My Facebook

not shown

Arti Sebuah Cerita

Pernah dengarkan cerita-cerita hikayat rakyat yang berbentuk legenda dan mitos? Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa punya banyak sekali cerita hikayat, soalnya masing-masing daerah punya cerita sendiri-sendiri.

Arsitek Mimpi

Tahun 2009 gue pulang ke rumah orang tua gue untuk beristirahat, sekalian menyembuhkan keadaan gue setelah cukup lama keluar masuk rumah sakit.

Resep Masakan dan Kue

Kumpulan resep-resep favorit gue yang sudah dimodifikasi dan diracik dari dapur sendiri, bisa dilihat di halaman Hobi. Silahkan mencoba!

Mengenai Penyesatan

Ada banyak sekali aliran keyakinan dan sekte di dunia, dan beberapa diantaranya yang menggemparkan dunia dibahas di blog ini. Tulisan terdiri dari tiga bagian, bagian pertama dan kedua membahas aliran sesat yang berujung maut. Tulisan ketiga membahas aliran yang dianggap sesat dan sedang berkembang dewasa ini.

Ada Yang Sama?

Terkadang kita menemukan dua hal yang persis sama pada suatu kesempatan, baik itu nama, wajah, tanggal lahir dll. Akhir-akhir ini gue menemukan beberapa hal yang kebetulan menyamai diri gue yang gue bahas disini.

Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Juli 2014

Selamat Berlebaran

Selamat Hari Raya Idul Fitri

1435 Hijriyah

Mohon Maaf Lahir dan Batin


Sabtu, 08 September 2012

Milih-milih...Milih yang mana ya?

Setelah habis milih-milih baju yang mana yang akan digunakan untuk berlebaran, apa memakai baju yang lama atau baju yang baru, kemudian milih mau jalan-jalan kemana di akhir minggu lebaran...akhirnya tiba saatnya milih hal yang lebih berat lagi...milih pemimpin untuk kota Jakarta!

Milih pemimpin memang tugas yang berat, kalau salah milih, bukannya rakyat yang selangkah lebih maju, malah dapet langkah seribu berlari meninggalkan segudang masalah. Pemilih adalah para individual yang sudah dewasa, dimana pengetahuan, nilai dan persepsi akan permasalahan yang ada sudah terbentuk melalui sebuah proses panjang, sehingga semua hal tersebut sudah melekat erat dalam pemikirannya yang dapat dipakai dalam mengambil keputusan. Pemilih diharapkan bukan orang yang mudah diperintah dan didoktrin seperti anak kecil, dimana yang benar dan yang salah hanya berdasarkan perkataan saja, dan mudah mempercayai impian-impian idealis yang disampaikan. Seorang pemilih yang dewasa akan menyikapi dengan bijak, sekat-sekat, perbedaan dan permasalahan yang ada, dengan tidak mengacuhkannya dan tidak melibasnya dengan sebuah langkah tidak membumi yang penuh idealisme, simbolisasi dan impian seakan-akan perbedaan dan sekat-sekat tersebut tidak ada dan tidak pernah ada didalam kehidupan bermasyarakat. Sekat-sekat, perbedaan dan permasalahan harus digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dengan menyikapinya dengan sikap tenggang rasa, kepedulian dan menghormati antar sesama manusia agar ketentraman dalam bermasyarakat dapat terjaga. Isu SARA yang dihembuskan (hembusan terlalu halus sebenarnya, karena isu SARA ini dipakai untuk menggempur habis-habisan persepsi masyarakat Jakarta) di masa pemilihan gubernur Jakarta ini, seakan-akan mengkriminalkan sebuah pemikiran akan sisi Jakarta dimana justru kaum yang dianggap mayoritas dan penduduk aslinya masih sering  termaginalkan dan masih timpang dalam hal ekonomi dan pendidikan. Kaum yang dianggap mayoritas ini kepentingannya masih dianggap belum tercukupi, sehingga diharapkan dengan mengangkat pemimpin yang berasal dari mereka, maka gap dan ketimpangan yang terjadi dapat diminimalkan (dan meminimalkan gesekan yang masih sangat rawan terjadi). Sementara itu, untuk kaum yang dianggap minoritas, sejak jaman reformasi sudah cukup banyak sebenarnya hal yang dilakukan untuk menghormati kepentingan kaum minoritas, jangan sampai hal tersebut dirusak dengan langkah grasak-grusuk yang secara picik mengangkat isu SARA.

Lagipula, sebagai pemilih, ada banyak faktor yang menjadi alasan untuk memilih figur tertentu yang tidak bertumpu hanya pada rasio saja. Walaupun kita bisa menggunakan rasio untuk menyelesaikan problem hidup, tapi tetap saja rasio tersebut harus dibatasi dengan nilai-nilai yang kita miliki. Sehingga, faktor keyakinan, agama dan nilai-nilai yang kita pegang selama ini seharusnya juga dapat berpengaruh dalam memilih siapa pemimpin Jakarta nantinya. Kerusuhan di Sampang bisa dikatakan tindakan berdasarkan isu SARA, tetapi, pemilih yang menggunakan nilai dan keyakinannya ga bisa diplintir dan disalahkan dengan menggunakan isu SARA. Pemilih adalah seorang individu dewasa, dan mereka berhak memilih berdasarkan keyakinan dan nilai-nilai yang mereka miliki karena hal tersebut adalah hal yang legal. Mereka toh tidak melakukan tindakan lain (baik tersembunyi maupun terang-terangan) yang bisa merusak pilkada seperti menghasut, intimidasi, teror dan lainnya. Di negara paman Sam aja, faktor agama sering menjadi bahan perdebatan dalam pemilihan pemimpin mereka (mereka mendebatkan masalah agama gereja mormon yang dimiliki salah satu kandidatnya). Dan, mereka tidak melihat hal tersebut sebagai masalah SARA, melainkan kesiapan warganya menerima figur dari agama gereja mormon tersebut yang merupakan minoritas, karena, walaupun Amerika cukup liberal kalau dilihat dari kacamata orang kita, tapi mereka tetap melihat agama sebagai faktor yang kritikal dalam pemilu mereka dan merupakan bagian dari pandangan kritis mereka, akan nilai-nilai yang mereka miliki. Nah, jika kesiapannya yang dilihat, maka, apakah warga Jakarta sudah siap dipimpin oleh figur yang berasal dari kalangan minoritas? Jawabannya tentu harus secara real tergambarkan dari apa yang ada di lapangan dan bukannya melulu hasil survey. Hasil survey tidak menjawab hal real seperti: apa warga Jakarta yang mayoritas bisa menjamin dan menjaga keamanan warganya yang minoritas akibat dari gesekan yang mungkin timbul akibat pemilihan ini sehingga warga minoritas tidak perlu lagi sibuk menjaga lingkungannya dengan mendirikan portal-portal dan pagar-pagar yang tinggi di kota Jakarta? (Survey menggunakan sampling dan gue bukan fans dari teknik-teknik statistik seperti sampling apabila hal yang disampling terlalu crucial dan kompleks. Sampling dilakukan untuk menentukan tindakan yang tepat bagi keseluruhan populasi. Karena targetnya adalah keseluruhan populasi maka sampling harus acak, jumlahnya cukup dan bisa merepresentasikan populasi. Individu atau sekelompok orang dipilih untuk menjadi objek atau sasaran experiment atas hal yang akan berpengaruh terhadap populasi yang ditargetkan. Sampling adalah "cara cepat dan mudah" untuk mendapatkan kesimpulan atas gambaran keseluruhan populasi, sehingga dapat dilakukan tindakan yang tepat bagi populasi tersebut.)  

Gue cuma berharap masyarakat Jakarta tidak bisa dikerdilkan dan dengan mudahnya dibodohi dengan diberikan hanya "isu SARA" karena dua pilihan yang ada untuk masyarakat Jakarta, masing-masing ada alasan tersendiri untuk memilihnya. Ga bisa kalau dikatakan kita memilih si anu berarti masalah SARA sudah tidak ada di Jakarta, atau kita memilih si anu berarti kita pro terhadap sikap yang SARA. Kita menghargai masing-masing individu dengan tidak melakukan tindakan terhadap orang lain berdasarkan SARA tanpa dasar dan peraturan yang jelas. Kita juga tidak bisa ikut campur mempengaruhi kebebasan seorang individu dalam menggunakan haknya, baik dengan intimidasi berupa perkataan maupun perbuatan karena hal tersebut adalah bentuk teror. Teror berisu SARA yang terjadi belakangan ini memang tidak berhubungan dengan pilkada DKI, tapi timingnya sangat tepat untuk mempengaruhi keputusan warga Jakarta dengan persepsi yang bisa merugikan dan membelah kedua kubu sehingga tercipta suasana yang tidak sehat dan tidak produktif. Di satu kubu isu SARA mendeskriditkan agama dan menyudutkan kubu tertentu, sementara di kubu yang lain bisa saja merasa sedang diteror.

