My Facebook

not shown

Arti Sebuah Cerita

Pernah dengarkan cerita-cerita hikayat rakyat yang berbentuk legenda dan mitos? Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa punya banyak sekali cerita hikayat, soalnya masing-masing daerah punya cerita sendiri-sendiri.

Arsitek Mimpi

Tahun 2009 gue pulang ke rumah orang tua gue untuk beristirahat, sekalian menyembuhkan keadaan gue setelah cukup lama keluar masuk rumah sakit.

Resep Masakan dan Kue

Kumpulan resep-resep favorit gue yang sudah dimodifikasi dan diracik dari dapur sendiri, bisa dilihat di halaman Hobi. Silahkan mencoba!

Mengenai Penyesatan

Ada banyak sekali aliran keyakinan dan sekte di dunia, dan beberapa diantaranya yang menggemparkan dunia dibahas di blog ini. Tulisan terdiri dari tiga bagian, bagian pertama dan kedua membahas aliran sesat yang berujung maut. Tulisan ketiga membahas aliran yang dianggap sesat dan sedang berkembang dewasa ini.

Ada Yang Sama?

Terkadang kita menemukan dua hal yang persis sama pada suatu kesempatan, baik itu nama, wajah, tanggal lahir dll. Akhir-akhir ini gue menemukan beberapa hal yang kebetulan menyamai diri gue yang gue bahas disini.

Tampilkan postingan dengan label Animasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Animasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2011

Latah

Jujur aja, gue sebenarnya termasuk orang yang suka latah, suka ngikutin apa yang gue lihat dan gue denger tanpa disengaja. Karena suka latah, makanya gue suka mengulang apapun yang terdeteksi sama indera gue. Salah satu karakter yang bisa membuat latah jadi lucu adalah Kapten Haddock, sahabat Tintin di Seri Petualangan Tintin. Kalau dari saduran Tintin jadul yang gue baca semasa SD (penerbitnya masih Indira), Kapten Haddock sering latah dan kalau sudah marah, penghuni lautan diabsen. Gue ga tauk apa saduran sekarang masih sama lucunya, tapi majalah komik yang dibuat oleh Herge adalah majalah komik favorit gue waktu masih kecil. Semua karakter di komik tersebut khas dan lucu mulai dari Prof Calculus sampai Bianca Castafiore. Karena tingkah kapten Haddock yang lucu dan latah, dia jadi pas banget untuk menyeimbangkan karakter Tintin yang serius dalam menangani kasus. Setahu saya Herge berwasiat untuk tidak melanjutkan Seri Petualangan Tintin setelah dia meninggal dunia, makanya Tintin berhenti cuma sampai beberapa buku. Yang terakhir masuk ke Indonesia Blue Lotus kalau ga salah, soalnya itu yang terakhir gue baca.

Lalu kenapa Hollywood jadi latah buat film The Adventures of Tintin? Ga tauk lah ya...tapi animasinya bagus kok, tengok aja trailernya:


Walaupun sudah baca buku seri Petualangan Tintin Rahasia kapal Nabi Nuh eh, Unicorn sampai habis, tapi pastinya nonton filmnya lebih asyik lagi. Apalagi animasinya 3D! Ditambah lagi, sutradaranya adalah Steven Spielberg. Jadi gimana, tertarik nonton film the Adventures of Tintin (and the gang!) Secret of the Uni corn? Coba bandingkan dengan tiga film animasi terakhir seperti Rio, Mars Needs Moms dan Cars 2, kayaknya the Adventures of Tintin memang sudah lebih canggih. Ok Captain H., hopefully he'll be funny in this movie, sayang ga ada Prof. Calculus dalam film ini karena pastinya lebih lucu lagi jadinya. H.. H... H.... Get the point why?    

Latah angka 11 juga kayaknya sedang hangat dibicarakan, sampai ada filmnya segala!

Jumat, 27 Mei 2011

Film Animasi Bukan Cuma Untuk Anak

Pada film animasi, ga ada yang terlalu artificial untuk menjadi lebih hidup. Gambar-gambar 2D dan 3D yang identikal dan berurutan membentuk ilusi akan sesuatu yang nyata dan hidup padahal tidak. Ilusi tersebut kemudian yang membawa kita sedih dan gembira sesuai kehendak sang sutradara. Makanya, film-film animasi digemari bukan hanya oleh anak kecil saja tapi juga orang dewasa. Baik itu yang dari Jepang seperti Naruto atau dari Hollywood seperti Despicable Me. Mulai dari animasi serial sampai animasi layar lebar.

