My Facebook

not shown

Arti Sebuah Cerita

Pernah dengarkan cerita-cerita hikayat rakyat yang berbentuk legenda dan mitos? Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa punya banyak sekali cerita hikayat, soalnya masing-masing daerah punya cerita sendiri-sendiri.

Arsitek Mimpi

Tahun 2009 gue pulang ke rumah orang tua gue untuk beristirahat, sekalian menyembuhkan keadaan gue setelah cukup lama keluar masuk rumah sakit.

Resep Masakan dan Kue

Kumpulan resep-resep favorit gue yang sudah dimodifikasi dan diracik dari dapur sendiri, bisa dilihat di halaman Hobi. Silahkan mencoba!

Mengenai Penyesatan

Ada banyak sekali aliran keyakinan dan sekte di dunia, dan beberapa diantaranya yang menggemparkan dunia dibahas di blog ini. Tulisan terdiri dari tiga bagian, bagian pertama dan kedua membahas aliran sesat yang berujung maut. Tulisan ketiga membahas aliran yang dianggap sesat dan sedang berkembang dewasa ini.

Ada Yang Sama?

Terkadang kita menemukan dua hal yang persis sama pada suatu kesempatan, baik itu nama, wajah, tanggal lahir dll. Akhir-akhir ini gue menemukan beberapa hal yang kebetulan menyamai diri gue yang gue bahas disini.

Tampilkan postingan dengan label Women. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Women. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 September 2012

Proteksi Minimal Yang Bisa Dilakukan Perempuan

Segala sesuatu berubah sangat cepat dewasa ini. Ketika orang mau yang lebih untuk dirinya atau orang lain, mereka pun mau melakukan apa saja untuk memenuhi desakan perubahan tersebut. Loyalitas pun terkikis hanya karena orang kemudian lebih loyal pada keinginan untuk perubahannya dan bukan karena entitasnya. Orang ingin lebih baik, lebih sejahtera, lebih makmur, lebih terkenal, lebih mapan, lebih dll, tapi mengukur lebihnya dengan menggunakan takaran uang. Tidak heran kalau sekarang perubahan yang drastis bisa terjadi di semua aspek kehidupan. Lingkungan dengan cepatnya berubah, lebih polusi, lebih panas, matahari pun lebih menyengat. Cuaca berubah lebih ekstrem, lebih banyak badai dan angin puting beliung terjadi. Bumi pun berubah, lebih bergoyang dengan laut yang lebih agresif menyerang daratan. Agamapun berubah menjadi lebih radikal, tapi malah sangat kontras dengan kejahatan kriminal yang lebih kompleks dan violence. Pergerakan yang huru-hara dan hura-hura lebih banyak ditampilkan sebagai bagian kehidupan sehari-hari, it does look like we're getting worse, tapi tetap saja semakin banyak orang yang meneriakkan perubahan dan ingin yang lebih lagi, seakan-akan mereka kebal akan perubahan (huru-hara dan hura-hura inilah yang mungkin menyebabkan kita tidak sensitif akan adanya konsekuensi dari sebuah perubahan). Perempuan pun bisa jadi lebih vulnerable dan harus bisa menyikapinya dengan kesiapan fisik dan mental untuk menghadapi gempuran perubahan ini. Kesiapan fisik dan mental dapat dilakukan dengan aktif memproteksi diri terhadap hal yang bisa membahayakan baik dari unsur alam maupun lingkungan. Berikut beberapa hal yang minimal menurut gue yang dapat dilakukan sekarang oleh perempuan untuk memproteksi dirinya terhadap perubahan alam dan lingkungan:     


1. Penggunaan Sunscreen
Akhir-akhir ini ketika gue keluar dan matahari lagi terik-teriknya, wajah akan terasa panas banget dan mata berasa silau. Biasanya gue ga terlalu khawatir karena gue selalu pakai krim tabir surya yang emang udah dari dulu menjadi penghuni setia di dompet kosmetik gue (jauh sebelum bb krim yang identik dengan SPF muncul). Kulit gue termasuk yang sensitif, makanya butuh perlindungan ekstra dan SPF 30+ biasanya sudah cukup melindungi kulit wajah gue. Sun Protection Factor (SPF) memberi perlindungan terhadap sinar ultra violet, UVA dan UVB, dari matahari, walaupun banyak produk yang ternyata hanya memblock UVB saja. Padahal, UVA sangat berbahaya bagi tubuh karena radiasi yang ditimbulkannya dapat membunuh tanpa ketahuan dan menyebabkan kanker. Label "broadspectrum" pada produk SPF mengindikasikan kalau produk tersebut juga dapat memblock UVA selain UVB, atau untuk produk-produk dari Asia, label yang digunakan adalah PA beserta tanda plus, dimana yang tertinggi saat ini adalah PA+++. SPF mempunyai nilai berkisar antara 8 sampai dengan 50, dimana diatas 50 tidak akan terlalu memberikan perlindungan tambahan yang berarti.

Tapi, walaupun sudah menggunakan produk SPF bukan berarti kulit kita sudah terlindungi. Gue aja sekarang ngerasa kalau produk SPF yang biasa gue pakai udah kurang efektif. Selalu aja ada patch gelap di kulit muka gue setelah gue berjemur (sebentar) di matahari (dulu ga begitu loh, produknya selalu sukses menjaga kulit gue). Mungkin perlu juga ditambah dengan foundation yang bisa menutup kulit dengan warna secara sempurna. Serangan matahari? Foundation + sunscreen here I come...