Off the topic: gue mau bicara sekali lagi soal teror. Kriminalitas yang terjadi di lingkungan masyarakat biasanya berupa pengambilan hak seseorang secara paksa yang berwujud fisik atau materi yang dilakukan perorangan atau berkelompok, sehingga, persepsi yang fisik dan materi ini dapat jelas tertangkap oleh masyarakat dan masyarakat paham benar bentuk-bentuk kriminalitas ini. Pencurian, pemerasan, penyuapan, pengrusakan sampai kriminalitas berat seperti korupsi dan pembunuhan sudah cukup dipahami bentuk-bentuknya oleh masyarakat beserta hukumnya. Teror adalah tindak kriminal yang masih belum jelas dasar hukumnya apalagi yang bersifat individual dan perseorangan karena bukti yang dihasilkan sangat minim. Bukti yang minim tersebut karena teror menyerang (usaha untuk merusak, mengambil, mengubah dengan paksaan) fitrah seseorang yang tidak mempunyai wujud fisik seperti jati diri, pemikiran, psikologi (emosi dan perasaan), nilai, perilaku dan keyakinan. Teror bisa dibedakan dengan kriminalitas biasa karena adanya pengulangan (tindakan yang berulang-ulang) kepada satu target. Teror yang melibatkan masyarakat luas (dimana masyarakat luas sebagai pelakunya atau targetnya) biasanya sudah terorganisir dengan baik dan para pelaku biasanya hanya menjalani perintah atau mengikuti orang lain. Teror memang tidak bertujuan mengambil materi atau uang dari korbannya, bahkan pelaku teror biasanya malah harus mengeluarkan dana untuk aksinya, walaupun demikian, akar masalah atau penyebab dari tindak kejahatan teror mungkin karena masalah ekonomi juga, yang dibungkus rapi dengan tujuan-tujuan yang mulya dan baik. Makanya, sumber dana dan bagaimana para pelaku mendapatkan dana dan fasilitasnya adalah hal yang penting dalam mengusut tindakan terorisme ini. Menurut pendapat gue pribadi, pelaku teror adalah orang-orang yang tidak puas atas hasil ciptaan Tuhan atau kuasa Tuhan, sehingga mengambil jalan pintas untuk mengubah psikologis, nilai dan keyakinan orang lain dengan cara-cara paksaan. Cara-cara paksaan maksudnya dihadapkan langsung, face to face, dengan sikap dari keyakinan mereka tapi dengan konsekuensi targetnya tidak bisa mengelak atau melawan karena ketidakjelasan tindakan dan serangan yang dilakukan (teror mungkin membuat kita bertanya dan meragukan orang lain, ini kawan atau lawan?). Teror merancukan pemikiran kita akan siapa the real enemy is karena tendensi dan persepsi kita sudah dirusak oleh teror tersebut. Kita selalu dibuat mengira-ngira apa sebenarnya tujuan (yang tidak jelas atau tersembunyi) dari tindakan teror tersebut. Ok, back to topic.

Hal yang lebih penting sebenarnya daripada mengangkat isu SARA ini, adalah bagaimana program dan kesiapan dari masing-masing kandidat dalam memimpin Jakarta kedepannya. Apakah Jakarta akan dirubah dengan menggunakan jalan pintas dengan memanfaatkan fasilitas dari pihak lain sehingga dapat membebani Jakarta dan independensinya di masa mendatang? Apakah Jakarta akan dirubah secara drastis sehingga Jakarta bisa jadi kehilangan akar budayanya dengan kehilangan cagar budayanya? Bagaimana sikap para kandidat terhadap para pemilihnya, yaitu warga Jakarta sebagai stakeholder dalam pembangunan kota Jakarta, apa akan disingkirkan dan diasingkan begitu saja (secara damai atau paksaan tetap saja namanya disingkirkan) atau diajak berperan serta? Ingat kalau Jakarta, walau menyandang status sebagai ibukota RI yang representatif terhadap keberagaman RI secara keseluruhan, tetapi Jakarta harus tetap sebagai Jakarta yang mempunyai kekhasan tersendiri. (Salah satu kandidat memang khas banget betawinya, tapi kandidat lainnya mengusung kekhasan yang mengingatkan gue pada video klip lagu "The Lazy Song"-nya Bruno Mars).             

Kalau dilihat dari incumbent atau bukan, pastinya masing-masing bisa punya argumennya sendiri. Yang incumbent memang ga sempurna, tapi, masih banyaknya pendukung yang mempercayai dan berharap akan kepemimpinanya membuktikan dia memang layak sebagai pemimpin. Sementara itu, yang bukan incumbent dapat memberikan harapan dan impian yang baru dari yang sudah didapatkan warga Jakarta selama ini.

Yang juga sangat penting adalah, bagaimana seorang pemimpin harusnya bisa bekerja secara independen, tanpa dibayang-bayangi tekanan, intimidasi atau ancaman dari kubu-kubu yang membawa kepentingan kelompok atau perorangan. Kalau kondisi tersebut tidak tercapai, maka percuma saja kita bicara dan berdiskusi panjang lebar mengenai maslahat bangsa, karena kebijakan yang diambil tidak akan atau tidak bisa berpihak pada rakyat. Ketika seorang pemimpin berkata "saya mendapat tekanan" atau "saya terus diganggu bisikan-bisikan" atau "ada yang terus mengikuti saya", maka hal tersebut jangan dianggap sebagai paranoia dari pemimpin tersebut, melainkan ancaman serius dalam kehidupan bernegara. Seorang pemimpin adalah orang yang bisa dimintai pertanggung jawabannya akan kebijakannya memimpin rakyat, sementara rakyat harus mau dipimpin dan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pemimpin tersebut dalam menjalankan kewajibannya. Apa iya rakyat dapat dibebankan tanggung jawab penuh ketika pada kenyataannya, rakyat bisa lari kocar-kacir, tapi pemimpin tidak mungkin melakukan hal tersebut (hal ini seharusnya menjadi pertimbangan akan bentuk demokrasi yang kita inginkan). Nah, kalau rakyat dan pemimpinnya kemudian yang selalu kemasukan pengaruh dan unsur asing, bagaimana sebuah wilayah dapat tetap menjadi tempat berlindung dan memberi lingkungan yang kondusif? Aturan dan hukum memang dapat melindungi warga negaranya, tapi ancaman dari luar adalah persoalan lain, persoalan wilayah. Seperti sebuah keluarga dimana terdapat suami, istri dan anak. Apabila suaminya terus menerus memberi peluang akan kebebasan dan kemandirian kepada anggota keluarga lainnya, sehingga, istrinya selalu membayang-bayangi kepemimpinan suaminya dengan kekuasaan dan pengaruh dari luar yang dimilikinya, atau anak terus menerus memakai peluang kebebasan yang dimilikinya untuk membawa masuk pengaruh dan unsur dari luar, apa jadinya keluarga tersebut?  

Akhir kata, disini gue tambahkan artikel dalam bahasa inggris yang memperlihatkan kesuksesan dan kegagalan beberapa kota besar di dunia:

Chicago: http://www.time.com/time/nation/article/0,8599,1193833,00.html
Stockton, California: http://www.cbsnews.com/8301-201_162-57461273/stockton-calif-to-become-largest-city-to-declare-bankruptcy/
Moscow: http://www.askmen.com/top_10/travel/top-10-public-transit-systems_2.html
Tokyo: http://www.askmen.com/top_10/travel/top-10-public-transit-systems_1.html


Sabtu, 18 Agustus 2012

Kamis, 19 Juli 2012

Ga Kerasa Sudah Bulan Puasa Lagi...

Makanya, untuk pembaca yang muslim gue mau mengucapkan:




<img src="SalingBermaaf_maafan.jpg" height="14" width="33" style="cool">  

Sabtu, 31 Desember 2011

Selamat Tahun Baru 2012

Selamat tinggal tahun 2011...selamat datang tahun 2012. Here's a gift from me for all of u:



Holiday Calendar


It's a new year, and it's sunday... have a great weekend!

