara-negara bertetangga, contohnya seperti perang Iran dan Irak.  
  5. Perang Saudara : adalah perang yang paling sering terjadi yang melibatkan beberapa kelompok orang dalam suatu negara, bahasa kerennya civil war (terkadang juga disebut intestine war atau domestic war). Perang Libya sekarang bisa termasuk perang saudara dimana NATO terlibat didalamnya.   
  6. Perang Melawan Terorisme : adalah perang yang terjadi setelah serangan 911 di AS. Perang Melawan Terorisme dilontarkan oleh presiden AS waktu itu, George W. Bush. Perang ini utamanya berfokus pada militan islam dan Al-Qaeda yang dianggap bertanggung jawab atas teror yang terjadi di AS. Kontroversi terhadap Perang Melawan Terorisme mengemuka karena tidak jelasnya siapa yang harus dilawan dan melawan. Kontroversi yang juga mewarnai kehidupan George W. Bush (sudah lihat filmnya W. belum? ). Sudah banyak korban baik di pihak AS maupun muslim dalam perang ini, apakah masih harus ada lagi W. yang lainnya? 

Jadi, adakah yang bisa kita pelajari selama tiga setengah abad plus tiga setengah tahun penjajahan dan peperangan dinegeri ini? Apakah kita sudah cukup bersyukur atas kemerdekaan yang kita miliki dengan mengemban amanah sebaik-baiknya dan tidak membiarkan orang asing menentukan jalan hidup kita? Perang memang memakan sumberdaya, energi, jiwa dan raga. Tidak ada yang menginginkan perang, tidak ada yang ingin terpecah-belah. Pastikan NKRI harga mati.




 *Sigh* Is not there a thing not based on script???

Rabu, 22 Juni 2011

TKW Kita Yang Selalu Didera Masalah

Kasihan sekali TKW kita selalu menjadi korban tanpa ada yang bisa bangkit untuk menolong mereka. Sulit mungkin kalau mengharapkan TKW kita bisa bangkit dari keterpurukannya ketika masalah yang di hadapi sebenarnya sistemik. Mereka menjadi TKW juga sebenarnya karena ingin mendapat pekerjaan yang layak. Ya, pekerjaan yang layak dan perlakuan yang layak. Mereka terancam tidak bisa mencari nafkah kalau tidak pergi ke luar negeri. Andaikan saja orang-orang di negeri ini sadar kalau ancaman terhadap seseorang adalah sebuah peringatan atau alarm untuk yang lain, dan bukan sebagai buah bibir. Peringatan kalau ada masalah yang tidak seharusnya ditutup-tutupi, masalah tersebut harus dihadapi dan dicari akar permasalahannya. Karena kalau peringatan tersebut tidak dihiraukan, lama-kelamaan masalah tersebut akan mengenai yang lain dan berkembang tidak terkendali. Sekarang Ruyati, lalu selanjutnya siapa?

Tapi tidak, solusi singkatpun diambil dan korbanpun berjatuhan. Tapi tetap saja pemerintah kita bersandiwara seakan-akan problemnya akan selesai dengan mudah. Yah seperti biasa, terlupakan oleh waktu dan diambil hikmahnya. Sekarang gue mau tanya, apakah sandiwara yang seperti Ruyati yang diinginkan oleh Allah SWT? Hanya sandiwara yang bisa menutupi ketidaksempurnaan dengan sempurna. Sandiwara yang dipaksakan oleh para pencari kesempurnaan hidup.

Sudah banyak nyawa melayang karena hal ini, kalau memang ingin bangkit dari keterpurukan, bukankah sandiwaranya harus diakhiri dan mengambil kendali atas masalah?

Kamis, 02 Juni 2011

Arti Sebuah Cerita

Pernah dengarkan cerita-cerita hikayat rakyat yang berbentuk legenda dan mitos? Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa punya banyak sekali cerita hikayat, soalnya masing-masing daerah punya cerita sendiri-sendiri. Dahulu, cerita-cerita hikayat tersebut dan juga dongeng digunakan untuk penyampaian nilai-nilai dan aturan yang berlaku secara turun temurun di suatu wilayah tertentu, sebagai bentuk pengajaran kepada generasi berikutnya.