2. Asupan Antioxidant
Banyaknya suplemen berisi antioxidant dipasaran menandakan masyarakat sudah cukup sadar akan pentingnya antioksidan. Antioksidan dapat memproteksi tubuh karena menghambat proses oksidasi molekul-molekul di dalam tubuh yang dapat menghasilkan radikal bebas. Radikal bebas berbahaya karena bisa menimbulkan reaksi berantai yang merusak sel-sel dalam tubuh. Ada banyak sekali sumber-sumber antioksidan baru yang khasiatnya berlipat ganda dari yang biasa kita konsumsi sehari-hari, dan banyak yang berasal dari tanaman tropis negeri ini. Kita mengenal vitamin A, C dan E sebagai antioksidan yang baik yang bisa didapatkan dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan segar. Antioksidan lainnya adalah Lycopene yang bisa didapatkan dengan mengkonsumsi tomat, lemon atau semangka. Flavonoid, yang sering terdapat pada tanaman obat tradisional dan rempah-rempah, juga termasuk antioksidan yang berguna bagi tubuh kita. Pokoknya, kalau ingin tubuh kita sehat dan terbebas dari berbagai penyakit degeneratif, maka antioksidan adalah salah satu solusi yang akan menjaga tubuh kita dari serangan-serangan penyakit tersebut. Bahkan kalau tubuh kita mendapatkan virus dan bakteri (bakteri penyebab jerawat juga termasuk!) tak terduga, antioksidan dapat membantu tubuh kita untuk melawan serangan tak terduga tersebut. 

3. Physical Exercise
Dulu sampai bosen kita disekolah mendengar kata "Men sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat" untuk menegaskan betapa pentingnya kesehatan tubuh kita (gue rasa mungkin pada masanya, ada benarnya perkataan tersebut, tetapi untuk masa modern sekarang ini dimana ada banyak faktor yang lebih kuat yang dapat mempengaruhi jiwa kita selain tubuh kita, maka gue agak meragukan arti dari kalimat ini). Walaupun gue agak ragu akan arti pernyataan ini, tapi bukan berarti tubuh menjadi tidak penting untuk kesejahteraan kita, karena kalau kita sakit pasti daya berpikir dan emosi kita akan terpengaruh. Latihan fisik secara teratur dan berkelanjutan memang penting untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Olah fisik dapat melancarkan peredaran darah, melatih otot, tulang dan jantung, serta membantu tubuh mengeluarkan racun lewat keringat yang keluar. Kekuatan fisik yang didapatkan dari olah tubuh secara teratur dapat menjaga kesehatan tubuh, sehingga minimal tubuh dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Bahkan, latihan fisik dapat membantu wanita menghadapi hal-hal yang tak terduga seperti berhadapan dengan orang jahat, mungkin tidak untuk melawan, tapi cukup punya kekuatan untuk bisa mengelak dan mengambil langkah seribu (kalau ibu-ibu biasanya larinya malah mengejar Smiley, tapi hal ini sangat tidak disarankan!). Latihan fisik sangat beragam bentuknya, mulai dari yang membutuhkan daya tahan yang ringan seperti berjalan kaki sampai yang berat seperti sepeda marathon. Ada juga yang butuh keahlian khusus seperti panjat tebing dan akurasi seperti bowling. Olah tubuh lain bahkan membutuhkan kerjasama team seperti basket. Untuk wanita, olahraga yang membutuhkan kelenturan seperti senam dan balet, atau yang membutuhkan konsentrasi seperti Yoga banyak diminati. Dengan pilihan yang banyak, maka para wanita dapat memilih olah tubuh yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan dan kesenangannya. Lebih enak dan nyaman rasanya melakukan latihan apabila tidak terpaksa atau memaksa diri. Gue sendiri memilih Yoga dan berjalan kaki sebagai bentuk latihan fisik yang gue sukai. Jalan kaki bisa dilakukan di tempat-tempat favorit pilihan kita atau hanya dengan memilih untuk naik busway (yang kita tauk beberapa jalanan koridor transitnya cukup panjaaang) daripada menggunakan mobil atau motor pribadi.    

4. Self-Awareness
Biasanya perempuan lebih gampang aware dengan hal-hal yang berbau keindahan dan materi, pokoknya yang bagus, baru dan menarik pasti akan masuk waiting list daftar belanjaan kita. Ketika ada event perayaan, kita pun ingin tampil berbeda dan baru, at least kalau ga bajunya ya sepatunya, belum lagi tambahan aksesorisnya, tasnya, rambutnya... namanya juga perempuan, kitakan mikirnya semakin indah dan bagus maka akan semakin baik. Apalagi sekarang jamannya teknologi canggih, perempuan pun ingin yang terlihat bagus dan canggih tanpa mempertimbangkan rasio. Ada BlackBerry baru kepingin, ada iPad yang lebih keren kepingin, padahal ga butuh-butuh banget karena teknologi yang lama dan yang sudah dimiliki sudah mencukupi. Gue terus terang ga punya yang namanya BlackBerry (kasian deh gue...Smiley), makanya gue sering dibilang gaptek. Masalahnya, kenapa harus bangga kalau cuma bisa makai teknologi orang, malu dong, buatnya aja kita ga bisa kok makainya bangga. Lagian, kalau ilmunya aja kita ga punya, kok berani kita mimpi punya ini itu. Palingan kita jadi tergantung sama teknologi orang apalagi yang baru-baru tuh costnya mahal, bisa-bisa semakin berat aja kita menggantung...lah kalau nanti keberatan dan talinya putus gimana? (kasian deh lo...Smiley). Makanya, perlu juga untuk belajar mengerem dan mengenal siapa, apa dan bagaimana diri kita, seberapa cepat dan jauh kita bisa melangkah. Kalau ini saja kita ga ngerti, bisa-bisa tahun depan tergadai semua milik kita. Mungkin para perempuan harus bertanya pada diri mereka sendiri, apakah orang yang ingin kita terlihat lebih cantik, lebih bagus, lebih ini dan itu berarti orang yang mencintai dan menyayangi kita? Terlihat peduli mungkin, tapi loyalkah? (mengingat kemampuan kita yang terbatas). Apa mau kita diutak-atik, tuning sana-sini untuk mendapatkan leverage yang lebih itu, lalu bagaimana kalau sudah mentok? Masih ingatkan kasus perempuan yang dijanjikan mau dijadikan model, sudah dipoles sana, dipoles sini tapi ujung-ujungnya malah dieksploitasi?