Kamis, 15 September 2011

Makna Terakhir

 once is happenstance. twice is coincidence. the third time it's enemy action. Unknown

Kegembiraan perayaan Idul Fitri kemarin agak sedikit terusik ketika salah satu sanak famili ibu gue meninggal dunia. Sepupu dari ibu gue sebenarnya yang memang sudah lama terbaring di RS, tapi kita datang melayat. Kejadian tersebut mengingatkan gue kalau semasa SMA dulu gue pernah mengalami kejadian yang serupa, hanya saja waktu itu gue sedang merayakan malam tahun baru 1995. Tengah malam gue ditelpon sama temen gue yang mengabarkan berita duka. Salah seorang teman sekelas meninggal dunia dalam usia yang masih terlalu muda. Sebuah kecelakaan didanau telah merenggut teman gue yang terkenal baik dan pendiam itu, seorang anak laki-laki berinisial MI yang duduk dua bangku dibelakang gue dan belum sempat gue kenal lebih jauh selain dari apa yang dikatakan orang (karena sama-sama pendiam gue ga pernah terlibat komunikasi sama dia, tapi hanya dengan melihat wajahnya yang peaceful gue tahu dia orang yang baik dan ramah). Jelas saja hal tersebut adalah berita yang sangat mengagetkan karena setahu gue dia sedang melakukan acara tafakur alam yang diadakan organisasi keagamaan yang dia ikuti. Gue ga tauk bagaimana kejadiannya sampai bisa merenggut nyawa seseorang, wallahualam, semua menganggap hal tersebut adalah kecelakaan murni dan harus ikhlas melepas kepergian teman saya itu. Hanya saja, dia masih terlalu muda. Memang bukan cuma sekali saya mendengar seseorang meninggal dalam usia muda karena kecelakaan, hampir tiga tahun setelahnya, tahun 97, saya juga mendengar anak kost yang baru pindah seminggu ke tempat kost gue, adiknya meninggal dalam kecelakaan motor. (Saya baru sadar kalau teman sekelas gue dan teman kost tersebut punya akhiran nama yang sama, "nu" tapi cuma kebetulan nampaknya).  

Musibah yang beruntun menimpa bumi kita ini juga seakan menyadarkan kita bahwa waktu kita terbatas. Ketika terjadi gempa bumi di Aceh yang menyebabkan tsunami dan menewaskan sebagian penduduk Aceh, saya berkunjung ke RS untuk menjenguk sepupu jauh saya yang menderita kanker. Dia masih duduk di bangku kuliah, baru beberapa semester dia jalani dan harus pasrah dengan vonis kanker yang dideritanya. Saya ingat kita cukup terpana melihat kejadian di Aceh tersebut melalui kotak kecil di sebuah kamar RS. Melihat banyaknya korban, baik anak kecil maupun dewasa, menyadarkan kita bahwa ajal bisa menjemput kapan saja, bahkan ketika dalam keadaan sehat sekalipun. Yang sakitpun belum tentu akan mati, masih ada perjuangan untuk mendapatkan kesembuhan. Walaupun untuk sepupu perempuan gue tersebut, perjuangannya harus berakhir selang beberapa tahun kemudian.

Ya, ajal memang bisa menjemput kapan saja, sebuah makna yang terlihat murni. Tapi, kematian adalah juga sebuah kejadian yang merupakan konsekuensi dari kejadian berantai sebelumnya, baik itu secara langsung ataupun tidak langsung. Makanya ketika terjadi sebuah tindakan kriminal yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, seorang penyidik akan melacak kejadian-kejadian yang terjadi sebelum perkiraan waktu kematian dari si korban. Karena, dari kejadian-kejadian tersebut terdapat petunjuk mengenai penyebab, motif dan mungkin pelaku kejahatan. Ketidakmampuan mengidentifikasi motif akan menghasilkan tuntutan yang salah, gagal mengidentifikasi pelaku kejahatan, kejahatan dapat berulang. Yang kayak begini ga bisa dibebankan ke korban untuk mengambil hikmah sebuah kejadian. Apalagi bawa-bawa ilmu karma segala. (gue kirim komen mengenai karma disalah satu halaman situs ini). Apalagi kalau pelaku yang diminta pertanggung jawaban ternyata salah tangkap dan mengangap masalah selesai, semakin runyam saja nanti permasalahannya. Ada alasan kenapa aturan perlu ditegakkan, salah satunya karena yang terlihat baik belum tentu benar. Positif thinking mungkin bagus untuk kesehatan, tapi bukan untuk kemaslahatan.         

Tapi kalau masalah menyerempet ajal, pengalaman pribadi adalah pengalaman yang paling berharga. Gue udah pernah cerita ketika tahun 2004 gue hampir menjadi korban teror bom kedubes Australia, dan kemudian yang terakhir ini, pertengahan tahun 2008, ketika gue terkena infeksi di kelenjar getah bening gue dan sempat drop beberapa kali karena darah gue sudah keracunan. Beberapa kali keluar masuk RS juga memperlihatkan ke gue banyak pasien sekamar yang keadaannya lebih parah dari gue atau memang sudah menjadi frequent visitor ke RS. Satu yang gue inget adalah seorang ibu muda yang sebenarnya tampak sehat, tapi tidak bisa beranjak dari tempat tidur karena sesuatu menyerang tulang punggung bagian belakangnya, nampaknya dia sudah dalam hitungan bulan di RS. Dia salah satu karyawan perusahaan penerbit nasional yang terkenal. Tapi dia masih bisa bersyukur biaya RS bisa ditanggung perusahaan, soalnya kalau tidak, kebayang mahalnya biaya RS sekarang, belum lagi dia mempunyai anak yang masih kecil.

Sebenarnya kematian dapat terjadi karena natural atau unnatural cause. Ada garis tersamar yang membatasi antara natural dan unnatural cause tersebut. Perlu ketajaman berpikir untuk melihat garis tersebut dan menentukan apa yang menjadi penyebab dan apakah perlu dilakukan suatu tindakan. Tindakan atas sebuah permasalahan yang menyangkut nasib seseorang atau orang banyak, tentu tidak bisa dilakukan sembarangan dan oleh sembarang orang. Hanya orang-orang yang mempunyai otoritas atau pemegang amanah yang dapat melakukan tindakan tersebut. Tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh orang-orang suruhan dengan alasan mendapat izin dari otoritas atau pengemban amanah (atau lebih buruk, dengan kongkalingkong dibawah tangan) dan dengan sebuah pembenaran atas rasionalisasi yang sudah ditanamkan di benak mereka. Kenapa? Coba bayangkan kalau orang-orang yang posisinya lemah diberikan power yang berlebih dan cuma berbekal rasionalisasi.  Alasan yang sederhana sebenarnya, tindakan mereka tidak bisa dipertanggung jawabkan, amanah tidak bisa dipindah-tangankan. This is when the corrupt mind goes along the way. Padahal, mereka seharusnya bisa (dan mampu) mengurai masalah dan menjadi alarm atas adanya permasalahan dan bukan menjadi bagian atas masalah tersebut kalau memang mereka tidak ingin diam. Diam tapi berada di jalan yang benar mungkin jauh lebih baik daripada aksi mengatasnamakan kebaikan. Rasio terkadang menyesatkan, yang salah bisa menjadi hal yang baik.

Ketika terjadi bencana alam tanah longsor misalnya, banyak dari kita menyalahkan hal tersebut pada curah hujan yang tinggi. Ada lagi yang menyalahkan penduduk sekitar (yang menjadi korban) yang ternyata selesai berpesta pora sehingga mendatangkan bencana. Akibat perkataan yang "baik" tersebut masalah tidak pernah selesai, karena tindakan apriori dilakukan dengan persepsi yang salah. Ditambah lagi kalau masalah tersebut kemudian ditempelin oleh orang-orang yang bisa melancarkan fitnahan atau memperkuat fitnahan tersebut. Orang-orang yang tidak berkepentingan selain kepentingannya sendiri. Percayalah, mereka tidak akan capek-capek mengecek aturan yang seharusnya berlaku (apalagi masalahnya), just bump and go.