Ketika masyarakat mulai diperkenalkan pada ajaran agama yang pokok yaitu Hindu, Budha, Islam dan Kristen, cerita-cerita hikayat ini mulai bergeser kedudukannya. Walaupun mungkin sebelumnya terjadi proses asimilasi, tapi peran cerita-cerita hikayat pada akhirnya tergantikan oleh ajaran agama dan pendidikan moral yang baku melalui pendidikan formal. Pendidikan moral yang baku mengacu pada pancasila dan UUD. Sementara dalam PAI (Pelajaran Agama Islam), referensi yang digunakan adalah Al-Quran dan hadist shahih. Cerita hikayat sendiri dimasukkan sebagai contoh literatur dalam pelajaran bahasa dan sastra. Hal tersebut sangat berbeda dengan pendidikan dibarat, karena di sana kitab suci dimasukkan sebagai literatur sejajar dengan cerita-cerita yang lain.


Sekarang, nampaknya peran cerita-cerita tersebut, kembali mengambil bagian yang besar di kehidupan masyarakat seiring dengan berkembangnya media untuk penyiarannya. Mulai dari cerita sinetron yang ga abis-abis, cerita cinta, cerita yang dibuat seakan sebuah realitas (reality show), cerita magis, cerita serem, cerita gosip, cerita religi, cerita tolong-tolongan dan seterusnya... gue sampai BT melihat realitas di masyarakat yang penuh dengan cerita. Bahkan sebuah realitas pun sampai menjadi sebuah drama, kayak drama century yang terdiri dari banyak episode.


Ada yang mengatakan bahwa cerita-cerita tersebut bisa menjadi bahan pelajaran bagi masyarakat luas. Tapi benarkah hal tersebut diperlukan? Masalahnya, kita kan sudah memiliki ajaran dan aturan yang baku yang sudah dipelajari di bangku sekolah. Ajaran dan aturan yang baku tersebut berasal dari referensi yang sudah jelas kebenarannya sehingga penyimpangannya dapat dikurangi.


Lagipula, permasalahan adalah sesuatu yang inherent di setiap kehidupan manusia. Menurut agama gue saja, yang namanya iblis dan setan selalu ada dan akan selalu mengganggu manusia. Godaan akan selalu ada pokoknya. Selama kita percaya ketentuan dari Yang Diatas tersebut, ga perlu kita bantu kerjaannya iblis dan setan untuk mengganggu manusia yang lain. Lah wong orang jahat aja sudah banyak banget kok, kenapa mau jadi orang jahat, atau kenapa mau buat masalah. Belum lagi kalau nanti yang diganggu dengan cerita dan permasalahan tersebut ikutan jadi ga baik juga. Dimana keyakinan kita sebagai orang beragama kalau mensyaratkan jadi jahat untuk bisa survive?


Atau, mendiskriminasikan orang-orang yang DIANGGAP ga baik (berdasarkan stereotype dari cerita-cerita tersebut, yang sumbernya jelas sekali kalau tidak jelas) sebagai sebuah kelompok tersendiri dan dijauhi yang kemudian malah menjadi usaha untuk menutup pintu rahmat bagi orang-orang tersebut (karena simply ga ada orang baik yang mau dekat-dekat). Akhirnya, nanti muncullah sabda dari cerita-cerita aneh ini yang mengatakan orang-orang yang beginian nih kalau begini akan jadi begini dan begini dan pasti akan begini apapun yang akan terjadi. Lalu dengan sedikit hocus pocus...Nah benarkan akan begini! Sadarlah permainan nya sudah tidak wajar. Thumbs up untuk mereka yang berani memberikan kepastian bahwa jalan yang berdasarkan penalaran adalah yang terbaik. Two thumbs up untuk yang merasa jalan tersebut sudah memberikan kenyamanan extra untuk mereka. Pastinya untuk mereka yang mainan jempol tersebut, harga keimanan mereka ya cuma sebatas jempol.


Sebenarnya, tidak ada satu pemikiran manusiapun yang walaupun terlihat sungguh bagus dan mulia yang pantas untuk memaksakan kehendak diatas kehendakNya. Karena, kalau sampai kehendak tersebut jadi dipaksakan, perkataan atau pemikirannya akan jadi fitnah, makanya, fitnah dikatakan lebih kejam dari pembunuhan karena hanya dengan kata-kata, sebuah kehendak terhadap seseorang atau sekelompok orang dapat disimpangkan dan dipaksakan. Apalagi kalau kata-katanya ternyata bukan berasal dari referensi ajaran agama maupun ajaran moral kenegaraan seperti Pancasila. Kehendak tersebut dapat merubah takdir seseorang atau sekelompok orang tersebut yang kemudian dapat merugikan orang atau kelempok tertentu. Makanya, jangan memakan perkataan tersebut mentah-mentah apalagi melakukan perbuatan yang berdasarkan fitnahan tersebut.