Perempuan terkadang sulit untuk aware akan konsekuensi yang akan atau bisa dihadapi dalam sebuah situasi. Apalagi ketika lingkungan dimana mereka berada, memasang modus siluman atau stealth mode, maksudnya, tidak mengakui adanya permasalahan ketika sebenarnya ada permasalahan. Modus siluman mengabaikan permasalahan sehingga permasalahan akan semakin besar dan akan menimbulkan kerugian yang terbesar pada elemen terlemah didalam society (anak-anak dan perempuan). Bahkan ketika ada yang  seakan-akan peduli dan bertanya mengenai sebuah permasalahan dan menjajikan solusi, perempuan tidak bisa percaya begitu saja. Karena, ketika yang bertanya dan berjanji tersebut adalah bagian dari permasalahan, sehingga menyebabkan si perempuannya terbentur pada solusi yang percuma, maka, hal tersebut bisa membuat dia putus asa yang malah akan mendorong perempuan untuk ikut mengingkari permasalahan. Ketika perempuan ikut mengingkari permasalahan (hypocrisy) sehingga melepaskan tamengnya, disinilah kekuatan jahat yang mengintai dapat tiba-tiba muncul dan mungkin berakibat fatal. Makanya ladies, kalau ada orang nongol mau memberikan solusi atau sekedar mengatakan "ceritakan dong ke Pram permasalahannya apa..." dan sok ngorek-ngorek masalah, jangan langsung percaya, karena kalau terbukti mereka adalah bagian orang yang ikut berkongkalingkong, hal-hal tersebut malah akan membuat perempuan tersebut dimanfaatkan. Jangan gunakan penilaian per individu karena dalam sebuah perkongkalingkongan tidak ada yang namanya inisiatif sendiri. Jadi, walaupun orang tersebut terlihat sebagai orang baik-baik atau si Pram ini mengaku ustadz dan memberikan banyak kebaikan, jangan mengharapkan apa-apa dari personality individual mereka, that's just the way they work. Seingat gue ada peristiwa mahasiswi yang ga nongol pas UAS, dibawa orang tauk-tauk dah sampai ke RS (dapet lampu "kuning" tuh). Eh, dejavu, mau berulang lagi kejadiannya ketika setelah pulang dari pusat perbelanjaan (untungnya prampuan ini udah pulang sekarang, kalau nggak, bisa-bisa dapet lampu "merah"). Banyak orang mengatasnamakan agama untuk aktivitas kriminal mereka, sehingga jangan sampai terhipnotis oleh tampang, perilaku santun dan atribut agama. Coba cek dulu keluarganya dan tempat tinggalnya dimana dia sudah berpuluh-puluh tahun tinggal, kalau ada yang ga beres atau aneh dengan kondisi keluarganya (ortu ga ada, istri/suami yang ditelantarkan, diceraikan dengan percekcokan, atau anak yang tidak ketahuan juntrungannya) maka sebagai perempuan, kita harus hati-hati.

Uang (dan peluang) ga bisa dijadikan patokan akan sebuah kebaikan. Kalau kita menerima uang, bukan berarti yang memberikan uang (dan peluang) baik sama kita, tapi kemungkinannya kita akan dimanfaatkan dengan banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi. Manfaat dan persyaratan yang seperti apa, harusnya bisa kita ukur dengan mengenal kemampuan kita dan batasannya apa. Apakah ada keanehan dan ketidak wajaran dari persyaratannya, misalnya berupa pengambilan hak diri sendiri atau orang lain sebagai syarat uang tersebut? Karena, ga bisa kita biarkan diri kita dimanfaatkan dan diarahkan dalam hal apapun hanya supaya bisa lolos untuk hari ini atau esok hari, atau untuk euforia sesaat, karena bisa jadi taruhannya adalah masa depan orang banyak atau diri sendiri yang memang ga bisa diukur dengan uang (dan peluang). Orang lain yang peduli dan menyuplai kehidupan dan penghidupan kita, belum tentu peduli dengan hidup dan nyawa kita. Banyak kasus dimana perempuan mendapat kehidupan dan penghidupan yang lebih baik seperti di negeri seberang pada akhirnya malah kehilangan nyawanya.

Terkadang orang yang kita bisa percayapun dapat melakukan tipu muslihat, hanya perlu sensitifitas kalau ada yang sedikit aneh. Contoh kasus ya, gue punya teman orang padang, dia didatengin saudara jauhnya (tauk sendirikan orang padang banyak banget saudaranya). Dia bawa teman yang menurut pengakuannya berasal dari padang juga. Sebenarnya teman gue ini udah curiga karena logat padang orang yang dibawa ini ga ada dan pas lihat ktp dia juga bukan lahir di padang tapi di jawa. Tapi, karena tingkah laku dan bawaan orang ini alim dan santun, temen gue nih percaya aja malah termotivasi dengan cerita-cerita suksesnya dan memberikan dia jabatan sebagai penanggung jawab. Lagian, bisnis yang dilakukan dengan saudara jauhnya ini juga menghasilkan keuntungan banyak karena kemudahan pasokan barang yang dia terima dari saudara jauhnya ini. Suatu saat temen gue nih menderita sakit tiba-tiba, sehingga harus ke RS. Ketika dia pulang dari rumah sakit, dia melihat rumahnya sudah porak peranda dan mendapatkan harta benda yang sudah dia dapat dari hasil jerih payahnya berbisnis selama ini hilang, hal-hal yang dia dapat sehingga impian-impian indahnya bisa terwujud hilang. Bisnisnya pun akhirnya ambruk karena uang kas dibawa kabur orang, dan teman gue ini kemudian menyalahkan orang bawaan saudara jauhnya yang hilang tak tauk rimbanya. Saudara jauhnya mengaku tidak tauk menauk masalah tersebut dan ikut menuding orang yang dia bawa (yang udah kabur entah kemana). Usut punya usut, ternyata bisnis yang selama ini temen gue lakukan menguntungkan bos saudara jauhnya karena dialah pemasoknya (bosnya semakin kaya). Temen gue pun akhirnya bangkrut karena utang yang harus dibayar dan modal awal yang sudah semakin tinggi untuk memulai bisnisnya. Dari cerita ini harusnya kita melihat kalau kecurigaan tidak bisa dianggap enteng, temen gue mungkin hanya kehilangan harta bendanya, tapi bisa jadi di cerita yang lain, orang akan kehilangan nyawanya. Sekali lagi gue tekankan, cek keluarganya dan tempat tinggalnya dimana dia sudah berpuluh-puluh tahun tinggal, kalau ada yang ga beres maka kita harus hati-hati. Awareness itu penting apapun situasinya, jangan hanya uang dan peluang saja yang dilihat.                 