Bencana pun akhirnya terus berulang, bahkan berpotensi menjadi bencana yang lebih besar lagi. Disini mulai terlihat dampak aksi yang dilakukan. Untuk sebuah kepentingan, manusia dengan gampangnya dimanipulasi dan dimanfaatkan untuk menjadi bagian dari masalah. Pada akhirnya hal tersebut akan merugikan manusia-manusianya sendiri yang sudah diuntungkan, karena adanya pengabaian akar masalah berbuntut panjang. Setelah ditilik, ternyata akar masalah dari tanah longsor tersebut adalah adanya penebangan liar yang menyebabkan gundulnya hutan di bukit-bukit yang mengelilingi pemukiman penduduk. Ketika penduduk yang bersangkutan tidak diberi tahu akan aksi apa yang telah dilakukan di balik hutan rimba tersebut, karena, para penggundul hutan tersebut berhasil membungkam masalah dengan berbagai macam alasan, penduduk tersebut akan menjadi outsider dari masalah yang terjadi. Pure innocence victims create a perfect crime. Banyak nyawa tak berdosa pun melayang akibatnya, tapi masih saja mereka meminta korban. Demi keamanan katanya. Lalu, siapa yang akan menghukum kejahatan? Mungkin saja oleh orang yang menginginkan kejahatan ini dilakukan.

Lalu, kenapa kematian menjadi momok yang menakutkan padahal tidak ada manusia yang dapat menghindarinya. Terkadang orang bahkan mencari resep mujarab atau mantra ajaib untuk dapat hidup lama. Meyakini reinkarnasi atau kelahiran kembali setelah kematian.

Bahkan menginginkankan dunia baru, sebuah utopia yang penuh kedamaian padahal mungkin kita tidak ada didalamnya (mungkin malah menuju Rest in Peace atau RIP). Berikan saja hi-five ke dimensi kelima dan bye  ke dunia kita kalau kita selalu berharap lebih. L;ima, pintar sekali, angka yang tinggi untuk sebuah dimensi baru. Sesuatu yang terdengar indah dan fancy juga belum tentu mengarahkan ke hal yang lebih baik, sesuatu yang baru memang sangat menarik.
Coba saja baca artikel ini, mungkin saja kita bisa jadi muda terus dengan cara yang disebutkan di artikel ini. Heran ada yang mengkomentari penemuan tersebut dengan "astute idea"....hiiy syeram.. .

Tapi tetap saja, ada orang yang bersusah payah mewujudkan keinginan untuk bunuh diri sampai memanjat tiang sutet segala. Gue rasa orang-orang yang ingin bunuh diri adalah orang yang mudah menyerah pada keadaan, hal yang sama dengan orang yang "mampu" melihat tindakan bunuh diri sebagai sebuah pilihan (walaupun bukan untuk dirinya sendiri). Bunuh diri adalah juga sebuah ide, sama seperti reinkarnasi, immortality dan hal lainnya yang menyangkut pembangkangan terhadap takdir manusia. Ide-ide tersebut memang dapat mempengaruhi jalan pemikiran seseorang, tapi tetap saja, ide adalah bukan solusi. Ketika orang berfikir bahwa penanaman ide adalah sebuah solusi, mereka cenderung tidak melihat kondisi nyata yang terjadi dilapangan atau bahkan perbuatan apa yang sebenarnya telah mereka lakukan. Terbawa terus oleh ide-ide yang berkembang tidak terkendali. Makanya terkadang kita melihat bagaimana sekelompok orang yang terlibat dalam sebuah aliran sesat dapat melakukan bunuh diri masal. Mulai dari menggalang dana, penyesatan dan menjaga kerahasiaannya, melakukan ritual-ritual tidak berdasar sampai meminta pengorbanan alias tumbal dimana setelah semua ritual dijalankan bunuh d;iri masal pun dilakukan. Mereka tidak melihat perbuatannya adalah hal yang salah alias tidak sesuai dengan ajaran agama mereka, keyakinan mereka tinggi sekali akan ide-ide yang mereka miliki. Kira-kira apa ya makna kehidupan bagi mereka yang sudah membengkokkan takdir, apakah mereka sadar bahwa karena ide-ide yang membuka kemungkinan seluas-luasnya tersebutlah yang membuat mereka sekarat? (Off the record, ide yang paling ridiculous yang pernah gue denger yaitu pengalaman seseorang dapat dibuat dan ditanamkan, seperti pohon yang berada di sebuah observatorium...seperti banyaknya permainan yang dapat dinaiki pada sebuah taman bermain...OMG! Pengalaman seseorang adalah juga menyangkut takdir seseorang, apakah wajar mereka bereksperimen dengan arahan dan pergerakan yang tidak jelas sumbernya bahkan tidak ada atau bertentangan dengan ajaran-Nya? Apa mereka merasa takdir seseorang belum cukup "sempurna" sehingga harus campur tangan?).

Ya, mengerikan bukan kalau kehidupan seseorang dibuat artifisial. Setiap perbuatan dan perkataan yang dilakukan kepada seseorang tersebut dikendalikan untuk tujuan yang lebih baik dan dengan alasan yang masuk akal. Untuk mendapat kesempurnaan dari makna kehidupan. Walaupun berasal dari sesuatu yang artifisial, tapi yang pentingkan hasilnya. Benarkah? Seperti menggunakan hujan buatan yang memang ditujukan untuk hal yang lebih baik, tapi sebenarnya kita sudah mengganggu keseimbangan alam. Hujan di tempat yang diinginkan, tapi tidak hujan di tempat lainnya. Titipan Tuhan bukan untuk dititipkan kepada pengendali lain yang akhirnya membuat orang hilang kendali, bahkan atas nasibnya sendiri. Tapi itulah yang dilakukan manusia yang takut jika tidak mempunyai kepastian atas kehidupannya. Belum lagi sistem karma yang dianut oleh orang-orang ini sehingga mereka berhak mengadili orang diluar ketentuan yang berlaku. Mungkin mereka harus mempertimbangkan ilmu mereka yang belum cukup dan kenyataan kalau "niat" adalah hal yang sangat sulit diukur karena memang hanya Tuhan yang tauk (menimbang atau mengukur tingkat spiritualisme seseorang, bagaimana caranya?). Tapi, ibaratnya taman bermain dengan lampu-lampunya yang menarik, banyak sekali para pengunjung yang dengan senang hati mencicipi pengalaman artifisial tersebut.     

Terkadang perjuangan menjadi bagian dari kehidupan baik kita inginkan atau tidak, dan terkadang perjuangan tersebut dapat merenggut nyawa. Masih ingatkan waktu reformasi dulu ketika beberapa nyawa para demonstran melayang, padahal ada beberapa dari pendemo yang tidak terlalu serius dalam berdemo juga merasakan timah panas. Atau, masih ingatkan kejadian beberapa tahun lalu di Iran ketika kita melihat seorang perempuan muda merenggang nyawa dijalanan ketika sedang terjadi demo, namanya Nada. Ya, perjuangan memang mengandung resiko dan kita sudah harus menyadarinya sebelum berbuat sesuatu dalam sebuah pencapaian. Sebenarnya, kehidupan adalah juga sebuah perjuangan yang tergantung dari nilai-nilai yang dimiliki seorang individu. Perjuangan yang berlandaskan agama pastilah harus didasarkan atas nilai dan ajaran yang terdapat di dalam agama tersebut. Perjuangan yang berlandaskan kebangsaan harus didasarkan atas nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila dan UUD. Kalau gagal mengerti apa nilai-nilai yang diperjuangkannya, atau hanya melihatnya setengah-setengah, perjuangan tersebut akan seperti pepesan kosong, ga ada manfaat yang dapat diberikan, atau kalau memang bisa dicari-cari manfaatnya, maka ruginya pasti lebih banyak. Kalau sudah merugi begini, pasti solusinya tambal sulam karena manusia takut untuk menghadapi konsekuensi kerugian yang akan diderita. Padahal, solusi tambal sulam akan membuat kerugian yang jauh lebih besar lagi, seperti menciptakan lubang hitam yang akan menarik semua orang kedalam lubang tersebut.  The show goes on, awalnya sebuah titik hitam, terus berkembang menjadi lubang hitam. Lalu, dimana letak perjuangannya untuk mereka yang membutuhkan lubang hitam ini dan menjadi tawanan kalah perang?    

Tapi, entah kenapa mati dalam usia muda semakin menjadi trend akhir-akhir ini dan banyak yang meninggal secara mendadak, baik karena penyebab yang natural maupun yang tidak natural. Pertanda apakah gerangan? Kalau mau pakai logika dan pengalaman di negara maju, maka semakin maju peradaban, rata-rata usia kematian seharusnya semakin panjang, benarkah?

