My Facebook

not shown

Arti Sebuah Cerita

Pernah dengarkan cerita-cerita hikayat rakyat yang berbentuk legenda dan mitos? Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa punya banyak sekali cerita hikayat, soalnya masing-masing daerah punya cerita sendiri-sendiri.

Arsitek Mimpi

Tahun 2009 gue pulang ke rumah orang tua gue untuk beristirahat, sekalian menyembuhkan keadaan gue setelah cukup lama keluar masuk rumah sakit.

Resep Masakan dan Kue

Kumpulan resep-resep favorit gue yang sudah dimodifikasi dan diracik dari dapur sendiri, bisa dilihat di halaman Hobi. Silahkan mencoba!

Mengenai Penyesatan

Ada banyak sekali aliran keyakinan dan sekte di dunia, dan beberapa diantaranya yang menggemparkan dunia dibahas di blog ini. Tulisan terdiri dari tiga bagian, bagian pertama dan kedua membahas aliran sesat yang berujung maut. Tulisan ketiga membahas aliran yang dianggap sesat dan sedang berkembang dewasa ini.

Ada Yang Sama?

Terkadang kita menemukan dua hal yang persis sama pada suatu kesempatan, baik itu nama, wajah, tanggal lahir dll. Akhir-akhir ini gue menemukan beberapa hal yang kebetulan menyamai diri gue yang gue bahas disini.

Kamis, 21 Juni 2012

Mengenai Penyesatan (Bag. 2)

We can only see a short distance ahead, but we can see plenty there that needs to be done. Alan Turing - Computing Machinery and Intelligence. 


Ada beberapa hal dari keempat contoh sebelumnya yang bisa gue catat dan analisa mengenai aliran sesat beserta pemimpinnya, yaitu:



Click here for more graphics and gifs!  Kebanyakan aliran sesat masuk sebagai petunjuk yang membawa agama/aliran tertentu, menuntun pengikutnya sehingga pengikut tersebut menjalankan ritual-ritual ibadah yang dianjurkan oleh agama/aliran tersebut. Para pengikutnya merasa dituntun untuk mendapatkan pengalaman religius sehingga mereka percaya pada aliran tersebut. Akibatnya, setiap penugasan yang diperintahkan pemimpinnya dianggap sebagai ibadah karena untuk tujuan baik/bersama bahkan ketika terjadi penyimpangan dalam kotbah yang mengandung unsur riya (mengekspos ibadah yang dilakukan supaya orang lain mengikuti), munafik (ada unsur ajakan bunuh diri, menghancurkan rasa saling percaya satu sama lain, dll), syirik (mereka mempercayai pemimpinnya seperti Tuhan, mengikuti perintahnya dan menjauhi larangannya, menghalalkan perkara yang haram), takabur (merasa spesial dimata Tuhan, meyakini karma dan bukan hari akhir), fitnah dsb. Sifat dari ritual yang dijalankan ditujukan untuk mendapatkan keselamatan dan kemakmuran dalam hidup, ketenangan batin dalam menjalankan kehidupan, hampir sama seperti ritual pada ajaran animisme dan dinamisme, dimana sifat dan tujuan keduniaan dari ritual aliran tersebut lebih dititik-beratkan. Makanya dengan mudah aliran ini meninggikan ego individual dari pengikutnya, dengan memenuhi kebutuhan duniawi dan impian dari pengikutnya tersebut sebagai konsep kehidupan yang baik (PT). Apalagi perkumpulan mereka lebih mengarah ke jemaah daripada umat, sehingga masa yang dibangun lebih rapat karena aktifnya pemimpin mereka. Bahkan ketika ajakan dan ajarannya bisa menyimpang dari ajaran Nabinya sendiri. Ego individual bisa juga ditinggikan dengan memuji superioritas manusia atau kelebihan yang dimiliki oleh pengikutnya (HG & AS). Kalau di MF, gue rasa Manson memang pintar memilih para perempuan pengikutnya yang mempunyai ego yang tinggi dengan paras cantik dan bertalenta. Para pengikutnya pun merasa terangkat dan mudah hidupnya setelah mengikuti dan menjalani ritual di aliran tersebut, karena spiritualitas mereka naik bersamaan dengan meningkatnya kehidupan mereka (mereka seperti terjamin kualitas hidup dan batinnya). Ketenangan ini memberikan aura positif, sehingga ketika aliran ini meminta hal yang menyimpang untuk kelompok mereka, mereka masih pada pikiran positif mereka.

Intermezzo: Gue rasa kita di Indonesia lebih beruntung daripada mereka di LN. Kita mendapatkan pelajaran agama dan pelajaran mengenai Pancasila dan UUD di sekolah, sehingga sebagai individu, kita mengetahui apa yang menjadi ekspektasi dalam hubungan dengan orang lain ketika bermasyarakat, yaitu masing-masing memahami dan mengikuti aturan antar individu tersebut sesuai dengan peraturan agama dan negara yang diajarkan. Ekspektasi bahwa kita menggunakan aturan, norma dan ajaran yang berlaku adalah hal yang paling sederhana dalam kehidupan antar individu dalam bermasyarakat yang bisa menjaga ketentraman dan kemaslahatan bersama. 

Tapi pada aliran sesat seperti PT, ekspektasi dalam hubungan dengan orang lain dapat dirusak karena Jim berhasil memanipulasi ekspektasi dalam hubungan dengan Tuhannya. Ada beberapa cara yang terlihat dilakukan oleh Jim, salah satunya adalah dengan meyakinkan bahwa Tuhan YME akan memberikan segala sesuatu yang diinginkan, dijanjikan atau dibutuhkan, apabila mengikuti ajaran Jim. Misalnya, dengan berusaha aktif menentukan takdir dirinya dengan mengikuti arahan dan perintah Jim, penghapusan dosa dengan mengikuti arahan dan perintah Jim, dsb.

Cara lainnya adalah dengan menjadikan orang lain atau dirinya sendiri, sebagai penjelantahan dari keinginan Tuhan, yang harus dia perlihatkan dan diekspos (dengan menempatkan dirinya sebagai subjek atau eksekutor kuasa Tuhan) sehingga orang lain mendapatkan pembelajaran (juga atas ajaran Jim). Mereka akan memperlihatkan dengan kemunafikan (sandiwara) jika perlu atas kekuasaan Tuhan agar yang lain mendapat cahaya mereka.  Mereka bisa mengetahui, menimbang, menilai hubungan dirinya atau orang lain dengan Tuhannya, sehingga mereka bisa memperlakukan dirinya atau orang lain sebagai wujud KuasaNya sesuai dengan pertimbangan tersebut (eksekutor). Artinya, mereka bisa aktif/pasif secara instan menghukum atau menganugrahkan dirinya/orang/orang banyak berdasarkan informasi dan pertimbangan dia sendiri, dengan tindakan yang menurut dia pantas terhadap  dirinya/orang/orang banyak (misalnya bad karma atau anugerah keajaiban penyembuhan). Bandingkan ekspektasi perilaku manusia adalah penjelantahan keinginan Tuhan ini dengan ekspektasi kalau perilaku manusia adalah sebagai hamba Tuhan, dimana penanggung-jawab dan penyebab dari semua langkah yang diambil oleh seseorang adalah masih pada dirinya sendiri. Orang-orang ini tidak mempercayai hari akhir, mereka bisa menempatkan dirinya ditengah-tengah hubungan seorang individu dengan Tuhannya, dan bahkan menentukan/berbicara takdir.

Ketika mereka melihat seseorang atau dirinya berhasil (mendapat kesembuhan, menjadi pemimpin, mendapat impiannya), dengan cepatnya mereka mengambil kesimpulan bahwa hal tersebut terjadi karena anugrah Tuhan, padahal dia tidak punya cukup informasi atau memang sengaja mengacuhkannya untuk menilai hal tersebut. Banyak hal yang tidak kasat mata yang terjadi diluar pengetahuan kita, bisa jadi seseorang yang sukses dan menjadi pemimpin seperti Shoko dan Jim adalah hal yang akan mendatangkan malapetaka. Mungkin para pengikutnya dulu sempat berkata "ini mukjizat dari Tuhan dia bisa jadi orang hebat seperti ini", walaupun pada saat itu sudah banyak terjadi pelanggaran, masalah dan perkara buruk. Hanya orang dengan ego yang tinggi bisa mengabaikan berbagai pelanggaran tersebut dan lanjut terus, memuaskan ego mereka akan konsep kehidupan yang lebih baik.

Orang-orang yang sangat egois juga mampu mengambil kesimpulan dan kesempatan atas penderitaan dan permasalahan orang lain, karena menganggap masalah tersebut adalah takdir yang harus diterima orang itu, padahal tidak pada tempatnya manusia mengambil kesimpulan akan takdir seseorang. Manipulasi ekspektasi perilaku manusia yang selalu merupakan penjelantahan dari  keinginan Tuhannya (mempunyai keyakinan bahwa setiap langkahnya adalah langkah Tuhan) dan bukan hambaNya tentunya membutuhkan sifat egosentris yang tinggi dari para pengikutnya. Makanya, para pemimpin aliran sesat adalah orang-orang dengan ego yang super, merekapun dapat merubah orang lain menjadi sangat egosentris. Mereka mengubah orang menjadi sangat egosentris dengan dua cara, bisa dengan menyanjung dan meninggikan orang yang mempunyai sifat egois tersebut, atau bisa juga dengan membuat orang tersebut berkorban (give) banyak atau menjadi korban sehingga merasa berhak mendapatkan solusi yang terbaik (gue rasa menerima (get) banyak juga akan membuat orang berpikir bahwa mereka akan/sudah mendapat solusi terbaik).    


Click here for more graphics and gifs!

Click here for more graphics and gifs!  Setelah ego individu ini membesar, para pemimpin aliran sesat inipun mulai berkotbah mengenai kesamaan tujuan. Terkadang dengan menggembar-gemborkan sebuah permasalahan yang ada di masyarakat, realitas yang menyakitkan dan ketidakadilan yang secara umum sedang terjadi, bahaya yang mengancam, atau mungkin dengan menandingkan dengan musuh abadi dari para pengikutnya sehingga akan menimbulkan keinginan mencari solusi bagi para pengikutnya. Kebutuhan akan salvation atau penyelamat inilah yang kemudian bisa mempersatukan para pemimpin ini dengan pengikutnya. Ego individu yang sudah dibesar-besarkan itu kemudian pelan-pelan diparalelkan dengan ego kelompok (ego pemimpinnya) dengan solusi yang dibawanya. Ketika kedua ego ini diperbesar dan saling menyokong, para pengikutpun mulai melebur individualisme mereka dengan misi dan tujuan kelompok.

Intermezzo: Karena Jim sudah berhasil memanipulasi ekspektasi dalam hubungan dengan Tuhan (karena seseorang bisa menjadi subjek/eksekutor Tuhan dan langkah manusia merupakan penjelantahan keinginan Tuhan), maka ketika mereka menginginkan solusi, orang yang sangat egosentris menganggap solusi bisa didapatkan atau diberikan oleh individu lainnya atau dirinya sebagai eksekutor dari Tuhan atau keinginan Tuhan. Hal ini akan merubah ekspektasi dalam hubungan dengan orang lain menjadi perilaku get and give, mendapatkan dan memberikan. Mereka berharap memberi (dengan menjadi bagian dari solusi) dan mendapatkan sesuatu (solusi itu sendiri) dari individu lain, Jim atau dirinya sendiri sebagai eksekutor Tuhan. Seperti sebuah konsep perantara, dimana mempunyai perantara bisa jadi termasuk menyekutukan Tuhan YME (perantara dari jin, orang dengan ilmu magis, dll).     

Normalnya, jika kita punya ekspektasi antar individu, maka hal tersebut karena kita punya aturan dan pedoman dalam hubungan antar individu, kita berharap aturan dan pedoman tersebut dijaga dan dilaksanakan. Ketika kita tidak percaya pada sistem sehingga tidak mempunyai ekspektasi apa-apa terhadap sistem tersebut, kekosongan itu akan diisi oleh orang-orang seperti Jim dengan ekspektasi Get and Give diatas. Dimana pada ekspektasi give kita bisa memberikan dengan berpartisipasi, melakukan pengorbanan, pengucapan, memberitahukan, memperlihatkan, membayar, menguji dan menghukum sesuatu hal sebagai hal yang benar. Dan ekspektasi get, dimana kita bisa mendapatkan dengan mengambil, menerima, menyetujui, menyambut, mengabulkan, penyesuaian, pengiyaan dan penyimpulan sesuatu hal sebagai hal yang benar. Hanya ada aura positif didalam ekspektasi tersebut, yaitu tanpa batas (bisa lagi dan lebih lagi). Hal ini jauh berbeda dengan ekspektasi akan penegakan ajaran dan aturan, dimana ada unsur batasan dan hukuman disitu, yang memberikan aura negatif seperti takut, tidak bebas, terbatas, terhukum dll. (Sebenarnya didalam ekspektasi Get and Give juga ada rasa takut, terbatas dan terhukum, tapi semuanya remang-remang sehingga ga bisa dipertanggung jawabkan. Takutnya bukan sama aturan tapi ga tauk sama apa. Terhukum tanpa sebuah aturan sehingga batasannya ga ada. Terbatas tapi sangat subjektif, padahal subjektivitas tidak mengenal batasan, dll).   

Untuk pengikut aliran sesat, masalahnya adalah bahwa sesuatu hal yang diberikan dan didapatkan ini akan ditentukan oleh pemimpinnya. Ketika jemaah PT mendapatkan penghidupan yang mereka inginkan (get), mereka harus memberikan (give) individualisme mereka dengan mengiyakan perkataan pemimpinnya (mereka melepaskan kebebasan berpikir), dilanjutkan dengan memberikan (give) kepatuhan, terkadang melalui tindakan yang menyimpang dari ajaran dan aturan yang ada (mereka harus melepaskan nilai, ajaran dan pengetahuan yang mereka punya). Mereka pun harus membuktikan ketidaksesuaian mereka dengan sistem yang ada dengan perilaku menyimpang tersebut atau dengan membangun rivalry dari sistem yang ada.

Untuk lebih jelasnya,, kita bisa menganalogikan ekspektasi mengikuti aturan main yang jelas dalam hubungan antar individu adalah seperti mengendarai mobil, dan ekspektasi Get and Give adalah seperti menaiki subway (kereta bawah tanah). Setiap pengendara mobil mempunyai ekspektasi bahwa pengendara lain mengikuti aturan yang berlaku sehingga tidak terjadi kesemrawutan dijalan. Pengendara mobil mempunyai tujuan yang berbeda-beda, dan sangat bergantung pada kemampuan pengambilan keputusan individu-individu lainnya untuk mengetahui, memahami dan melaksanakan peraturan di jalan. Makanya kepercayaan menjadi sangat penting, dan ini yang membuat mereka lebih fragile dalam mencapai tujuan, yang mungkin sekali tidak tercapai ketika kepercayaan tersebut dilanggar. Sementara itu, pengguna subway mempunyai ekspektasi untuk dapat sampai ketujuan (get) dengan memberikan (give) segala keputusan kepada masinis dan sistem komputerisasi di subway tersebut. Pengguna subway bisa saling tidak percaya satu sama lainnya walaupun mereka saling berdekatan, bahkan ada rivalry untuk bisa tetap berada di subway tersebut. Banyaknya pengguna Subway tergantung pada kesamaan pandangan, tujuan dan bujukan untuk masuk ke subway tersebut. Apapun yang terjadi antara pengguna didalam subway, dengan tidak ada atau adanya aturan, tidak akan berdampak pada pencapaian tujuan dari subway. Walaupun ketika pada akhirnya pengguna subway cuma tersisa satu orang, subway akan terus melaju menuju tujuan. 


Click here for more graphics and gifs!

Click here for more graphics and gifs! Ketika individualisme mereka sudah melebur dengan misi dan tujuan kelompok, persepsi, pemikiran, pengetahuan dan nilai dari individu tersebut pun menjadi tidak penting lagi. Mereka menjadi satu kata dalam hal persepsi, pemikiran dan nilai yang dipegang. Para pengikutnya mulai menjalani kehidupan ganda (double life), di satu sisi mereka membawa identitas fisik sebagai seorang individu yang merupakan bagian dari masyarakat, tapi disisi lain mereka membawa roh atau jiwa sebuah kelompok dan mendasari tindakan mereka terhadap jiwa dari kelompok tersebut. Dan ini berarti setiap pengikut meyakini yang benar atau yang salah berdasarkan kesepakatan dalam kelompok tersebut atau mengikuti pemimpin dari kelompok tersebut. Individualisme yang membawa pengetahuan, persepsi, pemikiran masing-masing individu yang terakumulasi sebelum mengikuti kelompok tersebut, yaitu ketika mereka belum menjadi pengikut dan berada disebuah lingkungan masyarakat dengan aturan, nilai dan norma didalam masyarakat tersebut, dapat hilang dan tergantikan. Beberapa aliran sesat menggunakan LSD untuk mempercepat proses replace and conformity ini. Merekapun dengan mudahnya bersandiwara dan menikmati peran masing-masing. Kehidupan ganda yang dijalankan semakin jelas ketika mereka tidak bersesuaian lagi dengan aturan dan hukum di dalam masyarakat dimana mereka berada.

Intermezzo:   Didalam ekspektasi Give and Get, sesuatu hal yang diberikan dan didapatkan akan ditentukan oleh pemimpinnya, Jim misalnya, dengan sebuah alasan yang masuk diakal. Akibat ekspektasi yang sudah dimanipulasi ini, hubungan antara pengikut aliran sesat dan pemimpinnya adalah hubungan yang logical. Jika mereka diberikan sebuah alasan, mereka akan segera menjelantahkannya menjadi suatu aksi. Logical tidak mengenal fisik, aksi tersebut tidak memandang bulu apakah terhadap orang dikenal atau tidak atau siapa orang tersebut. Akibat dari hubungan yang logical terhadap pemimpinnya ini, jiwa dan fisik pengikut aliran sesat seperti terpisah. Secara fisik mereka berada di dalam masyarakat, tapi secara jiwa, keyakinan pada mana yang benar dan salah dipegang oleh pemimpinnya. Inilah yang membuat para penganut aliran sesat ini secara fisik dimasyarakat, kalau dianalogikan, terlihat seperti pengendara mobil. Secara fisik, mereka mempunyai identitas masing-masing dengan tujuan lokasi yang berbeda-beda, dimana masyarakat harus menaruh kepercayaan kepada mereka, sehingga semua dapat melanjutkan kehidupan kesehariannya dalam sistem yang ada. Tapi secara jiwa, mereka dapat dianalogikan seperti ada didalam subway, bersama pengikut lainnya (yang secara fisik mungkin tidak berdekatan) dengan basis rivalry dan ketidaksesuaian dengan sistem yang ada. Pemisahan fisik dan jiwa inilah yang membuat mereka menjadi ringan mengambang ditengah masyarakat.  

Didalam masyarakat, tidak seorangpun mempunyai ekspektasi, bahwa orang yang mereka hadapi secara fisik adalah manifestasi dari keinginan dan perintah Manson/Jim/Shoko, yang dapat memaksa seseorang tersebut secara tidak langsung berurusan dengan Manson/Jim/Shoko. Hal ini menyebabkan secara tidak langsung Manson/Jim/Shoko telah merusak rasa kepercayaan antar individu, dan seperti yang sudah disebutkan diatas, kepercayaan adalah hal yang penting dalam bermasyarakat (analoginya, kepercayaan adalah modal utama pengendara mobil untuk sampai ke tujuan). Akibatnya bisa ditebak, keresahan masyarakat.  Hal ini terlihat ketika jiwa pengikut aliran sesat sudah dipegang oleh pemimpinnya, maka semua hubungan seperti perkawinan, kekeluargaan, profesi, pertemanan, kemasyarakatan, terreduksi nilainya menjadi hanya koneksi fisik. Jika diminta oleh pemimpinnya, seorang suami bisa menceraikan istrinya, teman mengucilkan teman lainnya, ilmuwan bisa menggunakan ilmunya untuk mencederai masyarakat, dsb.      