Lagipula, bukannya nanti malah jadi psikopat atau anti-sosial, segala sesuatu dilihat dengan pandangan curiga. Sedikit aneh, seram, jelek, galak, culas, beda, sudah langsung mempersiapkan tindakan yang mengundang konflik atau kalau nggak menghasut yang lain untuk menyamakan persepsi biar melakukan tindakan seirama senestapa. Akhirnya, muncullah sebuah stereotype baru lengkap dengan subset perilaku yang bisa diterapkan kepada stereotype tersebut dan apa yang sesuai untuk stereotype tersebut.


Kalau kemudian berpikir bahwa dengan melihat masalah yang segudang kita bakalan jadi orang yang waspada, belum tentu juga kali ya. Bahkan kemudian tingkat kewaspadaannya malah menjadi subjektif dan salah kaprah. Heh, bukannya sudah banyak contoh, perkataan-perkataan yang manis dan wajah yang bersih nan rupawan dengan rezeki segudang dan da'i kondang malah melakukan perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT?

Cerita Cinta

Senang dengan cerita berbau romance? Sama, gue juga suka baca cerita cinta, atau nonton film yang berbau romance, kayak Alpha and Omega misalnya (termasuk romance kan, tapi ceritanya memang mengenai Omega). Selama jalan ceritanya masih wajar, dan ga dibuat-buat jadi aneh, ok aja kok. Pernah ada yang bilang kalau masalah cinta membuat hidup seperti sinetron. Yah, ga usah pakai ada cinta-cintaan segala, kalau sang sutradara yang jadi bosnya, film horror pun jadilah.

Mungkin yang membuat cerita cinta menarik adalah karena memang cinta adalah sebuah fitrah manusia yang merupakan bagian dari emosi dan tidak mempunyai wujud fisik. Karena tidak berwujud itulah makanya cinta adalah sebuah misteri dan rahasia alam yang menarik. Bayangkan saja, seorang dokter dan pakar biologis aja masih belum bisa membongkar rahasia Tuhan YME mengenai tubuh manusia yang jelas-jelas ada perwujudan fisiknya. Apalagi emosi dan cinta. Makanya, aneh ketika orang bisa menilai sesuatu yang tidak berwujud tersebut, apalagi dengan menilainya sebagai salah dan benar atau besarannya.

Cinta ga bisa dibuktikan dengan hanya indera manusia, terkadang yang terlihat mungkin hanya penjelantahan dari nafsu manusia belaka atau emosi-emosi yang lain seperti ketakutan, kemarahan, kesedihan dan lainnya. Kita tidak bisa pungkiri bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi tindakan manusia dan setiap tindakan biasanya terjadi karena beberapa faktor-faktor yang berpengaruh tersebut. Oleh karenanya, suatu tindakan tidak bisa menjadi sebuah bukti akan ada atau tidaknya cinta. Satu contoh saja ya, orang jawa selalu mengatakan mangan ora mangan ngumpul. Maksudnya, mereka sangat mencintai kebersamaan apapun kondisinya. Sedangkan, kalau dibarat sana ternyata kalau kita mencintai anggota keluarga kita tapi tidak mampu untuk mengurusnya maka kita harus merelakannya untuk diurus oleh yang mampu merawatnya. Beda kan? Lalu yang mana dari kedua contoh tersebut yang merupakan tindakan cinta yang berlebihan? Jadi, jangan berusaha mengukur kadar cinta seseorang. We're not angels, we're human.