Masalah awareness ga bisa ditampik dengan alasan yang ga jelas dasarnya apa. Terkadang, ada aja perempuan yang mengatakan "berserah diri aja sama yang diatas dan minta perlindungannya, insya allah akan aman-aman saja" ketika perempuan dinasehati untuk tidak sering pulang malam, atau menempuh rute perjalanan ditempat yang sepi, atau mengendarai sendiri motor kemana-mana. Mereka pun menjadi tidak hati-hati dan menganggap enteng apa yang sudah biasa mereka lakukan. Seakan-akan mereka bawa-bawa nama agama, tapi mereka tidak aware akan ketentuan-ketentuan dalam agama tersebut. Mereka hanya yakin pada dirinya sendiri kalau sudah mendapat blessing, tapi tidak yakin pada ketentuan dalam agama tersebut sehingga pelanggaran apapun bisa mengatasnamakan Tuhan. Ketika kita (gue termasuk) berjalan sendiri di tempat yang sepi misalnya, kita harusnya sadar sedang mengundang takdir buruk untuk terjadi sehingga akan selalu waspada. Kalau kuat keyakinannya akan ketentuan Tuhan YME, maka minimal kita tidak mau melakukannya lagi, apalagi kalau untuk mendapat kenaikan gaji (karyawati) atau menjadi aktivis sejati (mahasiswi). Lebih baik bekerja pada waktunya atau belajar lebih keras lagi daripada menghalalkan segala cara seperti diatas. Lagian, kita tidak sedang berada di surga dimana orang beriman pasti mendapat semua kebaikan (kesejahteraan, ketentraman) yang sudah dijanjikan Tuhan YME. Banyak perempuan mengejar kebaikan-kebaikan tersebut didunia, dengan sengaja melanggar tanpa menyadari akibatnya karena beranggapan hal tersebut ditujukan untuk kebaikan-kebaikan ini. Kekuatan orang-orang jahat muncul karena adanya hypocrisy seperti ini, makanya perlu untuk membangkitkan dan mengembalikan kesadaran dan tanggung jawab para perempuan, at least pada diri mereka sendiri. Kita sedang hidup di dunia dimana kejahatan bermacam-macam bentuknya dan dapat mengenai siapa saja, apalagi tanpa adanya awareness. Ilmu dan pengetahuan perlu ditingkatkan untuk membangun self-awareness tersebut sebatas apa yang bisa dilakukan oleh seorang perempuan.

Untuk menunjukkan betapa vulnerablenya perempuan dalam masa-masa perubahan alam dan lingkungan ini, maka berikut data yang gue dapatkan dari search engine mengenai kematian mahasiswi oleh berbagai sebab dalam satu tahun terakhir (dan daftarnya terus bertambah):

UPH, Caroline Oktavianie Tamboto, 25 Nov'11, 19th, Lippo village (kondo-dibunuh)  
Trisakti, Arum Natalie Ratna, 12 Jan, depan Kompleks Istana Negara (RS- tertimpa pohon)
Unsuri, Suhartini, 15 jan, 20th, Sidoarjo (kubangan parit-dibunuh)
ITB, Angelina Yovanka, 5 Feb, 19th, Garut (sungai-tenggelam)
IT Telkom, Diayu Eritasari, 7 maret, 20th, dayeuhkolot (kos-dibunuh)
Syiah Kuala, Siska, 22 Maret, 20th, Lhokseumawe (RS-sakit tiba-tiba)
STAIN, Dakwatul Khoirot, 27 Mar, Pamekasan (jalan-kecelakaan motor)
IPB, Rifda Izatunisa, 30 Mar, 19th, Bogor (jalan-kecelakaan motor)
Stikes, Lilik Andriana, 5 April, 19th, Surabaya (rumah-dibunuh)
UIN Syarif H, Izzun Nahdiyah, 7 Apr, 24th, Tangerang (rumah pelaku-dibunuh)
STAIN, Afridarni, 2 Mei, 21 th, Bukittinggi (jurang-dibunuh)
UNDIP Fisip, Bunga Hoetami, 7 Mei, 20th, Semarang (jalan-kecelakaan motor)
 Trisakti, Suharti La Popo, 9 Mei, 22th, Tangerang (jurang-dibunuh)
  ..., Noviani, 14 Mei, 22th, Pacitan (RSUD-overdosis miras)
..., Charstia Anggraeni, 6 Jun, 17th, Wonogiri (jalan-kecelakaan motor)
UNDIP Sastra Inggris, Natisa Listyani Nasiroh, 7 Jun, 24th, Semarang (jalan-jambret)
IPDN, Nesya Khairunisa, 16 Jun, 22th, Bandung (RS-sakit kanker darah)
Petra, Zaza Yesika Sinjaya, 19 Jun, 20th, Surabaya (kos-gantung diri)
STIAMI, Aprilia Indriyani, 3 Jul, 21th, Penjaringan (Hotel Pondok Kencana Indah-dibunuh)
UNS, Umi Khasanah, 23 Jul, 19th, Solo (jalan-kecelakaan)
UI, Lucia Novianti Dewi, 24 Jul, 23th, Pondok bambu (jalan-kecelakaan motor)
STIE Wira Wacana, Karin Kamba Ipu, 7 Agu, 22th, Waingapu Sumba Timur (RS-kekerasan)
STIKES Ahmad Yani, Desy Sriyudianti, 9 Agu, 22th, Cimahi (kost-dibunuh)
Unibraw, Lintang Chandra, 10 Agu, 21th, Madiun (jalan-kecelakaan motor)
Unika Kupang, FB, 27 Agu, 22th, Kupang (kos-aborsi)
STKIP, Azizatul Sakdiyah, 1 Sep, 22th, Klatakan Situbondo (warung pantai-dicekek)

Sementara yang hilang:
Trisakti, Nadia Dwi, Nov '11, 20th (ditemukan)
UI, Nurul Fitriyah, Juni, 23 th (ditemukan)


Makanya proteksi itu penting, ga bisa jugakan korbannya kalau cuma disuruh ngomong "jangan dong...". Tapi, bukan berarti proteksi hanya untuk para mahasiswi aja lo. So, the next para ibu, para istri...harus hati-hati dan waspada karena sekarang bukan saatnya positif thinking lagi, jaman berubah, alam semakin kejam dan kejahatan dapat mengintai dimana-mana, jangan biarkan kejahatan tersebut menang secara total. Lagian, kita juga sudah kehilangan Bu Menkes dan gue rasa hal tersebut alarm untuk perempuan akan kondisi yang semakin vulnerable. 