Nah, akibat dari pemisahan jiwa dari fisiknya inilah, maka para penganut aliran sesat pada suatu waktu dapat ditrigger (diaktivasi) jiwanya hanya dengan sebuah alasan untuk memangsa korbannya, dan ini dilakukan tanpa disadari masyarakat. Orang-orang ini, yang terkadang mempunyai tujuan yang sungguh mulia (baca: besar dan jangka panjang), tapi karena kewenangan tidak/belum dimiliki, mereka tidak/belum mampu membuat hal yang besar tersebut menjadi kenyataan. Merekapun akhirnya bisa menjustifikasi tindakan terhadap seseorang/sebagian kecil orang yang merupakan bagian dari sistem bermasalah sebagai "act of authority" mereka. Akibatnya, mereka mampu memandang seseorang/sebagian kecil orang adalah masalah tersebut, walaupun seseorang tersebut sangat tidak relevan untuk mewakilkan sistem yang bermasalah (MF). Makanya aliran sesat kebanyakan mempengaruhi anak muda dan pelajar yang masih belum punya kewenangan (AS, MF). Menurut gue, Shoko dan Manson berhasil menekan kemampuan dan keterampilan anak-anak muda tersebut yang bisa digunakan untuk kemaslahatan bersama dengan mengarahkan kepada kemampuan yang bisa menghancurkan manusia. Dengan manipulasi, orang seperti Shoko dan Manson bisa mengajarkan mereka untuk melakukan penyerobotan kewenangan dengan memasuki properti orang/umum dan tidak menghargai martabat orang lain. Bahkan bisa saja tindakan tersebut dilakukan kepada orang-orang yang dikenal atau dekat dengannya apabila pemimpinnya mulai meminta bentuk-bentuk pengorbanan tertentu (PT). 

Ketika sebuah kelompok dengan tujuan yang besar ini mempermasalahkan dan mempergunakan orang per orang sebagai bagian dari usahanya, dan bukannya menggunakan kewenangan dalam  memperbaiki sistem yang ada, disitulah bentuk pengorbanan (give&get) mulai dilakukan. Bahkan ketika sebuah kelompok mempunyai target seseorang/beberapa individu, maka bisa dikatakan mereka mulai memangsa (MF). Padahal, untuk para korbannya, menghadapi dan berhadap-hadapan dengan pengikut aliran sesat ini, sama saja seperti mobil yang berada di jalur hantu kereta subway super cepat, bukan tandingannya dan ga kelihatan kalau yang dihadepin tuh kereta, karena yang terlihat adalah sebuah mobil juga. Makanya, jarang aliran sesat dapat dihilangkan sebelum terjadi hal yang buruk dan masiv, bahkan setelah terjadi hal yang burukpun mereka masih susah untuk dibubarkan. Merekapun sulit terdeteksi karena yang berkaitan adalah jiwa mereka, bisa saja secara fisik mereka tidak terkait (AS).   

Rata-rata pemimpin aliran sesat sangat tidak konsisten, dan ketidakkonsistensian ini bisa terdeteksi pada para pengikutnya. Hanya dengan kaca pembesar, ketidakkonsitensian para pengikut aliran sesat ini terlihat melalui perkataan dan perbuatan mereka. Karena ibaratnya lipsync, mereka mengatakan dan melakukan hal yang persis sama dengan pemikiran dan perkataan pemimpinnya. Bahkan setiap perkataan dan perbuatan, dari pengikut yang loyal, adalah sebuah bagian dari puzzle yang apabila disusun dengan benar bisa menggambarkan sifat dan misi dari pemimpin aliran sesat tersebut, bahkan bisa menggambarkan sebuah blueprint pembantaian yang akan dilakukan. Gue aja harus menggali lebih jauh, dari rekam jejak masa lalu yang ada, apa saja perkataan mereka dan yang mereka lakukan (yang cukup nyeleneh menurut gue) untuk mendapat gambaran mengenai aliran sesat tersebut.

Click here for more graphics and gifs!

Click here for more graphics and gifs!  Ketika ego kelompok (ego pemimpinnya) semakin besar karena kepatuhan dari para pengikutnya, maka ego kelompok ini dapat diarahkan untuk menghancurkan ego individu dan individualisme dari orang-orang diluar kelompok tersebut, atau bahkan menghilangkannya sama sekali dengan menghilangkan nyawa individu diluar kelompok tersebut (MF & AS). Atau seperti yang terjadi pada PT dan HG, ego individu dan individualisme dari setiap anggota kelompok tersebut benar-benar dihilangkan dengan menghilangkan nyawa para pengikutnya. Hal tersebut biasanya dilakukan dengan tujuan menguji kesetiaan dari pengikutnya terhadap misi dari kelompok. Intimidasi dilakukan untuk orang-orang yang dianggap tidak setia dan tidak conform pada tujuan kelompok. Banyak aliran sesat terbukti memaksakan kehendak dan menahan orang diluar kehendak orang yang bersangkutan dengan ancaman, intimidasi dan gangguan-gangguan lainnya. Mereka bisa dengan sistematis atau perorangan melakukan tindakan tidak etis dan pelanggaran berat atau ringan terhadap seseorang. Nampaknya mereka tidak mengerti bahwa manusia bukan pembawa takdir, sehingga tidak bisa bicara atau menentukan takdir sembarangan. Bukan tugas manusia untuk menentukan takdir, tugas manusia hanya mengikuti ajaran dan petunjuk dari Yang Diatas.

Intermezzo: Proses membangun ekspektasi give and get ini kemudian dipakai untuk mengontrol ego mereka sekaligus mengontrol sistem tertutup yang mereka bangun (PT). Memberi dan menerima (Give and Get) dalam konteks ini akan membangun persepsi bahwa segala sesuatu adalah seperti properti yang bisa dipindahtangankan begitu saja kepada orang lain. Seakan-akan segala sesuatu adalah properti yang  bisa diberikan dan didapatkan. Perkataan seperti boleh, tidak boleh, bisa, tidak bisa  yang tidak berdasar sering dikatakan Jim yang merasa pengikutnya adalah propertinya. Nah, properti menurut persepsi kita adalah sesuatu yang bisa dimiliki, sehingga cara pemikiran dari aliran sesat ini tidak mengenal yang namanya amanah (titipan yang tidak bisa dimiliki oleh siapapun kecuali penciptanya), seperti bumi beserta isinya, anak dan istri (untuk yang pria). Karena konsep amanah tersebut hilang, akibatnya yang tidak dimilikipun (amanah/tanggung jawab) dapat diberikan dan didapatkan. Bahkan para pengikut aliran sesat ini menjadi ringan jalannya karena sudah bisa/boleh melepas beban (tanggung jawab) duniawi ketangan Jim. Dari faktor inilah pengrusakan dapat timbul termasuk pembunuhan dan bunuh diri.

Ketika Jim ingin melakukan eksekusi terhadap para pengikutnya, dengan loudspeaker Jim meminta anak-anak dulu untuk diikhlaskan oleh orang tuanya. Jim melihat bayi dan anak-anak adalah properti yang bisa dia ambil (get). Pada awalnya orang tua mereka merasa bahwa anak adalah properti mereka dan tidak bisa diambil oleh Jim. Tapi setelah dorongan dan bujukan dari Jim, akhirnya mereka menyerahkannya. Dari sini, terlihat Jim berhasil mereduksi segala sesuatu (bukan hanya individualisme dan materi saja) menjadi hanya properti (hak milik) yang bisa diserahkan dan diambil, dan bukan amanah yang mempunyai aturan dalam perlakuannya. Ketika mereka melihat teman, saudara, ortu, anak atau istri, atau dirinya sendiri terambil nyawanya, mereka terbiasa dengan ekspektasi give sehingga tidak melakukan apapun, pemberian adalah hal yang positif. Mereka pun positif berpikir akan mendapatkan (get) sesuatu sebagai pembalasannya (bisa berupa blessing, kemurnian, imortalitas dll). Padahal pembunuhan tersebut adalah pembunuhan masal dengan berdalih pengorbanan (PT), bad karma (AS, MF) dan imortalitas (HG). Hal ini pun menyadarkan kita bahwa jika amanah tidak terjaga, kita akan kehilangan what we don't have, semua titipan kita yang sebenarnya jauh lebih berharga daripada apa yang kita miliki (materi) AS dan MF bahkan berkeinginan menghancurkan dunia yang jelas bukan miliknya demi mewujudkan cita-cita kelompok mereka. AS mengambil nyawa pengikutnya sebagai cara untuk mengatur siapa yang keluar dan masuk dalam sistem tertutup mereka.       

Ketika seseorang melihat segala sesuatu sebagai properti yang bisa diberikan dan didapat, ekspektasi mereka adalah mereka bisa memberi dan mendapatkan sesuatu. Mereka pun menjadi aktif dalam menentukan takdir mereka sendiri karena faktor give and get ini yang langsung bisa terlihat hasilnya (makanya Jim selalu berusaha memenuhi kebutuhan para pengikutnya). Mereka menjadi terbiasa untuk aktif sebagai penentu takdir dimana pada akhirnya mereka pun bisa sangat aktif menentukan takdir orang lain diluar kewenangan mereka. Dan inilah yang dimanfaatkan oleh orang-orang perantara seperti Manson dan Jim. Mereka tahu para pengikutnya mengasumsikan apa yang mereka terima (get) berguna dan baik untuk orang lain, sehingga ekspektasi mereka terhadap orang lain adalah orang lain mau mengikuti apa yang mereka inginkan atau tuntutkan (give) agar semua bisa mendapat solusi bersama, walaupun hal tersebut diluar kewenangan mereka (pemaksaan kehendak). Tidak ada yang namanya menghargai antar sesamanya karena mereka menginginkan individualisme yang membatasi antar orang perorang hilang (disini konsep amanah menjadi hilang sama sekali akibat campur tangan orang-orang yang tidak berkepentingan).  Mereka pun bisa teraktifasi untuk mengambil dari orang lain akibat tujuan bersama tersebut. 

Makanya para pengikut aliran sesat adalah orang yang sangat egosentris, dimana dia tidak bisa memikirkan akibat perbuatannya terhadap orang lain selain sebuah alasan yang diberikan. Analogi permasalahan yang diakibatkan oleh pengikut aliran sesat ini adalah ketika terjadi kecelakaaan pada pengendara mobil. Dengan muka tidak bersalah mereka bisa mengatakan, "oh, kami tidak melakukan apa-apa kok terhadap dia, tidak ada yang menyuruh kami, andaikan kami melakukan sesuatu kepadanya, itu karena alasan yang menurut kami benar, dan alasan itu kan menyangkut (karena) dia juga,"  seperti yang terjadi pada MF. Selama ada alasan, perbuatan apapun bisa dimaklumi dan dianggap tidak ada, bahkan ketika kecelakaan mobil terjadi. Padahal kita harusnya tauk, alasan bukanlah hal yang cukup untuk melandaskan suatu perbuatan, setiap orang bisa dicari-cari alasannya yang sifatnya sangat subjektif.  

Pemaksaan kehendak inilah yang berbuntut pada apa yang dilakukan MF. MF cukup menakutkan. Pelakunya adalah perempuan-perempuan yang biasa kita temui sehari-hari, yang bisa tiba-tiba muncul di glodok, di kantin, di mall KG, dirumah (sbg sales), dipinggir jalan nunggu diangkut.... Bedanya, mereka nyetor mukanya sambil membawa misi dari pemimpinnya. Kalau tiba-tiba mereka nongol bukan karena kebetulan tapi karena perintah menyatroni si korban yang memang menjadi target operasi, ketika si korban sedang melakukan aktivitasnya, padahal si korban tidak punya urusan apapun dengan mereka dan tidak mengerti alasan mereka, apakah hal tersebut bukan teror namanya? Teror dengan maksud dan alasan yang bisa dibenarkan menurut mereka, yang dilakukan dengan wajah yang indah dan seperti tidak ada apa-apa (seperti dipersidangan mereka), hmmm! (dan tujuan mereka sebenarnya cuma mau survived dan ingin mengambil bagian dari sesuatu yang besar??) OMG, fitnah apa yang masuk ketelinga mereka dari orang-orang seperti Manson, sampai mereka bertindak sembrono mengganggu dan berusaha menyakiti orang seperti itu demi peace and love? Ketika ditanyapun mereka seperti batu, ngeyel dan nyangkal. Pantas dinegeri paman Sam, Charles Manson menjadi sangat terkenal, karena perempuan-perempuan ini mau mempunyai hubungan pribadi dengan Manson dengan menuruti perintahnya. Apa para Devil's Advocate ini sadar kalau mereka sebenarnya adalah juga korban? Bahkan jika pada akhirnya tujuan mulia dari Manson tercapai pun (unlikely), seharusnya mereka berpikir keadaan tersebut tidak dapat membenarkan perbuatan mereka yang sudah mereka lakukan.  

Gue rasa alasan kenapa Jim dan Manson membawa ekspektasi para pengikutnya menjadi Get and Give adalah karena memang ingin menyesatkan orang. Para pengikutnya diharapkan can't do the right thing, karenanya mereka hanya bisa memberi (seperti partisipasi, pengorbanan, pengucapan, memberitahukan, memperlihatkan, membayar, menghukum, menguji) dan menerima(seperti persetujuan, penyambutan, pengabulan, penyesuaian, penyimpulan) sesuatu sebagai hal yang positif dan mendapat pembenaran. Ketika ada seseorang ingin melakukan hal yang benar dengan mengkritisasi atau keluar dari kelompoknya, ekspektasi Give and Get ini pun yang dijadikan senjata dialogis. Mereka akan mempeributkan bahwa hal tersebut tidak beralasan. Semuanya mendapatkan (get) hal yang baik, tidak kurang suatu apapun (PT), dan bahwa seseorang tersebut mengkritisasi atau keluar karena tidak mendapatkan sesuatu hal (get) atau tidak mau memberikan (give) sesuatu (AS). Bisa jadi ketika seseorang akan dipermasalahkan, hal yang dikedepankan adalah karena seseorang tersebut tidak mau melakukan ini (give dalam bentuk partisipasi, pengucapan , dll) atau dia tidak mau mengambil itu (get dalam bentuk persetujuan, penyambutan, pengabulan, dll). Get and Give adalah sebuah ekspektasi yang mengorbankan individualisme dengan kendali ditangan pemimpinnya. 

Gue akan kasih contoh bagaimana ekspektasi Get and Give ini menjadi dialog dikehidupan. Didalam sebuah kelompok, karena sesuatu alasan, seseorang akan memberitahukan sesuatu hal atau memperlihatkan sesuatu hal (give) kepada temannya yang lain demi mengharapkan reaksi darinya, yaitu berupa persetujuan dan penyimpulan (get) dari temannya tersebut. Seseorang tersebut tidak akan peduli apakah sesuatu hal yang dia beritahukan atau dia perlihatkan adalah hal yang benar atau salah, atau bersumber darimana, atau apakah akan menimbulkan masalah dikemudian hari. Dia hanya peduli kalau dia sudah memberikan (give) sesuatu hal tersebut. Dia juga mengharapkan temannya tersebut tidak peduli bahwa hal yang dia katakan atau lakukan adalah salah atau benar, dia hanya menginginkan temannya menimbulkan reaksi penerimaan (get). Dan ini adalah salah satu cara untuk membuka pintu kesesatan, yang memanfaatkan jalur pertemanan dimana rasa percaya seharusnya ada.     
   
Kalau dalam konteks aliran sesat, contohnya adalah seperti yang terjadi pada PT. Setiap hari pengikut PT disuguhkan bentuk-bentuk seperti pemberitahuan (give) dimana pemberitahuan itu seperti menuntut persetujuan dari pengikutnya. Para pengikutnya hanya mendengarkan dari loudspeaker dan lanjut dengan pekerjaannya sehari-hari, sepertinya kegiatan keseharian mereka tersebut merupakan bentuk persetujuan (get) mereka dengan apa yang dikatakan Jim. Para pengikutnya hanya melihat bentuk give and get ini (berupa pemberitahuan dan persetujuan), dan tidak mampu melihat sebuah permasalahan karena mereka sudah tidak ada ekspektasi lain lagi didalam hidupnya. Tapi, tidak peduli apakah pengikutnya setuju atau tidak, Jim akan terus melantunkan hal persetujuan yang sama. Terus menerus (get dan give ini) atas hal yang sama sampai saat tiba menjelang kematian. Malah gue lihat ini sebagai tanda-tanda kematian, karena Jim terus menerus mengulangi pernyataan dan pemberitahuan hal yang sama, bahkan ketika dia sudah tidak peduli akan reaksi pengikutnya. Gue tidak tahu apa tindakan yang mengulang dan mengulang terus hal yang sama tanpa perlu mengetahui reaksi atau sambutannya, adalah salah satu tindakan yang akan mengarah ke pembunuhan sadistis. Tapi memang kalau di cerita MF, salah satu perempuannya terus-menerus mengulang menikam korban walaupun korbannya sudah tidak bereaksi lagi, seakan-akan perempuan ini sudah ketagihan sampai tidak melihat kondisi lagi. Freaky! Jadi, apakah kegiatan pengucapan, pemberitahuan, memperlihatkan, dsb yang berulang-ulang atas suatu hal tanpa peduli apa reaksi dari si korban akan hal tersebut, adalah tindakan sadis yang dapat ditujukan kepada seseorang? Ga tauk deh, soalnya gue bukan expert sih. 

Tapi, jujur saja, untuk pengikut aliran sesat ini, sebenarnya jika mereka berani untuk menentukan nasibnya sendiri, mereka tidak perlu mempeributkan dan mempermasalahkan nasib dan takdir orang lain dengan mengharapkan orang lain melakukan Get and Give ini.    


Click here for more graphics and gifs!

Click here for more graphics and gifs! Para pemimpin aliran sesat biasanya adalah orang yang narsis dan psikopat, seorang megalomania yang mampu memanipulasi orang, mengelabui orang dengan menutupi tujuan mereka sebenarnya. Dengan egonya yang besar mereka mampu memandang pengikutnya seperti properti yang bisa dipermainkan takdirnya (Jim). Di dalam Islam hal ini sama dengan perbudakan. Coba baca makalah berikut mengenai perbudakan. Para pemimpin aliran sesat adalah seorang Mastermind seperti Shoko yang berusaha  mengalihkan dosa seluruh dunia ketangannya, yang mungkin bisa berarti dia ingin menguasai dunia atas apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.         

Intermezzo: Faktor kepemimpinan sangat kuat pada aliran sesat ini, walaupun terkadang tidak ada link yang visible antara pemimpin dengan pengikutnya seperti di MF. Jika pemimpinnya tidak ada maka hilanglah tujuan yang dibawa pemimpinnya. Sepertinya Jim sadar akan hal tersebut, sehingga mengambil langkah yang dramatis. Karena sama seperti laju subway, pemimpin aliran sesat ini tidak mempunyai rasa bersalah atas perbuatan mereka, mereka akan maju terus membawa jemaahnya sampai tujuan tercapai, seperti seorang Jim. Karena disitulah arti tanggung-jawab seorang Jim yang sesungguhnya, mencapai tujuan. Dan bukannya tanggung-jawab atas segala perbuatannya seperti keyakinan di agama kita yang kemudian bisa memaksanya untuk berhenti.          


Click here for more graphics and gifs!

Click here for more graphics and gifs!  Para pemimpinnya bisa mengangkat keadaan dan kondisi dari para pengikutnya dengan penghilangan resiko dan pemberian kepastian dalam menjalani kehidupan (PT), meditasi (AS), janji masa depan dengan dunia yang baru (HG & AS) dan LSD (AS & MF), sehingga mempengaruhi gaya hidup dari pengikutnya. Mereka mengasuh seakan-akan pengikutnya anak kecil yang harus didikte dan diberikan jalan kemana harus melangkah dengan alih-alih rasa keamanan, kemakmuran, cinta, perdamaian dll.

Intermezzo: Faktor kehati-hatian dari pengikutnya bisa hilang karena kepercayaan yang kuat pada pemimpinnya. Kalau berdasarkan analogi mobil-subway diatas, pengendara mobil bisa melakukan hal yang salah, tapi adalah tanggung jawabnya ketika terjadi kesalahan, makanya dia menjadi lebih hati-hati. Tapi kalau pengguna subway, mereka merasa tidak melakukan kesalahan karena faktor kebersamaan (tujuan bersama) dan kepercayaan bahwa pemimpinnya adalah benar. Padahal hal tersebut bisa fatal kalau tidak ada alur tanggung-jawabnya yang jelas seperti di MF atau mempunyai tujuan yang tersembunyi seperti di PT. Ketika mereka terbiasa mendengar yang baik-baik maka akan mudah baginya menerima yang buruk sebagai sebuah kebaikan. (Ibaratnya orang kalau sudah dibilangin yang bagus-bagus mengenai dirinya, maka akan susah dia untuk tidak mendengarkan yang jelek-jelek mengenai orang lain.) Para pengikut aliran sesat sebenarnya tidak mempunyai sokongan yang kuat seperti sangkaan mereka. Sokongan atau tiang tersebut sebenarnya hanya delusi yang dibangun oleh para pemimpin aliran sesat ini, dengan memaksimalkan ego para pengikutnya. Sokongan atau tiang yang dibangun dengan fondasi pemenuhan dan pemaksimalan ego tentunya bukan sokongan yang kuat. 