Kalau bicara agama, karena saya muslim, jadi yang saya tahu mengenai cerita cinta ya, Siti Hajar istri Nabi Ibrahim. Ketika sudah dari perjalanan jauh dan kehabisan air minum untuk anaknya, Ismail, Siti Hajar dengan doanya tanpa arah(an) berlari dari satu bukit ke bukit yang lain bolak balik untuk mencari air. Bagaimana seorang istri Nabi, doanya saja belum cukup dan harus berjuang tanpa putus asa dari Safa ke Marwah, adalah salah satu contoh cerita cinta yang patut diteladani. Kalau sekarang orang denger Safa Marwah ingetnya kan sama cerita sinetron yang ga abis-abis, entah sekarang ceritanya udah selesai apa belum. (: P)       

Yang menarik juga adalah bahwa cinta dapat membawa kita ke perasaan sedih dan gembira bahkan hanya dengan membacanya atau menontonnya. Ketika kemudian ada kisah kasih tak sampai yang membuat sedih, kita menyalahkan cinta tersebut sampai titik darah penghabisan. Bahkan menghakimi bahwa kesedihan tersebut adalah perbuatan yang salah, padahal, yang namanya gembira atau senang lebih banyak setannya. Ya kan?

Ditambah lagi, menyalahkan perasaan cinta tersebut padahal cinta adalah bagian dari manusia yang ga bisa dipisahkan dan diingkari. Biarkanlah saja secara wajar, karena kalau memang benar acuannya adalah agama, saya rasa adalah fitrah manusia untuk bisa membedakan antara hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia bahkan untuk masalah cinta. Karena Allah SWT adalah zat yang berbeda dan mempunyai 99 sifat yang Maha- yang tidak dimiliki oleh manusia, setiap orang yang beriman pasti merasakan perbedaan ini dan menghasilkan cinta yang berbeda pula, tidak akan mudah untuk sebrang menyebrang. Tingkatkan saja keimanannya dan bukan menghakimi perasaan cinta yang sudah merupakan fitrah. Adanya pengingkar fitrah manusia inilah yang kemudian membesar-besarkan masalah yang sebenarnya tidak berdasar sampai pada akhirnya ketika cinta itu datang dan tidak bisa dipungkiri lagi.

Tapi herannya, cerita cinta yang sedih-sedih malah semakin menjamur akhir-akhir ini dan seakan jadi trend (generasi EMO semakin banyak?). Mungkin mereka memang cukup membaca dan menontonnya saja, ga usah merasakannya dan biarkan realitas menggigit mereka nantinya, sama aja toh hasilnya, bahkan jauh lebih buruk.

 
Keep looking UP ^^^ as always.

Jumat, 27 Mei 2011

Film Animasi Bukan Cuma Untuk Anak

Pada film animasi, ga ada yang terlalu artificial untuk menjadi lebih hidup. Gambar-gambar 2D dan 3D yang identikal dan berurutan membentuk ilusi akan sesuatu yang nyata dan hidup padahal tidak. Ilusi tersebut kemudian yang membawa kita sedih dan gembira sesuai kehendak sang sutradara. Makanya, film-film animasi digemari bukan hanya oleh anak kecil saja tapi juga orang dewasa. Baik itu yang dari Jepang seperti Naruto atau dari Hollywood seperti Despicable Me. Mulai dari animasi serial sampai animasi layar lebar.

Permainan ilusi melihat apa yang kita lihat dan mendengar apa yang kita dengar sebenarnya merupakan hasil akhir dari sebuah industri yang serius, penuh dengan kreativitas dan deadline. Ketika kita melihat Mickey Mouse berdiri di sebuah podium menggunakan topi dan mengayunkan tongkat ajaibnya, sebenarnya ada orang-orang sungguhan yang bekerja siang dan malam untuk membuatnya menjadi demikian. Mereka adalah orang-orang dibelakang layar, sebuah industri animasi dimana mereka sangat tergantung pada popularitas karakter yang mereka bangun untuk menyenangkan kalian. Oleh karenanya, semua image dan alur cerita dibuat dengan tidak sembarangan, pengisian suara pun harus sesuai script yang ditentukan karena kalau tidak synchron akan ketahuan bohongnya nanti. Bahkan suara sebuah karakter harus sesuai dengan stereotype karakter yang direpresentasikan. Akan jelek dilihat para pemirsa ketika cerita mengenai seorang putri disuarakan oleh seorang laki-laki bersuara parau. Bahkan setiap nama-nama, baik karakter utama atau karakter yang mengelilinginya secara khusus dipilih sehingga dapat benar-benar merepresentasikan keinginan sang sutradara.