Permainan ilusi melihat apa yang kita lihat dan mendengar apa yang kita dengar sebenarnya merupakan hasil akhir dari sebuah industri yang serius, penuh dengan kreativitas dan deadline. Ketika kita melihat Mickey Mouse berdiri di sebuah podium menggunakan topi dan mengayunkan tongkat ajaibnya, sebenarnya ada orang-orang sungguhan yang bekerja siang dan malam untuk membuatnya menjadi demikian. Mereka adalah orang-orang dibelakang layar, sebuah industri animasi dimana mereka sangat tergantung pada popularitas karakter yang mereka bangun untuk menyenangkan kalian. Oleh karenanya, semua image dan alur cerita dibuat dengan tidak sembarangan, pengisian suara pun harus sesuai script yang ditentukan karena kalau tidak synchron akan ketahuan bohongnya nanti. Bahkan suara sebuah karakter harus sesuai dengan stereotype karakter yang direpresentasikan. Akan jelek dilihat para pemirsa ketika cerita mengenai seorang putri disuarakan oleh seorang laki-laki bersuara parau. Bahkan setiap nama-nama, baik karakter utama atau karakter yang mengelilinginya secara khusus dipilih sehingga dapat benar-benar merepresentasikan keinginan sang sutradara.

Tidak heran kalau industri yang serius ini juga terkadang membicarakan hal yang serius pula. Seperti misalnya Avatar atau Naruto. Film serial ini selain berisi petualangan menarik juga mengetengahkan pemikiran-pemikiran dan filosofi yang cukup berat bahkan berbahaya kalau untuk diterima seorang anak kecil. Ada hal seperti karma (bahwa sesuatu yang buruk yang terjadi pada seseorang adalah akibat dan hasil dari perbuatan orang tersebut), meditasi, chakra, aura dan hal spiritualisme lainnya yang merupakan ajaran alternatif diluar ajaran agama Islam dan Kristen. Mungkin hal inilah yang menyebabkan animasi sekarang banyak ditonton oleh orang dewasa, karena mempersembahkan kompleksitas pemikiran-pemikiran dan bahkan pembangkitan spiritualisme yang biasanya dibatasi dan dikungkung oleh ajaran agama. Tanpa ajaran agama dunia memang tidak berbatas, seperti juga ketidakberbatasan artifisial dalam animasi.

Kalau mau contoh lain dari animasi yang ga sesuai untuk anak, coba deh tonton animasi shinchan berikut ini, dari judulnya aja harusnya kita sudah mulai berpikir apakah animasi ini cocok untuk anak-anak. Kita kan ga mau kalau anak-anak tiba-tiba menyalahgunakan kekuasaan dan menyebabkan kerugian dikemudian hari, apalagi kalau sudah sampai memilih ideologi...bisa-bisa kekiri-kirian dan kekanan-kananan dan senggol-senggolan dan jadi politikus taman kanak-kanak gawat juga. Politik abusing power dan opresif ga seharusnya diajarkan ke anak kecil (ada loh ortu yang melihat kalau hal ini perlu diajarkan dengan membiarkan bahkan menyuruh anak-anak mereka meneror dan bertingkah jail kepada yang lain supaya mereka punya insting mencari kekuasaan). Sebagai anak-anak mereka sendirilah nantinya yang akan jadi korban atas mirage berupa kekuasaan yang sebenarnya tidak atau belum mereka punyai. Mereka pun terpaksa menghadapi konsekuensi yang dihasilkan dari  penyalahgunaan kekuasaan dan sikap opresif tersebut atau bahkan memaksa dirinya untuk mendapatkan kekuasaan yang tidak dimilikinya yang akan menempatkan dirinya dan orang lain dalam bahaya. Coba lihat wajah anak-anak ini ketika terompet berbunyi...mengerikan...

   

Kate Miller-Heidke "Are You Ready?" from Jeremy on Vimeo.