Pada akhirnya, setiap orang pasti akan mati. Walaupun demikian, setiap orang mungkin berbeda-beda memaknai hari terakhirnya didunia ini. Hal tersebut tergantung sikap mereka terhadap arti kehidupan yang mereka jalani semasa hidup. Untuk yang senang memprediksikan takdir dan kehidupan, ada banyak situs web di Internet seperti Death Date bermunculan akhir-akhir ini yang bisa menghitung tanggal kematian. Tinggal isi form dan tekan tombol... muncullah tanggal kematian kita. Tapi perlu gue ingatkan, meyakini prediksi ini adalah salah satu bentuk menyekutukan Tuhan atau syirik yang merupakan salah satu dosa besar.

So lastly, what's the point of Life?

The Last Dinosaurs

Senin, 29 Agustus 2011

Senin, 11 Juli 2011

Arsitek Mimpi

...simple little idea that will change everything, that her world wasn't real. That the death is the only escape. Inception (2010)

Tahun 2009 gue pulang ke rumah orang tua gue untuk beristirahat, sekalian menyembuhkan keadaan gue setelah cukup lama keluar masuk rumah sakit. Hampir setahun gue terkena infeksi kelenjar getah bening, beberapa kelenjar getah bening ditubuh gue membengkak, alirannya tersumbat dan terkadang membuat respon imunitas gue menjadi terlalu aktif. Setelah cukup sehat, gue menyempatkan diri untuk pulang kampung. Walaupun masih berada didaerah perkotaan, tapi tetap saja bukan Jakarta, bukan sebuah kota metropolitan yang bisa menguras energi hanya dengan berada ditengah hiruk pikuknya saja. Bahkan ketika pertama kali datang masih ada suara tokek, jangkrik dan bunyi-bunyian malam lainnya.

Mungkin karena irama malam yang lebih asri itulah mimpi menjadi lebih berbeda. Pernah suatu malam gue bermimpi dengan gambaran-gambaran yang terlalu rumit untuk kapasitas subconscious otak gue. Bahkan ketika gue explore lebih jauh, mimpinya berhasil memberikan detail yang akurat. Mungkin tidak seperti yang kita lihat di film Inception karena gue yakin hal yang canggih tersebut merupakan buatan komputer. Tapi, setidaknya lebih detail dari biasanya.

Biasanya mimpi terdiri dari gambar-gambar yang tidak jelas, bahkan cenderung tidak masuk akal. Kita tidak memiliki kesadaran yang cukup didalam tidur untuk menggambarkan detail seperti yang mungkin dilakukan ketika dalam keadaan sadar. Kesadaran adalah hal yang jarang ditemukan didalam tidur walaupun bukan tidak mungkin kita tersadar dalam tidur. Hipnotis misalnya, selalu dilakukan dengan membuat si korban tertidur, tapi tetap ada kesadaran alam bawah sadar walaupun tidak bisa berpikir lebih jauh untuk mencegah hal-hal yang buruk.

Pernah gue tersadar kalau gue berada di alam mimpi yang sepertinya bukan hasil rekaan subconscious gue, dan ternyata gue cukup sadar untuk menolak mimpi tersebut. Ketika gue memaksa bangun dari mimpi tersebut dan ternyata berhasil, gue tidak senantiasa terbangun dari tidur. Gue berada dalam keadaan tersadar tapi tidak mengetahui dialam mana gue berada. Bukan perasaan yang enak karena lebih mirip helpless dan tersesat. Butuh kekuatan luar biasa untuk kemudian dapat berhasil bangun dari tidur. Mungkin inilah yang di film Niception dikatakan berada dalam kondisi Limbo, makanya adanya sedatif bisa memperparah keadaan Limbo tersebut. Kita bisa tersesat dalam pikiran kita tanpa bisa terbangun.

Loh, kalau gitu kenapa mimpinya saja tidak diteruskan daripada memaksa bangun? Masalahnya, terkadang mimpi bisa dipakai untuk memprogram kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak kita, seperti hipnotis. Bedanya, kalau hipnotis kita melakukan sesuatu tersebut secara tidak sadar, sedangkan kalau lewat mimpi, bisa saja mimpi-mimpi tersebut menjadi pikiran kolektif kita yang akan mempengaruhi segala keputusan yang kita ambil. Hasilnya jelas lebih buruk karena akan menjadi tindakan yang sah, tindakan yang diambil dengan sebuah kesadaran. Nightmare yang menjadi nyata.

Manusia memang paling vulnerable ketika dalam keadaan tertidur. Hipnotis, sirep, dan mungkin banyak ilmu lainnya yang saya tidak tahu, menggunakan tidur sebagai alatnya. Cara berpikir kita mungkin juga menentukan keampuhan ilmu-ilmu tersebut. Semakin tinggi tingkat kesadaran kita, semakin sulit ilmu-ilmu tersebut melakukan penetrasi walaupun memang terkadang sudah tidak dapat dihindari lagi. Terutama jangan perlakukan ibadah sebagai alat meditasi, karena akan menciptakan keringanan dan kekosongan pemikiran. Pedulikan tafsir dan maknanya, serta hindarkan maksud lain dalam menjalankan ibadah, seperti misalnya keampuhannya untuk menyembuhkan penyakit atau supaya mudah berhadapan dengan orang lain.

Adanya gangguan dalam kehidupan juga membuat kita lebih vulnerable dan lebih mudah goyah karena energi kita terkuras untuk mengatasi gangguan tersebut. Pertentangan, pertikaian, permusuhan dan lainnya membuat pemikiran kita mudah menyerah terhadap ilmu-ilmu seperti sihir dan sirep. Apalagi ketika pemikiran kita mengenal keadaan damai sebagai keadaan yang ideal, sebuah mimpi yang harus dikejar dan didapat. Yang kemudian membuat kita menghindar dari substansi masalah dan memilih cara yang tercepat.

Makanya, jangan terjun ke alam mimpi...entar ada yang ngomong gini lagi: "bisa, bisa aja lu ngomong, mimpi kali lu!"

Langit malam nan pekat pun bisa terlihat putih
Setelah tiga bintang jatuh menjadi tiga titik dilangit...
Sebuah pertanda kelanjutan rencana untuk sebuah malam
Good night and nice dream!


Rabu, 22 Juni 2011

TKW Kita Yang Selalu Didera Masalah

Kasihan sekali TKW kita selalu menjadi korban tanpa ada yang bisa bangkit untuk menolong mereka. Sulit mungkin kalau mengharapkan TKW kita bisa bangkit dari keterpurukannya ketika masalah yang di hadapi sebenarnya sistemik. Mereka menjadi TKW juga sebenarnya karena ingin mendapat pekerjaan yang layak. Ya, pekerjaan yang layak dan perlakuan yang layak. Mereka terancam tidak bisa mencari nafkah kalau tidak pergi ke luar negeri. Andaikan saja orang-orang di negeri ini sadar kalau ancaman terhadap seseorang adalah sebuah peringatan atau alarm untuk yang lain, dan bukan sebagai buah bibir. Peringatan kalau ada masalah yang tidak seharusnya ditutup-tutupi, masalah tersebut harus dihadapi dan dicari akar permasalahannya. Karena kalau peringatan tersebut tidak dihiraukan, lama-kelamaan masalah tersebut akan mengenai yang lain dan berkembang tidak terkendali. Sekarang Ruyati, lalu selanjutnya siapa?

Tapi tidak, solusi singkatpun diambil dan korbanpun berjatuhan. Tapi tetap saja pemerintah kita bersandiwara seakan-akan problemnya akan selesai dengan mudah. Yah seperti biasa, terlupakan oleh waktu dan diambil hikmahnya. Sekarang gue mau tanya, apakah sandiwara yang seperti Ruyati yang diinginkan oleh Allah SWT? Hanya sandiwara yang bisa menutupi ketidaksempurnaan dengan sempurna. Sandiwara yang dipaksakan oleh para pencari kesempurnaan hidup.

Sudah banyak nyawa melayang karena hal ini, kalau memang ingin bangkit dari keterpurukan, bukankah sandiwaranya harus diakhiri dan mengambil kendali atas masalah?

Jumat, 22 April 2011

Welcome Mr. Bieber!

Remaja sekarang punya banyak pilihan untuk memilih idola mereka, dari dalam negeri maupun luar negeri. Ketika idola mereka mau konser, aksi mereka pun bermacam-macam, apalagi kalau yang manggung datang dari jauh seperti Justin Bieber yang lagi tenar-tenarnya. Harga tiket yang mahal pun tidak mengurungkan niat mereka, yang penting bisa ngeliat langsung performance Justin di panggung. Itupun kalau ga jatuh pingsan karena histeris!