Click here for more graphics and gifs!

Click here for more graphics and gifs!  Para pemimpin aliran sesat ini, secara implisit (MF, AS, PT) atau terang-terangan (HG), secara langsung atau tidak langsung, menghendaki pengikutnya untuk membenci kehidupan dan dunia yang sekarang. MF misalnya, dengan gaya hidup ala hippie yang tanpa beban sangat mencintai kehidupan yang mereka jalani, tapi mereka sanggup merusaknya dengan teror dan pembunuhan yang mereka lakukan terhadap korban-korban mereka, sehingga mereka harus menanggung akibatnya sepanjang hidup mereka. Sedangkan AS bercita-cita mewujudkan Armageddon dan menghancurkan dunia. PT yang selalu mengumandangkan persamaan dan hak individu, kedamaian dan kemakmuran malah menciptakan sebuah sistem kecil seperti surga bagi para pengikutnya sebagai simbol ketidak sesuaian mereka dengan sistem. Sama sekali bukan solusi atas permasalahan yang selalu mereka dengungkan, karena mereka hanya aktif menolong dan mengisolasi korban permasalahan tanpa pernah menyentuh permasalahan tersebut lewat otoritas/kewenangan yang berlaku atau yang mereka miliki. Pada akhirnya mereka malah menciptakan ceruk pelarian dari sistem yang ada, dimana Jim harus mempertahankan kondisi bahagia didalamnya dengan memperlakukannya sebagai sistem yang tertutup (Ga heran kalau pengikutnya dikontrol pemikirannya, agar sistem kecil tersebut bisa lebih stabil). Cara mempertahankan kondisi stabil inilah yang menurut gue malah bisa membiakkan praktek-praktek tersamar seperti pencucian uang yang justru merupakan masalah dari sistem yang lebih besar. (Ada yang heran bagaimana Jim mendanai para penembak bayaran beserta persenjataannya? Ironi bukan ketika uang yang digerakkan oleh para pengikut aliran sesat tersebut digunakan untuk pembunuhan masal dimana mereka adalah juga korbannya?) 

Intermezzo: Yang termasuk secara langsung dalam membenci kehidupan adalah ketika pengikut aliran sesat dapat secara pasif (pembenaran) atau aktif (perlakuan) menyikapi persepsi mereka akan sesuatu yang benar dan adil dengan merusak, menghilangkan, meneror kepada para korbannya. Sementara yang tidak langsung adalah ketika mereka menjadi rivalry dari sistem yang ada, misalnya dengan pencucian uang, dimana hal tersebut adalah hal yang berbahaya apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini. Fasilitas pemusnah masal yang dibangun dua puluh tahun yang lalu tidak akan bisa secanggih apabila dibangun saat sekarang, yang tentunya akan memakan korban jauh lebih banyak. 


Click here for more graphics and gifs!

Click here for more graphics and gifs!  Gue cukup heran ketika ternyata aliran-aliran sesat ini berhasil membangun mekanisme penghancur masal yang sistematis tanpa ketahuan masyarakat dan para pengikutnya. AS misalnya, membangun fasilitas penghancur masal berupa pabrik gas sarin dan mungkin fasilitas lainnya. PT menyewa para pembunuh bayaran dengan persenjataan untuk menghabisi para pengikutnya. MF berhasil menciptakan mesin pembunuh berwujud perempuan-perempuan cantik. Sementara HG juga menciptakan mekanisme bunuh diri bagi para pengikutnya.

Intermezzo: Terkadang para pemimpin aliran sesat ini menggunakan layering dalam menuntaskan aksi mereka sehingga tidak ada alur tanggung jawab yang jelas serta dapat tidak ketahuan oleh pengikutnya maupun masyarakat.  Para pengikutnya bisa tidak mengetahui bahaya yang mengancam dan tidak sadar bahwa mereka hanya dimanipulasi. Karena adanya layering inilah, proses Give and Get dapat berbahaya, karena sebagai bentuk persetujuan (give) mereka bisa melakukan sebuah tindakan atau perlakuan yang mungkin tidak berbahaya, tapi akan mengarahkan seseorang atau orang banyak pada kondisi dimana layer berikutnya akan melakukan eksekusi.    
Bahkan ketika ada permasalahan yang nampak, ekspektasi mereka masih memberi dan mendapatkan sesuatu, sehingga, selama mereka masih bisa memberi dan mendapatkan sesuatu hal (terjebak dalam putaran dialogis give and get), tidak akan ada yang peduli mengenai keanehan dan pelanggaran yang dilakukan. 

Kesadaran masyarakat akan berbahayanya aliran sesat memang terkadang terlambat, setelah ada kejadian yang signifikan dan masiv barulah kita sadar akan apa yang dapat terjadi. Walaupun kemungkinan sudah banyak korbannya, tapi karena tidak signifikan atau tidak terdeteksi sehingga masyarakat lengah dan aliran sesat tersebut masih bisa melancarkan aksinya (AS). Para pengikutnya pun berpikir korbannya sangat tidak signifikan kalau dibandingkan dengan tujuan yang akan dicapai. Padahal, harusnya bukan korbannya yang menjadi tolak ukur karena bukan disitu masalahnya, tapi berapa banyak jumlah pengikutnya dan kemampuan mereka dalam melancarkan aksi. Ingat bahwa pengikut adalah juga korban, dimana mereka adalah orang-orang yang dapat menyalahi/disalahi takdirnya karena semua langkahnya ditentukan oleh pemimpinnya. Pembunuhan dan bunuh diri adalah klimaks dalam manusia menyalahi takdir mereka.

Dari beberapa literatur barat yang gue baca, gue bisa ambil kesimpulan bahwa perbedaan antara orang barat dan timur dalam memandang penyebab bunuh diri adalah orang barat melakukannya karena mereka ingin takdir kematian adalah merupakan keputusannya sendiri, sebuah pernyataan dan pembuktian diri bahwa adalah hak mereka dalam menentukan kematiannya sendiri (pembangkangan terhadap Tuhan). Sedangkan orang timur melakukannya karena putus asa, karena hidupnya tidak punya harapan/berharga lagi atau mereka lebih berharga jika mereka mati.

Click here for more graphics and gifs!

Click here for more graphics and gifs!  Sebenarnya gue ga mau ngebahas soal psikologi disini, soalnya gue rasa yang menjadi faktor kunci dari aliran sesat ini adalah faktor manipulasi kepada para pengikutnya dan bukan psikologi para pengikutnya. Psikologi adalah sifat yang diberikan oleh Tuhan YME kepada masing-masing individu, sehingga tidak seharusnya kita utak-atik dan dipermasalahkan. Tapi karena psikologi tersebut sekarang dapat di"create" dan bisa saja bukan sifat alami dari si pengikut tersebut, jadi gue putuskan untuk membahasnya saja. Beberapa dari pengikut aliran sesat ini mempunyai kecenderungan sebagai orang yang anti sosial. Anti sosial bukan berarti tidak mau bersosialisasi dan penyendiri. Banyak orang-orang anti sosial yang malah aktif dan hidup berkelompok seperti pada MF dan AS. Anti sosial (mengutip dari salah satu acara di channel TV)  adalah suatu sifat dimana seseorang melakukan sesuatu hal yang tidak menghargai perasaan orang lain, tidak mengikuti aturan dan hukum yang berlaku, tidak menghargai kemakmuran dan kesejahteraan orang lain. Anti sosial bahkan tidak memperlihatkan penyesalan akan apa yang dilakukan atau bahkan berbohong. Mereka tidak berhati-hati dan sembrono pada keamanan orang lain, serta membengkokkan realitas dan melakukan hal yang ekstrem untuk menghindari tanggung jawab. Para pengikut aliran sesat ini juga kebanyakan orang-orang yang delusional karena tidak mendasarkan perbuatan dan keputusannya pada suatu hal yang benar yaitu yang memiliki dasar dan referensi yang jelas seperti ajaran dan aturan yang ada. Mereka malah mengikuti perkataan dari pemimpin aliran sesat ini. Para pengikut aliran sesat ini juga gagal dalam melihat proses sebab akibat yang nyata dari sebuah tindakan karena impian dan tujuan jangka panjang yang dibenamkan oleh pemimpin kelompok tersebut.

Intermezzo: Kalau di agama gue, niat adalah yang mendahului perbuatan. Sehingga ketika mengucapkan niat, disebutkan dulu perbuatannya (immediate action). Hal ini membuat kita sadar apa yang akan dilakukan. Kalau kita menggunakan tujuan, kita ga perlu mendahuluinya dengan menyatakan apa perbuatan kita sehingga akan terjadi banyak penyimpangan disitu. 


Terkadang pembunuhan dapat dijelaskan dengan hukum sebab-akibat, tapi ada pula yang tidak. Pembunuhan yang terjadi pada pengikut aliran sesat hampir mirip dengan yang terjadi pada pembunuhan oleh Serial killer. Serial killer hanya bisa dijelaskan menggunakan ilmu psikologi, ketika kondisi psikis seseorang adalah pusat dari segalanya. Serial killer sangat pintar menyembunyikan emosinya dan mungkin tidak mempunyai emosi walaupun sudah melakukan tindakan yang tidak manusiawi. Serial killer tidak tampak amarah, tidak ada rasa bersalah, tidak ada ketakutan dan biasanya sangat pintar untuk berbaur dan menyamarkan tindakannya dan memalsukan identitasnya. Ketika ada kondisi yang seharusnya menimbulkan kekesalan pada dirinya, dia tidak akan tampak gusar, bahkan cenderung tenang dan tidak mendendam. Ketenangan seperti itu adalah hal yang baik ketika kesabaran yang menjadi alasannya (orang yang sabar tetap punya kesadaran bahwa hal tersebut adalah hal yang salah, dan sesuatu harus dilakukan terhadap hal yang salah tersebut dengan tidak melanggar aturan). Tapi tidak ketika ketenangan disebabkan karena tidak adanya emosi dan tidak adanya kesadaran (hal ini dibuktikan dengan tidak adanya aksi lanjutan terhadap penyebab kondisi tersebut karena dia menganggap hal yang terjadi pada dirinya adalah bukan hal yang salah dan hal yang bisa dimaklumi). Pemakluman dapat menimbulkan mati rasa, karena kemudian dia belajar mengacuhkan, menghilangkan kesadaran bahwa hal tersebut seharusnya menimbulkan emosi (tidak ada memori untuk emosi). Masalahnya kemudian, dia dapat melakukan perbuatan yang sama terhadap orang lain, tanpa melibatkan emosi pada dirinya karena tidak adanya memori bahwa perbuatan seperti itu dapat mengesalkan, atau kesadaran bahwa perbuatan tersebut adalah hal yang salah. Makanya serial killer dapat terus melakukan aksinya karena memang perbuatannya tidak didasarkan pada dendam terhadap orang tertentu, bahkan mungkin didasarkan pada kesenangan dan pencapaian yang dia dapat setelah melakukan aksi tersebut. Psikis manusia yang demikian bisa berbahaya ketika dia melakukan aksi sendiri, apalagi ketika ada orang yang mampu memanipulasinya. Apabila ada orang yang bisa memanfaatkannya, seperti misalnya dia berada dalam kelompok aliran tertentu dimana kepatuhan dan kesetiaan dijunjung tinggi, perbuatan yang dia lakukan akan dapat diarahkan dan ditujukan untuk kepentingan pemimpin dari kelompok aliran tersebut. Atau mungkin saja aliran tersebut memang menciptakan orang-orang dengan kepribadian dengan emosi yang terkontrol tersebut untuk mencapai misinya.




Click here for more graphics and gifs!

Click here for more graphics and gifs!Click here for more graphics and gifs!  
Kesetiaan dan ketaatan (devotion) pada aliran sesat dilakukan dengan perbuatan-perbuatan yang bisa melanggar kode etik, tata-tertib, membahayakan keselamatan, atau melakukan hal yang tidak wajar. Seperti yang terlihat pada apa yang dilakukan oleh pengikut Shoko, mereka mengenakan helm yang bertujuan mensinkronisasi pikiran mereka dengan pemimpinnya, yang tentunya terlihat tidak wajar. Atau ketika mereka menempuh resiko menguji kemampuan mereka sampai kebatas maksimum dengan mengunci diri mereka di ruang bawah tanah tanpa makan dan membahayakan keselamatan diri mereka sendiri. Pada PT, pekerjaan sehari-hari yang dilakukan pengikutnya, bahkan bisa menjadi tanda kesetiaan pada pemimpinnya ketika mereka mengerjakannya demi berada didalam kelompok tersebut. Dalam kondisi dimana faktor eksternal dan internal terjaga sedemikian rupa sehingga beban resiko pengikutnya menjadi minimum, kesetiaan dan ketaatan akan dituntut untuk maksimum sehingga menyangkut segala aspek kehidupan dan penghidupan dari pengikutnya. Nah, yang maksimum inilah yang dapat menjelma menjadi hal yang extreme seperti terlihat pada PT.       


Intermezzo: Devotion pada aliran sesat tidak memakai nalar, reasoning yang digunakan dalam melakukan tindakan devotion tidak masuk akal dan tidak berhubungan sama sekali. Bahkan lebih extremenya terkadang malah tidak dibutuhkan reasoning sama sekali, mereka melakukannya hanya karena diperintah melakukannya. Pada aliran sesat, semakin loyal dan devoted mereka, maka mereka akan semakin berbahaya. Mereka tidak menggunakan karunia mereka, yaitu akal pikirannya sebagai bekal dalam menghadapi dunia diluar sana, sehingga membahayakan diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka percaya bahwa semua langkah mereka adalah benar karena manifestasi dari keinginan Tuhan YME. Devotion pada aliran sesat menggunakan tindakan Give and Get, sehingga faktor pengorbanan sangat melekat pada tindakan devotion. Mereka mendera dan menyakiti (give) dirinya sendiri atau orang lain, agar dirinya atau orang lain mendapat kesucian dan kemurnian (get). Bagaimana bisa, supaya orang sadar akan berkah kehidupan (get) yang diterimanya maka harus dilakukan dengan tindakan yang mempertaruhkan resiko keselamatan (give) dirinya atau orang lain tanpa dasar yang jelas. Benarkah menaruh orang didalam air dengan resiko maksimum dan menantang maut agar dirinya dapat merasa bahwa hidup adalah sebuah berkah (AS)? Menyadarkan manusia bahwa kita sudah diberi kesempatan hidup dan harus menjalaninya dengan sebaik-baiknya? Menguji (give) kehidupan seseorang atau diri sendiri, dengan sengaja mengundang maut dan membuka pintu resiko sebesar-besarnya, bukankah hal tersebut adalah percobaan pembunuhan? Benarkah tindakan merusak ketentraman orang lain, mengganggu kegiatan kesehariannya, merampas haknya, untuk alasan agar orang lain tersebut mendapat berkah? Menguji kehidupan dengan cara demikian berarti kita menguji berkah dan rahmat Tuhan YME, yaitu kehidupan itu sendiri, dan menguji ciptaan Tuhan, inikah tanda terima kasih kita kepada Tuhan YME? Secara logika, nurani dan ajaran agama saja hal tersebut menimbulkan pertentangan, cuma orang-orang yang mati rasa dan akal yang bisa melakukan hal yang demikian. Itulah makanya gue mengatakan bahwa dalam ekspektasi Give and Get ini, orang tidak bisa melakukan hal yang benar.        





Click here for more graphics and gifs!

Click here for more graphics and gifs!Click here for more graphics and gifs! 
Pengikut aliran sesat terkadang membuat koneksi yang tidak rasional akan satu hal dengan hal yang lain. Seperti pada MF, bagaimana tindakan intimidasi dan pembunuhan brutal yang mereka lakukan dapat menjadi satu langkah untuk memenuhi keinginan menjadi survivor dan menjadi bagian sebuah kejadian yang besar? Ketika pembunuhan beruntun terjadi, polisi California sempat cuek dengan adanya rekam jejak dari hubungan yang tidak rasional tersebut pada TKP, sehingga memperlambat penyelidikan. Pola hubungan yang tidak rasional memang terkadang menjadi trademark aliran sesat. Contohnya saja, aliran sesat dapat memanfaatkan rasa kekeluargaan diantara para pengikutnya. Tujuannya agar tercipta lingkungan positif untuk melakukan manipulasi dan menimbulkan rasa saling percaya. Selain itu sistem kekeluargaan juga dapat memudahkan kita untuk melepas kontrol diri dan menjadi pengikut yang setia. Dilingkungan keluarga, banyak tindakan negatif, seperti saling memanipulasi, berbohong, bertengkar, adalah hal yang diabaikan (setidaknya perspektif kita mengatakan demikian).  Tapi disinilah masalahnya, hubungan kekeluargaan yang dibangun, menjadi sebuah koneksi yang tidak rasional ketika sebenarnya satu sama lainnya tidak mempunyai garis keluarga sama sekali. Sehingga, tindakan-tindakan negatif seperti yang disebutkan diatas, tidak seharusnya dianggap dapat diabaikan, melainkan sesuatu yang serius yang bisa menimbulkan konsekuensi negatif.  Yang kemudian lebih aneh lagi adalah ketika mereka lebih mempercayai Jim dan malah melihat kerabat dan teman sebagai orang yang harus diawasi, dicurigai dan bahkan dikhianati. Gue rasa sistem kekeluargaan yang dibangun oleh aliran sesat ini juga mempercepat penghilangan konsep amanah yang sesungguhnya karena mereka berpikir mengenai semua dapat menjadi amanah bersama, semua bisa campur tangan karena menjadi tanggung jawab bersama. Padahal jelas agama dan negara sangat ketat dalam pengaturan penentuan siapa yang berhak dalam memegang amanah/tanggung jawab atas seseorang atau sesuatu.

Intermezzo: Sensitivitas terhadap ketidakkonsistensian dapat menjadi filter dari pengaruh aliran sesat tersebut apabila kita berada dalam sebuah kelompok. Misalnya saja, untuk sebuah tujuan yang besar (MF), bagaimana mungkin pemikiran seperti anak kecil yang dengan mudahnya dikendalikan dan ga mengerti aturan dapat memenuhi tujuan tersebut. Contoh lainnya adalah pengujian loyalitas kepada kelompok, yang dilakukan dengan menyerahkan, mengkhianati, menyakiti, sesama manusia dengan melanggar hukum dan ajaran yang ada. Padahal kalau mau ditelaah lebih jauh, hal tersebut berarti mereka mencederai arti sesungguhnya dari loyalitas itu sendiri (terhadap sesama atau ajaran dan hukum yang ada). Lalu kemudian dengan loyalitas yang sudah terbukti "broken" dan "meaningless"  tersebut mereka mempercayai dan loyal pada pemimpinnya (dan berharap bahwa kata loyal tersebut tidak "broken"). Hal tersebut sangat tidak rasional dan tidak konsisten. Contoh lain lagi adalah ketika mereka melakukan perbuatan dan perkataan yang menghukum dan menindak seseorang atas sebuah permasalahan, tapi pada kenyatannya mereka ternyata membela orang yang benar-benar bersalah seperti Manson. Sebenarnya, pergerakan ini tidak peduli dengan apa yang terjadi pada korbannya (terbukti pada apa yang memang terjadi terhadap para korbannya). Tapi, mereka mendasarkan pergerakan tersebut pada rasa kepedulian antar sesama. Tidak konsisten bukan? Gue tidak tahu apakah para korbannya diberi tahu alasan perlakuan mereka, kenapa mereka membunuh korbannya. Tapi mungkin saja mereka berasumsi bahwa tidak diberitahupun harusnya para korban bisa tahu sendiri (Bleh, padahal para pengikut Manson ini pun tidak "bisa tahu sendiri" alias harus diberitahu dulu siapa yang menjadi korbannya dan apa yang harus dilakukan).  

