Ah big deal, ga ngaruh, yang penting ikutin aja, kan ga ada sangkut-pautnya sama gue, ga ada ruginya di gue. Tapi, bukankah sekecil apapun tindakannya kalau dilakukan ramai-ramai maka hasilnya akan besar? Melihat sesuatu yang sepotong-sepotong juga dapat mengarahkan ke jalan yang salah. Apa lagi kalau melihat masalahnya dengan sebuah penyederhanaan sudut pandang seperti romantika atau materialisme, sedangkan permasalahannya sendiri dibuat kompleks dan rumit. Memangnya seberapa sering kita dengar orang bilang "ga tauk" di sebuah persidangan?
Sayangnya lagi, banyak hal yang kita lakukan tidak terlihat segera hasil akhirnya, dan disinilah kebanyakan orang kemudian melakukan tindakan dengan perkiraan hasil yang baik plus segudang keyakinan. Disinilah ketika pertanyaan seperti "How bad you go for doing good?" dijawab dengan "As bad as it gets." Masalahnya perbuatan yang bad biasanya hasilnya juga bad.
Pada akhirnya, kitalah yang menentukan hasil akhir dari perbuatan kita, bukan orang lain. Karena sesuatu yang tidak biasa tersebut maka kita akan mendapat hasil yang tidak biasa pula. Naif kalau berpikir setelah kita melakukan hal yang tidak biasa, lalu kita mengharapkan hasil yang normal atau sesuai dengan perkiraan. Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Yakin mau menjadi bagian dari masyarakat yang sakit dan tanpa masa depan?
Lalu, bagaimana dengan kejadian anggota DPR yang terhormat dari fraksi PKS yang lagi heboh? Bukankah ini adalah salah satu contoh dari good people goes bad?






