See the Dream?

Tapi, denger-denger Justin Bieber sebenarnya seorang laki-laki tua berumur 51 tahun dan punya catatan kriminal. Ini beritanya. Jadi benarkah Justin seorang pedophilia dan misogynist, kalau benar, sungguh ironis buat para penggemarnya yang kebanyakan perempuan!

Anyway, welcome Mr. Bieber!    

Sabtu, 16 April 2011

Bom lagi?

Ada bom lagi, kali ini di dilakukan di tempat dan waktu yang tidak semestinya, di mesjid pada saat shalat Jum'at. Targetnya ga tangung-tanggung, kepolisian. Banyak korban yang terluka, dan ketika saya lihat video amatirnya, banyak yang histeris. Saya merasa prihatin sekali karena ada dua simbol penting yang diserang. Mesjid sebagai tempat ibadah yang suci dan kepolisian yang bertugas menjaga keamanan masyarakat. Oleh karenanya, bom ini merupakan awal malapetaka yang memerlukan perhatian serius. Dan untuk para pelakunya, kapan orang-orang ini sadar apa maksud dan tujuan pemboman atas nama Islam yang mereka lakukan.

Tapi selain itu, media juga sibuk menampilkan Briptu Norman dan hiruk-pikuk serta hura-huranya. Jadi, tidak ada yang perlu dipikirkan, segala sesuatu akan baik-baik saja.  Yang lalu biarlah berlalu. Maju terus Briptu!

Minggu, 10 April 2011

Kejadian-Kejadian Yang Gue Perlu Catat (Lanjutan)

Lanjut ya dengan catatan pinggir gue.

 5. Kerusuhan Mei 1998 dan Lengsernya Soeharto
Pada Mei 1998 gue lagi ga di Jakarta, gue tahunya dari TV ibu kost kalau sedang ada kerusuhan di Jakarta. Wah, seram sekali gedung-gedung dirusak, mobil dibakar, penjarahan dimana-mana, hal yang pertama gue lakukan ya ke wartel, menelepon ortu memastikan apakah di Jakarta baik-baik saja. Berhubung informasi waktu itu cuma dapat dari TV, ga terlalu banyak gue mengetahui apa yang  sebenarnya terjadi. Kalau kemudian ternyata banyak warga keturunan Tionghoa yang menjadi korban pembunuhan dan perkosaan, baru saya tahu setelah kejadian berakhir karena tidak ditampilkan di media. Mengerikan sekali, tanggal 13, 14 dan 15 Mei 1998 merupakan salah satu lembaran hitam yang tidak boleh terulang lagi. Baca selengkapnya disini.
Setelah kerusuhan Mei, gelombang demonstrasi semakin banyak yang menuntut Soeharto mundur dari jabatannya sebagai presiden RI. Tanggal 21 Mei 1998 akhirnya Soeharto lengser dan digantikan oleh BJ Habibie. Mulailah era reformasi. Sebenarnya saya tidak menyangka secepat itu Soeharto turun, apa mungkin karena demonstrasi yang terjadi secara besar-besaran atau desakan dari para pembantu terdekatnya? Saya tidak tahu, tapi kalau nanti reformasi gagal, kira-kira siapa yang akan lengser?   

 6. Serangan 9/11 WTC
Segera setelah serangan WTC, saya diberi tahu teman sekamar untuk menonton TV. Saya cukup kaget dengan yang saya lihat, gedung kembar WTC terbakar dan kemudian ada ulangan sebuah pesawat yang menghantam gedung tersebut. Amerika diserang, itu yang terpampang di TV dan kemudian berita mengenai Pentagon. Chicago punya gedung tinggi juga, Sears Tower, yang hampir sama tingginya dengan WTC, makanya pusat kota Chicago juga di evakuasi. Serangan dengan skala yang besar seperti ini pasti memakan banyak korban, dan bukan hanya itu, dampak yang ditimbulkan pasti akan panjang. Setelah hampir 10 tahun berselang, 9/11 masih menyimpan banyak misteri dan perang yang ditimbulkannya belum berakhir sampai sekarang.

 7. Gempa dan Tsunami Aceh
Terus terang, saya baru mengenal yang namanya kedahsyatan tsunami secara nyata ketika terjadi tsunami di Aceh. Gempa 9.1 SR yang diikuti dengan tsunami yang terjadi tanggal 26 Desember 2004 besar sekali dampaknya. Hampir seperempat juta orang meninggal yang tersebar di 14 negara. Saya rasa tsunami ini yang terbesar sepanjang sejarah.

 8. Gempa Yogyakarta 
Pada tanggal 27 Mei 2006 terjadi gempa berskala 6,2 SR di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Gempa tersebut memporak-porandakan bangunan di daerah Bantul, kota Yogyakarta terus sampai ke Klaten dan Solo.
Karena hanya berselang kurang dari dua tahun setelah gempa Aceh, gempa yang pusatnya ada di laut ini sempat membuat warga berlarian karena takut terkena tsunami. Karena orang tua saya tinggal di Yogya, maka setelah kejadian berselang sebulan, saya sempat kesana dan melihat kerusakan yang terjadi. Saya sempat bertemu dengan para pengungsi di Bantul dan saya lihat relawan-relawan asing maupun dalam negeri sangat sigap membantu para korban gempa tersebut. Walaupun masih banyak pengungsi yang hidup di tenda-tenda seadanya dan penuh sesak, tetapi mereka masih sangat sumringah, tidak tampak trauma atas kejadian yang menimpa mereka. Sekarang, sudah banyak rumah-rumah dibangun kembali dan keadaan sudah normal seperti sedia kala.  

 9. Gempa dan Tsunami Jepang
Tanggal 11 Maret 2011 akan selalu dikenang oleh warga Jepang sebagai hari dimana bencana terbesar dalam sejarah modern Jepang tercatat. Gempa 9.1 SR yang berpusat di laut bagian timur Jepang memicu gelombang tsunami setinggi 10 meter yang menyapu kota-kota pesisir timur Jepang. Segera setelah terjadi tsunami tersebut, berita-berita mengenai keganasan tsunami pun tersebar di dunia maya. Kejadian ini hanya berselang 6 tahun setelah tsunami Aceh. Jepang adalah negara dengan ekonomi ketiga terbesar di dunia, dimana industri elektronik dan mobil menjadi motor penggerak utama.
Sepertinya gempa terus menerus terjadi dan korban pun silih berganti, ada apa gerangan dengan bumi kita.

Jumat, 08 April 2011

Harga Sebuah Kenyamanan Hotel

Seorang teman singgah di kota kampung halaman saya. Berhubung saya punya kamar kosong, jadi saya tawarkan saja tinggal ditempat saya. Daripada tinggal di hotel, lagian juga sekalian silaturahmi. Tapi ternyata teman saya menolak, jadi, ya sudahlah.

Hotel memang nyaman untuk ditempati. Bayangkan saja, baru di pintu masuknya aja kita sudah disambut dengan senyuman dan sapaan selamat datang. Fasilitas komplit, keamanan terjaga dan servis memuaskan.

Hotel memang tempat yang cocok untuk menyenangkan hidup. Pagi-pagi sekali kita sudah disuguhi sama hot tea dan hot boiled egg. Mandi juga pakai air panas. Kolam renang dengan air hangat. "Pokoknya semua serba hot, el. Rutinitas Hotel X memang membuat kita seperti konsumen yang harus dipenuhi kebutuhan-kebutuhannya." kata teman saya.

Lalu bagaimana dengan tagihan yang harus dibayar, soalnya hotel dengan fasilitas berbintang biasanya sangat mahal. "Ya kalau masalah harga memang mahal, kemarin hampir ngabisin banyak." Ya, hotel memang sumber rezeki bagi orang tapi yang hot-hot ini ternyata biayanya sangat mahal, tapi bukan gue kan yang bayar, yang nangkring di hotel yang harus bayar. Kalau gue yang ngerti harga, pikir-pikir dulu kalau mau check in, menurut gue moneynya juga hot.