Ketidakkonsistensian ini juga bisa terlihat dari motivasi mereka. Motivasi dari pengikut aliran sesat ini sebenarnya agar tetap bisa eksis (MF), tapi secara bersamaan mereka sudah diambil alih kendalinya oleh orang-orang seperti Manson (secara jiwa sudah tidak eksis lagi). Kalau di PT, bagaimana mereka bisa mempertahankan eksistensi ajaran mereka, ketika sebegitu banyak orang tapi tidak ada satupun yang mau/bisa melakukan hal yang benar menurut ajarannya, akan sebuah peristiwa, yang akhirnya menjadi sebuah tragedi.    






Click here for more graphics and gifs!

Click here for more graphics and gifs!Click here for more graphics and gifs! 
Manusia adalah makhluk sosial. Mereka akan berada di suatu kelompok yang cukup besar untuk pemenuhan kebutuhan ego mereka, tapi cukup kecil sehingga tidak membatasi dan mengalahkan ego mereka. Orang-orang yang sangat egosentris terkadang merasa tidak akan bisa mempunyai kedudukan yang bagus dengan konsep yang terlalu besar atau terlalu kecil (relatif terhadap individu tersebut). Orang-orang seperti Manson dan Jim tahu benar mengenai hal tersebut, sehingga mereka memanfaatkannya untuk membuat ceruk kecil mereka.

Intermezzo: Gue rasa orang-orang seperti Shoko/Jim/Manson sangat pintar memilih siapa-siapa saja yang masuk dalam kelompok mereka. Walaupun kelompok tersebut terkesan terbuka (ada video perempuan penyebar kopian di kampus, yang berarti kelompok mereka terbuka menerima siapa saja) tapi gue rasa ada mekanisme yang mengatur siapa yang masuk dan siapa yang keluar. Kemungkinan mereka sudah mempertimbangkan faktor psikologis dan/atau fisik dari para pengikutnya supaya kelompok mereka lebih terkendali. Ingat bahwa para pemimpin aliran sesat ini sangat narsis dan psikopat, mereka akan berusaha supaya kendali ada ditangan.

Mungkin kita sudah banyak mengenal kelompok-kelompok kecil dalam masyarakat, kelompok yang anggotanya adalah para dokter ahli misalnya, atau kelompok penghobi fotografi misalnya. Kelompok tersebut jelas dan kasat mata apa yang menjadi tujuan, aksi dan gerakan mereka serta apa yang mengelompokkan mereka (keterampilan atau keahlian mereka). Terkadang kita juga mengenal kelompok kejahatan seperti geng motor yang bringas atau kelompok preman wilayah tertentu, mereka  juga berkelompok untuk menentukan aturan main mereka (karena kejahatan memang tidak mempunyai aturan main yang tertulis). Tapi, kelompok yang didasarkan pada pertimbangan logis yang menuju kearah hal yang baik harusnya bisa lebih berhati-hati, karena arah yang baik tersebut sebenarnya sudah didefinisikan dengan jelas didalam aturan negara dan agama. Jangan sampai hanya untuk terdiferensiasi dengan yang lain, sebuah kelompok malah keluar dari apa yang sudah didefinisikan secara umum, dan mendefinisikan perubahan dari aturan negara dan agama untuk arah yang lebih baik. Istilahnya "overpowering" dari yang sudah ada, apalagi kalau menyangkut aliran sesat, ajaran agamanya yang akan di"overclock". Ditambah lagi, pemimpin aliran sesat ini biasanya menggunakan psikologi untuk memanipulasi orang, yang berarti kelompok yang dibentuk mempunyai karakter psikologis yang sama. Homogenitas kejiwaan...terdengar mengerikan!

Off the record nih, karakter kejiwaan terkadang juga bisa dikelompokkan dengan  menggunakan persepsi, terutama atas kondisi fisik manusia. Kalau untuk mempertontonkan pencapaian sebuah keberhasilan, harus membawa-bawa faktor kesamaan fisik pasti lebih terlihat lucunya daripada meyakinkan,  karena kayak gitu tuh ga ada hubungannya. Apa ga lucu kalau melihat yang seperti ini: Kami kelompok dengan tampang jelek tapi bisa sangat hebat, atau kami kelompok dengan wajah persentil 80% keatas yang mempunyai masa depan cerah. Bahkan menyatakan "kami bertampang jelek(atau cakep) tapi bisa hebat" saja sudah termasuk persetujuan terhadap penilaian fisik mereka, apalagi kalau sekelompok orang menyatakan hal yang seperti itu. Kalau gue boleh punya saran untuk yang muda-muda, jangan mau dipertontonkan karena kesamaan fisik, betapapun hebat dan memujinya alasan yang disampaikan (kecuali kelompok binaragawan atau foto model yang memang dituntut untuk dinilai secara fisik). Kesesatan memang menggunakan karakter manusia yang merupakan anugrah Tuhan seperti psikologi dan fisik untuk mengelompokkannya. Egoisme yang merendahkan ciptaan Tuhan yang beragam      


Kebanyakan para pengikut aliran sesat merasa nyaman dengan kelompok kecil yang mereka buat, sehingga terkadang mereka lupa bahwa ada sistem yang lebih besar lagi yaitu sistem dimana mereka berada dengan segala kemajuan dan pergerakannya. Tidak mungkin mereka bergerak maju tanpa memperhitungkan gerak langkah sistem diluar mereka. Tapi itulah yang terjadi pada para pengikut PT. Mereka gagal memperhitungkan bahwa walaupun mereka merasa lebih makmur dan sejahtera dari sistem luar yang dulu menaungi mereka, tapi aspek-aspek kehidupan yang berkembang di sistem luar tersebut jauh lebih kompleks dan canggih, dan akan selalu terkait dengan sistem kecil yang mereka bangun, karena mereka masih menjadi bagian dari sistem yang lebih besar tersebut. Dan ketika Jim adalah satu-satunya orang dalam kelompok tersebut yang berinteraksi dengan sistem luar, masalah pun timbul karena Jim mempunyai tujuan yang terselubung.      



Click here for more graphics and gifs!

Click here for more graphics and gifs!Click here for more graphics and gifs!  Di negara kita, kebebasan berkelompok, mengeluarkan pikiran dan berpendapat diamanatkan dalam Undang-undang. Tapi didalam undang-undang itu tidak ada yang namanya kebebasan bertindak, karena tindakan(perkataan, perbuatan, perlakuan) ada aturan lain yang mengaturnya. Nah, tindakan yang dilakukan oleh kelompok aliran sesat biasanya adalah tindakan yang tidak punya landasan hukumnya, baik agama maupun negara. Bahkan yang sulit adalah, terkadang tindakan mereka tidak dapat dilacak karena tindakan tersebut ada di wilayah abu-abu kalau dilihat dari hukum negara (mungkin kalau menggunakan hukum agama bisa dijelaskan). Karena yang dilanggar adalah hukum agama, makanya terkadang aliran sesat dapat lolos begitu saja dari pantauan masyarakat. Mereka tidak terlalu meresahkan dibandingkan maling ayam misalnya, karena yang digerogoti adalah ajaran agamanya yang tidak bisa dijelaskan oleh hukum negara. Palingan kita cuma punya feeling "wah ini pasti aliran sesat nih, abisnya tindakannya cuma berdasarkan informasi dan alasan dari pemimpinnya, melanggar ajaran agama pula" tapi tetap ga bisa berbuat apa-apa. Lagipula, bagaimana membuktikan kalau aliran sesat tersebut akan berakhir mengerikan seperti di PT atau MF? Makanya, membubarkan sebuah kelompok yang dianggap sesat adalah hal sulit dan tidak bisa sembarangan, mereka menggunakan agama sebagai pintu masuknya tapi menggunakan hukum negara sebagai celah untuk berkembang-biak.

Intermezzo: Menghentikan pergerakan dari aliran sesat cukup sulit, terbukti banyak aliran sesat masih ada sampai saat ini, walaupun pemimpinnya udah ga ada sekalipun. Hal tersebut karena jiwa pemimpin tersebut masih dipegang kuat oleh pengikutnya dan masih terus hadir ditengah masyarakat. 

Di era demokrasi tentunya kita lebih berharap kepada masing-masing individunya untuk bisa lebih mandiri dan mempunyai kemampuan dalam mengambil keputusan, karena mereka mempunyai kebebasan yang lebih daripada ketika mereka mempunyai sistem kediktatoran. Tapi, kebebasan apabila tidak terjaga dapat menimbulkan malapetaka melalui orang-orang seperti Manson/Jim/Shoko yang pintar dengan trik manipulasinya. Ketika negara tidak bisa menyentuh kelompok aliran sesat, agama bisa, dengan semua sensitivitas yang dimiliki, kita bisa melihat apa perbuatan mereka sesat atau tidak. Tapi agama kembali pada masing-masing individunya, dimana terkadang merekapun tidak sadar kalau agamanya sedang disenggol-senggol. Pembentukan opini disebuah kelompok aliran tertentu misalnya, kalau kita tidak kritis melihatnya dari segi agama, maka opini tersebut bisa dipakai sebagai bumerang terhadap agama itu sendiri. 



Click here for more graphics and gifs!

Click here for more graphics and gifs!Click here for more graphics and gifs! Gue tidak membahas aliran sesat yang mengarah ke aliran setan disini. Tapi dikehidupan nyata, aliran sesat selalu dapat mengarah ke bentuk-bentuk pemujaan setan karena mereka memakai metode yang hampir sama dengan aliran setan, ada pengikut, perantara dan ada pengorbanan. Tindakan memberi dan mendapatkan  (Give and Get) pada aliran sesat merupakan salah satu bentuk pengorbanan, dimana ada yang mengorbankan atau ada yang dikorbankan. Sedangkan, pengorbanan pada aliran setan lebih kearah persembahan, dimana persembahan tersebut bertujuan memanggil roh atau jin untuk membantunya melakukan sesuatu. Walaupun begitu, terkadang aliran sesat juga bisa mengarah kepada pengorbanan untuk memanggil setan dengan melakukan hal-hal yang menyimpang dari ajaran agamanya, yaitu dengan melakukan dosa besar seperti syirik, munafik, riya, fitnah dan pembunuhan atau bunuh diri, dengan perantara seperti Jim/Manson/Shoko. Sebagai ilustrasinya, ketika Jim menyuruh pengikutnya melakukan bunuh diri atau pembunuhan, sebenarnya dia menyuruh pengikutnya untuk berpihak pada musuh abadi manusia, yaitu iblis dan setan. Bahkan terkadang yang bukan dosa pun seperti menceraikan istri, akan menjadi dosa besar ketika hal tersebut dilakukan atas perintah Jim yang dilakukan demi menjaga keamanan dan ketentaraman didalam aliran sesat tersebut. Dualisme yang dibangun oleh aliran sesat, dimana didalam langkah yang mereka tempuh terdapat dua hal yang berbeda, tujuan yang baik dan perbuatan yang buruk, adalah bentuk kesesatan yang mengarah pada karakteristik aliran setan yaitu dualitas.


Tulisan berikutnya gue akan membahas mengenai keadaan sekarang ini, mengenai bagaimana penyesatan dilakukan oleh beberapa aliran yang ada dewasa ini, dan bagaimana yang namanya applied religion dapat masuk dan merusak kehidupan beragama kita.

Hmmm, sebagai bocorannya, mungkin salah satu cara penyesatan adalah dengan mengeksploitasi soft spot manusia, seperti ini:



R.I.P. May 2012

 Bersambung...  Smiley

Rabu, 13 Juni 2012

Berharganya Tubuh Kita


Tubuh kita terdiri dari banyak bagian tubuh yang mempunyai fungsi masing-masing, dimana tubuh kita sangat tergantung pada daya kerja masing-masing organ tersebut. Ada beberapa kondisi yang dapat mengakibatkan salah satu bagian tubuh kita menjadi tidak dapat berfungsi dengan baik, yaitu faktor usia, keturunan, cacat, adanya kerusakan. Tetapi, ketika tubuh kita secara umum terkena hal yang dapat berdampak menyeluruh terhadap tubuh, maka beberapa bagian didalamnya bisa menjadi tanda awal akan adanya masalah tersebut. Beberapa bagian tersebut adalah tempat dimana sel-selnya dapat membelah dan berganti dengan cepat. Sel-sel yang dapat membelah dengan cepat yaitu:

  1. Sel Darah
  2. Sel Pada Saluran Pencernaan
  3. Sel Pada Bagian Reproduksi
  4. Sel Rambut

Apabila ada hal yang dapat berdampak menyeluruh, maka pada keempat bagian tersebut kita akan merasakan tanda-tanda yang tidak biasa, seperti misalnya timbulnya biru-biru pada kulit (bukan karena benturan) akibat darah yang cepat membeku, sembelit, keputihan, atau kerontokan rambut. Hal ini tentunya  sangat mengganggu dan sebaiknya segera dicari penyebab masalahnya, karena akan berdampak lebih jauh lagi terhadap tubuh kita. Berikut beberapa penyebab yang dapat merusak tubuh kita secara umum:

  1. Makan makanan/minum minuman yang mengandung bahan berbahaya. 
  2. Kebiasaan buruk: bergadang, minum minuman beralcool, merokok, diet berlebihan dan lain-lain.
  3. Radiasi dari peralatan elektronik.
  4. Sutet tegangan tinggi di sekitar perumahan.
  5. Infeksi virus atau bakteri.
  6. Akumulasi racun ditubuh kita, sehingga pH tidak pada batas normal. 
  7. Sinar UV matahari. 

Untuk penanggulangannya, kita harus menjaga makanan dan minuman kita dengan memasak sendiri dirumah, dan meninggalkan/mengurangi kebiasaan buruk. Kita juga harus membatasi pemakaian barang elektronik seperti microwave yang dapat membahayakan kesehatan. Kalau disekitar rumah ada sutet, pindahlah sementara waktu sampai tubuh membaik. Apabila kita terkena virus atau bakteri, tubuh kita seperti keracunan karena ada organisme asing yang masuk yang membuat darah kita tidak normal. Lakukan pengobatan sampai tuntas baik dengan rawat inap maupun berobat jalan.

Kita hidup di era modern dimana makananpun banyak menggunakan komponen sintetik dan zat kimia yang dapat menumpuk di tubuh kita. Ketika terjadi akumulasi racun ditubuh kita, darah dapat menjadi asam. Walaupun tubuh kita punya mekanisme untuk menyeimbangkan kembali tingkat keasaman tersebut, tapi hal tersebut tentunya tidak menyenangkan bagi tubuh kita. Saya tidak tahu apa kemudian perlu mencari cara untuk menjadi basa agar keseimbangan tercapai, tapi menjadi basa juga hal yang tidak baik untuk kesehatan dan harus dihindari. Nah, kalau menjadi basah akibat mandi keringat di bawah terik matahari pastinya hal yang harus dihindari juga. Matahari memang sangat dibutuhkan oleh manusia di bumi ini, tapi jika terkena paparannya langsung malah dapat membahayakan. Gunakan kacamata khusus penangkal UV dan sunblock SPF 30+ bila terpapar matahari. Cek selalu UV index di kota dimana kita akan bepergian.

Tulisan gue ini tidak bermaksud bahwa jika ada gangguan di bagian yang tidak disebutkan diatas, berarti tidak ada penyerangan secara menyeluruh ke tubuh. Terkadang kita mempunyai bagian tubuh yang lebih lemah dari bagian yang lain dan bisa saja bagian tubuh tersebut yang pertama terkena dampaknya. Atau bisa saja penyerangan  menyeluruh memang menyerang bagian yang spesifik dulu, baru kemudian keseluruh tubuh, seperti virus dan bakteri misalnya.

Jadi, kalau jantung anda tiba-tiba berdetak lebih kencang dari biasanya dan secara bersamaan tidak berirama, maka mungkin ada sesuatu yang terjadi pada tubuh kita. Atau mungkin saja hanya seseorang yang mau lewat didepan anda (he3x).





Bacaan Lanjutan:

http://en.wikipedia.org/wiki/Ultraviolet
http://en.wikipedia.org/wiki/Acid–base_homeostasis



Walking along the beach at sunset

Kamis, 07 Juni 2012

Mengenai Penyesatan (Bag. 1)


Apa yang terjadi ketika ada aliran sesat yang menyusupi masyarakat? Tentunya masyarakat akan resah karena mereka takut aliran sesat tersebut akan mempengaruhi orang-orang disekitarnya dan menimbulkan tindakan-tindakan yang dapat menyesatkan dan membahayakan masyarakat tersebut. Di Indonesia beberapa aliran sesat dapat ditindak sebelum mengarah kehal-hal yang membahayakan, tapi, mengingat sekarang era globalisasi dengan sisi positif dan negatifnya, maka ada baiknya untuk melihat salah satu sisi negatif globalisasi yaitu berkembangnya aliran yang bertujuan menyesatkan orang. Beberapa aliran sesat pernah menggemparkan dunia karena berakhir tragis, sementara aliran yang lainnya dianggap sesat oleh sebagian masyarakat dan sedang berkembang dewasa ini. Berikut empat pemimpin aliran sesat yang berakhir tragis:

1.  Shoko Asahara (Aum Shinrikyo / Supreme Truth)

Pada tahun 1995, Shoko Asahara memanipulasi pengikut sekte Aum Shinrikyo untuk melakukan aksi keji di sebuah kereta bawah tanah di Jepang. Gas sarin dilepaskan di udara yang bertujuan untuk membunuh orang-orang yang hendak melakukan aktivitasnya. Belasan meninggal dunia karena menghirup gas beracun tersebut dan melukai ribuan lainnya. Asahara yang narsis dan memiliki ego yang besar, semenjak kecil sudah terbiasa memanipulasi dan mengintimidasi orang disekitarnya. Karena egonya yang besar, Asahara merasa memiliki hubungan langsung dengan Tuhannya. Diapun mendirikan sekte yang percaya kiamat segera datang sesuai dengan ramalan tokoh yang telah menginspirasinya, Nostradamus. Asahara mempunyai misi untuk mengalihkan dosa seluruh dunia ketangannya, dia mengaku bisa memindahkan energi spiritual ke para pengikutnya dan dia melakukan ritual untuk menghilangkan dosa dan karma jelek dari para pengikutnya.

Hidup sebagai orang cacat, karena matanya buta sebagian, Asahara mempunyai obsesi yang tinggi. Walaupun dia gagal masuk ke universitas top di Jepang, tapi dia berhasil mempengaruhi para akademisi dari universitas-universitas ternama di Jepang untuk mengikuti gaya hidupnya. Banyak buku-buku keagamaan yang dikeluarkannya. Tercatat banyak dokter, pengacara dan ilmuwan yang jadi pengikut Aum. Beberapa ilmuwan pengikutnya bahkan membangun fasilitas senjata pemusnah masal demi tercapainya tujuan organisasi ini. Ya, Aum Shinrikyo mempunyai beberapa fasilitas yang dibangun untuk mencapai tujuannya. Bahkan mereka berniat melakukan makar terhadap pemerintahan Jepang dan mempersiapkan senjata, baik itu senjata militer maupun kimia, dengan membangun kerjasama antar pengikutnya di beberapa negara.

Terobsesi dengan armageddon didalam meditasi yang dia lakukan, ahli akupunktur dan yoga tersebut mendapat wangsit bahwa keselamatan akan dia dapatkan di sebuah dunia baru, hanya ketika dunia yang sekarang ini dihancurkan. "Rencana Aum Salvation" termasuk didalamnya penyembuhan penyakit dengan teknik Yoga, mewujudkan tujuan hidup dengan meningkatkan intelegensia dan berpikir positip, dan memfokuskan diri pada apa yang dianggap penting dalam kehidupan lewat peningkatan spiritual. Di puncak kejayannya dia berhasil mengumpulkan 5000 pengikut lewat video, iklan dan pamflet yang disebarkannya dimana pengikut ini harus membuktikan kesetiaannya dengan melakukan hal tertentu. Asahara bahkan mengikuti pencalonan menjadi anggota parlemen dengan kampanyenya yang khas seperti panggung hiburan yang pernah meramaikan Jepang. Aum pun mempunyai majalah (Vajrayana Sacca dan Enjoy Happiness) yang mengadopsi perilaku berbasis misi. Beberapa kasus pembunuhan tercatat mempunyai sangkut paut dengan aktivitas Aum. Di Jepang, Aum Shinrikyo (berubah nama menjadi Alif) berkembang menjadi agama kaum elit (karena banyaknya kalangan universitas yang menjadi pengikutnya, sehingga Aum menjadi bagian dari jaringan elit) dan sampai sekarang masih mempunyai pengikut walaupun Asahara sudah dipenjarakan. Pengikut aliran Aum sekarang masih ada dan mencakup berbagai belahan dunia. Bahkan Aum mempunyai beberapa fasilitas yang sampai sekarang masih digunakan.