Karena menyinggung masalah Nazi, sekalian aja gue mau ngomongin sedikit off the topic. Bukan tidak mungkin sejarah pembantaian manusia dapat terulang, hanya saja mungkin motif, pelaku dan korbannya berbeda sama sekali. Makanya, penting untuk tidak memberikan kesempatan dalam menimpakan suatu kesalahan atau mengidentikkan sesuatu secara buta yang bersinggungan dengan SARA apalagi membiarkan sesuatu yang opresif. Ketika yang opresif mendapat lampu hijau, yaitu ketika yang akan dijadikan korban secara pandangan umum ditempatkan sebagai pelaku kejahatan dan si korban menerima hal tersebut karena simbiosis yang terjadi dengan latar belakang SARA tersebut dianggap masih menguntungkan, maka ketika si opresif ini cukup kuat untuk mengambil tindakan, si opresif dapat saja melakukan apa saja yang dikehendakinya dengan menyetir kepentingan umum. Bahkan salah satu cara yang dilakukan Nazi dalam melancarkan agendanya adalah dengan menggunakan media untuk mass distraction sehingga masa menjadi emosional dan gampang tersulut. Seperti shock therapy yang mengakibatkan masa menjadi short minded dan kehilangan objektivitasnya. (Bayangkan saja kalau hal ini dilakukan ketika ajaran agama tidak ada). Di zaman Nazi dulu, orang Yahudi sebenarnya sudah kuat secara finansial dan merekalah yang memutar roda perekonomian. Tapi uang bukanlah kekuasaan, lagipula, ada hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Dan nampaknya orang Yahudi di masa tersebut terlambat untuk menyadarinya dan harus menghadapi kekejaman tentara SS yang mengelabui mereka untuk bersih-bersih didalam ruangan m,andi yang sebenarnya adalah ruangan gas mematikan. (Topik ini juga membuat gue ingin tahu lebih banyak mengenai PKI dan wikipedia jadi sumber awal yang cukup lengkap mengenai partai yang sudah dinyatakan terlarang ini).

Jadi, jangan anggap enteng perilaku opresif pada anak-anak, baik ketika mereka menjadi pelaku ataupun korbannya. Sejarah membuktikan bahwa baik pelaku ataupun korbannya pada akhirnya akan menuai konsekuensi berat atas perilaku opresif tersebut.

Balik ke industri animasi, pada akhirnya, industri besar tersebut ternyata bisa menyedot banyak perhatian dan mengeruk keuntungan yang besar, seperti Disney misalnya. Mickey Mouse pun sampai punya fans club sendiri, bahkan punya playground yang mendunia. Seiring perkembangan teknologi, imajinasi sutradara dalam menciptakan cerita apapun dan karakter apapun yang makin hidup juga semakin menjadi kenyataan. Apakah kemudian yang artificial akan menggantikan yang asli? Kita tunggu saja, to infinity and beyond...

Jumat, 08 April 2011

Fly me to the moon...

Lagu ini pertama kali gue dengar dari midi ringtone yang gue dapat dari orang sekantor dulu. Gue suka lagunya tapi ga pernah gue cek lagu aslinya dan siapa yang nyanyi. Pas sepupu gue kebetulan lagi nonton anime Jepang, eh...gue dengar deh liriknya yang dijadiin OST. Dari wiki gue akhirnya tahu kalau originalnya Frank Sinatra yang nyanyi. Sekarang sudah gue load mp3-nya.

Wah, jadi ngerti artinya apa nih lagu...bener deh...nggak nyangka...

Rabu, 06 April 2011

Animasi untuk Olimpiade 2012 London

Setahun lagi waktunya untuk 2012 dan begitu juga Olimpiade yang diselenggarakan di London. Beberapa animasi untuk menyemarakkan acara spektakuler yang menjadi ajang  pertandingan antar bangsa ini pun bermunculan di Internet. Berikut animasi yang menampilkan Wenlock (W) dan Mandeville (M) maskot dari logam untuk Olimpiade London 2012:



"The Whole World Will Be There." Saya rasa itu tema Olimpiade yang sekarang. Animasi yang bagus, hanya saja kenapa maskotnya bermata satu yang kemudian  dapat menimbulkan konotasi negatif. Bahkan Nickelodeon (Sponge Bob) dan banyak anime Jepang menempatkan monster bermata satu sebagai tokoh antagonis. Beberapa agama pun menempatkan mahluk bermata satu sebagai dajjal atau antichrist. Mungkin hal tersebutlah yang membuat orang bertanya-tanya ada apa dibalik arti maskot tersebut.

Ada satu lagi animasi yang dikeluarkan oleh Kongres Olimpiade untuk menyemarakkan Olimpiade London yang akan datang. Tapi karena ga bisa di embed,  saya sediakan linknya saja, soalnya lumayan bagus sih animasinya. Coba lihat aja disini.

Lalu bagaimana dengan logonya Olimpiade London 2012 berikut ini:
Lambang berwarna pink dan yellow ini juga ternyata banyak yang protes karena selain terbaca 2012, bisa juga terbaca zion (dibaca dari kiri atas kebawah zi-on). Setidaknya sudah ada satu negara, Iran, yang mengancam hengkang dari Olimpiade 2012 tersebut. Ya, kalau dilihat memang ada "i" yang dipaksakan dengan menambah elemen kelima yaitu titik (berupa kotak) ditengah gambar. Elemen kelima tersebutlah yang menimbulkan kontroversi.

O, jadi karena titik ya...bener dong kata pepatah: akibat nila setitik rusak susu sebelanga. Gimana, masih tertarik untuk merayakannya?

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites Gmail More