Sebagai tambahan, angka kecelakaan selama lebaran naik dari tahun lalu dengan kenaikan 32,48% untuk sepeda motor dan 16% untuk korban meninggal dunia (Sumber: disini). Sementara itu, angka kecelakaan lalin DKI Jakarta dari Januari sampai Oktober 2011 memprihatinkan dengan jumlah kecelakaan 6732 kasus dengan 935 orang meninggal dunia. Di wilayah Jakut hampir setiap pekan ada kecelakaan yang melibatkan truk kontainer (Sumber: Jalan Raya Bak Medan Perang, Warta Kota, hal 2, 29 November 2011)


Noah said its going to be painful for them...to learn its the sea of life.


Rabu, 14 Maret 2012

Para Srikandi Diujung Tanduk

Perempuan, dari bahasanya saja kata tersebut sudah memberikan persepsi elegan jika dibandingkan dengan lawan katanya. Adalah hal yang bijak untuk menganggap wanita sebagai sosok yang elegan karena perempuan memang selalu tertarik memperindah dirinya baik dalam hal perilaku, tata krama, perkataan dan ...(gue ga tauk apa ini yg terpenting sekarang)penampilan. Bahkan ketika sosok yang elegan tersebut berada dalam posisi yang terburuk, lingkungan masih melihat sosok perempuan tersebut sebagai sosok yang elegan. Seperti ketika seorang perempuan menjadi terpidana, lingkungan (dan perempuan) masih mendambakan sosok penampilan, tata krama dan perkataan yang anggun seberat apapun dakwaan atas tindakan yang dilakukannya. Contohnya saja perempuan pelaku pembunuhan yang digambarkan seperti sosok Uma Thurman dalam Kill Bill oleh media masa, bagaimanapun Thurman adalah sosok yang elegan dengan rambut pirangnya walaupun dia memegang senjata. Persepsi kita masih terus dibawa untuk mengharapkan sosok perempuan sebagai sosok yang elegan.

Tapi, pernahkah terpikirkan kalau tuntutan yang demikian itu berat rasanya dipikul seorang perempuan, kalau kemudian kita dihadapkan pada kenyataan, bahwa lingkungan pulalah yang terkadang menuntut perempuan melakukan tindakan-tindakan yang tidak elegan untuk dilakukan oleh seorang perempuan. Lingkungan juga yang memberi dorongan dan kesempatan yaitu dengan tidak adanya perlindungan sehingga perempuan melakukan hal-hal yang tidak wajar untuk menyokong hidupnya. Perlindungan yang seharusnya ada ketika hukum dan aturan ditegakkan. Terkadang banyak "orang pintar" sadar dan mengerti bahwa yang pertama akan terkena imbas dengan tidak adanya perlindungan tersebut adalah perempuan dan anak-anak. Tapi banyak juga diantara yang pintar ini kemudian menuntut dan terkadang menekan perempuan dan anak-anak untuk bisa menjaga dirinya sendiri dengan cara mampu menerawang dan mengantisipasi suatu keadaan, mampu menolong dirinya sendiri secara mandiri, mampu membela dirinya sendiri ketika mendapat kesulitan, mampu mempunyai inisiatif dalam sebuah tindakan dan lain sebagainya. Ironinya, tuntutan tersebut yang awalnya terdorong karena tidak adanya perlindungan atas hukum dan aturan yang berlaku, kemudian malahan membawa mereka ke jurang yang lebih dalam lagi. Perempuan dan anak-anak, dituntut sebagai peramal, psikolog, pahlawan, pengacara dan inisiator dalam kehidupan yang mereka jalani, padahal ini bukan kapasitas mereka. Gue bukannya mengatakan bahwa kaum yang dianggap lemah ini tidak mampu, tapi tidak pada tempatnya menuntut wanita padahal tindakan-tindakan tersebut jika dilakukan gegabah karena adanya tekanan, justru akan melibatkan mereka kepada interaksi lebih dalam lagi ke sistem yang tanpa perlindungan ini. Andaikan mereka punya keahlian dan kepintaran sesuai tuntutan-tuntutan tersebut pun, mereka masih kaum yang lebih vulnerable dibandingkan dengan kaum pria didalam sistem yang sekarang ini. Kesetaraan adalah hal idealis dan tidak realistis karena secara tidak proporsional berusaha ditegakkan tanpa adanya usaha untuk menegakkan perlindungan dan payung atas hukum dan aturan yang berlaku. Gampang aja sih logikanya, hukum tidak ditegakkan, maka yang jahat akan berwarna abu-abu. Tidak mudah untuk tidak terjebak kedalam wilayah abu-abu ini. Sesuatu yang terlihat dan berperilaku benign pun dapat sangat berbahaya. Dalam sistem dengan banyak wilayah abu-abu ini, hanya satu yang harus bisa perempuan lakukan, lari. Terlalu banyak orang yang memanfaatkan jalan belakang sehingga situasi menjadi tidak aman, lagipula jaman sekarang gitu loh, perempuanpun bisa juga diserang dari belakang. Nah, ketika perempuan yang merupakan representasi kelompok masyarakat yang harusnya terlindungi terpojok sedemikian rupa tanpa bisa lari, ada satu pernyataan yang harusnya dijawab: is the situation become so bad that everyone now is in danger?      