Yang menjadi catatan gue adalah mengenai kunci kekuatan kharisma dari Asahara, yaitu bagaimana dia membuat para pengikutnya seperti terangkat dan menjadi ringan (seperti orang melayang diatas awan) melalui meditasi dan keikhlasan pengorbanan yang dilakukan pengikutnya. Asahara juga menggunakan obat-obatan yang bisa meningkatkan proses berpikir, membangkitkan semangat dan bisa mengakibatkan delusional, seperti LSD. Gue rasa banyak pengikutnya tidak mengetahui misi sesungguhnya yang dibawa oleh Asahara, banyak dari mereka hanya ingin mendapat pengalaman religius. Tapi disinilah letak masalahnya, Asahara memang ingin mengambil alih dosa dunia ketangannya, dan ini berarti kebanyakan pengikutnya merasa mengikuti perintah religius dan melakukan kebaikan, padahal mereka sedang dimanipulasi untuk membuat blue print pembantaian dengan mengikuti perintah dari Asahara. Ga heran kalau wikipedia mendaulat Aum menjadi organisasi teroris karena ada sebagian kecil pengikutnya yang dekat dengan Asahara memang terkait langsung dengan tindak dan perencanaan  fasilitas-fasilitas penghancur masal, tapi sebagian besar pengikut yang lainnya hanya melakukan hal-hal kecil yang menyokong tindak kejahatan tersebut walaupun tersamar sebagai kegiatan religius. Gue rasa Shoko ga akan terlalu peduli dengan agama yang dia bawa (Shoko menggunakan ajaran agama lain seperti Hindu, Budha dan Kristen dalam ajaran agamanya), dia hanya peduli pada fasilitas pemusnah masal yang dibangun untuk bisa mewujudkan impiannya akan Armageddon.

2.  Marshall Applewhite (Heaven's Gate)

Marshall Applewhite mendirikan dan memimpin Heaven's Gate, sebuah agama UFO yang berbasis di San Diego California. Ketika komet Hale Bopp pada tahun 1997 ada di posisi paling terangnya, 39 anggota kelompok melakukan ritual bunuh diri karena mereka percaya bisa menaiki piring terbang yang mengikuti komet tersebut. Kelompok yang terdiri dari orang-orang "geek" ini (mereka mendanai kelompok tersebut dengan menjadi web developer) mempercayai tindakan bunuh diri yang mereka lakukan hanya akan membuat mereka meninggalkan jasmani (yang dianggap sebagai kendaraan sementara) dan menuju ke level selanjutnya yang ditawarkan. Applewhite percaya mereka harus mengevakuasi planet yang sebentar lagi harus menjalani proses daur ulang alias diperbaharui.

Para pengikut kelompok ini melakukan hal-hal yang aneh seperti pembuktian bahwa mereka membenci dunia yang sekarang ini, mengubah nama asli mereka dengan tambahan "-ody", melepaskan karakteristik manusia mereka seperti keluarga, teman, gender, individualisme, pekerjaan, uang dan kepemilikan. Gaya hidup mereka sederhana dan berdasar pada sistem komunal dengan cara berpakaian yang khas karena kerapian mereka yang selalu mengancingi bagian atas kemeja mereka dan menggunakan topi aneh.

Pada bulan maret 1997, 39 orang pengikut Heavens Gate melakukan bunuh diri setelah melakukan "Do's Final Exit" dengan memakan phenobarbital yang dicampur dengan pudding atau saos apel dan vodka. Pihak berwajib menemukan mereka sudah menjadi mayat di sebuah rumah sewaan di kawasan elit San Diego, tergeletak di tempat tidur masing-masing dengan kepala dan leher tertutup kain persegi berwarna ungu. Setiap anggota ditemukan mengantongi uang lima dolar 75 sen dan memakai pakaian hitam-hitam dengan sepatu baru Nike dan juga gelang bertuliskan "Heaven's Gate Away Team."

Menurut pendapat gue, Applewhite memanfaatkan obsesi futuristik para pengikutnya dan mencampurkannya dengan keyakinan agama lain. Bahkan kelompok ini dikatakan sebagai sekte cyber karena menggunakan teknologi berbasis komunikasi menggunakan komputer.

3.  Jim Jones (People's Temple)

Seperti kebanyakan aliran-aliran lainnya, awalnya People's Temple terlihat mempunyai masa depan yang menjanjikan dengan membawa misi dan tujuan yang agung sehingga banyak orang dengan berbagai macam latar belakang tertarik untuk mendukung misi dari People's Temple (PT). Komunitas yang dibangun People's Temple menitikberatkan penciptaan solusi untuk masalah kemanusiaan, hak azasi dan kebebasan, dengan membangun semangat spiritual dan persaudaraan, dan menjunjung persamaan hak dari individunya, sehingga tercipta lingkungan yang selalu positif. Bagi pengikutnya, PT adalah kesempatan untuk membangun kehidupan ala surga, dimana segala sesuatu sudah tersedia yang dapat diolah dan dimanfaatkan untuk membangun hidup yang sejahtera. PT menciptakan sebuah lingkungan yang bisa selalu terjaga dan terurus oleh komunitas tersebut, dan sebagai gantinya, pengikutnya menghibahkan sebagian atau seluruh miliknya untuk PT, atau bekerja dan membagi hasilnya kepada misi dari PT. Jim Jones memimpin dan memotivasi pengikut PT dengan pandangan yang aktif progresif, mempercayai kekuatan keajaiban, mendorong pengikutnya untuk menolong sesama, sehingga tercipta kekuatan masa yang hiruk pikuk.

Menurut pendapat gue pribadi, kekuatan sebenarnya dari PT adalah ketika Jim Jones berhasil menciptakan kondisi sehingga masanya selalu merasa bahagia di setiap kesempatan. Kondisi yang membahagiakan ini akan selalu dikomunikasikan terus menerus melalui verbal maupun tindakan apabila ada keragu-raguan terhadap Jim Jones, terkadang dengan mengekspos kesembuhan orang dari penyakit, mengekspos orang-orang yang sudah ditolongnya, mengekspos pemberian donasi, menceritakan kondisi dirinya dan pengikutnya yang sukses, dsb (Riya istilah Islamnya). Ternyata belakangan ketahuan kalau penyembuhan yang dilakukan adalah sandiwara belaka. Pengikutnya mempunyai pemikiran yang dikontrol dengan melarang untuk tidak mengatakan apapun ke orang lain. Tidak heran kalau setiap pengikut bisa bersandiwara kepada pengikut lainnya, sehingga didalam sebuah keluarga pun bisa timbul ketidakpercayaan terhadap anggota keluarga yang lain, walaupun untuk para pengikutnya yang loyal hal tersebut sudah bukan hal yang perlu untuk dipikirkan. Untuk para pengikut yang loyal, mereka sudah tidak bisa memikirkan rasa keraguan selain menerima rasa bahagia akan impian yang diwujudkan oleh Jim dan juga terbius akan semangat tinggi yang terus menerus didengungkan oleh Jim.

Tes loyalty (kesetiaan) selalu dilakukan untuk mengingatkan pengikutnya akan komitmennya terhadap tujuan dari pergerakan, berkali-kali Jim Jones memerintahkan pengikutnya untuk melakukan hal-hal aneh yang menguji bakti dan sumbangsih dari pengikutnya. Permasalahan yang terjadi di ruang publik dikemukakan untuk membangkitkan perasaan terganggu sehingga muncul rasa insecure yang membuat para pengikutnya menginginkan salvation atas permasalahan tersebut (memicu aksi-reaksi untuk para pengikutnya). Dia terus menerus mengumandangkan ancaman dan paranoia pada sistem yang ada yang gagal memberikan impian-impian yang diinginkan pengikutnya. Kharisma Jim Jones gue rasa ada, karena ia hadir membawa impian tersebut, sehingga impian tersebut dapat hidup ditengah-tengah keputusasaan para pengikutnya, bahkan ia hadir dalam memberikan harapan untuk mengubah dunia. Jim membuat tempat perlindungan dimana segala sesuatu akan baik-baik saja, membangun sebuah sistem kecil yang terlihat sebagai solusi untuk para pengikutnya (hanya pengikutnya, sehingga para pengikutnya merasa mereka orang-orang yang terpilih dan beruntung).

Masalah mulai timbul ketika Jim Jones memandang jamaahnya seperti properti karena dia sudah merasa menjadi Tuhan dan bukan pemimpin lagi. Jim Jones mengatasnamakan Tuhan atas segala tindakan dan apa yang diterima pengikutnya. Di hari-hari terakhir, Jim melihat para pengikutnya adalah tersangka yang bisa kabur, setiap hari diadakan tes kesetiaan dan mengumandangkan misi dengan menggunakan loudspeaker, dan ini dilakukan dengan terus menjaga kondisi bahagia dari para pengikutnya. Bahkan 24 jam sebelum pembunuhan dilakukan, jemaah PT masih bernyanyi dan bergembira merayakan kedatangan senator Amerika yang berkunjung untuk mengecek apakah benar PT bermasalah seperti berita-berita miring yang sudah tersiar diluar. Sebagai seorang yang revolusioner, Jim Jones memandang kematian sebagai takdir yang bisa di tentukan sendiri dan dapat dilakukan untuk tujuan pribadinya. Dia melakukannya demi mencegah infiltrasi dari luar (pemerintah). Jim Jones memandang kematian para pengikutnya sebagai bunuh diri yang revolusioner (padahal jelas hal tersebut merupakan pembunuhan masal). Di hari dimana pembunuhan terjadi, pengikut PT hanya diberi pilihan mati dengan bedil karena ingin melawan atau mati bunuh diri dengan meminum Kool Aid yang berisi sianida. Para pengikut PT menginginkan kebebasan, tapi kebebasan tersebut ternyata diambil oleh Jim Jones sendiri. Sepertinya para pengikutnya menggantungkan hidup mereka kepada orang yang seharusnya mereka tidak andalkan.

Yang menjadi catatan gue dalam bahasan PT adalah cukup mengherankan ketika penganut aliran sesat tersebut tidak sadar bahwa mereka sudah diputarbalikarahkan ketika kehidupan mereka kemudian dipermudah. Jim Jones nampaknya seorang yang sangat progresif, dia mengira-ngira dan melakukan prediksi atas apa yang akan terjadi selanjutnya setelah suatu tindakan dilakukan, setelah menilainya sebagai sesuatu yang buruk atau baik. Dia juga sangat aktif sehingga memaksakan hal tersebut untuk terjadi sesegera mungkin dengan cara yang sangat dramatis. Jim juga sangat manipulatif sehingga menggiring para penganut aliran ini  melakukan tindakan-tindakan yang secara implisit mengarah pada tujuan yang implisit tersebut. Dia menarik kesimpulan bahwa para penganutnya sudah konfirm dengan apa yang menjadi tujuan implisit tersebut lewat tindakan-tindakan mereka. Jim delusional dan psikopat makanya dia bisa menarik kesimpulan tersebut. Ketika para pengikut PT menerima kemudahan yang disediakan oleh Jim, dia pun merasa kehidupan pengikutnya tersebut menjadi properti miliknya dan menganggap mereka akan setuju pula jika kehidupan tersebut suatu saat akan dia ambil. Kehidupan dia pandang sebagai properti yang easy come easy go. Makanya, Jim mengatakan bahwa yang dia lakukan terhadap jemaahnya adalah revolutionary suicide, hal tersebut mungkin karena penyebab bunuh diri masal tersebut adalah akibat atau implikasi dari tindakan para jemaahnya yang mengarah pada tujuan atau maksud tersirat yang Jim kesimpulkan sendiri, yaitu bunuh diri masal. Sebuah hal yang revolusioner memang dalam hal...bunuh diri. Masalahnya, banyak dari para penganut aliran sesat ini tidak sekompleks itu jalan berpikirnya sehingga mereka tidak tahu sebenarnya akan dibawa kemana. Gue rasa banyak dari penganut aliran sesat ini juga orang-orang yang progresif seperti Jim, hanya saja mereka tidak mengerti seberapa jauh dan cepat progres tersebut akan dijalankan. Jim yang manipulatif sudah mempersiapkan  para pengikutnya untuk pembunuhan masal tersebut dengan selalu mengasosiasikan perintah Jim adalah takdir dari Tuhan, pembunuhan yang akan dilakukan adalah kehendak dari Tuhan, atau rezeki yang diterima pengikutnya adalah karunia dari Tuhan. Dia terus menerus mengumandangkan pemakluman. Ketika Jim mulai mengatasnamakan Tuhan akan semua yang terjadi pada pengikutnya dan pengikutnya mengamini hal tersebut, Jim otomatis sudah merasa seperti didaulat menjadi Tuhan karena dialah perencananya.

Yang menjadi catatan gue juga adalah bagaimana Jim berhasil membangun sebuah sistem kecil yang aman dan tentram untuk para pengikutnya sementara itu dia juga mempersiapkan mekanisme untuk menghancurkannya. Sistem kecil tersebut tentu saja tidak bisa dikatakan sebagai solusi untuk memperbaiki sistem yang ada karena hanya menyentuh para pengikutnya saja. Seperti yang gue katakan sebelumnya bahwa kekuatan Jim yang terbesar adalah karena dia bisa mempertahankan kondisi bahagia dan memenuhi impian para pengikutnya. Perekrutan juga dilakukan dengan menjual impian tersebut dan dengan sistem kekeluargaan, sehingga memudahkan merekrut suatu kelompok atau komunitas tertentu, mulai dari kelompok terkecil seperti keluarga, komunitas warga, dst. PT berkembang karena kepercayaan mereka kepada Jim dan ikatan persaudaraan yang dibina oleh Jim.

4. Charles Manson (Manson Family)

Di akhir tahun 60an, Amerika dikejutkan dengan pembunuhan istri sutradara Roman Polanski dan pembunuhan LaBianca oleh kelompok Keluarga Manson yang dipimpin oleh Charles Manson. Keluarga Manson beranggotakan anak-anak muda yang berasal dari keluarga menengah dan tidak mempunyai sejarah kekerasan. Sebenarnya para pengikut Manson bukan tipikal orang-orang yang bisa melakukan pembunuhan, mereka adalah para perempuan muda yang cantik dan populer. Ada yang bekas seorang homecoming queen, ada yang akan menjadi biarawati dan ada yang disekolahnya termasuk anak bertalenta. Tapi inilah yang membuat Charles Manson menjadi terkenal, karena bisa memanipulasi anak-anak muda tersebut selain juga karena Charles Manson sendiri tidak terlibat langsung dengan pembunuhan yang dilakukan kelompok tersebut. Charles Manson didakwa atas dasar aturan pertanggung jawaban bersama, sehingga setiap anggota yang berkonspirasi bersalah atas kejahatan yang dilakukan oleh teman sesama konspiratornya karena kejahatan tersebut dilakukan demi tercapainya tujuan dari konspirasi tersebut .

Menurut testimoni pengikutnya, Manson menginginkan perang rasial apokaliptik secara global yang akan mengakhiri dunia. Pengikutnya tersebut mengaku tidak ingin ketinggalan dan ingin menjadi salah satu "survivor" dan menjadi bagian dari hal yang besar. Dia juga mengatakan bahwa ketika Manson menginginkan perang apokaliptik tapi ternyata hal tersebut tidak pernah terjadi, maka dia mulai aktif menciptakan kondisi seperti perang yang diinginkannya tersebut. Charles Manson tidak melakukan pembunuhan, tapi dia berhasil membujuk para pengikutnya bahwa hal tersebut harus dilakukan untuk tujuan dan misi dari kelompok. Dia benar-benar mendominasi orang-orang ini dan parahnya lagi mereka yakin Manson tidak bersalah, sehingga mereka tidak mau bersaksi atas kejahatan yang dia lakukan. Dia adalah keajaiban, dapat membaca pikiran dan mengerti segala sesuatu, sebuah jiwa yang murni dan menyenangkan kata pengikutnya tersebut.  Seperti pemimpin sekte sesat lainnya Charles Manson juga merasa dirinya adalah Yesus Kristus.

Yang mengejutkan adalah bagaimana para individual ini bisa menjustifikasi rasa sakit yang diderita orang lain atas nama sebuah tujuan kelompok mereka sehingga tidak bisa mengontrol perilaku mereka. Menurut pengikutnya tersebut, Manson juga menggunakan LSD dan menggunakannya untuk para korban yang ingin dijadikan pengikut. Tanpa diketahui korbannya, dia memakan makanan atau minuman yang sudah diberi LSD sehingga daya berpikirnya jadi meningkat dan terpacu. Manson juga berusaha memegang kendali dengan mendikte apa yang harus dikatakan pengikutnya. Pengujian kesetiaan dilakukan dengan cara fisik seperti berjalan merangkak di tempat umum, memotong rambut dan sebagainya. Ketika melihat dokumentasi dari Charles Manson, kita pastinya terpana bagaimana sekelompok perempuan muda dengan masa depan yang cerah bisa sangat setia terhadap seorang psikopat dan bagaimana dia memanipulasi dan mengontrol pengikutnya untuk melakukan pembunuhan pada orang yang bahkan tidak dikenalnya. Hal yang membuat kita berpikir juga mengenai bagaimana ketakutan dan kelemahan seseorang bisa menjadi pintu masuk agar dia dapat dicuci otaknya dan dibuat mati rasa. Ego individual dari pengikut ini sudah tidak ada dan tergantikan oleh tujuan Manson. Manson memang jauh lebih berbahaya karena hanya dengan dorongan dan motivasi dari nya dia bisa memanipulasi orang-orang yang bosan, gampang dipengaruhi, putus asa dan naif. Pengikutnya tersebut mengatakan Manson dapat mengisi kebutuhan seseorang, membuang rasa takut, mengisi ketidakcukupan. Bahkan mereka biasa berdiskusi berjam-jam dan Manson selalu menyarankan untuk tidak berpikir, menjadi seperti anak kecil seperti dirinya. (Mungkin maksudnya harus bertindak secara reflek tanpa perlu berpikir mengenai benar atau salah tindakan tersebut). Ketika ditanya mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh teman-teman sekelompoknya, seorang pengikut Manson yang lain yang tidak melakukan pembunuhan mengatakan bahwa hal tersebut adalah sangat mengerikan, tapi dia yakin bahwa apa yang mereka lakukan adalah hal yang benar dan perlu. Salah satu pengikutnya yang ikut dalam pembunuhan mengatakan bahwa Manson selalu membuat waktu dapat dihilangkan, sehingga tidak ada yang namanya waktu, kami hidup saat ini juga.

Kemampuan Manson dalam memanipulasi para pengikutnya menjadi acuan para ilmuwan dalam eksperimen mereka untuk menyelami lebih dalam bagaimana seseorang bisa memanipulasi orang lain. Para ilmuwan berpendapat bahwa keinginan untuk menjadi bagian dari suatu kelompok terkadang melampaui kebenaran dan persepsinya sendiri, dan ini yang membuat seseorang dapat dimanipulasi. Didalam sebuah eksperimen diperlihatkan bagaimana seseorang pelan-pelan mengubah persepsinya yang benar mengenai sesuatu, menjadi mengikuti kemauan persepsi kelompok yang sebenarnya salah. Ketika teman-teman disekitarnya harus terus berkomplot memberikan hal yang salah, lama-kelamaan seseorang akan meragukan kebenaran dan mengikuti jalan teman-temannya yang salah tersebut. Dalam eksperimen tersebut, teror psikologis ternyata berhasil membuat seseorang menjadi konformis. Pemikiran kelompok menjadi lebih penting dari pemikiran individu (walaupun benar) dan pemikiran kelompok ini kemudian dapat dibangun diantara para anggota sebuah aliran. Inilah kekuatan sebenarnya dari Manson, yaitu kekuatan dari penyesuaian (kepatuhan) pemikiran. Manson bisa menangkap keinginan orang dan memainkannya untuk keuntungan dia.




Sebenarnya ada banyak lagi aliran sesat lainnya yang berakhir tragis seperti pembunuhan mutilasi oleh kelompok Adolfo Constanzo, seorang megalomania yang menggunakan ilmu hitam dan pengorbanan manusia, tapi gue ga bahas karena terlalu menyeramkan kalau membahas yang berilmu hitam (he3x).