Tidak heran kalau industri yang serius ini juga terkadang membicarakan hal yang serius pula. Seperti misalnya Avatar atau Naruto. Film serial ini selain berisi petualangan menarik juga mengetengahkan pemikiran-pemikiran dan filosofi yang cukup berat bahkan berbahaya kalau untuk diterima seorang anak kecil. Ada hal seperti karma (bahwa sesuatu yang buruk yang terjadi pada seseorang adalah akibat dan hasil dari perbuatan orang tersebut), meditasi, chakra, aura dan hal spiritualisme lainnya yang merupakan ajaran alternatif diluar ajaran agama Islam dan Kristen. Mungkin hal inilah yang menyebabkan animasi sekarang banyak ditonton oleh orang dewasa, karena mempersembahkan kompleksitas pemikiran-pemikiran dan bahkan pembangkitan spiritualisme yang biasanya dibatasi dan dikungkung oleh ajaran agama. Tanpa ajaran agama dunia memang tidak berbatas, seperti juga ketidakberbatasan artifisial dalam animasi.

Kalau mau contoh lain dari animasi yang ga sesuai untuk anak, coba deh tonton animasi shinchan berikut ini, dari judulnya aja harusnya kita sudah mulai berpikir apakah animasi ini cocok untuk anak-anak. Kita kan ga mau kalau anak-anak tiba-tiba menyalahgunakan kekuasaan dan menyebabkan kerugian dikemudian hari, apalagi kalau sudah sampai memilih ideologi...bisa-bisa kekiri-kirian dan kekanan-kananan dan senggol-senggolan dan jadi politikus taman kanak-kanak gawat juga. Politik abusing power dan opresif ga seharusnya diajarkan ke anak kecil (ada loh ortu yang melihat kalau hal ini perlu diajarkan dengan membiarkan bahkan menyuruh anak-anak mereka meneror dan bertingkah jail kepada yang lain supaya mereka punya insting mencari kekuasaan). Sebagai anak-anak mereka sendirilah nantinya yang akan jadi korban atas mirage berupa kekuasaan yang sebenarnya tidak atau belum mereka punyai. Mereka pun terpaksa menghadapi konsekuensi yang dihasilkan dari  penyalahgunaan kekuasaan dan sikap opresif tersebut atau bahkan memaksa dirinya untuk mendapatkan kekuasaan yang tidak dimilikinya yang akan menempatkan dirinya dan orang lain dalam bahaya. Coba lihat wajah anak-anak ini ketika terompet berbunyi...mengerikan...

   

Kate Miller-Heidke "Are You Ready?" from Jeremy on Vimeo.



Karena menyinggung masalah Nazi, sekalian aja gue mau ngomongin sedikit off the topic. Bukan tidak mungkin sejarah pembantaian manusia dapat terulang, hanya saja mungkin motif, pelaku dan korbannya berbeda sama sekali. Makanya, penting untuk tidak memberikan kesempatan dalam menimpakan suatu kesalahan atau mengidentikkan sesuatu secara buta yang bersinggungan dengan SARA apalagi membiarkan sesuatu yang opresif. Ketika yang opresif mendapat lampu hijau, yaitu ketika yang akan dijadikan korban secara pandangan umum ditempatkan sebagai pelaku kejahatan dan si korban menerima hal tersebut karena simbiosis yang terjadi dengan latar belakang SARA tersebut dianggap masih menguntungkan, maka ketika si opresif ini cukup kuat untuk mengambil tindakan, si opresif dapat saja melakukan apa saja yang dikehendakinya dengan menyetir kepentingan umum. Bahkan salah satu cara yang dilakukan Nazi dalam melancarkan agendanya adalah dengan menggunakan media untuk mass distraction sehingga masa menjadi emosional dan gampang tersulut. Seperti shock therapy yang mengakibatkan masa menjadi short minded dan kehilangan objektivitasnya. (Bayangkan saja kalau hal ini dilakukan ketika ajaran agama tidak ada). Di zaman Nazi dulu, orang Yahudi sebenarnya sudah kuat secara finansial dan merekalah yang memutar roda perekonomian. Tapi uang bukanlah kekuasaan, lagipula, ada hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Dan nampaknya orang Yahudi di masa tersebut terlambat untuk menyadarinya dan harus menghadapi kekejaman tentara SS yang mengelabui mereka untuk bersih-bersih didalam ruangan m,andi yang sebenarnya adalah ruangan gas mematikan. (Topik ini juga membuat gue ingin tahu lebih banyak mengenai PKI dan wikipedia jadi sumber awal yang cukup lengkap mengenai partai yang sudah dinyatakan terlarang ini).