Bukan hanya dari segi penegakan hukum kesetaraan gender adalah hal yang tidak realistis, tapi, di era globalisasi ini, perisai akan pengaruh global sudah sangat berkurang. Kita ga bisa menyalahkan faktor eksternal yang bisa sangat vulgar memaparkan perempuan dari sisi fisik maupun psikisnya, bahkan cenderung obsesif gue bilang (jujur aja gue ga tauk mana yang lebih sakit, perempuannya yang mengekspos dirinya dengan vulgarnya atau perilaku obsesif yang ditunjukkan oleh penyimaknya yang mau tahu masalah orang). Masalahnya, kemana perisai yang sudah berusaha kita bangun semenjak kemerdekaan kita. Jangankan perisai, filter yang kita punya aja sudah tidak mampu membendung budaya hedonis, materialistis dan kapitalis yang dibawa asing yang bahkan sudah merambah ke bidang sosial, politik, budaya bahkan agama sekalipun. Lintas sektoral lah pokoknya kalau kita bicara dunia gemerlap dan konsumerisme. Perempuan setelah dugem kecelakaan mobil, wah baru saja dua kecelakaan parah terjadi yang melibatkan dua perempuan setelah malamnya berpesta. Apa kemudian perempuan bisa disalahkan sepenuhnya atas kecelakaan tersebut? Gue bilang tidak. Ada hal-hal yang tidak dibenahi yang mengakibatkan kecelakaan tersebut terjadi dan hal tersebut bukan dari sisi lalinnya atau sisi perempuannya. Coba pikirkan sendiri hal-hal tersebut sebelum menyacat habis perempuan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Tidak bisa dipungkiri bahwa perempuan memiliki perspektif yang berbeda dengan laki-laki. Dari kecil hal tersebut sudah terbentuk secara perlahan. Naluri dan sensitifitas perempuan sangat peka dan kuat sehingga tidak mungkin dia mengabaikan perbedaan yang harfiah tersebut. Bahkan seorang tomboy ketika kecil akan beralih menjadi wanita dewasa yang menginginkan untuk merawat dan mempercantik penampilannya. Jarang sekali sampai dewasa masih tomboy, pasti jadinya perempuan juga. Makanya, sedih juga ketika melihat perempuan-perempuan tiba-tiba menghiasi halaman depan surat kabar dengan inisialnya ditulis besar-besar atau malah langsung namanya. MD, NN, AS, DA... . Seakan-akan para perempuan ini menodongkan senjata kearah gue sambil mengatakan "serahkan kredibilitas mu sebagai perempuan." Apa memang cuma gue yang merasa terancam akan hal ini? Apa persepsi gue mengenai perempuan sedang dirubah? Gejala apakah ini ketika adalah hal yang normal melibatkan perempuan dalam usaha tipu-menipu bahkan dengan izin dari suami atau orang terdekatnya sendiri? Benarkah sudah semurah ini harga perempuan dimata masyarakat?

Sebagai perempuan, ada banyak faktor intrinsik didalam diri perempuan itu sendiri yang sebenarnya merupakan hambatan untuk perempuan melakukan hal-hal yang terlarang. Misalnya saja faktor fisik, rasa takut, naluri keibuan, perasaan yang halus dan banyak hal lainnya. Walaupun begitu, banyak pula faktor intrinsik yang bisa mendorong perempuan untuk bertindak keluar jalur. Salah satunya adalah keinginan untuk dilihat lebih indah. Perempuan sering sulit melawan temptation akan hal-hal yang bersifat materi karena menghadirkan rasa yang menyenangkan. Perempuan juga membawa perasaan atau emosi tersebut ke hal-hal yang membutuhkan profesionalisme, sehingga mempengaruhi keputusan mereka untuk tetap lurus. Ketika merasa ada yang membutuhkannya, perasaan dia jadi senang sekali dan membiarkan dirinya dimanfaatkan walaupun sudah tidak pada tempatnya. Faktor lainnya adalah perempuan secara harfiah lebih suka ikut-ikutan karena memang mereka biasanya dipimpin sehingga lebih mudah mengikuti arus walaupun kemudian arahnya udah ga bener. Mereka gampang mempercayakan diri mereka terhadap figur yang mereka pikir mempunyai sosok pemimpin (cewek tuh biasanya nunjuk jari kedepan, sementara cowok nunjuk jari keatas, ya ga? kalau sekelompok cowok nunjuk jarinya kedepan...perlu dikasih gayung kali!). Makanya gue rasa perempuan lebih baik menahan diri untuk tidak terlibat dengan alasan apapun pada laki-laki yang bukan pasangannya atau keluarganya, walaupun tindakannya dirasa bermanfaat. Manfaat apa sih memangnya yang bisa didapat dari orang yang bukan haknya untuk menuntut hal yang manfaat tersebut? Perasaan insecure pada perempuan juga dapat membawa perempuan untuk menggunakan jalan yang menurut dia paling aman, yaitu yang menurut persepsinya adalah jalan yang tercepat dan termudah. Ketika kemudian ada masalah, perasaan insecure ini jugalah yang akan membuat dia cenderung mempertahankan dirinya dengan segala cara, termasuk dengan berbohong. Semakin ditekan, maka dia semakin mendapat justifikasi untuk melancarkan kebohongannya yang malah melilit dirinya lebih jauh lagi. Hal yang demikian banyak terjadi pada perempuan yang pada akhirnya bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
                   
Kalau sudah ga bener begini, ketika konsekuensi atas tindakannya harus bentrok dengan lingkungan dan dirinya sendiri yang masih menuntutnya untuk tampil elegan, apakah bentrokan tersebut tidak menjadi sebuah pelajaran yang buruk bagi masyarakat umumnya dan perempuan khususnya? Tidak heran kalau banyak perempuan kemudian melakukan hal yang ekstrem seperti memilih model rambut cepak, yang selain karena mode, mungkin sebagian juga melakukannya sebagai pernyataan kalau mereka ingin keluar dari tuntutan elegan tersebut, karena apa yang mereka kerjakan sebenarnya sudah tidak didasarkan pada tindakan-tindakan yang elegan lagi. Apabila kemudian respon masyarakat terhadap tindakan-tindakan yang tidak elegan ini hanya sebatas menghukum para perempuan dan anak-anak yang terlibat, tanpa membenahi masalah yang melatarbelakanginya, maka bisa jadi perempuan dan anak-anak akan semakin keras dan kebal, menganggap tindakan yang tidak elegan tersebut hal biasa dan menerima setiap konsekuensi yang menyertainya. Begitupun persepsi masyarakat, bisa saja mereka berubah pikiran dengan menganggap perempuan dengan sosok yang anggun tersebut adalah sebuah kebalikan didalamnya. 