Referensi:

You Tube channel gue.
http://en.wikipedia.org/wiki/Aum_Shinrikyo
http://en.wikipedia.org/wiki/Shoko_Asahara
http://en.wikipedia.org/wiki/Heaven's_Gate_(religious_group)


Selanjutnya gue akan bahas tuntas keempat aliran sesat tersebut diatas. Bersambung...

Jumat, 06 April 2012

A Thousand Words

Akhirnya gue menemukan sisa-sisa foto, dari kamera gue yang dicuri maling, di tumpukan file-file PC lawas gue. Gue pikir foto-fotonya udah lenyap beserta kameranya, tapi ternyata gue nyimpan backupnya. Dulu, nih foto gue pajang di blog gue yang lama, yang udah dihapus sama blogger. So, sekarang gue pajang aja disini ya. Ada foto Fauna dan Flora yang gue temukan di halaman rumah (maklum waktu itu masih norak banget sama kamera digital jadi apa aja di foto). Slideshownya bisa dilihat disini dan disini.

Terus waktu gue jalan ke jogja pas Merapi lagi hot-hotnya, gue ambil beberapa foto di Kaliadem (yang sekarang udah benar-benar ketimbun sama lahar dingin Merapi). Hasilnya ga bagus-bagus amat sih, tapi lumayan buat mengenang keganasan Merapi, soalnya tuh lokasi udah ga ada lagi. Ya udah ga apa-apa, kan masih bisa menikmati keindahan Merapi beserta Kaliademnya yang diabadikan lewat foto disini. Seperti mimpi aja bisa jalan di bulan!

Ketika di Jogja, gue juga sempet jalan-jalan ke Taman Sari yang baru saja dipugar. Taman Sari adalah tempat pemandian para Raja jaman dahulu. Lokasinya dibelakang pasar Ngasem dan jadi tempat wisata yang harus disinggahi kalau ke Jogja. Kalau mau lihat foto-fotonya silahkan aja disini.

Sebenarnya gue pingin banget memfoto langit Jakarta, tapi sekarang langitnya selalu berkabut (aneh juga karena ga mendung) dengan matahari yang terlalu cerah dan menyilaukan. Langit biru cerahnya jadi tidak kelihatan jelas. Gue juga ingin banget sebenarnya memfoto LuSi, musibah yang ga kunjung berakhir. Entah bencana tersebut disebabkan oleh alam (gempa di Jogja) atau karena goyangan ngebor ala inul pada alat pengebor Lapindo (hihihi jangan-jangan benar karena goyangan ngebor ala inul ya, tapi, kalau kita taruh keyakinan kita sama Tuhan YME, hal-hal kayak gini tidak ada hubungannya sama sekali).

Lagian kameranya sekarang kan sudah lenyap bersama maling yang menyatroni rumah gue beberapa tahun yang lalu. Harus stop deh kegiatan foto-memotonya. Nantilah nabung dulu buat beli yang baru, siapa tauk nanti keluar kamera 3D ....wow kayak apa ya bisa moto 3D??? Untuk bulan ini buat text 3D aja dulu seperti PR gue yang kedua lalu disini...



Get Ready for next beat...

Jumat, 23 Maret 2012

No Comment on BBM-BLT

Mau lidah nggak kering, pergi kekantin di siang bolong
     beli minuman jus yang putih, atau  yang kuning.
Ketika badan semakin ceking,  perutpun bunyi keroncong
     tinggal pilih mau dikasih, atau jadi maling.


Pantun diatas bukan punya gue tapi dari temen gue (yang milih dua-duanya). Kalau gue sendiri, no komen lah soal kenaikan BBM dan BLT-nya yang super aneh. Tapi serangan kedua nantinya pasti akan berasa dan ngaruh banget buat semuanya. Soalnya, di Indonesia BBM nyambungnya ke inflasi (beda sama negara lain dimana ada kenaikan BBM tapi inflasi masih bisa ditekan rendah). Listrik pastinya yang akan cukup berdampak, dan transport kayaknya harus ganti dengan yang lebih murah. Hmmmm...  apa mungkin ini cuma april mop ya?

Tapi, apapun yang terjadi please have a faith, don't go with the flow, instead, go by the rule. Kalau kita mengikuti aturan, kita pasti akan dipaksa untuk memutar otak kita dan menggunakan sumber daya secara efisien sesuai dengan kemampuan kita masing-masing.  Hal tersebut pastinya akan jauh lebih baik dari pada pertentangan dan pertikaian seperti sekarang ini, yang bisa membuat kita terjebak kedalam sebuah proses yang berbahaya yang bisa menghancurkan fondasi kita dalam berbangsa dan beragama. (Aksi-reaksi sangat rentan untuk dimanipulasi menggunakan proses dialektik misalnya).

Lagipula, ketika kita berbicara mengenai ekonomi, kita bicara soal distribusi kelangkaan, bukan distribusi uang. Bagaimana akses kita terhadap produk sehingga kelangkaan dapat teratasi, dan bukannya akses kita kepada uang yang hanya merupakan alat dalam sistem ekonomi. Kemajuan teknologi memang dapat memacu produksi sehingga dapat mengatasi kelangkaan, mempercepat distribusi sehingga sampai ketujuan, menciptakan mirage bahwa produk semakin mudah didapat. Ketika barang mudah didapat, uang pun akan menjadi mudah didapat pula. Tapi, coba jangan senang dulu, kalau memang teknologi memegang peran penting dalam perekonomian serba mudah yang kita jalani sekarang, itu artinya teknologi adalah modal yang mutlak dibutuhkan dan dimiliki (teknologi yang gue maksud bukan BB, Smart Phone, etc yang mudah didapat dengan uang). Semakin cepat roda perekonomian diputar, semakin besar pula kebutuhan akan modal-modal yang mendasarinya. Yang artinya pula, teknologi adalah kelangkaan yang kalau tidak segera ditanggulangi akan mengancam kehidupan bersama. Mungkin inilah kenapa kita terkena dampak inflasi sekarang? Selain untuk melonggarkan tekanan beratnya beban bunga utang dan menciptakan ruang untuk membuat utang baru (another fast fresh flow of money with the cost of our future)?
 
Ibaratnya sepeda melaju dijalanan menurun, tanpa butuh tenaga dan usahapun jalannya bisa melaju kencang, ngerem pun sulit. Bablasssss! Jadi, kapan perampokan ini akan berakhir, setelah negara dirampok dengan penjualan aset-aset negara seperti BUMN, sekarang rakyatnya juga harus dirampok dengan inflasi akibat pengurangan subsidi. Dan sepertinya hasil rampokan tersebut tidak hanya diperuntukan sebagai uang "cepat" untuk dibagi-bagi ke rakyat deh... Kalau ada bagian yang ternyata hilang, kemana kira-kira larinya ya?




Kit: There's no such thing as an easy money, Squeaky.
 (After gotten inside in an abandoned Russian ship caught in the middle of the eye of Liah typhoon).
Virus (1999)
         

Rabu, 14 Maret 2012

Para Srikandi Diujung Tanduk

Perempuan, dari bahasanya saja kata tersebut sudah memberikan persepsi elegan jika dibandingkan dengan lawan katanya. Adalah hal yang bijak untuk menganggap wanita sebagai sosok yang elegan karena perempuan memang selalu tertarik memperindah dirinya baik dalam hal perilaku, tata krama, perkataan dan ...(gue ga tauk apa ini yg terpenting sekarang)penampilan. Bahkan ketika sosok yang elegan tersebut berada dalam posisi yang terburuk, lingkungan masih melihat sosok perempuan tersebut sebagai sosok yang elegan. Seperti ketika seorang perempuan menjadi terpidana, lingkungan (dan perempuan) masih mendambakan sosok penampilan, tata krama dan perkataan yang anggun seberat apapun dakwaan atas tindakan yang dilakukannya. Contohnya saja perempuan pelaku pembunuhan yang digambarkan seperti sosok Uma Thurman dalam Kill Bill oleh media masa, bagaimanapun Thurman adalah sosok yang elegan dengan rambut pirangnya walaupun dia memegang senjata. Persepsi kita masih terus dibawa untuk mengharapkan sosok perempuan sebagai sosok yang elegan.

Tapi, pernahkah terpikirkan kalau tuntutan yang demikian itu berat rasanya dipikul seorang perempuan, kalau kemudian kita dihadapkan pada kenyataan, bahwa lingkungan pulalah yang terkadang menuntut perempuan melakukan tindakan-tindakan yang tidak elegan untuk dilakukan oleh seorang perempuan. Lingkungan juga yang memberi dorongan dan kesempatan yaitu dengan tidak adanya perlindungan sehingga perempuan melakukan hal-hal yang tidak wajar untuk menyokong hidupnya. Perlindungan yang seharusnya ada ketika hukum dan aturan ditegakkan. Terkadang banyak "orang pintar" sadar dan mengerti bahwa yang pertama akan terkena imbas dengan tidak adanya perlindungan tersebut adalah perempuan dan anak-anak. Tapi banyak juga diantara yang pintar ini kemudian menuntut dan terkadang menekan perempuan dan anak-anak untuk bisa menjaga dirinya sendiri dengan cara mampu menerawang dan mengantisipasi suatu keadaan, mampu menolong dirinya sendiri secara mandiri, mampu membela dirinya sendiri ketika mendapat kesulitan, mampu mempunyai inisiatif dalam sebuah tindakan dan lain sebagainya. Ironinya, tuntutan tersebut yang awalnya terdorong karena tidak adanya perlindungan atas hukum dan aturan yang berlaku, kemudian malahan membawa mereka ke jurang yang lebih dalam lagi. Perempuan dan anak-anak, dituntut sebagai peramal, psikolog, pahlawan, pengacara dan inisiator dalam kehidupan yang mereka jalani, padahal ini bukan kapasitas mereka. Gue bukannya mengatakan bahwa kaum yang dianggap lemah ini tidak mampu, tapi tidak pada tempatnya menuntut wanita padahal tindakan-tindakan tersebut jika dilakukan gegabah karena adanya tekanan, justru akan melibatkan mereka kepada interaksi lebih dalam lagi ke sistem yang tanpa perlindungan ini. Andaikan mereka punya keahlian dan kepintaran sesuai tuntutan-tuntutan tersebut pun, mereka masih kaum yang lebih vulnerable dibandingkan dengan kaum pria didalam sistem yang sekarang ini. Kesetaraan adalah hal idealis dan tidak realistis karena secara tidak proporsional berusaha ditegakkan tanpa adanya usaha untuk menegakkan perlindungan dan payung atas hukum dan aturan yang berlaku. Gampang aja sih logikanya, hukum tidak ditegakkan, maka yang jahat akan berwarna abu-abu. Tidak mudah untuk tidak terjebak kedalam wilayah abu-abu ini. Sesuatu yang terlihat dan berperilaku benign pun dapat sangat berbahaya. Dalam sistem dengan banyak wilayah abu-abu ini, hanya satu yang harus bisa perempuan lakukan, lari. Terlalu banyak orang yang memanfaatkan jalan belakang sehingga situasi menjadi tidak aman, lagipula jaman sekarang gitu loh, perempuanpun bisa juga diserang dari belakang. Nah, ketika perempuan yang merupakan representasi kelompok masyarakat yang harusnya terlindungi terpojok sedemikian rupa tanpa bisa lari, ada satu pernyataan yang harusnya dijawab: is the situation become so bad that everyone now is in danger?      

Bukan hanya dari segi penegakan hukum kesetaraan gender adalah hal yang tidak realistis, tapi, di era globalisasi ini, perisai akan pengaruh global sudah sangat berkurang. Kita ga bisa menyalahkan faktor eksternal yang bisa sangat vulgar memaparkan perempuan dari sisi fisik maupun psikisnya, bahkan cenderung obsesif gue bilang (jujur aja gue ga tauk mana yang lebih sakit, perempuannya yang mengekspos dirinya dengan vulgarnya atau perilaku obsesif yang ditunjukkan oleh penyimaknya yang mau tahu masalah orang). Masalahnya, kemana perisai yang sudah berusaha kita bangun semenjak kemerdekaan kita. Jangankan perisai, filter yang kita punya aja sudah tidak mampu membendung budaya hedonis, materialistis dan kapitalis yang dibawa asing yang bahkan sudah merambah ke bidang sosial, politik, budaya bahkan agama sekalipun. Lintas sektoral lah pokoknya kalau kita bicara dunia gemerlap dan konsumerisme. Perempuan setelah dugem kecelakaan mobil, wah baru saja dua kecelakaan parah terjadi yang melibatkan dua perempuan setelah malamnya berpesta. Apa kemudian perempuan bisa disalahkan sepenuhnya atas kecelakaan tersebut? Gue bilang tidak. Ada hal-hal yang tidak dibenahi yang mengakibatkan kecelakaan tersebut terjadi dan hal tersebut bukan dari sisi lalinnya atau sisi perempuannya. Coba pikirkan sendiri hal-hal tersebut sebelum menyacat habis perempuan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa perempuan memiliki perspektif yang berbeda dengan laki-laki. Dari kecil hal tersebut sudah terbentuk secara perlahan. Naluri dan sensitifitas perempuan sangat peka dan kuat sehingga tidak mungkin dia mengabaikan perbedaan yang harfiah tersebut. Bahkan seorang tomboy ketika kecil akan beralih menjadi wanita dewasa yang menginginkan untuk merawat dan mempercantik penampilannya. Jarang sekali sampai dewasa masih tomboy, pasti jadinya perempuan juga. Makanya, sedih juga ketika melihat perempuan-perempuan tiba-tiba menghiasi halaman depan surat kabar dengan inisialnya ditulis besar-besar atau malah langsung namanya. MD, NN, AS, DA... . Seakan-akan para perempuan ini menodongkan senjata kearah gue sambil mengatakan "serahkan kredibilitas mu sebagai perempuan." Apa memang cuma gue yang merasa terancam akan hal ini? Apa persepsi gue mengenai perempuan sedang dirubah? Gejala apakah ini ketika adalah hal yang normal melibatkan perempuan dalam usaha tipu-menipu bahkan dengan izin dari suami atau orang terdekatnya sendiri? Benarkah sudah semurah ini harga perempuan dimata masyarakat?

Sebagai perempuan, ada banyak faktor intrinsik didalam diri perempuan itu sendiri yang sebenarnya merupakan hambatan untuk perempuan melakukan hal-hal yang terlarang. Misalnya saja faktor fisik, rasa takut, naluri keibuan, perasaan yang halus dan banyak hal lainnya. Walaupun begitu, banyak pula faktor intrinsik yang bisa mendorong perempuan untuk bertindak keluar jalur. Salah satunya adalah keinginan untuk dilihat lebih indah. Perempuan sering sulit melawan temptation akan hal-hal yang bersifat materi karena menghadirkan rasa yang menyenangkan. Perempuan juga membawa perasaan atau emosi tersebut ke hal-hal yang membutuhkan profesionalisme, sehingga mempengaruhi keputusan mereka untuk tetap lurus. Ketika merasa ada yang membutuhkannya, perasaan dia jadi senang sekali dan membiarkan dirinya dimanfaatkan walaupun sudah tidak pada tempatnya. Faktor lainnya adalah perempuan secara harfiah lebih suka ikut-ikutan karena memang mereka biasanya dipimpin sehingga lebih mudah mengikuti arus walaupun kemudian arahnya udah ga bener. Mereka gampang mempercayakan diri mereka terhadap figur yang mereka pikir mempunyai sosok pemimpin (cewek tuh biasanya nunjuk jari kedepan, sementara cowok nunjuk jari keatas, ya ga? kalau sekelompok cowok nunjuk jarinya kedepan...perlu dikasih gayung kali!). Makanya gue rasa perempuan lebih baik menahan diri untuk tidak terlibat dengan alasan apapun pada laki-laki yang bukan pasangannya atau keluarganya, walaupun tindakannya dirasa bermanfaat. Manfaat apa sih memangnya yang bisa didapat dari orang yang bukan haknya untuk menuntut hal yang manfaat tersebut? Perasaan insecure pada perempuan juga dapat membawa perempuan untuk menggunakan jalan yang menurut dia paling aman, yaitu yang menurut persepsinya adalah jalan yang tercepat dan termudah. Ketika kemudian ada masalah, perasaan insecure ini jugalah yang akan membuat dia cenderung mempertahankan dirinya dengan segala cara, termasuk dengan berbohong. Semakin ditekan, maka dia semakin mendapat justifikasi untuk melancarkan kebohongannya yang malah melilit dirinya lebih jauh lagi. Hal yang demikian banyak terjadi pada perempuan yang pada akhirnya bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
                   
Kalau sudah ga bener begini, ketika konsekuensi atas tindakannya harus bentrok dengan lingkungan dan dirinya sendiri yang masih menuntutnya untuk tampil elegan, apakah bentrokan tersebut tidak menjadi sebuah pelajaran yang buruk bagi masyarakat umumnya dan perempuan khususnya? Tidak heran kalau banyak perempuan kemudian melakukan hal yang ekstrem seperti memilih model rambut cepak, yang selain karena mode, mungkin sebagian juga melakukannya sebagai pernyataan kalau mereka ingin keluar dari tuntutan elegan tersebut, karena apa yang mereka kerjakan sebenarnya sudah tidak didasarkan pada tindakan-tindakan yang elegan lagi. Apabila kemudian respon masyarakat terhadap tindakan-tindakan yang tidak elegan ini hanya sebatas menghukum para perempuan dan anak-anak yang terlibat, tanpa membenahi masalah yang melatarbelakanginya, maka bisa jadi perempuan dan anak-anak akan semakin keras dan kebal, menganggap tindakan yang tidak elegan tersebut hal biasa dan menerima setiap konsekuensi yang menyertainya. Begitupun persepsi masyarakat, bisa saja mereka berubah pikiran dengan menganggap perempuan dengan sosok yang anggun tersebut adalah sebuah kebalikan didalamnya. 

Adalah ironi juga ketika seorang perempuan yang berusaha untuk memenuhi tuntutan masyarakat, dimana dia harus mengambil keputusan sendiri, justru kemudian malah membuatnya harus berhadapan dengan sisi masyarakat yang masih meragukan kemampuan perempuan dalam mengambil keputusan. Padahal banyak pula dari para peragu ini yang hanya bisa melihat kulit luarnya saja. Hal-hal yang demikian masih banyak terjadi dan terkadang masuk keranah pribadi dimana sangat sulit perempuan untuk menjelaskannya. Fitnahpun kemudian berkembang tidak terkendali tanpa ada yang peduli untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Gue masih banyak melihat kejadian dimana ketika seorang perempuan harus berhadapan dengan sosok figur yang dimata masyarakat adalah sosok yang baik dan mumpuni maka perempuannyalah yang kemudian dicecar ketika ada permasalahan. Padahal bisa saja kan sosok yang baik, agamis dan mumpuni tersebut melakukan tipu muslihat terhadap perempuan tersebut? Gue aja sering kok berhadapan dengan persepsi masyarakat yang seperti itu akan suatu hal atau kesempatan dan cukup sulit untuk menjelaskan kalau yang gue hadapi adalah sebuah tipuan dan jebakan yang harus gue hindari.

Ranah pribadi perempuan terkadang menjadi sasaran empuk para perompak yang sebenarnya tidak punya urusan dan tidak mau urusan atas perempuan tersebut. Para perompak ini tidak sadar kalau perempuan sudah cukup vulnerable didalam sistem yang ada sekarang. Kalau ada yang merasa bahwa perempuan adalah urusan mereka, maka tegakkan amanah, yang bisa mereka lakukan adalah tegakkan aturan main yang jelas dan apa hukumnya ketika mau berurusan dengan perempuan (terlebih dalam hal agama). Tidak bisa sembarang orang sok tahu yang merasa bisa "membantu" tanpa mengerti kedudukan dia sebagai apa, orang lainkah, atau kerabatkah. Jangan asal menuntut perempuan seenak perutnya seakan-akan perempuan tersebut adalah amanah bersama, hanya dua orang yang bisa punya amanah atas seorang perempuan: ayah dan suami. Bahkan ketika terjadi perbuatan yang melanggar, hanya pihak peradilan yang berhak menuntut perempuan tersebut, yang lain, ngaca dulu kali apa dia tidak melihat ketamakan didalam dirinya ketika dia berusaha mengambil jatah dari amanah orang lain untuk kepentingan pribadinya.