Jadi, jangan anggap enteng perilaku opresif pada anak-anak, baik ketika mereka menjadi pelaku ataupun korbannya. Sejarah membuktikan bahwa baik pelaku ataupun korbannya pada akhirnya akan menuai konsekuensi berat atas perilaku opresif tersebut.

Balik ke industri animasi, pada akhirnya, industri besar tersebut ternyata bisa menyedot banyak perhatian dan mengeruk keuntungan yang besar, seperti Disney misalnya. Mickey Mouse pun sampai punya fans club sendiri, bahkan punya playground yang mendunia. Seiring perkembangan teknologi, imajinasi sutradara dalam menciptakan cerita apapun dan karakter apapun yang makin hidup juga semakin menjadi kenyataan. Apakah kemudian yang artificial akan menggantikan yang asli? Kita tunggu saja, to infinity and beyond...

Selasa, 10 Mei 2011

Pinky Piggy Nose!

Ketika salah satu syarat hidup adalah mengemis dengan hal ini:

{harusnya ada gambarnya tapi gue ga nemu gambar yang pas buat menggambarkan pelaku suap-suapan} 

untuk mendapatkan ini:


atau yang ini:

atau mungkin juga yang ini:


Lalu, bagaimana nanti kalau jadi seperti ini:



Ini benar-benar pinky piggy Nos..se..no...se...Nose!

Terkadang orang menghalalkan segala cara untuk survive, dengan imbalan tertentu mau melakukan apapun permintaannya. Jadi mirip kanibal atau zombie. Hidup seperti tidak ada hari esok. Untuk yang doyan disuapin dan dicekokin, nyanyi bareng-bareng ya "tangan ke sampink...tangan diatas...tangan kedepan...cuci tangannya..."   Kualitas hidup juga dilihat dari masa depannya, dan pastinya ga melulu cuma berisi uang dan identitas yang bisa masuk kedompet dan dibawa kemana-mana. Tapi memang, selama masyarakatnya bisa dibutakan dengan hal yang terlihat bagus, uang yang banyak dan identitas yang meyakinkan, akan banyak orang yang rela melakukan apa saja. Akhirnya, semua jadi saksi betapa bobroknya sistem ketika semua diterabas hanya untuk terlihat...bagus. Ini solusi jin iprit.

Hanya mengingatkan bahwa ada hal-hal yang lebih besar daripada hidup itu sendiri. Hal-hal yang patut kita perjuangkan. 

Selasa, 03 Mei 2011

Yang Harus Diketahui Konsumen Mengenai Iklan

You got something that you want me to sell
Sell your sin. Just cash in.
You got something that you want me to tell
You'll love me. Wait and see.
Jewel - Intuition



TV sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan keseharian di peradaban yang modern sekarang ini. Apalagi, TV sekarang sudah bisa dibawa kemana-mana dan bentuknya bukan sebuah kotak yang besar dan berat lagi. Makanya, apa yang ditampilkan oleh TV sangat berdampak bagi masyarakat secara umum. Termasuk juga iklan.

Sesuatu yang dipajang adalah sesuatu yang mungkin akan dijual. Oleh karenanya, menurut saya, cara yang paling sederhana dalam beriklan adalah dengan memajangnya. Beriklan yang lebih kompleks kemudian menggunakan sarana seperti media dan riset pemasaran. Mempersiapkan sesuatu untuk dikonsumsi khalayak ramai memang tidaklah mudah, harus kreatif, inovatif dan...manipulatif. Perencanaan dan rancangan dibuat khusus untuk menarik sebanyak-banyaknya perhatian dan tentu saja supaya mudah diingat. Pengkondisian dilakukan berdasarkan rancangan tersebut. Tapi, jangan lupa kalau iklan mempunyai target sasaran, yaitu anda sebagai konsumen dan juga masyarakat luas. Oleh karenanya, anda adalah target dari riset yang mereka lakukan dan target dari bujukan persuasif yang dihasilkan kemudian.

Ketika sesuatu ditawarkan atau ditampilkan, pernahkah anda berpikir kalau sebenarnya anda sedang ditawarkan sebuah konsep? Ya, sebuah konsep dimana konsep tersebut akan bermain dengan persepsi anda sebagai targetnya dan mengharapkan reaksi tertentu dari anda? Sudah barang tentu sesuatu yang ditawarkan, walaupun awalnya tidak menarik perhatian, tapi karena sudah dibungkus oleh apapun yang diketahui akan menarik untuk diperhatikan, maka akan menjadi perhatian juga. Inilah hasil dari riset yang dilakukan, yang bertujuan agar konsumen dapat dipengaruhi persepsinya atau bahkan dirubah persepsinya menjadi seperti yang diinginkan.