Adalah ironi juga ketika seorang perempuan yang berusaha untuk memenuhi tuntutan masyarakat, dimana dia harus mengambil keputusan sendiri, justru kemudian malah membuatnya harus berhadapan dengan sisi masyarakat yang masih meragukan kemampuan perempuan dalam mengambil keputusan. Padahal banyak pula dari para peragu ini yang hanya bisa melihat kulit luarnya saja. Hal-hal yang demikian masih banyak terjadi dan terkadang masuk keranah pribadi dimana sangat sulit perempuan untuk menjelaskannya. Fitnahpun kemudian berkembang tidak terkendali tanpa ada yang peduli untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Gue masih banyak melihat kejadian dimana ketika seorang perempuan harus berhadapan dengan sosok figur yang dimata masyarakat adalah sosok yang baik dan mumpuni maka perempuannyalah yang kemudian dicecar ketika ada permasalahan. Padahal bisa saja kan sosok yang baik, agamis dan mumpuni tersebut melakukan tipu muslihat terhadap perempuan tersebut? Gue aja sering kok berhadapan dengan persepsi masyarakat yang seperti itu akan suatu hal atau kesempatan dan cukup sulit untuk menjelaskan kalau yang gue hadapi adalah sebuah tipuan dan jebakan yang harus gue hindari.

Ranah pribadi perempuan terkadang menjadi sasaran empuk para perompak yang sebenarnya tidak punya urusan dan tidak mau urusan atas perempuan tersebut. Para perompak ini tidak sadar kalau perempuan sudah cukup vulnerable didalam sistem yang ada sekarang. Kalau ada yang merasa bahwa perempuan adalah urusan mereka, maka tegakkan amanah, yang bisa mereka lakukan adalah tegakkan aturan main yang jelas dan apa hukumnya ketika mau berurusan dengan perempuan (terlebih dalam hal agama). Tidak bisa sembarang orang sok tahu yang merasa bisa "membantu" tanpa mengerti kedudukan dia sebagai apa, orang lainkah, atau kerabatkah. Jangan asal menuntut perempuan seenak perutnya seakan-akan perempuan tersebut adalah amanah bersama, hanya dua orang yang bisa punya amanah atas seorang perempuan: ayah dan suami. Bahkan ketika terjadi perbuatan yang melanggar, hanya pihak peradilan yang berhak menuntut perempuan tersebut, yang lain, ngaca dulu kali apa dia tidak melihat ketamakan didalam dirinya ketika dia berusaha mengambil jatah dari amanah orang lain untuk kepentingan pribadinya.

Ada banyak kasus dimana ketika seorang perempuan sedang bermasalah, maka banyak sekali "figuran" yang ikut main di air keruh. Sebagai anggota masyarakat malu juga gue melihat banyaknya publik figur(an) yang ikut nimbrung, padahal gue yakin mereka tidak punya kapasitas dan kualitas untuk bicara apalagi menyenggol-nyenggol kehidupan permpuan yang bersangkutan. Terkadang mereka cuma berkata satu dua patah kata atau melakukan satu hal saja, tapi kesimpulan yang dapat dibuat dari perbuatan dan perkataan mereka itu panjang sekali dan subyektif. Entah informasinya bersumber dari mana. Kayaknya spirit infotainment yang seperti ini harus dihilangkan deh. Alih-alih menyederhanakan dan menyelesaikan masalah, orang lain yang main keroyokan tersebut malah menambah masalah baru dengan mendegradasikan (kalau tidak bisa dibilang merendahkan) kekuasaan pemegang amanah yang sebenarnya, yaitu ayah atau suami dari yang bersangkutan. Akibatnya bisa ditebak, hilangnya perlindungan untuk perempuan yang bersangkutan karena perempuan tersebut terlempar ke luar dari lingkungan keluarga dan masuk ke dalam arena yaitu lingkungan luar yang belum tentu mampu menjaga dia.        

Apabila lingkungan masih mengharapkan perempuan sebagai sosok yang elegan, ayo benahi dulu sistemnya. Sementara itu, jangan berharap terlalu banyak dari individu seorang perempuan hanya karena kalian terus menerus disuguhi sosok-sosok perempuan yang ideal. Sosok yang ideal alias super biasanya hanya memuaskan nafsu atas uang, kekuasaan dan kemenangan duniawi saja, dengan disokong oleh kesempatan untuk mengekspos dirinya. Tapi yang ideal belum tentu didasarkan pada realitas yang terjadi di masyarakat. Sosok yang ideal pasti akan menjadi milik publik, milik umum, padahal masyarakat membutuhkan orang-orang yang punya keseharian sama dengan mereka tapi mempunyai keahlian yang berbeda. Ya, mereka cuma butuh keahlian yang bisa menyediakan solusi bagi permasalahan mereka dan bukan ambisi dan kreativitas yang malah bisa berbalik mencelakakan mereka. Lagipula, daripada sosok-sosok ideal, masyarakat pada umumnya dan perempuan lebih membutuhkan kepemimpinan yang bisa menjaga mereka untuk tidak terjebak pada realitas yang berkembang. Ok, mungkin beberapa perempuan memang mampu mewujudkan sosok yang ideal dan mereka berhak mempertontonkannya, tapi rasanya tidak fair kalau kemudian membiarkan perempuan lain yang terpaku pada sosok ideal tersebut berjibaku agar menjadi sosok yang ideal yang akhirnya malah mengarahkan dia ke hal-hal yang tidak diinginkan (Idol is a new kind of bribery). Pada kenyataannya, mimpi yang ideal tersebut terkadang sama saja dengan mimpi memenangkan lotere, untung-untungan dan untuk kemenangan sesaat. Dan sepertinya, nasib seorang perempuan jauh lebih berharga dari pada sebuah lotere yang ditunggu-tunggu untuk menang.