Rabu, 06 April 2011

Animasi untuk Olimpiade 2012 London

Setahun lagi waktunya untuk 2012 dan begitu juga Olimpiade yang diselenggarakan di London. Beberapa animasi untuk menyemarakkan acara spektakuler yang menjadi ajang  pertandingan antar bangsa ini pun bermunculan di Internet. Berikut animasi yang menampilkan Wenlock (W) dan Mandeville (M) maskot dari logam untuk Olimpiade London 2012:



"The Whole World Will Be There." Saya rasa itu tema Olimpiade yang sekarang. Animasi yang bagus, hanya saja kenapa maskotnya bermata satu yang kemudian  dapat menimbulkan konotasi negatif. Bahkan Nickelodeon (Sponge Bob) dan banyak anime Jepang menempatkan monster bermata satu sebagai tokoh antagonis. Beberapa agama pun menempatkan mahluk bermata satu sebagai dajjal atau antichrist. Mungkin hal tersebutlah yang membuat orang bertanya-tanya ada apa dibalik arti maskot tersebut.

Ada satu lagi animasi yang dikeluarkan oleh Kongres Olimpiade untuk menyemarakkan Olimpiade London yang akan datang. Tapi karena ga bisa di embed,  saya sediakan linknya saja, soalnya lumayan bagus sih animasinya. Coba lihat aja disini.

Lalu bagaimana dengan logonya Olimpiade London 2012 berikut ini:
Lambang berwarna pink dan yellow ini juga ternyata banyak yang protes karena selain terbaca 2012, bisa juga terbaca zion (dibaca dari kiri atas kebawah zi-on). Setidaknya sudah ada satu negara, Iran, yang mengancam hengkang dari Olimpiade 2012 tersebut. Ya, kalau dilihat memang ada "i" yang dipaksakan dengan menambah elemen kelima yaitu titik (berupa kotak) ditengah gambar. Elemen kelima tersebutlah yang menimbulkan kontroversi.

O, jadi karena titik ya...bener dong kata pepatah: akibat nila setitik rusak susu sebelanga. Gimana, masih tertarik untuk merayakannya?

Senin, 04 April 2011

Kejadian-Kejadian Yang Gue Perlu Catat (1)

Setelah bicara teror mungkin selanjutnya kita bicara kejadian besar yang terjadi yang masih gue bisa ingat dari gue lahir sampai sekarang. Anggap aja catatan kecil untuk dikenang, lagian sepertinya daftarnya akan tetap bertambah, jadi dimulai sekarang aja.

 1.  Kematian Arie Hanggara. 
Gue masih SD waktu kejadian meninggalnya Arie karena disiksa ibu tirinya. Kejadiannya di cikini, jadi lumayan dekat sama sekolah. Mungkin, karena masih kecil makanya horornya tuh ga ilang-ilang. Tapi itulah, kekerasan rumah tangga yang melibatkan anak dibawah umur memang kenyataannya sangat megerikan, apalagi sampai anak tersebut kehilangan nyawa. Bocah 8 tahun yang disiksa orangtuanya ini menghembuskan napas terakhir tanggal 8 November 1984.  

2. Runtuhnya Tembok Berlin
Tembok berlin memisahkan jerman barat dan jerman timur pada periode setelah perang dunia II. Demonstrasi besar-besaran terjadi pada September 1989, yang berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Dan akhirnya, pada tanggal 9 November 1989 jerman timur mengumumkan membuka perbatasannya yang kemudian disambut dengan tindakan para demonstran menyeberang ke jerman barat. Segera setelah perbatasan mulai dibuka, tembok yang sudah penuh dengan coretan-coretan tersebut mulai dibongkar sendiri oleh orang-orang yang ingin menyimpan sisa reruntuhan tembok sebagai souvenir. Jerman pun akhirnya mengalami reunifikasi. Baca selengkapnya disini

3. Jatuhnya Uni Soviet  
Setelah Glasnost dan Perestroika yang dimaksudkan untuk perubahan Uni Soviet kearah keterbukaan politik dan ekonomi, partai komunis mulai hilang kendali atas media yang biasanya menyokong kebijakan pemerintah. Kemudian negara-negara pakta warsawa pun mulai berjalan sendiri-sendiri. Seiring dengan revolusi yang melanda eropa timur dan kemorosotan ekonomi, pada tanggal 25 Desember 1991 pemerintahan Uni Soviet berakhir dan munculah negara federasi Rusia. Baca selengkapnya disini

4.  Kematian Lady Di 1997
Berita kematian Lady Di memang mengejutkan semua orang, termasuk gue. Gue ingat waktu itu gue masih anak kost dan baru mau masuk semester kelima. Kaget, tapi informasinya masih simpang siur, maklum tahun 1997, informasi belum selancar sekarang. Kecelakaan mobil hitam Mercedes Benz W140 S-Class pada terowongan Pont de l'Alma di Paris memang tidak langsung merenggut nyawa Lady Di karena sempat dibawa ke rumah sakit, walaupun kemudian nyawanya tidak tertolong. Setelah investigasi lanjutan diketahui bahwa Paul, supir yang membawa Diana dan Dodi kehilangan kendali pada kecepatan 95-110km/jam dan menabrak pilar. Pemakaman Lady Di melibatkan banyak orang dan selebritis, Elton John menyanyikan lagu Candle in the wind. Kontroversi kematian Di sampai sekarang masih dipeributkan karena kemungkinan adanya konspirasi yang melibatkan MI6 dan adanya mobil putih Fiat Uno yang tidak terlacak keberadannya. Ketika hidup Lady Di pun penuh kontroversi, dimana ada Di pasti ada yang mengikuti, dimana ada Di pasti ada yang membicarakan. Media pun sering sekali membicarakan Lady Di. Lady Di pun sering sekali ditempel sama paparatzi, yang kemudian malah menghantarkannya kepada kematian. Lady Di selama hidup adalah tumpuan rakyat Inggris dalam menjembatani kemurahan dan kebaikan hati mereka, lalu akankah ada keadilan mengingat kematian Di masih dipertanyakan? Hmmm, cerita yang tragis untuk seorang putri yang terkenal akan kebaikan hatinya. Baca selengkapnya disini.

Lady Di (1 Juli 1961 - 31 Agustus 1997)

Yes, gambarnya dari koleksi perangko gue! Siapa sangka kisah sang putri yang seperti di negeri dongeng berakhir dengan tragis. Sekarang kisah cinta bak dongeng tersebut melekat pada anaknya, Pangeran William, yang baru saja menikah dengan Kate Middleton. Setahu saya cincin safir biru Lady Di sekarang diturunkan ke Kate. Hmmm, gue juga sebenarnya punya cincin yang mirip kayak gitu, hadiah ulang tahun dari ortu tapi udah lama banget, tahun 96. Gue ga tahu kalau cincin tersebut mirip dengan cincin Lady Di, baru sekarang setelah heboh cincin pertunangannya Kate gue tahunya. Wah, ga jadi deh beli imitasi cincin yang lagi dihebohkan tersebut, soalnya udah punya sih!  



Bumble Bee is Coming!

BEE M W


Bumble bee is coming!!!! Office Killer!!! Pertanda apakah kalau ada kumbang tiba-tiba muncul. Kata orang sih harus teriak "pahit, pahit" biar ga disengat. Setelah teriak-teriak kok ga pergi-pergi juga, malahan nyarang. Hmmm, kumbang datang mencari bunga untuk dihisap madunya. Tapi kok malah kesasar ya.

Di masyarakat, kumbang seringkali diumpamakan sebagai seorang laki-laki, sedangkan bunga adalah perempuan. Sebuah metafora yang sering digunakan dalam puisi, syair dan lagu. Mungkin karena sifat alaminya sama kali ya, laki-laki sifatnya aktif dan perempuan bersifat pasif, begitu juga dengan kumbang dan bunga. Laki-laki sifatnya memburu dan perempuan adalah korbannya, begitu juga dengan kumbang dan bunga.
Jadi, kalau begitu perempuan adalah korban yang pasif? Sebagai perempuan saya akan berkata ya, pada kenyataannya begitu. Apakah untuk jaman sekarang sudah berubah atau harus diubah? Sedikit banyak mungkin sudah berubah, tapi saya rasa tidak mungkin melawan alam. Andaikan ada yang bilang "Oh, wanita sekarang sudah aktif dan harus aktif." Terus terang saya malah berpikir, aktif bagaimana, aktif untuk dijadikan korban? Bagaimanapun perempuan adalah makhluk yang lebih lemah dan harus dilindungi, menjadikannya aktif bukan berarti perempuan menjadi tidak rentan. Malah mungkin bisa lebih rentan karena lemah dan aktif bukan sifat yang mendukung. Lalu bagaimana dengan menjadikan perempuan tangguh? OK, tapi pikirkanlah, perempuan tangguh yang aktif bukankah terlalu muluk? Kira-kira generasi yang seperti apa yang akan dihasilkan oleh perempuan tangguh dan aktif dan complicated? Ada yang mau bereksperimen dengan hal ini?
Gue bukan kaum feminis, gue juga setuju perempuan menjadi seorang wanita karier dan bisa membantu keluarganya. Hanya saja tidak untuk membuat seorang perempuan menjadi wonder woman, karena sebagai wonder woman, tetap saja dia adalah korban karena harus kehilangan sifat kewanitaannya. Naruh perempuan di medan perang? "Beta kan mau keliatan tangguh," katanya. Nanti dulu, Wonder Woman aja bilang, masih ada Superman kali ya...