Pernah dengar iklan How Low Can You Go? Secara umum, being low bukan kualitas yang diinginkan, sehingga tidak mempunyai daya tarik dan tidak diperhatikan. Tapi setelah melihat iklan tersebut bukankah persepsi kita sudah dirubah? Sekelompok orang tertentu melihat kondisi being low sebagai magnet untuk mereka dan menjadikannya bahan perhatian yang baru. Pada akhirnya, pengikutnya pun bertambah dan menaikkan pangsa mereka.

Terkadang, iklan bahkan bersinggungan dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat dan seakan menguji batasan nilai yang dimiliki. Dengan kreativitas, mengetengahkan sesuatu yang baru supaya nilai tersebut diterima oleh masyarakat. Atau bisa juga mengagungkan suatu nilai untuk mengurangi nilai yang lain yang kurang diinginkan. Misalnya saja, iklan makanan cepat saji yang berusaha mengubah nilai yang ada di masyarakat sehingga anak-anak lebih baik mendapatkan makanan yang menyenangkan (Happy) daripada yang sehat (Healthy). Mengajari untuk mengutamakan mainan dulu baru kemudian makanan?          

Beberapa iklan bahkan menghendaki masyarakat menjadi irrasional, tidak mempedulikan konteks, tujuan dan latar belakang sesuatu hal. Longgar dan tersesat. Setidaknya, mereka tidak mempertanyakan sesuatu hal tersebut. Seperti, mengapa diskon besar-besaran dilakukan tengah malam pada waktu jam tidur dan harus pula berdesak-desakan. Selama ada tulisan 80% off dicetak besar dan bertinta merah, nothing else matter.
 
Ada banyak metode pendekatan yang dilakukan oleh bagian pemasaran dalam beriklan. Mulai dari menggunakan emosional atau perasaan, tantangan dan petualangan, cita rasa, penalaran, sampai atraksi fisikal yang memikat. Sedangkan untuk mempengaruhi (memprovokasi) indera dapat digunakan warna atau theme dan slogan tertentu baik tersamar atau tidak. Konsumen tentu tidak mau dibingungkan ketika themenya adalah keceriaan tapi kok yang dipakai baju-baju hitam. Salah satu contoh iklan yang memprovokasi indera secara tersamar adalah menggunakan sebutan atau nama yang sering didengar, misalnya seperti Mario dan Maria pada iklan cat, agar konsumen teringat akan produk tersebut setiap mendengar nama atau sebutan tersebut.
   
Lalu, bagaimana dengan cara mendikte yang cukup mencolok. Salah satu cara sederhana seperti mengulang iklan pendek berkali-kali dalam satu slot, terkadang bisa sangat menjengkelkan. Gue heran apakah bukan merupakan pelanggaran terhadap kebebasan ketika sebuah alat kreativitas dapat didikte seperti ini. Seperti menggunakan kata magik, dan memanggil jin di botol untuk melakukan semua kreativitas selebihnya yang diperlukan.

Iklan juga menggunakan pendekatan berganda seperti emosional dan penalaran. Coba lihat contoh iklan dibawah ini:



Pertama, emosi atau perasaan kita dibuka dan dimainkan dengan mempersembahkan sebuah cerita, ada perpisahan, hubungan sepihak (yang cukup dipaksakan), dan penderitaan (diluar dan dibiarkan hujan). Lalu kemudian penalaran digunakan untuk menutup paksa emosi dan perasaan tersebut, bahwa cukup gila kalau lampu dikasihani. Hasilnya? Iklan yang berkesan.

Pesan-pesan subliminal juga terkadang dipakai dalam iklan. Hanya dengan tingkat kesadaran yang tinggi dan sensitifitas, kita dapat mengetahui yang tersirat dalam sebuah iklan. Apakah disengaja atau tidak, indera bawah sadar kita dapat terpengaruh oleh hal tersebut, terutama yang berbau negatif. Tinggal kemauan kita untuk membawanya ke alam kesadaran supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, atau, pindah channel ketika ada anak kecil disekitar kita karena mereka belum cukup dewasa untuk menolaknya secara sadar. Contoh subliminal gue rasa banyak juga di dalam negeri, salah satunya iklan makanan ringan wafer coklat untuk anak-anak yang kalau kita dengarkan nyanyiannya cukup menyeramkan. Lebih jauh mengenai subliminal message dapat dilihat disini.