Jadi, hal yang terakhir yang ingin gue tegaskan disini, jangan meneror perempuan dengan tuntutan-tuntutan yang tidak berujung hanya karena ujung permasalahannya tidak mampu diperbaiki. Yang pantas untuk dikeroyok itu permasalahannya dan bukan si korbannya. Jangan menuntut perempuan untuk tegas ketika ternyata banyak yang main belakang dengan peraturan dan hukum sehingga ketegasannya tidak bisa mempunyai sasaran yang jelas. Jangan juga gampang menyalahkan perempuan ketika kepemimpinan masih pletat-pletot ga karuan. Jangan pula mengharapkan perempuan jadi malaikat, karena perempuan ya "cuma" perempuan. Apa gue terlalu banyak nuntut? Mungkin ya, tapi jika nasib para srikandi ini ada diujung tanduk, maka gue yakin nasib bangsa ini pastinya juga sedang berada diujung tanduk. Dan gue ga mau bangsa gue tergelincir ke jurang yang terdalam. If the shield is failing, the gun will point directly at us, and it already happen!

Oya, satu lagi yang merupakan serangan terberat untuk perempuan adalah bagaimana angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian neonatal/perinatal di Indonesia, apakah semakin meningkat atau tidak. Jika memang meningkat, maka perlu ada tindakan untuk mencegah hal yang bisa memperparah keadaan ini, itu kalau kita masih ingin punya masa depan.




    The magazine captures her image strangely... . Why is it an orange and not an apple?  

Jumat, 25 Maret 2011

Tiga Bintang Perempuan Dalam Perkembangan Teknologi Informasi

Ribuan tahun sudah berlalu sejak jaman Nabi Adam dan Hawa (Eve) dipertemukan kembali di bumi setelah terpisah cukup lama akibat terusir dari surga. Perkembangan yang terjadi kemudian melibatkan kaum hawa yang dapat berperan ganda didalam maupun diluar rumah. Salah satu peran perempuan di luar rumah adalah perannya dalam perkembangan teknologi. Berikut tiga perempuan yang mempunyai peranan paling penting dalam perkembangan teknologi informasi (cukup jadul juga sih) :


1. Ada Lovelace

Yang pertama yang paling penting adalah Augusta Ada King, atau the Countess of Lovelace yaitu anak dari sastrawan Lord Byron dan Anne Isabella Milbanke. Dia adalah seorang ahli matematik yang dikenal dengan nama kecil “anak perempuan dari parallelogram”. Dia diajarkan matematika dan ilmu pengetahuan karena orang tuanya tidak menginginkan dia menjadi sastrawan seperti mereka.

Dia terlibat dengan dunia teknologi pada tahun 1843 ketika dia mentranslasikan pekerjaan dari catatan Luigi Menabrea mengenai mesin analisis Charles Babbage.

Sekarang, catatan-catatan translasinya dipercaya sebagai algoritma yang pertama efektif untuk pengoperasian mesinnya. Itulah yang membuat Ada Lovelace dipertimbangkan sebagai programmer komputer pertama.
 
2. Grace Hopper

Perempuan selanjutnya yang berperan penting dalam hal teknologi adalah Admiral Hopper. Dia bukan programmer perempuan pertama tapi dia yang pertama mendapatkan gelar PhD dalam bidang matematik dari Yale. Dia juga wanita pertama yang mendapat gelar Admiral dari U.S. Navy.

Selain sebagai pembuat compiler komputer yang pertama pada tahun 1952, Admiral Hopper mengembangkan COBOL (Common Business-Oriented Language). Dia adalah yang pertama dalam mempopulerkan istilah bug dan istilah debugging yang sebenarnya populer ketika dia mencoba mengeluarkan ngengat dari komputer yang biasa dipakainya.

Dia juga berperan penting dalam pembuatan bahasa pemrograman FLOW-MATIC untuk komputer UNIVAC I dan II.


3.Jean Bartik

Bernama panjang Betty Jean Jennings, para wanita menyebut Jean Bartik sebagai salah satu dari beberapa wanita yang bekerja untuk ENIAC.

Setelah menamatkan kuliahnya di Departemen Matematik pada Northwest Missouri State Teachers College, dia di "beli" oleh the University of Pennsylvania untuk bekerja pada Army Ordnance di Aberdeen Proving Ground tahun 1945.

Disana dia bertemu Kay McNulty, dan menjadi salah satu programmer pertama ENIAC. Bartik melanjutkan bekerja disana ketika program buatan ENIAC menjadi komputer program pertama yang terpenting yang dapat dipasarkan.

Namanya sekarang dipakai sebagai nama salah satu museum di  Northwest Missouri State University.

Sumber: MaximumPC.

Kalau menurut cerita Nabi Adam dan Siti Hawa, mereka sebelumnya ada disurga, tapi dikirim ke bumi karena iblis yang terbentuk atas api merayu Siti Hawa dengan buah terlarang dan Hawa memakannya. Kesalahan ini kemudian membuat mereka diturunkan ke bumi. Untuk sebagian orang, buah terlarang adalah buah pengetahuan, perumpamaan agar kemudian di dunia, generasi penerus Adam dan Hawa menggunakan pengetahuan dengan bijak. Kalau saya sendiri tidak mau memakai perumpamaan untuk menerangkan kitab suci, terima aja apa adanya, yang terlarang ya dihindari. Makanya mungkin kaum feminis diluar sana tidak terlalu suka dengan cerita Nabi Adam dan Siti Hawa. Bahkan diluar sana, ada yang memakai iblis penghasut sebagai lambang gerakan mereka. Baca disini.     

Ya sudah, jaman hawa alias eve telah berlalu, nah setelah tiga perempuan TI diatas, ayo ibu3 ... dan para gadis siapa yang mau mendapat tiga tiara berikutnya?
Mungkin kalau TI agak susah dan lama kali ya, jadi bagaimana dengan yang ini saja sebagai puteri-puteri indonesia:






PS: masayu clara, alisya rininta sangat fotogenik (mojang pariyangan?), pasti alisya punya pengarah gaya yang mengarahkan gimana posisi kepala dll. OutSTANding!

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites Gmail More