Lalu bagaimana dengan nasib kumbang yang tersesat? Bingung, ga bisa keluar, soalnya sekelilingnya tembok dan kaca. Si kumbang sedih soalnya ga bisa mencari bunga keluar. Bunga pun sedih si kumbang ga kunjung datang.
 
Bee dengan barcode dibadannya.

Minggu, 03 April 2011

Teror dalam Kehidupanku

2001
Dalam satu dekade ini kayaknya yang namanya teror sudah mewarnai kehidupan gue. Ketika tragedi 911, gue lagi ada di amrik, tepatnya di Chicago. Memang sih kejadiannya di New York dan Washington DC, tapi tetap aja suasana mencekam setelah tragedi tersebut masih ada di ingatan gue. Bagaimanapun 911 adalah kejadian yang mengubah sejarah dunia.
2002
Ketika gue pulang tahun 2002, kurang dari dua bulan setelah kembali ke tanah air, ada teror bom yang cukup besar pula di Bali. Teror tahun 2002 ini memakan korban meninggal sampai 202 orang karena tempat lokasi kejadian yaitu Paddy's Pub dan Sari Club nampaknya lagi penuh-penuhnya. Saya cuma nonton di TV tapi melihat rekamannya aja seperti de javu.
2003
Tahun 2003, kantor gue di kuningan lumayan dekat dengan lokasi bom berikutnya, Mega Kuningan. Waktu itu tanggal 5 Agustus pas jam makan siang, tapi, tidak seperti biasanya gue malas makan dan memilih untuk tetap dikantor. Ga tahu kenapa tumben banget gue ga turun keluar, jadinya pas bom terjadi gue ada didalam dan gue lihat kaca bergetar sambil diiringi suara dentuman keras. Awalnya gue kira itu adalah petir tapi teman sekantor melihat ada asap dari arah Mega Kuningan. Ternyata bom...lagi.
2004
Setahun berikutnya, 9 September 2004 gue datang ke kantor rencananya mau pergi lagi ke tempat klien. Gue sebenarnya sudah akan berangkat jam 9 pagi, tapi seorang teman minta ditungguin karena mau ke WC. Ga tahu kenapa lama banget ke WC, katanya sih karena WC-nya rusak jadi harus antri. (Hmmh kayak WC ga ada aja di setiap lantai.) Akhirnya, baru jam 10 lewat pergi ke kliennya, untung ga macet. Di jalan kami ga tahu kalau telah terjadi sesuatu, mobil yang kami pakai memang agak berisik, baru pas di tempat klien kami dengar kabar ada bom lagi. Hah, kantor kedubes Australia kan baru aja kita lewatin, jadi bomnya hanya berselang beberapa menit dong setelah kita lewat. "Don, kalau lu lamaan sedikit lagi di WC-nya, kita udah mati kali." Alhamdulillah kita bisa selamat.
2005
Tahun 2005 bom bali gue hanya nonton di TV bagaimana seorang backpacker melakukan bom bunuh diri di Jimbaran dan Kuta Bali. Tragedi mengerikan yang selalu berulang.
2009
Tanggal 17 Juli 2009, bom mengguncang Jakarta lagi. Kali ini gue lagi di rumah. Lagi dalam masa penyembuhan setelah pulang dari RS. Lokasi bom di JW Marriott Mega Kuningan dan Ritz-Carlton. Ada tujuh korban meninggal dan 50 lainnya luka-luka. Sebenarnya tahun 2007 gue ada tawaran kerjaan di sekitar lokasi kejadian, tapi gue tolak karena alasan pribadi. Yah untunglah tidak jadi, karena mungkin saja gue lewat lokasi tersebut pada pagi hari.

Teror bom memang selalu menciptakan trauma yang mendalam pada masyarakat, mudah-mudahan kepolisian dapat menuntaskan perkara bom ini sampai ke akarnya tanpa memfitnah kelompok tertentu secara berlebihan karena dalang sesungguhnya kemungkinan masih bebas berkeliaran di luar sana. Sebagai penutup, gue punya video iklan para keluarga korban 911 yang akan segera ditayangkan untuk mempertanyakan bagaimana gedung 7 dapat runtuh hanya karena terbakar:

Rabu, 23 Maret 2011

Cerita di Bulan April

April, bulan keempat dari suatu tahun, terkenal dengan April Mop-nya dimana orang ngerjain orang lain dengan maksud membuat lelucon (BT atau kurang kerjaan?). Entah apa sejarahnya, tapi berdasarkan riset gue sendiri (googling sejarah april mop) ternyata sejarahnya emang ga jelas bahkan ada kemungkinan memperingati sebuah tragedi di Spanyol. So, mendingan ga ikut-ikut deh ngerayain April mop dengan ngerjain orang habis-habisan. Lagian mop kan artinya nyapu/ngepel ngapain juga nunggu bulan april kalau mau nyapu/ngepel.

Nyasar ke april mop deh...padahal gue cuma mau cerita. Kejadiannya dibulan april tahun lalu ketika gue sadar kalau ada masalah yang harus dibicarakan, tapi gue ga bisa langsung bicara karena gue tahu benar orang-orang yang gue mau ajak bicara ga punya komitmen yang sama alias berseberangan dengan gue. Gue udah pernah mencoba bicara tapi nihil, nuduh sembarangan juga malah disangka orang gila nanti. Sebenarnya sih mungkin kalau mereka melihat masalah sebenarnya dan konsekuensi yang akan dihadapi ya pasti ga akan separah ini. Jadi ya gitu deh...ibaratnya akan terjadi tsunami, tapi alarmnya ternyata kecil banget (gampang di downplay) dan orang-orangnya sudah ngerasa terlindungi sama dinding tebal sehingga pada anteng semua.

Akhirnya, bulan april lalu secara ga sengaja gue memaparkan konsekuensinya, dan walah kacamata kudanya pada lepas. Lalu masalah selesai? Ga, soalnya manusia cenderung melakukan kesalahan yang sama secara berulang dan tidak pernah belajar dari kesalahan. April mop aja selalu berulang setiap tahun dan masih aja ada yang kena getahnya. Tapi, untunglah april mop tahun lalu sudah terlewatkan...dan cerita di bulan april? Ya, masih ada bulan april berikutnya.

Kamis, 17 Maret 2011

Mirip Pengemis

Di jalanan kemaren gue lewat perempatan yang memang sedang macet-macetnya. Didepan mobil gue, kebetulan ada perempuan bawa anak dan terduduk di pinggiran jalan. Karena kondisinya terlihat memperihatinkan gue yang lagi tersendat-sendat mobilnya, melengos sebentar dan terus ga tauk kenapa tangan gue yang lagi megang uang receh otomatis ngelempar uang receh tersebut. Eh, pas gue lihat kaca spion, gue lihat si ibu bengong dan ngeloyor pergi meninggalkan uang recehnya di jalanan.

Oy...ternyata gue salah menebak...mereka bukan pengemis jalanan yang suka gendong anak dipinggir jalan ... mungkin memang lagi break alias istirahat dijalanan. Maaf ya bu...soalnya lagi buru-buru...     

Bicara soal pengemis, ada banyak cara yang mereka lakukan agar lebih meyakinkan. Kalau benar sih ga apa-apa, kita wajib nolongin, tapi banyak juga yang nipu. Misalnya, bawa-bawa anak kecil salah satunya, pura-pura sakit, pura-pura buta, pura-pura menjadi orang tua (bisa ga ya?), dll deh. Tapi pasti ada alasan untuk mereka sampai melakukan hal ini. Dan menurut gue, alasan mereka mungkin sama dengan alasan yang kita gunakan sehari-hari dalam mengambil setiap keputusan untuk bertahan hidup.      

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites Gmail More