Lalu, sampai seberapa jauh produsen bisa mendikte dan mempengaruhi target konsumennya lewat iklan? Semuanya tergantung target konsumennya, karena mereka yang memegang batasan nilai-nilai umum dan khusus yang dimiliki, sampai dimana mereka merasa batasan tersebut dilanggar. Kalau kemudian diketahui dapat membahayakan, harusnya tidak diikuti, bagaimanapun yang kemudian berperan adalah masyarakat yang ditargetkan, bukan bagian pemasaran yang memanipulasi iklan. Tidak mungkin mengharapkan peringatan atau pengajaran dari objek yang menjadi tontonan. Begitu pula sebaliknya. Karena, seharusnya sudah kita pelajari nilai-nilai umum tersebut di bangku sekolah dan lingkungan, dan nilai-nilai khusus di lingkungan rumah.

Makanya, hanya iklan rokok saja yang memberikan peringatan kesehatan, yang lainnya...terserah anda.

I'm just a simple girl
In a high tech digital world
I really try to understand
All the powers that rule this land
They say Miss J's big butt is boss
Kate Moss can't find a job
In a world of post modern fad
What was good now is bad

 Jewel - Intuition!


Jewel lyrics are property and copyright of their owners.
"Intuition" lyrics provided for educational purposes and personal use only.

Minggu, 01 Mei 2011

MayDay! Let's Learn English!

Di jaman dimana informasi mengalir sangat cepat dan dinamis, penguasaan bahasa asing sangat dibutuhkan. Adanya banyak cara untuk mendapatkan informasi bukan berarti miskomunikasi tidak dapat terjadi, malah dapat menyebabkan efek multiplier dari miskomunikasi tersebut. Bahasa inggris adalah bahasa yang paling banyak dipergunakan di dunia, oleh karenanya pemahaman bahasa inggris sangat penting supaya terhindar dari kesalahpahaman. Penggunaan alat-alat translasi bahasa seperti Google translate juga tidak dapat mengurangi kesalahpahaman yang terjadi apabila keterampilan bahasa inggris kita lemah. Akibat terburuk dari kurangnya pemahaman bahasa asing adalah terisolasi yang pada akhirnya menimbulkan hal yang tidak dikehendaki. Dengan bahasa inggris, kita memperkaya sumber informasi yang kita bisa dapatkan sehingga dapat mengambil keputusan dengan benar.

Contoh lucunya bisa ditonton disini, ini orang kok malah ribut mengenai apa yang dipikirin orang lain...padahal situasinya sudah gawat:



No not thinking...don't mind what I'm thinking...we are sinking!
Heh, terkadang orang benar-benar tidak melihat situasi dan kondisi. Gue rasa nih orang aslinya pemandu acara radio tengah malam yang isinya romantika dan roman picisan!

Sebagai tambahan, belajar literatur berbahasa inggris juga dapat melatih pemahaman berbahasa Inggris. Sekalian juga menambah pemahaman kita mengenai kebudayaan asing. Berikut beberapa literatur dan kursus gratis yang tersedia di Internet:


  • Sparksnotes : Sparksnotes menyediakan contoh analisa literatur selain literaturnya sendiri. Bahkan tersedia video untuk membantu pemahaman literatur tersebut. Memang, menonton cerita sebelum menganalisanya membuat prosesnya menjadi lebih mudah. Saya menonton animasi Dante's Inferno, baru kemudian membaca ceritanya. Walaupun ada perbedaan cerita tapi tetap saja membantu.
  • Bibliomania : Bibliomania menyediakan berbagai macam literatur dan cukup lengkap. Sama seperti Sparksnotes ada contoh analisa dan kesimpulannya.
  • U Moodle: English OpenCourse Ware : Walaupun kursus yang disediakan tidak up-to-date tapi terdapat petunjuk dan latihan yang dapat diikuti dalam mempelajari literatur. Kursus gratis yang diadakan oleh Universitas Utah ini cukup membantu dan tidak perlu registrasi untuk mengikutinya.


Info ini saya berikan terutama untuk yang mau test SAT dan GRE, biar nilai verbalnya ga seperti gue, jeblok. :)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites Gmail More