Ada banyak kasus dimana ketika seorang perempuan sedang bermasalah, maka banyak sekali "figuran" yang ikut main di air keruh. Sebagai anggota masyarakat malu juga gue melihat banyaknya publik figur(an) yang ikut nimbrung, padahal gue yakin mereka tidak punya kapasitas dan kualitas untuk bicara apalagi menyenggol-nyenggol kehidupan permpuan yang bersangkutan. Terkadang mereka cuma berkata satu dua patah kata atau melakukan satu hal saja, tapi kesimpulan yang dapat dibuat dari perbuatan dan perkataan mereka itu panjang sekali dan subyektif. Entah informasinya bersumber dari mana. Kayaknya spirit infotainment yang seperti ini harus dihilangkan deh. Alih-alih menyederhanakan dan menyelesaikan masalah, orang lain yang main keroyokan tersebut malah menambah masalah baru dengan mendegradasikan (kalau tidak bisa dibilang merendahkan) kekuasaan pemegang amanah yang sebenarnya, yaitu ayah atau suami dari yang bersangkutan. Akibatnya bisa ditebak, hilangnya perlindungan untuk perempuan yang bersangkutan karena perempuan tersebut terlempar ke luar dari lingkungan keluarga dan masuk ke dalam arena yaitu lingkungan luar yang belum tentu mampu menjaga dia.        

Apabila lingkungan masih mengharapkan perempuan sebagai sosok yang elegan, ayo benahi dulu sistemnya. Sementara itu, jangan berharap terlalu banyak dari individu seorang perempuan hanya karena kalian terus menerus disuguhi sosok-sosok perempuan yang ideal. Sosok yang ideal alias super biasanya hanya memuaskan nafsu atas uang, kekuasaan dan kemenangan duniawi saja, dengan disokong oleh kesempatan untuk mengekspos dirinya. Tapi yang ideal belum tentu didasarkan pada realitas yang terjadi di masyarakat. Sosok yang ideal pasti akan menjadi milik publik, milik umum, padahal masyarakat membutuhkan orang-orang yang punya keseharian sama dengan mereka tapi mempunyai keahlian yang berbeda. Ya, mereka cuma butuh keahlian yang bisa menyediakan solusi bagi permasalahan mereka dan bukan ambisi dan kreativitas yang malah bisa berbalik mencelakakan mereka. Lagipula, daripada sosok-sosok ideal, masyarakat pada umumnya dan perempuan lebih membutuhkan kepemimpinan yang bisa menjaga mereka untuk tidak terjebak pada realitas yang berkembang. Ok, mungkin beberapa perempuan memang mampu mewujudkan sosok yang ideal dan mereka berhak mempertontonkannya, tapi rasanya tidak fair kalau kemudian membiarkan perempuan lain yang terpaku pada sosok ideal tersebut berjibaku agar menjadi sosok yang ideal yang akhirnya malah mengarahkan dia ke hal-hal yang tidak diinginkan (Idol is a new kind of bribery). Pada kenyataannya, mimpi yang ideal tersebut terkadang sama saja dengan mimpi memenangkan lotere, untung-untungan dan untuk kemenangan sesaat. Dan sepertinya, nasib seorang perempuan jauh lebih berharga dari pada sebuah lotere yang ditunggu-tunggu untuk menang.

Jadi, hal yang terakhir yang ingin gue tegaskan disini, jangan meneror perempuan dengan tuntutan-tuntutan yang tidak berujung hanya karena ujung permasalahannya tidak mampu diperbaiki. Yang pantas untuk dikeroyok itu permasalahannya dan bukan si korbannya. Jangan menuntut perempuan untuk tegas ketika ternyata banyak yang main belakang dengan peraturan dan hukum sehingga ketegasannya tidak bisa mempunyai sasaran yang jelas. Jangan juga gampang menyalahkan perempuan ketika kepemimpinan masih pletat-pletot ga karuan. Jangan pula mengharapkan perempuan jadi malaikat, karena perempuan ya "cuma" perempuan. Apa gue terlalu banyak nuntut? Mungkin ya, tapi jika nasib para srikandi ini ada diujung tanduk, maka gue yakin nasib bangsa ini pastinya juga sedang berada diujung tanduk. Dan gue ga mau bangsa gue tergelincir ke jurang yang terdalam. If the shield is failing, the gun will point directly at us, and it already happen!

Oya, satu lagi yang merupakan serangan terberat untuk perempuan adalah bagaimana angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian neonatal/perinatal di Indonesia, apakah semakin meningkat atau tidak. Jika memang meningkat, maka perlu ada tindakan untuk mencegah hal yang bisa memperparah keadaan ini, itu kalau kita masih ingin punya masa depan.




    The magazine captures her image strangely... . Why is it an orange and not an apple?  

Jumat, 02 Maret 2012

Obat Tradisional Sebagai Pengobatan Alternatif

Obat tradisional merupakan warisan pengetahuan dan pengalaman dari nenek moyang kita selama berabad-abad lamanya. Gak heran kalau manfaatnya masih bisa dibuktikan sampai sekarang, dan kalau ada yang belum pernah memanfaatkan pengetahuan obat-obatan tradisional tersebut kayaknya ga ada ruginya deh untuk mencoba, sekalian juga ikut melestarikan salah satu warisan nusantara. Biasanya kalau cewek pasti pernah pakai salah satu resep tradisional, gue sendiri sudah dari kecil mencicipi bagaimana pahitnya jamu. Kalau yang orang Jawa pastinya kenal yang namanya dicekokin jamu...kebayangkan anak kecil susahnya makan jamu!

Baik ketika sehat maupun sakit, obat tradisional cukup manjur untuk semua situasi, terkadang cocok-cocokan juga karena sebagian orang merasa ada manfaatnya dan sebagian lagi tidak merasa perbaikan apa-apa. Hal tersebut tergantung pada ketepatan diagnosa penyakit dan deteksi gejala-gejala yang terjadi. Kecepatan penanganan dan kemauan kita untuk rutin mengkonsumsi obat tradisional (yang biasanya cukup merepotkan dalam pembuatannya) juga berpengaruh pada manjur atau tidaknya obat tradisional tersebut. Perhatikan juga efek samping obat yang digunakan, misalnya yang berhubungan dengan immunomodulator (penyakit ada beberapa gejala yang asalnya dari penyerangan antibodi kita sendiri vs gejala yang disebabkan oleh bakteri atau virus dari luar). Sewaktu gue dulu dapat benjolan di kaki kiri gue, agaknya gue telat mengantisipasi baik dengan obat dokter atau obat tradisional. Makanya ketika sekarang gue ngerasa ada benjolan lagi mulai nongol, cepat-cepat deh gue buka buku jamu gue. Ada satu resep yang berguna untuk mengatasi pembengkakan kelenjar seperti penyakit gondok yang buat gue lumayan tokcer. Pakai saja asam jawa 10 buah dan satu buah empu kunyit yang diblender serta tambahkan garam untuk ngompres hangat-hangat kelenjar yang bengkak, buat minumnya juga pakai kunyit asam. Kalau rutin pakai dua kali sehari selama sebulan mudah-mudahan kelenjar yang bengkak bisa hilang sama sekali. Beberapa hari aja sebenarnya udah kerasa khasiatnya kok, kalau dalam tiga hari pemakaian ternyata tidak terlihat hasilnya atau malah tambah parah, nah kayaknya harus konsultasi ke dokter tuh. Bagaimanapun obat tradisional adalah alternatif pengobatan jadi ga bisa dijadikan acuan yang utama.

Beberapa resep lain yang bisa diandalkan untuk penyakit yang umum adalah kecap dan jeruk nipis untuk batuk; daun jambu biji untuk diare; temulawak, meniran dan kumis kucing untuk kencing batu dan buat yang sakit maag bisa dicoba menggunakan satu sendok kecil peresan kunyit dan secuil kapur sirih.

Gue bahkan juga menggunakan obat tradisional untuk tanaman buah gue yang kena kutu daun. Setelah dua kali pemakaian, ternyata manjur juga pace matang yang dioleskan kebagian tanaman yang berpenyakit.

Daftar referensi gue untuk tanaman obat tradisional:
- http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/index.php
- Buku Pintar 1001 Tips, penerbit: Upaya Warga Negara (ini buku lama mungkin udah ga ada di pasaran, tapi kalau nemu buku ini banyak info menarik yang gue anggap bermanfaat)

Untuk yang sehat, jamu juga penting untuk detoksifikasi racun dari tubuh. Buat yang selalu didepan komputer, radiasi dari komputer dapat merusak secara perlahan sel-sel pada jaringan tubuh kita. Belum lagi polusi dan sumber radiasi lainnya. Jadi jangan tunggu lagi, sekarang saatnya untuk detox, believe me u all need it!
Berikut beberapa macam cara untuk detoks tubuh dari pengaruh radiasi dan radikal bebas (terutama perempuan dan anak-anak):

-godokan atau peresan jamu dari biji-bijian atau umbi-umbian seperti jintan hitam, ketumbar, pala, adas manis, kunyit, temulawak, bawang putih dll. Buat yang tahan jamu pahitan bisa dicoba dengan sambiloto, brotowali, meniran, daun jombang, daun murbei dan daun kumis kucing.

-meminum jus sayuran atau buah-buahan, yang terbaik adalah: tomat, pepaya, jambu biji, beet, wortel, selada air, rumput laut, jeruk, sirsak, manggis, apel, delima, nanas, bayam, pisang, pace dll.

-minyak sayur seperti minyak zaitun, minyak kelapa atau minyak grape seed juga baik untuk detox. Campurkan saja satu atau dua sdm minyak sayur dengan jus sayuran yang dibuat.

-mandi rempah, seperti godokan laos, jahe, sereh, secang atau bisa juga dengan mandi garam.

-mandi lumpur atau masker lumpur.

Bagaimanapun semua keputusan ada ditangan anda, gue cuma bisa kasih informasi alternatif disini. Semoga bermanfaat!

Minggu, 26 Februari 2012

My Links in The Internet

StumbleUpon: tempatnya gue taruh situs yang gue rasa dapat bermanfaat dikemudian hari.

Digg: tempatnya gue taruh berita-berita yang gue anggap menarik dan penting.

YouTube: selalu ada video menarik untuk di share di youtube!

Flickr: tempat gue naruh foto-foto jepretan gue.

Delicious: tempat gue taruh link blog yang menarik.

BlogCatalog: tempat gue promosi blog.

Blogger: tempatnya gue taruh tulisan-tulisan gue.

Sabtu, 31 Desember 2011

Selamat Tahun Baru 2012

Selamat tinggal tahun 2011...selamat datang tahun 2012. Here's a gift from me for all of u:



Holiday Calendar


It's a new year, and it's sunday... have a great weekend!

Selasa, 29 November 2011

Latah

Jujur aja, gue sebenarnya termasuk orang yang suka latah, suka ngikutin apa yang gue lihat dan gue denger tanpa disengaja. Karena suka latah, makanya gue suka mengulang apapun yang terdeteksi sama indera gue. Salah satu karakter yang bisa membuat latah jadi lucu adalah Kapten Haddock, sahabat Tintin di Seri Petualangan Tintin. Kalau dari saduran Tintin jadul yang gue baca semasa SD (penerbitnya masih Indira), Kapten Haddock sering latah dan kalau sudah marah, penghuni lautan diabsen. Gue ga tauk apa saduran sekarang masih sama lucunya, tapi majalah komik yang dibuat oleh Herge adalah majalah komik favorit gue waktu masih kecil. Semua karakter di komik tersebut khas dan lucu mulai dari Prof Calculus sampai Bianca Castafiore. Karena tingkah kapten Haddock yang lucu dan latah, dia jadi pas banget untuk menyeimbangkan karakter Tintin yang serius dalam menangani kasus. Setahu saya Herge berwasiat untuk tidak melanjutkan Seri Petualangan Tintin setelah dia meninggal dunia, makanya Tintin berhenti cuma sampai beberapa buku. Yang terakhir masuk ke Indonesia Blue Lotus kalau ga salah, soalnya itu yang terakhir gue baca.

Lalu kenapa Hollywood jadi latah buat film The Adventures of Tintin? Ga tauk lah ya...tapi animasinya bagus kok, tengok aja trailernya:


Walaupun sudah baca buku seri Petualangan Tintin Rahasia kapal Nabi Nuh eh, Unicorn sampai habis, tapi pastinya nonton filmnya lebih asyik lagi. Apalagi animasinya 3D! Ditambah lagi, sutradaranya adalah Steven Spielberg. Jadi gimana, tertarik nonton film the Adventures of Tintin (and the gang!) Secret of the Uni corn? Coba bandingkan dengan tiga film animasi terakhir seperti Rio, Mars Needs Moms dan Cars 2, kayaknya the Adventures of Tintin memang sudah lebih canggih. Ok Captain H., hopefully he'll be funny in this movie, sayang ga ada Prof. Calculus dalam film ini karena pastinya lebih lucu lagi jadinya. H.. H... H.... Get the point why?    

Latah angka 11 juga kayaknya sedang hangat dibicarakan, sampai ada filmnya segala!

Kamis, 27 Oktober 2011

Mencari-cari Inspirasi

Ignorance is bliss.

Minggu-minggu kemarin gue disibukkan dengan penggantian atap rumah gue (atap rumah gue sampai condong gara-gara tiangnya hampir rubuh). Atap kayu gue memang sudah lama berdiri, bagian-bagian kayunya ada yang tidak nyambung dengan benar antara satu dengan yang lainnya, dan seperti kata tukang gue, atapnya boros alias banyak makan kayu yang seharusnya tidak perlu. Tapi bukan karena hal tersebut gue terpaksa ganti atap, soalnya atap rumah gue yang lama memang sudah kokoh konstruksinya. Tapi karena rayap, rayap yang menggerogoti kayu-kayu atap rumah tanpa terkendali. Atap di dalam sebuah bangunan adalah tempat berlindung, kalau tidak ada atap maka tidak ada perlindungan. Sebegitu pentingnya atap rumah, sehingga apabila rusak, maka tiang-tiang dan pondasi yang kokoh berdiri tidak akan ada artinya tanpa sebuah atap. Ya sudahlah, apa boleh buat gue harus mengganti atap. Banyak yang kasih rekomendasi untuk ganti dengan galvanum atau zincalum saja, itu loh baja ringan yang dilapisi dengan Aluminium dan Zinc. Tapi gue tolak soalnya gue lebih prefer kayu yang memang sudah beratus-ratus tahun dipakai sama nenek moyang kita untuk atap rumah.
Terus, pas lagi nyari info rayap, eh, kok nemu situs http://www.arpakhsad.co.cc yang ada tulisan mengenai Indonesia dan perjuangan pahlawan Indonesia yang dianalogikan seperti rayap. Berhubung gue lagi ada kasus sama rayap jadi sensi juga ngebacanya. Tapi karyanya yang berbentuk dailog bagus juga, apalagi bisa menjadi inspirasi untuk tulisan-tulisan yang lainnya. Kebetulan gue lagi nyari inspirasi buat cerpen yang gue mau taruh di blog gue. Gue juga punya karya sendiri berbentuk dialog tapi gue taruh di situs gue yang lain (maaf gue belum siap sharing situs gue yang lain disini).           
Kalau mau cari inspirasi buat ngeblog, gue bisa cari inspirasi dengan baca majalah atau mungkin dengan blogwalking. Majalah wanita terkadang berisi cerpen dan cerber yang cukup menarik. Atau kalau di lingkungan tempat gue tinggal ada majalah yang rutin dibagikan secara gratis khusus untuk seputar kawasan rumah gue. Namanya Media Kawasan (MK), dan isinya banyak hal yang unik dan terkadang berisi cerpen atau legenda yang ga bisa dilewatkan begitu saja. Contoh saja ya yang gue ambil dari MK edisi Juli 2011, cerita legenda dari jerman, Kebijaksanaan Ular Putih yang bercerita mengenai seorang pelayan raja yang dapat berbicara dengan hewan. Berhubung gue ga dapet versi online majalahnya, jadi kalau mau selengkapnya baca aja disini. Gue juga cari-cari majalah lain yang online tapi ga ada, cuma nemu daftar majalah baru yang beredar dipasaran, mau ngintip disini? Cuma jangan yang Finance ga nemu cerita dimajalah kayak gitu.       
Cara lain adalah dengan blogwalking, loh kok? Ya, soalnya blogwalking walaupun bertujuan meningkatkan trafik untuk para blogger, tapi ada manfaat lain yang gue dapat dari melakukan blogwalking tersebut, yaitu gue bisa baca-baca dan dapat inspirasi untuk cerita atau tulisan selanjutnya di blog gue. Daftar blog yang bisa jadi inspirasi banyak. Mungkin bisa berbentuk puisi seperti di blog yang satu ini. Daftar nya panjang... nyampe ke Deadland. Buat seperti cerita lucu si Chichin yang menohok di http://ningeis.multiply.com/journal/item/4 . Cerita yang agak vulgar kayak disini. Atau lihat kumpulan cerita-cerita disini.  Kalau ga pake cerita, pakai komik atau karikatur, lucu juga, kayak disalah satu situs ini. Malaysia memang mempunyai persamaan budaya dengan Indonesia, tapi cuma itu tok yang sama. Kalau mau disamakan seperti Malaysia, Indonesia bisa-bisa harus kehilangan sebagian wilayah dan penduduknya. Oh ya, busuk artinya bau kalo pakai bahasa negeri jiran, makanya lambang di situsnya kotoran alias tahi. Atau mungkin gue mau nyadur cerita serius aja ya kayak di http://bonar13.web.id/2010/07/the-ambitious-violet-story-kahlil-gibran/ . A must read story! Cerita mengenai jealousy dan pengkhianatan (dalam hal ini terhadap diri sendiri dan bunga-bunga yang lainnya) memang selalu menarik apalagi cerita tersebut adalah karya dari Kahlil Gibran. Gue rasa ada alasan kenapa perumpamaan yang digunakan di cerita tersebut adalah sebuah bunga. Mungkin karena pada dasarnya bunga adalah sesuatu yang indah dan wangi sehingga seharusnya tidak perlu melakukan hal-hal yang ga wajar agar lebih indah dan menjadi bahan perhatian. (Gue rasa juga berlaku untuk perlakuan yang lain terhadap sebuah bunga, berikan  perhatian yang wajar saja dan tidak perlu mendapat perhatian yang berlebihan dan khusus agar lebih indah). Lagian menurut gue pribadi, buta karena ingin mencapai tujuan dan manfaat kehidupan sampai tidak memperhatikan langkah-langkah yang diambil untuk mencapainya dan tanpa melihat keadaan dan situasi yang terjadi sama halnya seperti menampikkan ajaranNya dan kuasaNya. Mungkin inilah kenapa diakhir cerita, kalimat terakhir berisi kata Tuhan, mungkin hanya untuk orang-orang yang mampu mendefinisikan sendiri jalan yang ditempuhnya sebagai jalan untuk sebuah kebaikan. Pengkhianatan berbuntut panjang, nah yang satu ini, gue dapet di Youtube (gue liatnya lucu aja, kok jatuhin teman pakai youtube!)




Ini menjatuhin tim maksudnya, temanya Lieon team mungkin. Jadi panjang ngomongnya, ...atau mungkin buat cerita syehraaamm saja ya horor friday night on early september ...
Atau kalau tidak cerita, maka membuat tulisan saja yang bermanfaat seperti yang ditulis pada blog mengenai diet seperti disini. Kalau mengenai komputer gue rasa sudah cukup buanyak, cek aja daftar blog yang gue ikutin!

Lalu bagaimana dengan inspirasi untuk atap sebuah rumah? Sama aja seperti mencari inspirasi buat blogging, jalan-jalan melihat-lihat rumah orang atau mungkin nyari di foto-foto dalam majalah dan internet. Googling kata villa dan wow! Contoh villa yang gue dapet dan ciamik punya (walaupun gue ga bisa ngikutin atapnya) namanya villa Isola (Bumi Siliwangi), sekarang terletak di kampus UPI bandung. Ternyata nih villa ada sejarahnya tapi baca aja di wikipedia. Villa-villa jaman dahulu memang mempunyai arsitektur yang bagus plus lokasinya disekitar Gerlong yang memang masih asri. Ciamik!

Ah tapi kalau ngeliat villa terlalu kebagusan kayaknya, lagian gue mau yang biasa aja, ga usah ganti model. Tinggal ambil dari blue print lama rumah gue, walaupun kemiringannya harus ditambah soalnya atap pada blue print tersebut diperuntukkan untuk rumah yang menggunakan asbes dan bukannya genteng. Ortu gue juga ngasih tauk kalau dulu tuh salah buat atap soalnya ngikutin blue printnya dan walhasil pada bocor semua. Rupanya blue printnya beda peruntukan, memang segala sesuatu tuh ga bisa diterima dan dituruti begitu saja. Begitu juga keinginan kita untuk membuat bangunan gedung dan tempat tinggal yang megah tanpa mengindahkan bahwa hanya dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun negeri ini sudah mengalami tiga gempa bumi dahsyat di tiga kota besarnya. Sesuatu untuk direnungkan.

Yah pokoknya, repot dan capek memang kalau renovasi (atap lagi!), mana matahari lagi benar-benar panas minggu-minggu kemarin dengan banyaknya sunspot pada matahari (sekarang matahari mau menuju Solarmax). Saudara gue aja ada yang sakit parah dan kemudian meninggal setelah renovasi rumah. Hanya dibutuhkan setahun sampai tiga tahun berselang untuk semuanya kena dan sesuatu yang menyeluruh terjadi, seperti pergantian atap baru, setelah kejadian pertama kali pada gue. Nah, kalo nemu laron dirumah kita, berarti rumah kita sudah ada rayapnya. Laron adalah bentuk rayap dewasa yang terbang kearah cahaya dan biasanya tidak berumur panjang.  Satu rayap aja berhasil masuk kedalam rumah dan menetap, lalu muncul deh serangan rayap-rayap yang lainnya. Hancurlah atap kita. Lain kali tidak deh untuk para rayap.

Bicara soal renovasi, gue sempet renovasi kecil-kecilan rumah ortu gue beberapa tahun yang lalu supaya lebih fungsional dan sedikit terlihat lebih luas. Salah satu ide yang gue mau sharing disini dan mungkin aja bisa jadi sumber inspirasi untuk memperluas ruang adalah merubah pintu menjadi pintu terlarang alias ditutup dan berubah fungsi. Sebelumnya gue punya pintu kamar yang menghadap ke ruang tengah, kemudian gue rubah fungsinya sebagai tempat TV karena kamarnya akan dijadikan kamar tamu dimana pintunya menghadap ke taman belakang dengan mengambil sebagian jendelanya. Hasilnya lumayan, ruang tengah menjadi lebih lapang karena lemari sudah tidak dibutuhkan lagi untuk naruh TV antik gue yang usianya sudah 20 tahun lebih itu dan juga aksen batu alam dan kayu (diambil dari bekas pintu) yang dihadirkan membuat ruangan jadi tidak monoton. (Gambar di Flickr).  

Kembali lagi ke inspirasi blog, mendapat inspirasi dari cerita yang diomongin dua bayi kembar ini juga bisa kali ya...asal ngerti bahasanya aja!


Setelah cari inspirasi, mikirin nama karakter yang bakal gue pakai kali ya. Mungkin bait pertama bakal berbunyi kayak gini: Kenalkan gue Rubi, dan ini Coraline, dan yang disana Ara alias Sarah... Kita bertiga ditangkap oleh monster jahat dan berhasil melarikan diri hanya saja masih ada yang tertinggal, Rahma. Sudah dicari di hotel, RS dan kantor polisi, tapi mungkin dia masih terkunci di dalam rumah tua yang sebentar lagi akan diluluhlantakkan. Semoga belum terlambat .... blah blah blah...To be continued...

Kamis, 15 September 2011

Makna Terakhir

 once is happenstance. twice is coincidence. the third time it's enemy action. Unknown

Kegembiraan perayaan Idul Fitri kemarin agak sedikit terusik ketika salah satu sanak famili ibu gue meninggal dunia. Sepupu dari ibu gue sebenarnya yang memang sudah lama terbaring di RS, tapi kita datang melayat. Kejadian tersebut mengingatkan gue kalau semasa SMA dulu gue pernah mengalami kejadian yang serupa, hanya saja waktu itu gue sedang merayakan malam tahun baru 1995. Tengah malam gue ditelpon sama temen gue yang mengabarkan berita duka. Salah seorang teman sekelas meninggal dunia dalam usia yang masih terlalu muda. Sebuah kecelakaan didanau telah merenggut teman gue yang terkenal baik dan pendiam itu, seorang anak laki-laki berinisial MI yang duduk dua bangku dibelakang gue dan belum sempat gue kenal lebih jauh selain dari apa yang dikatakan orang (karena sama-sama pendiam gue ga pernah terlibat komunikasi sama dia, tapi hanya dengan melihat wajahnya yang peaceful gue tahu dia orang yang baik dan ramah). Jelas saja hal tersebut adalah berita yang sangat mengagetkan karena setahu gue dia sedang melakukan acara tafakur alam yang diadakan organisasi keagamaan yang dia ikuti. Gue ga tauk bagaimana kejadiannya sampai bisa merenggut nyawa seseorang, wallahualam, semua menganggap hal tersebut adalah kecelakaan murni dan harus ikhlas melepas kepergian teman saya itu. Hanya saja, dia masih terlalu muda. Memang bukan cuma sekali saya mendengar seseorang meninggal dalam usia muda karena kecelakaan, hampir tiga tahun setelahnya, tahun 97, saya juga mendengar anak kost yang baru pindah seminggu ke tempat kost gue, adiknya meninggal dalam kecelakaan motor. (Saya baru sadar kalau teman sekelas gue dan teman kost tersebut punya akhiran nama yang sama, "nu" tapi cuma kebetulan nampaknya).  

Musibah yang beruntun menimpa bumi kita ini juga seakan menyadarkan kita bahwa waktu kita terbatas. Ketika terjadi gempa bumi di Aceh yang menyebabkan tsunami dan menewaskan sebagian penduduk Aceh, saya berkunjung ke RS untuk menjenguk sepupu jauh saya yang menderita kanker. Dia masih duduk di bangku kuliah, baru beberapa semester dia jalani dan harus pasrah dengan vonis kanker yang dideritanya. Saya ingat kita cukup terpana melihat kejadian di Aceh tersebut melalui kotak kecil di sebuah kamar RS. Melihat banyaknya korban, baik anak kecil maupun dewasa, menyadarkan kita bahwa ajal bisa menjemput kapan saja, bahkan ketika dalam keadaan sehat sekalipun. Yang sakitpun belum tentu akan mati, masih ada perjuangan untuk mendapatkan kesembuhan. Walaupun untuk sepupu perempuan gue tersebut, perjuangannya harus berakhir selang beberapa tahun kemudian.

Ya, ajal memang bisa menjemput kapan saja, sebuah makna yang terlihat murni. Tapi, kematian adalah juga sebuah kejadian yang merupakan konsekuensi dari kejadian berantai sebelumnya, baik itu secara langsung ataupun tidak langsung. Makanya ketika terjadi sebuah tindakan kriminal yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, seorang penyidik akan melacak kejadian-kejadian yang terjadi sebelum perkiraan waktu kematian dari si korban. Karena, dari kejadian-kejadian tersebut terdapat petunjuk mengenai penyebab, motif dan mungkin pelaku kejahatan. Ketidakmampuan mengidentifikasi motif akan menghasilkan tuntutan yang salah, gagal mengidentifikasi pelaku kejahatan, kejahatan dapat berulang. Yang kayak begini ga bisa dibebankan ke korban untuk mengambil hikmah sebuah kejadian. Apalagi bawa-bawa ilmu karma segala. (gue kirim komen mengenai karma disalah satu halaman situs ini). Apalagi kalau pelaku yang diminta pertanggung jawaban ternyata salah tangkap dan mengangap masalah selesai, semakin runyam saja nanti permasalahannya. Ada alasan kenapa aturan perlu ditegakkan, salah satunya karena yang terlihat baik belum tentu benar. Positif thinking mungkin bagus untuk kesehatan, tapi bukan untuk kemaslahatan.         

Tapi kalau masalah menyerempet ajal, pengalaman pribadi adalah pengalaman yang paling berharga. Gue udah pernah cerita ketika tahun 2004 gue hampir menjadi korban teror bom kedubes Australia, dan kemudian yang terakhir ini, pertengahan tahun 2008, ketika gue terkena infeksi di kelenjar getah bening gue dan sempat drop beberapa kali karena darah gue sudah keracunan. Beberapa kali keluar masuk RS juga memperlihatkan ke gue banyak pasien sekamar yang keadaannya lebih parah dari gue atau memang sudah menjadi frequent visitor ke RS. Satu yang gue inget adalah seorang ibu muda yang sebenarnya tampak sehat, tapi tidak bisa beranjak dari tempat tidur karena sesuatu menyerang tulang punggung bagian belakangnya, nampaknya dia sudah dalam hitungan bulan di RS. Dia salah satu karyawan perusahaan penerbit nasional yang terkenal. Tapi dia masih bisa bersyukur biaya RS bisa ditanggung perusahaan, soalnya kalau tidak, kebayang mahalnya biaya RS sekarang, belum lagi dia mempunyai anak yang masih kecil.

Sebenarnya kematian dapat terjadi karena natural atau unnatural cause. Ada garis tersamar yang membatasi antara natural dan unnatural cause tersebut. Perlu ketajaman berpikir untuk melihat garis tersebut dan menentukan apa yang menjadi penyebab dan apakah perlu dilakukan suatu tindakan. Tindakan atas sebuah permasalahan yang menyangkut nasib seseorang atau orang banyak, tentu tidak bisa dilakukan sembarangan dan oleh sembarang orang. Hanya orang-orang yang mempunyai otoritas atau pemegang amanah yang dapat melakukan tindakan tersebut. Tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh orang-orang suruhan dengan alasan mendapat izin dari otoritas atau pengemban amanah (atau lebih buruk, dengan kongkalingkong dibawah tangan) dan dengan sebuah pembenaran atas rasionalisasi yang sudah ditanamkan di benak mereka. Kenapa? Coba bayangkan kalau orang-orang yang posisinya lemah diberikan power yang berlebih dan cuma berbekal rasionalisasi.  Alasan yang sederhana sebenarnya, tindakan mereka tidak bisa dipertanggung jawabkan, amanah tidak bisa dipindah-tangankan. This is when the corrupt mind goes along the way. Padahal, mereka seharusnya bisa (dan mampu) mengurai masalah dan menjadi alarm atas adanya permasalahan dan bukan menjadi bagian atas masalah tersebut kalau memang mereka tidak ingin diam. Diam tapi berada di jalan yang benar mungkin jauh lebih baik daripada aksi mengatasnamakan kebaikan. Rasio terkadang menyesatkan, yang salah bisa menjadi hal yang baik.

Ketika terjadi bencana alam tanah longsor misalnya, banyak dari kita menyalahkan hal tersebut pada curah hujan yang tinggi. Ada lagi yang menyalahkan penduduk sekitar (yang menjadi korban) yang ternyata selesai berpesta pora sehingga mendatangkan bencana. Akibat perkataan yang "baik" tersebut masalah tidak pernah selesai, karena tindakan apriori dilakukan dengan persepsi yang salah. Ditambah lagi kalau masalah tersebut kemudian ditempelin oleh orang-orang yang bisa melancarkan fitnahan atau memperkuat fitnahan tersebut. Orang-orang yang tidak berkepentingan selain kepentingannya sendiri. Percayalah, mereka tidak akan capek-capek mengecek aturan yang seharusnya berlaku (apalagi masalahnya), just bump and go.

Bencana pun akhirnya terus berulang, bahkan berpotensi menjadi bencana yang lebih besar lagi. Disini mulai terlihat dampak aksi yang dilakukan. Untuk sebuah kepentingan, manusia dengan gampangnya dimanipulasi dan dimanfaatkan untuk menjadi bagian dari masalah. Pada akhirnya hal tersebut akan merugikan manusia-manusianya sendiri yang sudah diuntungkan, karena adanya pengabaian akar masalah berbuntut panjang. Setelah ditilik, ternyata akar masalah dari tanah longsor tersebut adalah adanya penebangan liar yang menyebabkan gundulnya hutan di bukit-bukit yang mengelilingi pemukiman penduduk. Ketika penduduk yang bersangkutan tidak diberi tahu akan aksi apa yang telah dilakukan di balik hutan rimba tersebut, karena, para penggundul hutan tersebut berhasil membungkam masalah dengan berbagai macam alasan, penduduk tersebut akan menjadi outsider dari masalah yang terjadi. Pure innocence victims create a perfect crime. Banyak nyawa tak berdosa pun melayang akibatnya, tapi masih saja mereka meminta korban. Demi keamanan katanya. Lalu, siapa yang akan menghukum kejahatan? Mungkin saja oleh orang yang menginginkan kejahatan ini dilakukan.

Lalu, kenapa kematian menjadi momok yang menakutkan padahal tidak ada manusia yang dapat menghindarinya. Terkadang orang bahkan mencari resep mujarab atau mantra ajaib untuk dapat hidup lama. Meyakini reinkarnasi atau kelahiran kembali setelah kematian.

Bahkan menginginkankan dunia baru, sebuah utopia yang penuh kedamaian padahal mungkin kita tidak ada didalamnya (mungkin malah menuju Rest in Peace atau RIP). Berikan saja hi-five ke dimensi kelima dan bye  ke dunia kita kalau kita selalu berharap lebih. L;ima, pintar sekali, angka yang tinggi untuk sebuah dimensi baru. Sesuatu yang terdengar indah dan fancy juga belum tentu mengarahkan ke hal yang lebih baik, sesuatu yang baru memang sangat menarik.
Coba saja baca artikel ini, mungkin saja kita bisa jadi muda terus dengan cara yang disebutkan di artikel ini. Heran ada yang mengkomentari penemuan tersebut dengan "astute idea"....hiiy syeram.. .

Tapi tetap saja, ada orang yang bersusah payah mewujudkan keinginan untuk bunuh diri sampai memanjat tiang sutet segala. Gue rasa orang-orang yang ingin bunuh diri adalah orang yang mudah menyerah pada keadaan, hal yang sama dengan orang yang "mampu" melihat tindakan bunuh diri sebagai sebuah pilihan (walaupun bukan untuk dirinya sendiri). Bunuh diri adalah juga sebuah ide, sama seperti reinkarnasi, immortality dan hal lainnya yang menyangkut pembangkangan terhadap takdir manusia. Ide-ide tersebut memang dapat mempengaruhi jalan pemikiran seseorang, tapi tetap saja, ide adalah bukan solusi. Ketika orang berfikir bahwa penanaman ide adalah sebuah solusi, mereka cenderung tidak melihat kondisi nyata yang terjadi dilapangan atau bahkan perbuatan apa yang sebenarnya telah mereka lakukan. Terbawa terus oleh ide-ide yang berkembang tidak terkendali. Makanya terkadang kita melihat bagaimana sekelompok orang yang terlibat dalam sebuah aliran sesat dapat melakukan bunuh diri masal. Mulai dari menggalang dana, penyesatan dan menjaga kerahasiaannya, melakukan ritual-ritual tidak berdasar sampai meminta pengorbanan alias tumbal dimana setelah semua ritual dijalankan bunuh d;iri masal pun dilakukan. Mereka tidak melihat perbuatannya adalah hal yang salah alias tidak sesuai dengan ajaran agama mereka, keyakinan mereka tinggi sekali akan ide-ide yang mereka miliki. Kira-kira apa ya makna kehidupan bagi mereka yang sudah membengkokkan takdir, apakah mereka sadar bahwa karena ide-ide yang membuka kemungkinan seluas-luasnya tersebutlah yang membuat mereka sekarat? (Off the record, ide yang paling ridiculous yang pernah gue denger yaitu pengalaman seseorang dapat dibuat dan ditanamkan, seperti pohon yang berada di sebuah observatorium...seperti banyaknya permainan yang dapat dinaiki pada sebuah taman bermain...OMG! Pengalaman seseorang adalah juga menyangkut takdir seseorang, apakah wajar mereka bereksperimen dengan arahan dan pergerakan yang tidak jelas sumbernya bahkan tidak ada atau bertentangan dengan ajaran-Nya? Apa mereka merasa takdir seseorang belum cukup "sempurna" sehingga harus campur tangan?).

Ya, mengerikan bukan kalau kehidupan seseorang dibuat artifisial. Setiap perbuatan dan perkataan yang dilakukan kepada seseorang tersebut dikendalikan untuk tujuan yang lebih baik dan dengan alasan yang masuk akal. Untuk mendapat kesempurnaan dari makna kehidupan. Walaupun berasal dari sesuatu yang artifisial, tapi yang pentingkan hasilnya. Benarkah? Seperti menggunakan hujan buatan yang memang ditujukan untuk hal yang lebih baik, tapi sebenarnya kita sudah mengganggu keseimbangan alam. Hujan di tempat yang diinginkan, tapi tidak hujan di tempat lainnya. Titipan Tuhan bukan untuk dititipkan kepada pengendali lain yang akhirnya membuat orang hilang kendali, bahkan atas nasibnya sendiri. Tapi itulah yang dilakukan manusia yang takut jika tidak mempunyai kepastian atas kehidupannya. Belum lagi sistem karma yang dianut oleh orang-orang ini sehingga mereka berhak mengadili orang diluar ketentuan yang berlaku. Mungkin mereka harus mempertimbangkan ilmu mereka yang belum cukup dan kenyataan kalau "niat" adalah hal yang sangat sulit diukur karena memang hanya Tuhan yang tauk (menimbang atau mengukur tingkat spiritualisme seseorang, bagaimana caranya?). Tapi, ibaratnya taman bermain dengan lampu-lampunya yang menarik, banyak sekali para pengunjung yang dengan senang hati mencicipi pengalaman artifisial tersebut.     

Terkadang perjuangan menjadi bagian dari kehidupan baik kita inginkan atau tidak, dan terkadang perjuangan tersebut dapat merenggut nyawa. Masih ingatkan waktu reformasi dulu ketika beberapa nyawa para demonstran melayang, padahal ada beberapa dari pendemo yang tidak terlalu serius dalam berdemo juga merasakan timah panas. Atau, masih ingatkan kejadian beberapa tahun lalu di Iran ketika kita melihat seorang perempuan muda merenggang nyawa dijalanan ketika sedang terjadi demo, namanya Nada. Ya, perjuangan memang mengandung resiko dan kita sudah harus menyadarinya sebelum berbuat sesuatu dalam sebuah pencapaian. Sebenarnya, kehidupan adalah juga sebuah perjuangan yang tergantung dari nilai-nilai yang dimiliki seorang individu. Perjuangan yang berlandaskan agama pastilah harus didasarkan atas nilai dan ajaran yang terdapat di dalam agama tersebut. Perjuangan yang berlandaskan kebangsaan harus didasarkan atas nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila dan UUD. Kalau gagal mengerti apa nilai-nilai yang diperjuangkannya, atau hanya melihatnya setengah-setengah, perjuangan tersebut akan seperti pepesan kosong, ga ada manfaat yang dapat diberikan, atau kalau memang bisa dicari-cari manfaatnya, maka ruginya pasti lebih banyak. Kalau sudah merugi begini, pasti solusinya tambal sulam karena manusia takut untuk menghadapi konsekuensi kerugian yang akan diderita. Padahal, solusi tambal sulam akan membuat kerugian yang jauh lebih besar lagi, seperti menciptakan lubang hitam yang akan menarik semua orang kedalam lubang tersebut.  The show goes on, awalnya sebuah titik hitam, terus berkembang menjadi lubang hitam. Lalu, dimana letak perjuangannya untuk mereka yang membutuhkan lubang hitam ini dan menjadi tawanan kalah perang?    

Tapi, entah kenapa mati dalam usia muda semakin menjadi trend akhir-akhir ini dan banyak yang meninggal secara mendadak, baik karena penyebab yang natural maupun yang tidak natural. Pertanda apakah gerangan? Kalau mau pakai logika dan pengalaman di negara maju, maka semakin maju peradaban, rata-rata usia kematian seharusnya semakin panjang, benarkah?

Pada akhirnya, setiap orang pasti akan mati. Walaupun demikian, setiap orang mungkin berbeda-beda memaknai hari terakhirnya didunia ini. Hal tersebut tergantung sikap mereka terhadap arti kehidupan yang mereka jalani semasa hidup. Untuk yang senang memprediksikan takdir dan kehidupan, ada banyak situs web di Internet seperti Death Date bermunculan akhir-akhir ini yang bisa menghitung tanggal kematian. Tinggal isi form dan tekan tombol... muncullah tanggal kematian kita. Tapi perlu gue ingatkan, meyakini prediksi ini adalah salah satu bentuk menyekutukan Tuhan atau syirik yang merupakan salah satu dosa besar.

So lastly, what's the point of Life?

The Last Dinosaurs

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites Gmail More